NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / CEO / Ibu susu / Janda / Duda
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Setelah memergoki perselingkuhan suaminya, Kamila Andini mengalami tragedi hebat, ia terjatuh hingga kehilangan calon bayinya sekaligus harus menjalani pengangkatan rahim. Penderitaannya kian lengkap saat sang suami, Danu, menceraikannya karena dianggap tak lagi "sempurna".
Berharap mendapat perlindungan di rumah peninggalan ayahnya, Kamila justru dijadikan alat oleh ibu tirinya untuk melunasi utang kepada seorang konglomerat tua. Namun, kejutan menantinya. Bukannya dinikahi, Kamila justru dipekerjakan sebagai ibu susu bagi cucu sang konglomerat yang kehilangan ibunya saat persalinan.
Evan Anggara, ayah dari bayi tersebut, awalnya menentang keras kehadiran Kamila. Namun, melihat kedekatan tulus Kamila dengan putranya, tembok keangkuhan Evan perlahan runtuh. Di tengah luka masa lalu yang belum sembuh, akankah pengabdian Kamila menumbuhkan benih cinta baru di antara dirinya dan Evan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah faham

Waktu berlalu dalam keheningan yang damai di dalam kamar tersebut. Keajaiban seolah terjadi, tak lama setelah mendapatkan ASI dari Kamila, suhu tubuh Baby Zevan yang tadinya panas perlahan menurun. Napasnya yang semula memburu kini menjadi teratur dan tenang. Bayi mungil itu akhirnya tertidur pulas dalam dekapan Kamila, jemari kecilnya masih menggenggam erat ujung baju wanita itu, seolah takut jika ia melepaskannya, sumber kenyamanannya akan hilang.

Kamila enggan meletakkan Baby Zevan ke ranjangnya. Ia terus menimang bayi itu, menatap lekat setiap inchi wajah mungil di pelukannya dengan tatapan yang sarat akan kerinduan. Di mata Kamila, Zevan bukan sekadar bayi asing, ia adalah obat bagi jiwanya yang hancur.

"Terima kasih, Sayang... Terima kasih sudah hadir," bisik Kamila pelan sambil mengecup keningnya Zevan. Air matanya menetes, namun kali ini bukan air mata kepedihan, melainkan rasa syukur karena merasa kembali dibutuhkan.

Keesokan harinya, kedekatan mereka semakin tak terpisahkan. Ikatan batin yang kuat seolah telah terjalin di antara keduanya. Suster Mira, yang biasanya mengurus Zevan, tampak kewalahan karena setiap kali ia mencoba menggendong Zevan untuk dimandikan, bayi itu akan menangis histeris. Namun, begitu berpindah ke tangan Kamila, tangis itu langsung mereda, digantikan dengan gumaman kecil yang nyaman. Zevan benar-benar telah menganggap Kamila sebagai ibunya.

Melihat pemandangan tersebut dari ambang pintu, Tuan Chen menghela napas lega. Ia merasa keputusannya sangat tepat. Tanpa membuang waktu, ia segera mengambil ponsel dan menghubungi putranya yang sedang berada di Jepang.

Setelah telepon tersambung, suara Kevin, asisten pribadi Evan, terdengar di seberang sana.

"Selamat siang Tuan Besar, maaf sekali Tuan, saat ini Tuan Evan sedang melakukan pertemuan penting bersama Tuan Tanaka. Apakah ada hal penting yang ingin Tuan sampaikan?" tanya Kevin dengan nada profesional.

"Tolong katakan pada putraku, kalau Baby Zevan sudah memiliki seorang ibu susu!" ujar Tuan Chen tegas, tanpa basa-basi.

Mendengar hal itu, Kevin sontak menaikkan alisnya, wajahnya menunjukkan keterkejutan yang luar biasa. "I... Ibu susu, Tuan?" ucap Kevin terbata, memastikan ia tidak salah dengar.

"Sudahlah, pokoknya kau segera katakan itu kepada putraku. Bilang padanya untuk segera menghubungiku secepatnya!" perintah Tuan Chen sebelum akhirnya memutus sambungan telepon secara sepihak.

Beberapa jam kemudian, setelah pertemuan dengan Tuan Tanaka berakhir, Kevin dengan ragu menghampiri Evan yang sedang merapikan berkas-berkasnya.

"Tuan Evan, tadi Tuan Besar menelepon. Beliau berpesan agar Anda segera menghubunginya. Beliau juga mengatakan... bahwa Baby Zevan sekarang sudah memiliki seorang ibu susu."

Gerakan tangan Evan terhenti seketika. Kepalanya terangkat, matanya menatap Kevin dengan tajam dan penuh ketidakpercayaan. "Apa-apaan Papah ini? Sembarangan memberikan ASI dari wanita yang tidak jelas untuk putraku!"

Rahang Evan mengeras. Emosinya mendidih membayangkan seorang wanita asing masuk ke dalam kehidupan pribadinya tanpa izin. Baginya, tidak ada yang bisa menggantikan posisi mendiang istrinya, dan ia tidak sudi putranya meminum ASI dari sembarang orang.

Tanpa menunggu lama, Evan langsung menghubungi ayahnya. Begitu sambungan diangkat, ia bahkan tidak memberikan kesempatan bagi Tuan Chen untuk bicara.

"Pah, apa yang Papah pikirkan? Bagaimana bisa Papah membawa wanita asing ke rumah dan membiarkannya menyusui Zevan tanpa persetujuanku?" cecar Evan dengan suara rendah namun mengancam.

"Evan, dengar dulu..."

"Tidak ada alasan, Pah! Aku tidak setuju. Susu formula terbaik di dunia bisa aku beli, aku tidak butuh wanita itu!" potong Evan keras.

Tuan Chen tetap tenang meski diprotes. "Susu formula mahal mu itu hampir membunuh putramu, Evan. Zevan sakit, dia butuh ASI, dan sekarang, dia sehat serta tenang karena wanita ini. Kau tidak ada di sini, jadi jangan hanya bisa mengomel."

"Aku akan pulang besok !" tegas Evan, memutus pembicaraan.

Ia tidak peduli jadwal bisnisnya masih tersisa satu minggu lagi. Pikirannya kini dipenuhi kemarahan. Ia bergumam dalam hati dengan penuh kebencian,

'Wanita itu pasti hanya mengincar harta keluarga Chendana. Aku tidak akan membiarkannya merasa nyaman di rumahku. Akan kuberikan peringatan keras padanya agar dia tahu posisinya!'

.

.

Mentari sore yang hangat menyinari taman belakang mansion yang asri. Kamila duduk di sebuah bangku taman yang dikelilingi bunga lily putih, memangku Baby Zevan dengan penuh kelembutan. Angin sepoi-sepoi mempermainkan ujung hijab Kamila, namun perhatiannya hanya tertuju pada makhluk mungil di depannya.

Baby Zevan tampak sangat ceria. Bayi yang hampir menginjak usia empat bulan itu mulai mengeluarkan celotehan khasnya, suara-suara kecil yang tidak beraturan namun terdengar seperti melodi paling indah bagi Kamila. Kesedihan yang selama ini menyelimuti hati Kamila pasca kehilangan putranya seolah sirna tak berbekas, digantikan oleh binar kebahagiaan.

"Baby Zevan, terima kasih karena kamu sudah hadir," bisik Kamila lembut, jarinya mengusap pipi bayi itu. "Aku merasa pertemuan kita ini seperti sebuah takdir. Aku diberikan kesempatan untuk menjadi seorang ibu yang seutuhnya. Meskipun kau bukanlah darah dagingku, tapi aku bahagia menjadi ibu susu untukmu."

Zevan menatap Kamila dengan mata bulatnya yang jernih. Seolah mengerti ucapan tulus itu, ia tersenyum lebar hingga memperlihatkan gusi merahnya yang belum ditumbuhi gigi. Tangan mungilnya yang gempal terangkat, menyentuh pipi kanan Kamila. Spontan, Kamila mengecup jemari kecil itu dengan penuh kasih sayang, membuat Zevan tertawa kecil hingga akhirnya perlahan matanya memberat dan ia tertidur pulas dalam dekapan hangat Kamila.

Di saat yang sama, sebuah mobil mewah berhenti di lobi mansion. Evan turun dengan langkah terburu-buru, diikuti Kevin yang tampak cemas di belakangnya. Tuan Chen sedang tidak ada di rumah karena urusan mendadak, membuat suasana terasa semakin tegang bagi Evan.

Evan langsung menuju kamar bayi, namun ruangan itu kosong. Ia bertemu Suster Mira di lorong.

"Di mana putraku?!" tanya Evan dengan nada rendah namun penuh penekanan.

"Tuan Muda Zevan... sedang berada di taman belakang bersama Nona Kamila, Tuan," jawab Suster Mira dengan gugup.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Evan berbalik arah menuju taman. Rahangnya mengeras, matanya berkilat penuh amarah. Di pikirannya, Kamila hanyalah wanita yang Oprtunis( pandai memanfaatkan kesempatan dan situasi demi kepentingan pribadinya ) yang dikirim oleh keluarganya untuk memanfaatkan kekayaan keluarga Chendana.

Begitu sampai di area taman, langkah Evan melambat saat melihat pemandangan di depannya. Seorang wanita asing sedang duduk dengan nyaman, memangku putranya yang tertidur lelap. Alih-alih merasa tersentuh, rasa protektif yang berlebihan justru membakar hati Evan.

"Hey, wanita asing!" seru Evan dengan suara menggelegar, memecah ketenangan taman. "Jauhi putraku! Berani sekali kau dekat-dekat dengannya!"

Kamila tersentak hebat. Ia hampir saja melompat dari duduknya karena terkejut. Ia mendongak dan mendapati seorang pria tampan namun berwajah sangat menyeramkan sedang menatapnya seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Tuan... Anda siapa?" tanya Kamila terbata, suaranya gemetar seraya mendekap Zevan lebih erat karena takut bayi itu terbangun atau direbut paksa.

Evan melangkah maju hingga jarak mereka hanya terpaut beberapa jengkal. "Siapa aku? Aku adalah ayah dari bayi yang kau pegang dengan tangan kotormu itu! Kevin, cepat kai ambil Zevan darinya sekarang!" perintah Evan dengan nada dingin.

Kamila memucat. "Tuan, tolong jangan berteriak, Baby Zevan baru saja tertidur..."

"Jangan berani-beraninya kau mengaturku di rumahku sendiri!" potong Evan tajam. Matanya menatap Kamila dari atas hingga ke bawah dengan tatapan merendahkan. "Aku tahu wanita macam apa kau ini. Jangan harap kau bisa menjerat keluarga ini dengan alasan menjadi 'ibu susu'. Setelah ini, kau harus pergi dari sini!"

Kamila terdiam seribu bahasa. Hatinya yang baru saja sembuh kini terasa berdenyut perih lagi. Ia menatap Baby Zevan yang mulai terusik tidurnya akibat suara keras Evan.

Bersambung...

1
Teh Euis Tea
sukurlah jaka sadar dan mudsh2an cepat sehat biar bisa jd saksi ratu demit masuk bui
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya jaka sadar dan bisa jdi saksi kejhtn siska
Lisa
Ciee..Evan udh mulai pdkt nih..😊
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: iya dong 🤣🤣🤣
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/🤗🤗🤗
total 1 replies
Nar Sih
hahaha😂😂iklan lewat dulu gais😂
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
sebagai pembaca novel menurut ku jln crita nya udh cukup bagus tulisannya juga rapi ga banyak typo nya trus tanda baca nya juga tepat penempatan nya sampai di episode ini masih enak di baca nya...buat kakak author tetap semangat untuk berkarya 💪🙏
Juriah Juriah: sama-sama kak🙏
total 2 replies
suryani duriah
gagal lagi😁😁
neny
apa itu panggilan di bawah alam kubur,,atau mungkin kah orang yg sdh dianggap siska mati akan mengganggu siska sampe ia mengakui perbuatan nya sendiri,,jd penasaran nich,,semangat terus kak othor💪😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
neny
oramg suruhan siska pasti itu,,lanjut kak,,
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
neny
cinta rvan,,itu cintaa,,cinta mu pada jingga ada di ruang hati mu yg lain,,beda jg dengan cinta kamila,,ayo akui perasaan mu drpd tersiksa,,🤭lanjut kak🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk, aku sudah up 3 Bab 🤗
total 1 replies
Teh Euis Tea
cieee evan udah nyosor lg aj🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: jadi bebek dia kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
pasti si Siska.😡
Nar Sih
hahaha😂😂evan ,,kmu ada ,,sja pkai cerita tentang teman mu pdhl itu cerita diri mu sendiri yg mungkin udh jtuh cinta dgn kamila ,
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak, malu tuh dia 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
kocak di evan, pake bilang temannya bilang aj aku yg mulai jatuh cinta dm istriku 🤣🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: nah betul begitu 🤣🤣
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Iqlima Al Jazira
next thor..
kopi untuk mu👍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ani
lepas kendali juga gak apa apa kali Van lah yo wong halal kok..😄😄😄
Cindy
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Nar Sih
buat pangn yg sdh sah boleh kok kamila untuk berhubungan seperti layak nya suami ,dan kmu jujur sja klau sdh ngk punya rahim lgi
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak 👍🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!