Sesion 1
Gadis itu bernama lee Renzai, dia adalah putri ketiga dari seorang jenderal di istana, tetapi dia juga seorang jenderal di masa lalu yang kejam, yang berasal dari kerajaan Ochtosk.
Karena kekejamannya, dia akhirnya berubah menjadi buih karena meminum air keramat yang berasal dari sungai kyusu, siapapun orang yang kejam dan meminumnya akan menghilang bersama derasnya air sungai.
Mampukah Sang jenderal untuk merubah takdirnya, akankah dirinya yang kejam akan berubah ketika dia terlahir kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 35
setelah mendengarkan kepergian putrinya ke garis depan, jenderal geem segera mengambil kuda dan mengendarainya, kuda itu berlari kencang menyusuri hutan dan bukit, dia sangat khawatir dengan Renzai, ketakutan akan kehilangan putrinya membuat jenderal geem meninggalkan pangeran begitu saja.
"Ck sial, kacau." Umpatnya. Tabib jang segera mengambil kuda dan segera menyusul jenderal geem. Dia ingin memperingatinya bahwa di perbukitan dan dihutan, musuh sedang bersembunyi, mereka bisa menyerang kapan saja.
Kelima Akai telah tiba di gunung Gong, ketika mereka mengetahui bahwa renzai di kirim ke garis depan, mereka sangat terkejut dan mereka dengan cepat segera menyusulnya.
"Mungkin ini pilihan yang tepat untuk jenderal kita." Ucap Otaru.
Hatachi mengangkat alisnya, "Tepat katamu?" ucapnya.
"Coba kalian pikir, jenderal kita yang selalu berperang di masa lalunya akan mendapatkan ingatannya jika peperangan yang sebenarnya terjadi langsung di depan matanya, bagaimana?" Ucap Otaru.
"Itu mungkin saja, dan masuk akal." Kata Matsue.
"Tapi, apakah jenderal akan mengingat tentang kita?" Ucap tutsima sambil bersedekap memperhatikan setiap pergerakan di bukit itu. Rui menghembuskan napasnya, "semoga ingatan jenderal kembali."
🌿
Hari sudah begitu larut, shingga mereka berlima menghentikan perjalanan mereka dan beristirahat di sekeliling hutan.
"Sst, matikan apinya." Ucap Rui, "Sepertinya ada yang datang." Derap kaki kuda terdengar jelas, ketika mereka menatap siapa orang-orang itu, nampak jenderal geem dan tabib jang hendak beristirahat di dekat pepohonan, mereka sangat dekat dengan para Akai yang bersembunyi.
"Kita beristirahat di sini saja." Kata jenderal. Mereka beristirahat dan sedikit curiga karena mereka berdua membaui kayu bakar dan melihat bekas asap di dekat tempat mereka beristirahat. Mereka berkeliling sebentar mencari tahu apakah ada orang yang bersembunyi di dekat peristirahtan mereka, setelah berkeliling beberapa menit, jemderal dan tabib jang tidak menemukan apapun, akhirnya mereka memutuskan membuat api unggun dan beristirahat di sana. Mereka berdua duduk sambil menatap api yang menyala.
"Anda pasti sudah tahu bahwa renzai adalah putriku, dia cukup berbeda dengan kakak-kakaknya yang lain, sikapnya tenang dan kadang aku sebagai ayahnya tidak bisa memahami jalan pikiran putriku sendiri, dia tidak seperti gadis-gadis muda pada umumnya.
"Maafkan ketidaksopananku, namaku Lee gem ling," Ucapnya sambil menatap tabib jang yang duduk di hadapannya sambil mengatupkan kedua tangannya dan sedikit memberikan hormat kepadanya.
"Namaku Kim Seo Jang, tapi orang-orang di istana memanggilku tabib jang, aku adalah seorang tabib di istana, dan saat ini aku di tugaskan di barak utama."
Kelima Akai bagaikan patung mereka sangat pandai bersembunyi, keberadaannya bahkan tidak diketahui oleh sang jenderal, mereka lihai dalam bersembunyi. Hatachi tidak bergerak sedikitpun meskipun seekor ular ada di kakinya, dia hanya membelalakkan matanya, matsue lalu menutup mulut hatachi dengan tangannya agar dia tidak berteriak.
"Meskipun putriku terlihat kurang perduli dan seperti tidak membutuhkan uluran tangan orang dan lebih suka mengerjakan pekerjaannya sendiri dan terlihat kuat, tetapi aku sebagai ayahnya sangat mengkhawatrikannya, baru kali ini dia bepergian sejauh ini dari kami, mungkin saja sekarang ini dia sedang ketakutan dan memanggil-manggil namaku." Ucap jenderal geem.
Tabib Jang ingin sekali mendengus, jenderal betul-betul tidak mengerti putrinya sendiri, wajah tabib jang yang kelihatan ragu tertangkap oleh jenderal geem.
"Ada apa tabib jang?" Tanya jenderal.
"Oh, tidak apa-apa jenderal, emm saya sempat berbincang sedikit dengan putri anda, dan dia memang menarik, uhhuk maksud saya dia memang terlihat tegar dan suka mengerjakan apapun seorang diri." Ucap tabib jang salah tingkah, karena jenderal geem masih memandanginya dengan pandangan menyelidik.
Hatachi mendengus, "Siapa dia? seakan dia mengenal jenderal kita saja." Ucapnya tajam. Otaru membelalakkan matanya dan dengan cepat menutup mulut hatachi.
"Diam Bodoh !" Ucap Otaru, mereka berdua berbalik mendengar suara-suara, Matsue lalu merubah suaranya menjadi burung hantu, suara yang paling mudah untuk di tiru agar mereka berdua tidak curiga.
🌿
Sementara itu, Renzai telah berada di tenda darurat, dia menyaksikan prajurit-prajurit yang terluka berat, dia segera keluar dari tenda, dia sama sekali tidak berniat menjadi seorang perawat, dan terlihat dengan jelas bahwa tabib Choi tidak pernah menegur atau menyuruh renzai, dibiarkannya renzai melakukan apa yang diinginkannya. Begitupun wakil kapten, dia selalu terkejut tatkala renzai kadang berbicara kepadanya.
"Aku tidak mengatakan apapun sungguh, aku hebat dalam menjaga rahasia." Renzai hanya menatapnya membiarkannya menyelesaikan ucapannya, setelah itu dia lalu berbicara.
Renzai mendatangi wakil kapten itu karena ingin menanyakan kapan jadwal keberangkatan pasukan berikutnya ke medan pertempuran.
Renzai memutar matanya, dia jengkel karena dia berbicara terus tiada henti. "Katakan kepadaku kapten, kapan waktu keberangkatan prajurit selanjutnya." ucap renzai.
"Maafkan aku, tetapi aku masih wakil kapten Nona." Ucapnya sambil tertunduk. "Adapun mengenai keberangkatan pasukan ke pertempuran, kapten merencanakan prajurit berangkat besok pagi, dari arah selatan, 500 pasukan telah siap siaga di sana untuk menyerang."
Renzai terdiam, dia kini menggumam sorang diri membelakangi pria berwajah lelah itu. "mereka berencana membawa 500 prajurit?" Renzai kembali menatap wakil kapten itu. "Apakah hanya dari arah selatan saja penyerangan pasukan Hanjang?"
"Mereka akan datang dari arah selatan saja nona, karena jika dari arah utara perjalanan yang akan mereka tempuh cukup jauh, dan musuh sewaktu-waktu dapat melihat kedatangan prajurit kita."
Renzai memperhatikan kuda-kuda yang di tambatkan di pagar pembatas, "Apakah ada yang memiliki kuda ini?" tanya renzai.
"Kuda-kuda itu diperuntukkan untuk para prajurit yang mengambil perbekalan di perbatasan." Jawabnya, renzai menyilangkan kedua tangannya.
"Begitu ya, kau boleh pergi."
"Baik." jawabnya.
Wakil kapten itu berbalik dengan sembunyi-sembunyi, dia menatap renzai yang masih berdiri di sana, entah apa yang di pikirkannya sehingga dia menanyakan mengenai kuda-kuda itu.
🌿
Subuh-subuh sekali, 500 pasukan Hanjang telah siap untuk berangkat ke medan pertempuran, di pimpin oleh seorang kapten yang berbadan tegap dan berwajah sangar, dia adalah kapten yang berasal dari timur yang akan memimpin pasukan penyerangan. Para prajurit terbagi menjadi dua bagian 200 untuk prajurit pemanah dan 300 sebagai pasukan bertombak serta pedang tersampir di masing-masing para prajurit, derap ratusan kaki kuda terdengar seiring terbitnya matahari dari arah timur.
Jenderal dan tabib jang telah tiba di tenda darurat. Jenderal geem segera turun dari kudanya dan segera mencari-cari renzai. Dia berteriak-teriak menyebut namanya, tetapi lagi-lagi dia tidak menemukannya.
"Renzai, Renzai di mana kau renzai." ucap jenderal sambil memeriksa di setiap tenda darurat di bantu oleh tabib jang.
Kelima Akai pun telah tiba, sama halnya dengan jenderal Geem, mereka segera mencari tahu keberadaan renzai. "Kenapa jenderal tidak ada di sini, kemana dia?" ucap Hatachi.
Rui sedang berpikir, dia diam mematung di sana. "Menurut kalian, dimana tempat yang sesuai dan menarik bagi jenderal?" tanyanya.
Hatachilah yang menjawabnya. "Tempat yang mengasyikkan dan menarik bagi jenderal adalah......
"Medan perang." Jawab mereka dengan serentak.
ditunggu season 2 nya😁😁
Sehat selalu 🙏🙏
Semoga dikehidupan nanti mereka berubah menjadi lebih baik👍🙏
Semangat terus berkarya Outhor, Qutunggu cerita2x yg lainnya💪🙏👍
Dan apakah Jendral Geem ayah dari Renzai tidak bisa membuat anaknya kembali menjadi baik🤔? Semangat Up dan sehat selalu buat Outhor💪🙏
Semangat terus ya Thor🙏👍
Semangat selalu outhor💪🙏
Lanjut Up dan Up, semangat 💪🙏