NovelToon NovelToon
Perfect Partner

Perfect Partner

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Karir / Duniahiburan / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: nowitsrain

Ketika teman baiknya pergi ke Korea untuk menjadi seorang idol, Sena mengantarkan kepergiannya dengan senang hati. Menjadi penyanyi adalah impian Andy sejak kecil, maka melepasnya untuk menggapai mimpi adalah sebuah keputusan terbaik yang bisa Sena ambil.

Setelah kepergian Andy ke Korea, mereka kehilangan kontak sepenuhnya. Sependek pengetahuannya, persiapan menjadi idol berarti merelakan waktunya banyak tersita untuk berlatih banyak hal. Jadi hari-hari Sena lalui tanpa rasa keberatan. Malah, tak lupa selalu diselipkannya doa untuk teman baiknya, semoga kelak berhasil debut dan menggapai cita-citanya.

Namun siapa sangka, kerelaan hati Sena itu pada akhirnya membawa jalannya sendiri untuk kembali bertemu dengan Andy sang teman baik. Di pertemuan setelah sekian lama, akankah Sena menemukan Andy masihlah sama dengan Andy yang dikenalnya sejak masa kanak-kanak?
Masihkah mereka menjadi perfect partner bagi satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nowitsrain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Glimpse of The Past

Apa yang bisa Sena lakukan selain menghela napas dan menggeleng tak habis pikir, saat lagi-lagi teman yang dikenalkannya pada Andy, berakhir membuat asumsi soal hubungannya dengan pria itu.

Hampir tiga hari penuh Dong-Soo heboh di grup chat, mengatakan dia yakin demi Tuhan bahwa Sena memandang Andy dengan cara yang berbeda. Ia bahkan berani bertaruh, bahwa suatu saat nanti, Sena akan berhenti denial dan mulai mengakui perasaannya kepada Andy.

Nasib buruknya, seluruh anggota grup setuju, termasuk Hana sekalipun. Sena mendadak ditinggalkan seorang diri, dibiarkan berkata tidak berulang kali ketika yang lain terus berkata iya disertai bukti-bukti yang mereka simpan di kepala. Ya, hanya di kepala. Karena baik Dong-Soo ataupun Hana, mereka hanya mengatakan penilaian mereka berdasarkan apa yang mereka lihat. Tidak ada satu pun bukti 'nyata' untuk mendukung alibi mereka. Mereka hanya sedikit lebih beruntung daripada Sena karena pada dasarnya mereka satu tim. 

Ini bukan kali pertama Sena menghadapi situasi serupa. Sejak masih kanak-kanak, semua orang di sekitarnya sudah sering menjodohkannya dengan Andy. Mereka yakin akan ada momen di mana pertemanan keduanya bisa berubah menjadi hubungan yang lebih. Sementara bagi Sena sendiri, tidak ada ruang untuk memikirkan kemungkinan tersebut.

Dulu, Dia dan Andy hanya memikirkan bagaimana caranya untuk terus bersama-sama, melakukan banyak hal menyenangkan, dan mejelajah dunia. Tidak pernah ada pembicaraan soal hubungan pertemanan mereka sama sekali, sebab ada keyakinan bahwa semuanya akan tetap sama dan tidak perlu ada yang diubah sama sekali.

Ketika mulai beranjak dewasa, Sena mulai mengerti kenapa semua orang berpikir demikian. Dia masih tidak memiliki ketertarikan lebih kepada Andy, dan masih terus memandangnya sebagai seorang teman baik. Tetapi setidaknya, dia sedikit paham kenapa orang-orang berpikir sepasang teman baik bisa berubah menjadi sepasang kekasih yang saling menyayangi.

Karena kebanyakan orang memang begitu. Lebih besar kemungkinan untuk hubungannya berubah menjadi hubungan cinta, daripada sekadar pertemanan biasa. Sena hanya tidak bisa membayangkan dirinya jatuh cinta pada Andy. Dulu pernah suka, tapi tidak sampai momen dia berpikir untuk menjadikan pria itu sebagai kekasihnya.

Sampai momen di mana Andy pindah, Sena mulai goyah. Dia merasakan adanya sebuah lubang yang menganga begitu lebar, terasa kosong setelah hilangnya pria itu dari pandangan. Berjuta-juta kali Sena katakan pada dirinya sendiri, bahwa perasaan itu wajar. Bahwa ia hanya merasa kehilangan karena teman baik yang selalu ada di sisinya, tiba-tiba pergi ke tempat yang jauh dan akan sulit untuk menemuinya kembali. Tidak sekali pun Sena berpikir kegundahannya berasal dari perasaan lebihnya terhadap Andy.

Lagipula, Sena tidak pernah ingin mengorbankan pertemanan mereka demi sebuah perasaan yang dia sendiri belum yakini. Sebuah perasaan yang bisa saja hanya bertahan sementara. 

Meski kepergian Andy membawa luka, tetap ada hal baik yang bisa Sena syukuri darinya. Setidaknya, dengan ketidakadaan Andy di sisinya, Sena bisa fokus pada hal lain. Dia bisa bertemu lebih banyak orang, yang kemudian membantunya melupakan soal Andy dan perasaannya yang membingungkan. Salah satunya adalah Anthony.

Anthony memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Pertemuan mereka tidak terduga, dan Sena tidak pernah berpikir pria itu akan jadi pacar pertamanya. Sena masih juga kesulitan mengidentifikasi perasaannya sendiri waktu itu, tapi Anthony dengan sabar menunggu. Ia memberikan Sena banyak sekali waktu untuk mengenal diri sendiri, mengenal perasaannya, menentukan apa yang sebenarnya Sena inginkan dari hubungan mereka. Ketika Sena siap, barulah Anthony mengambil langkah mendekat.

Bahkan setelah mereka berpacaran, Anthony tidak pernah memaksakan apa pun. Dia selalu memberikan ruang bagi Sena untuk melakukan apa yang diinginkan.

Sayangnya, hubungan mereka tidak bisa berjalan lebih dari setahun, karena perasaan yang membara mulai meredup seiring waktu. Keduanya sepakat tidak memaksakan apa pun, memilih putus baik-baik dan tetap berteman baik sampai hari kelulusan tiba. Ketika memutuskan pindah ke Korea pun, Sena berpamitan dengan Anthony dengan cara yang baik, memberikannya pelukan terakhir tanpa menjanjikan kapan mereka mungkin bisa bertemu lagi.

Sena hanya tidak suka memberi harapan palsu. Tidak suka menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dia tepati.

Setelah putus dengan Anthony, Sena tidak berkeinginan untuk berkencan dengan siapa pun, bahkan setibanya ia di Seoul. Keputusannya bulat untuk fokus saja pada kuliah, berharap lulus tepat waktu agar bisa segera menjadi dokter hewan seperti apa yang diimpikannya sejak kecil. 

Sampai akhirnya dia bertemu Jaehoon. Senyumnya yang menawan dan sikapnya yang baik, meluluhkan hati Sena dengan cepat. Rasanya seperti dia diselimuti dengan begitu banyak cinta dan kasih sayang, serta perhatian yang belum pernah didapatkannya dari mana pun.

Jaehoon adalah pria yang baik, yang  bisa memperlakukannya dengan begitu istimewa, menjadikannya sebagai wanita paling beruntung di dunia. Atau setidaknya, begitulah yang dia pikirkan di awal-awal hubungan mereka. Sena tidak akan mengungkit lagi apa yang telah terjadi, rasanya masih terlalu menyesakkan untuk mengingatnya kembali. Yang jelas, setelah putus dengan Jaehoon, Sena sudah bertekad untuk tidak menjalin hubungan dengan siapa pun lagi.

Manis yang Jaehoon berikan di awal, nyatanya menjadi pahit yang terus terbawa sampai kini, membuat Sena tidak lagi percaya pada sebuah hubungan yang bisa berjalan tanpa ada tuntutan apa pun di baliknya.

Getaran di ponselnya menarik Sena dari lamunan. Ibunya menelepon, dan dia segera menekan log hijau untuk menerima panggilan. 

"Hai, Sayang," Suara ibunya terdengar, membuat Sena tersenyum.

"Hai, Ma. Apa kabar?"

"Sempurna! Mama baru saja dapat kenaikan gaji." 

"Wah!" Sena berseru. "Senang mendengarnya. Selamat!"

"Terima kasih. Mama sudah bilang bahwa itu tidak perlu, karena Mama dan Papa sudah menghasilkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan. Tapi mereka bersikeras, berkata itu adalah bentuk penghargaan untuk kerja Mama selama bertahun-tahun bersama mereka."

"Loyalti memang selalu jadi nilai plus, seperti yang sudah sering aku katakan. Bagaimana rasanya? Bukankah rasanya senang ketika mendapatkan apresiasi?"

Di seberang, ibunya terdengar bergumam. "Ya," balasnya. "Bagaimana denganmu? Apa yang kau kerjakan akhir-akhir ini? Masih fokus belajar untuk ujian akhir?"

Diingatkan kembali soal ujian akhri, Sena mendesah pelan. "Ya, begitulah. Tinggal 4 mata kuliah lagi, setelah aku melewati beberapa ujian yang lain."

"Semuanya berjalan lancar?"

"Kurasa begitu. Mari kita lihat hasilnya nanti."

"Mama harap semuanya berjalan lancar, Sayang." Ibunya mendoakan dengan tulus. "Bagaimana dengan Hana?"

"Baik. Dia juga sibuk mempersiapkan ujian, tapi  banyak hal menyenangkan terjadi belakangan ini, jadi over all dia oke."

"Syukurlah. Sampaikan padanya bahwa Mama mendoakan yang terbaik untuknya juga."

"Pasti."

"Lalu bagaimana dengan Andy? Kalian berkontak belakangan ini?"

"Ya, kami sering berkontak. Beberapa hari yang lalu dia main ke sini, bertemu dengan Hana dan juga Dong-Soo."

"Baguslah," kata ibunya, dan demi Tuhan Sena yakin ibunya sedang tersenyum sekarang. "Mama mengobrol dengan mamanya hari ini, fyi saja."

Sena tersenyum lega mengetahui ibunya dan ibu Andy masih berhubungan baik seperti sedia kala. Meski anak-anak mereka sudah berada jauh di negara lain, tidak ada yang berubah dari pertemanan keduanya. Itu adalah hal yang bagus.

"Apa kabar beliau?"

"Tentu baik. Kami membicarakan banyak hal soal kau dan Andy."

"Oh, wow," cetus Sena sambil tertawa pelan. "Biar aku tebak, kalian berdua pasti sibuk berandai aku dan Andy berkencan, kan?"

"Tepat sekali. Bukankah bagus jika betulan terjadi, Elara?" Ibunya terdengar sangat berharap, dan Sena hanya bisa tertawa pelan menanggapinya. Kedua ibu itu jelas tidak akan berhenti membicarakan soal ini. 

"Ma, bisakah berhenti bicara soal ini?" Sena merengek. "Aku sudah bilang jutaan kali, kami ini cuma teman."

Tapi ibunya tidak menyerah. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada Sena, sampai di titik di mana Sena berharap untuk kabur saja ke ujung dunia.

Lagipula, kenapa semua orang ingin dia dan Andy berpacaran, kalau dengan berteman baik saja sudah cukup untuk membuat mereka nyaman?

Bersambung...

1
Zenun
jiaelah babang
nowitsrain: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Zenun
🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Zenun
teman yang lebih dari teman🤭
Zenun
benarkah begitu😁
Zenun
setuju dengan Andy sih
Zenun
waduh
Zenun
bisa bahasa qalbu😁
Zenun
dan teman-temannya Andy datang
Zenun
Kirain Andy menjaga jarak
Zenun
mungkin Andy jadi canggung karena dia sebenarnya hanya menganggap teman😁
Zenun
Kasihan kamu Andy😄
Zenun
benarkah begitu? 😁
Zenun
kayanya mereka kompak mau mngerjaimu, Andy
nowitsrain: Andy yang malang
total 1 replies
Zenun
kalau begitu kredit aja
nowitsrain: No no ya
total 1 replies
Zenun
weh, gak mau jagain mereka😁
nowitsrain: Wkwk ditinggal biar berduaan
total 1 replies
Zenun
hayoloooo
Zenun
bisa main bareng lagi ya Sena😁
nowitsrain: Yoyoyy.. Bersama mengguncang dunia
total 1 replies
Zenun
akankah pertemanan itu akan berubah menjadi asmara?
nowitsrain: Jeng jeng jeng
total 1 replies
Zenun
Nah, coba saran Hana ini
nowitsrain: Oraitt
total 1 replies
Zenun
Mungkin sebenarnya Andy ngeh, tapi lagi mengingat-ingat kaya kenal muka tapi lupa nama😄
nowitsrain: Wkwk bisa juga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!