"Naura kamu itu ngapain aja sih dari pagi, kenapa belum ada makanan, ibu sudah lapar nih" ucap seorang wanita bertubuh gemuk yang marah marah kepada menantu nya
"iya bu ini Naura baru mau masak, tadi Naura cuci baju dulu makanya belum sempat masak" ucap Naura berlari menghampiri mertua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyranachia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35
"loh kenapa tante? dinda nyaman kok di tempat kemarin " ucap dinda merasa tak enak hati
"tidak apa apa dinda, tante mau kamu anggap tante seperti mamah kamu sendiri dan kalau bisa kamu memanggil tante dengan sebutan mamah dan memanggil om dengan sebutan papah apakah kamu mau dinda? "tanya arini berharap dinda mau
" tapi tante, apa boleh? "tanya dinda ragu ragu
" tentu saja boleh sayang, kamu panggil saya mamah dan panggil om papah ya mulai sekarang "ucap arini mulai merasa senang
" eum... baiklah tante... eh mamah "ucap dinda membuat arini sangat bahagia
" kamu tidak ingin memanggil saya papah ? "tanya bagas dengan wajah sedih
" eh.. i-iya papah dan mamah"ucap dinda yang sebenarnya masih bingung dengan arini dan bagas yang tiba tiba saja berubah
"baiklah dinda ayo kita ke kamar baru mu" ucap arini menggandeng tangan dinda
mereka bertiga pun menuju kamar dinda, dinda sangat terkejut saat melihat kamar baru nya yang begitu mewah dan cantik, kamar serba pink seperti impian dinda
"mamah apa kah ini kamar ku? " tanya dinda bingung
"iya sayang ini kamar kamu, kamu akan tidur di sini mulai malam ini" ucap arini memeluk pinggang dinda erat
"seperti nya kalian salah kamar " ucap dinda masih tak yakin
"benar dinda ini kamar kamu, kamu Terima ya sayang, kan mamah sudah bilang kamu harus anggap mamah dan papah kamu ini sebagai orang tua kamu sendiri" ucap arini dengan lembut
dinda yang mendengar itu pun merasa terharu, mata nya mulai berkaca kaca
"terimakasih banyak mah pah kalian memperlakukan aku dengan sangat baik padahal aku bukan anak kalian" ucap dinda membuat arini dan bagas merasa sakit hati
“sampai waktu nya nanti kamu akan tahu sendiri nak... mulai sekarang mamah akan berjanji akan membahagia kan kamu, mamah tau pasti kamu menjalani hidup yang sangat berat selama ini”ucap arini dalam hati nya
"hey sudah lah kenapa kamu bersedih Annisa... ehem maaf maksud saya dinda, kamu ini sudah kami anggap seperti anak kami sendiri" ucap bagas yang melihat istri nya ingin menangis
"t-tapi maaf mah pah, seperti nya dinda tidak bisa menerima kamar ini, ini terlalu bagus untuk dinda " ucap dinda masih tak enak hati
"dinda mamah mohon kamu Terima ya sayang, mamah ingin kamu menjadi anak mamah " ucap arini memegang tangan adinda
dinda yang di perlakukan seperti itu pun jadi tak enak untuk menolak, akhirnya dinda menerima kamar tersebut
"kamu istirahat ya dinda, nanti saat makan malam mamah panggil kan lagi " ucap arini
dinda pun mengiyakan dan arini dan juga bagas pergi dari kamar dinda
saat di dalam kamar dinda masih bingung dengan apa yang terjadi barusan "apa yang terjadi dengan tante arini dan om bagas " ucap dinda kebingungan
dia mengelilingi kamar nya, sangat cantik sekali, dinda merasa sangat terharu karena arini dan bagas memberi nya kamar sebagus itu, kamar impian dinda
"MasyaAllah cantik sekali kamar nya, bahkan ada kamar mandi nya di dalam kamar ini " ucap dinda terharu sekali
dinda pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu agar tubuh nya terasa lebih nyaman
~•~•~•
kenzo mengajak Naura mengelilingi ibu kota, Naura merasa sangat bahagia sekali, walaupun sederhana tetapi Naura sangat senang
"sudah kan jalan jalan nya, kita makan dulu yuk " ajak kenzo takut Naura merasa lapar
"iya mas aku akan mengabari mamah akan makan di luar sama kamu " ucap Naura
Naura pun mengabari arini kalau hari ini di makan di luar bersama kenzo, dan arini mengizinkan nya
"mau makan apa sayang? " tanya kenzo lembut sekali
"apa ya... gimana kalau kita makan seafood aja " ucap Naura dan kenzo pun langsung menyetujui nya
Di tempat lain arif sedang tidak bisa tidur, walau sudah di paksa mata nya tidak ingin terpejam
"bisa bisa nya aku malah menikah dengan wanita ini, padahal yang aku impikan menikah dengan azizah anak kiyai di sini " ucap arif dalam hati nya
"ayu bangun lah aku lapar belum makan dari sore " ucap arif membangun kan ayu yang tertidur pulas
"apa sih mas, beli saja makanan di luar aku juga lapar, aku malas masak lagian sudah malam juga " ucap ayu marah marah
"kamu ini ayu... kamu harus melayani suami mu, ayo cepat siap kan aku makanan " ucap arif kesal
"kamu beli saja mas, sekalian belikan aku juga, aku malas masak" ucap ayu kesal
arif pun mengalah dia memutuskan untuk pergi ke rumah ibu nya “percuma menikahi wanita itu, tak ada untung nya sama sekali, sudah mah bekas orang, pemalas juga lagi "gerutu arif sambil berjalan keluar rumah
arif pun mengeluarkan sepeda motor nya, dia menuju ke rumah Marni, dia ingin makan di sana, tak peduli dengan ayu yang juga sedang lapar
saat sudah sampai di rumah Marni arif mengetuk ngetuk pintu rumah Marni "mau apa kamu ke sini arif, bukan kah kamu sudah tidak mau mendengar kan perkataan ibu lagi? " ucap Marni marah
"bu maaf kan aku , aku benar benar di jebak oleh wanita s*alan itu bu " ucap arif
"yaudah masuk saja dulu, tidak enak di lihat tetangga " ucap Marni masih dengan nada kesal
arif dan Marni pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu
arif mulai menceritakan semua yang terjadi di tempat rianna tadi dari awal arif datang sampai di rumah ayu tadi
Marni yang mendengar itu pun sangat kesal sekali "kata ibu juga apa arif kmu jangan dekat dengan wanita itu, dia tuh wanita tidak benar " ucap Marni kesal dengan arif
"iya bu aku minta maaf, aku lapar sekali bu wanita itu benar benar tak pantas jadi istri ku " ucap arif memegangi perut nya
"yaudah beruntung ibu sudah selesai masak kamu makan saja dulu, lagian emang nya di rumah mertua mu tidak di kasih makan" tanya Marni merasa heran
"ya kan ibu tau sendiri ibu nya ayu seperti apa, mereka makan di luar tadi hanya aku dan ayu yang belum makan" ucap arif kesal
"parah sekali mereka tak mau memberi kamu makan, lalu bagaimana dengan istri mu dia juga belum makan" tanya Marni sedikit khawatir dengan ayu
"tau lah bu aku malas membahas dia "ucap arif kesal dengan ayu yang tak mau menyiapkan nya makanan
" nanti bawakan saja dia makanan dari sini Rif, kasian dia, walaupun ibu tidak suka sama dia tapi dia sekarang sudah menjadi istri mu "ucap Marni yang tiba tiba berubah
apa.bedanya rani dan tifani?