NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Aura dingin yang dulu selalu melekat padanya kini tidak lagi terasa menekan. Tatapan matanya masih tajam, tetapi tidak lagi terlihat arogan. Ada ketenangan yang menyelip di sana. Seolah Farhan tidak lagi berdiri di hadapan dunia dengan tembok tinggi, melainkan dengan kesadaran penuh akan dirinya sendiri.

Beberapa karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya spontan menghentikan langkah mereka.

“Selamat pagi, Pak Farhan,” sapa salah satu staf dengan suara hati-hati, seperti biasanya.

Farhan berhenti sejenak.

Gerakan kecil itu saja sudah cukup membuat orang-orang di sekitarnya tertegun. Biasanya, Farhan hanya akan mengangguk singkat, bahkan sering kali hanya melewati mereka tanpa ekspresi. Tapi pagi ini, ia menoleh.

“Pagi,” jawabnya singkat dengan suaranya yang tenang.

Karyawan itu tampak sedikit terkejut. Ia membalas anggukan Farhan dengan senyum kikuk, lalu melangkah pergi sambil melirik rekan di sampingnya. Farhan kembali melangkah masuk ke dalam gedung. Beberapa meter kemudian, ia kembali berpapasan dengan dua karyawan lain dari divisi keuangan.

“Selamat pagi, Pak,” ucap mereka hampir bersamaan yang membuat Farhan mengangguk, lalu berkata,

“Selamat pagi.”

Kali ini, ia bahkan menyelipkan senyum tipis.

Dan itu cukup membuat kedua karyawan tersebut saling bertukar pandang dengan mata membelalak.

“Apa barusan pak Farhan senyum sama kita?” bisik salah satu dari mereka setelah Farhan berlalu.

“Lo juga lihat, kan?” sahut yang lain dengan suara nyaris tak percaya.

Farhan tidak mendengar percakapan itu. Atau mungkin mendengarnya, tapi memilih tidak peduli. Langkahnya tetap mantap menuju lift khusus CEO. Pintu lift menutup perlahan, membawa Farhan naik ke lantai tertinggi gedung itu.

Di dalam lift yang sunyi, Farhan berdiri sendiri. Ia menatap pantulan dirinya di dinding lift yang mengilap. Wajah yang sama. Postur yang sama. Tapi ia tahu, ada sesuatu di dalam dirinya yang mulai berubah. Ia menghela napas pelan, lalu menutup matanya sejenak.

Entah sejak kapan, pagi ini terasa lebih ringan.

Pintu lift terbuka.

Farhan melangkah keluar dan langsung menuju ruang kerjanya. Ruangan itu luas, didominasi warna gelap dan jendela kaca besar yang menghadap ke kota. Meja kerjanya terlihat rapi seperti biasa, tidak pernah ada yang berubah di sana. Begitu pintu ruangannya tertutup, Farhan meletakkan tas kerjanya di sisi meja, lalu melonggarkan sedikit dasinya. Ia menekan tombol interkom di mejanya.

“Raka,” panggilnya.

Tak lama kemudian, suara dari seberang terdengar.

“Iya, Pak.”

“Tolong ke ruang saya sekarang.”

“Baik, Pak.”

Farhan duduk di kursi kerjanya dan menyandarkan punggungnya dengan santai. Matanya menatap keluar jendela, menyapu gedung-gedung tinggi yang berdiri angkuh. Dulu, pemandangan itu selalu membuatnya merasa berkuasa. Sekarang, semua itu terasa berbeda. Ia hanya melihatnya sebagai bagian dari hidupnya. Beberapa menit kemudian, terdengar ketukan di luar pintu.

“Masuk,” ucap Farhan.

Raka masuk dengan iPad di tangannya. Asisten pribadinya itu masih terlihat sama, rapi, profesional, dan selalu sigap. Namun sejak pagi tadi, ia juga menyadari ada sesuatu yang berbeda dari atasannya.

“Selamat pagi, Pak,” sapa Raka dengan sopan.

“Pagi,” balas Farhan. “Duduklah.”

Raka duduk di kursi di seberang meja, sembari membuka Ipad-nya.

“Agenda hari ini, Pak,” ucapnya mulai membacakan dengan suara formal. “Pukul sembilan ada rapat dengan divisi operasional untuk membahas laporan kuartal. Pukul sebelas, conference call dengan cabang Singapura. Siang, makan siang kerja dengan jajaran direksi anak perusahaan. Lalu sore hari, review proposal investasi dari mitra Jepang.”

Farhan mendengarkan dengan seksama sembari sesekali mengangguk.

“Saat di meeting internal nanti, pastikan semua kepala divisi hadir,” kata Farhan. “Aku ingin laporan yang lengkap. Kalau ada masalah, jangan ditutup-tutupi.”

Raka sedikit terkejut dengan kalimat itu, tapi segera mengangguk.

“Baik, Pak.”

Farhan menyilangkan jari-jarinya di atas meja.

“Ada lagi?”

Raka terdiam sejenak. Gerakan kecil itu tidak luput dari perhatian Farhan.

“Ada apa?” tanya Farhan yang membuat Raka menelan ludah kecil. Tatapannya turun ke iPad di tangannya, lalu naik kembali menatap Farhan. Ekspresinya terlihat sedikit canggung, sesuatu yang jarang terjadi.

“Sebenarnya… ada satu agenda tambahan, Pak,” ucap Raka dengan hati-hati, membuat Farhan menunggu dan tidak memotong perkataannya.

“Pagi ini, sekitar pukul sepuluh, kita kedatangan utusan dari Dubai, pak.” lanjut Raka. “Mereka ingin membahas rencana kerja sama di bidang properti internasional.”

Farhan mengangguk pelan.

“Kenapa tidak langsung kamu sampaikan dari tadi?” tanya Farhan yang membuat Raka terdiam lebih lama kali ini.

“Karena…,” ia menghela napas pendek, “perwakilan yang datang adalah seorang perempuan, Pak.”

Ruangan itu mendadak sunyi.

Farhan tidak langsung bereaksi. Wajahnya tetap datar, tapi matanya bergerak perlahan, menatap lurus ke depan. Ingatan lama seolah menyusup tanpa diundang. Tentang masa lalu yang membuatnya membangun tembok tinggi terhadap dunia, terutama terhadap perempuan. Raka melanjutkan dengan suara lebih pelan,

“Saya tahu selama ini Bapak selalu menolak bertemu dengan klien perempuan secara langsung. Jadi, saya ragu apakah agenda ini tetap ingin Pak Farhan jalankan atau tidak.”

Beberapa detik berlalu tanpa suara, Farhan menghela napas perlahan.

“Aku tahu,” katanya akhirnya. Suaranya tenang, tidak keras, tidak pula dingin. “Kamu hanya menjalankan tugasmu.”

Ia menoleh ke arah Raka. Tatapannya terlihat tajam, tapi tidak mengintimidasi.

“Siapa namanya?” tanya Farhan yang membuat Raka sedikit terkejut.

“Namanya Nadine Al-Farisi, Pak. Perwakilan utama dari Al-Farisi Group.” ucap Raka yang membuat Farhan mengangguk kecil.

“Baik.”

Raka menunggu perintah dari Farhan dengan sedikit tegang.

“Jadwalkan pertemuannya,” kata Farhan akhirnya. “Aku akan menemuinya.”

Mata Raka melebar tanpa bisa ia sembunyikan.

"Tapi pak?” Ia ragu-ragu. “Apakah pak Farhan yakin?”

Farhan tersenyum tipis. Senyum yang tidak pernah Raka lihat sebelumnya, senyum seseorang yang sedang mencoba berdamai dengan dirinya sendiri.

“Raka,” ucap Farhan pelan, “aku tidak bisa terus hidup dengan membenci sesuatu hanya karena masa lalu.”

Kalimat itu membuat Raka terdiam.

“Kerja sama ini penting untuk perusahaan,” lanjut Farhan. “Dan aku tidak akan mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Kalau aku ingin berubah, aku harus mulai dari sini juga.”

Raka mengangguk perlahan.

“Baik, Pak. Saya akan atur pertemuannya.”

Setelah Raka keluar dari ruangan, Farhan kembali bersandar di kursinya. Ia menatap langit di luar jendela ruangannya yang terlihat biru dan terang. Di benaknya, wajah Kinara terlintas, senyum lembutnya, tatapannya yang penuh doa, cara sederhana perempuan itu yang mengantarnya di teras rumah pagi tadi. Membuat Farhan tersenyum kecil. Perubahan ini tidak mudah. Tapi untuk pertama kalinya, Farhan merasa ia tidak takut menghadapinya.

Farhan yakin, dirinya bisa berubah jika ia mau berusaha, apalagi setelah ia mendapat dukungan penuh dari istrinya Kinara yang selalu setia dan sabar membimbingnya menuju perubahan itu.

1
Inooy
y pasti kaget laaaahh,,orang ulet bulu ngedadak datang..klo tau sebelum2 nya kan bisa siapin obat pembasmi hama biar g merajalela...
jangan kamu pikir Kirana takkut ama kamu Adilla,,kepercayaan diri mu terlalu tinggi hingga kamu lupa utk berhati hati..aq siiih takut nya kamu jatuh dn g bisa bangun lg karena kepedean 🤣
Inooy
jangan pernah takut dengan masa lalu suami Kiin, karena yg udh pasti masa depan suami mu itu kamu..tp wajar klo kamu kaget ketika masa.lalu suami kamu menyambangi mu..tp yg perlu kamu tanamkan,,suami mu udh memilih mu utk masa depan nya..jd kamu jangan ragu apalagi takut menghadapi masa lalu suami mu yg kini ada d hadapan muu Kiin...yakinlah klo Adilla hanya masa lalu suami yg g penting!!!
Inooy
kamu benar2 ngeyel y Diiill,,udh jelas2 d sini siapa yg membuang dn siapa yg d buang 🤦‍♀️🤦‍♀️ bisa2 nya kamu mengklaim Farhan milik kamu..🤨
Inooy
benar dugaan kuu klo Adilla akan mendatangi Kinara...
aq kasih tau y Diil, Kinara bukan wanita sembarangan..walaupun penampilan nya sederhana tp dia wanita kuat, wanita yg siap jd pelindung suammi nya...jangan harap kamu bisa memisahkan Kinara dn Farhan,,karena sesuatu yg d bangun atas dasar cinta yg tulus akan mengkokohkan pondasi hubungan mereka...
Inooy
good!!!
empat jempol bwt ketegasan mu, Haan..tp ingat jangan sampe kammu tergoda lg ama tuh ulet, karena aq yakin setelah kamu tolak mentah2..tuh ulet bakalan makin merajalela, jagain Kinara nya Han..karena aq curiga klo ulet bulu bakalan nebar bulu nya k Kinara 🤨
Inooy
waduuh,,bakalan meledak nih badai 🙈

koq makin deg degan niih...
jangan sampeeee Farhan terjerat lg ama Adilla, walaupun kata ka Sylvi g bakalan balik lg..tp kan yg nama nya obsesi pasti menghalalkan sgala cara, duuh makin tegang aj niiiih!!!
Inooy
waduuuuhh,,ternyata niat jelek seseorang menghampiri figura foto yg terpasang kuat...
banyak2 istighfar Kinaraa,,ini hanya kebetulan aj..d saat ulet bulu menggeliat, eeh figura foto malah jatooohh...
ingat Allah Kiin,,hanya dia sebaik baik nya pelindung dn berpikirlah positif biar hati kamu g su'udzon....rasa nya g rela nih ka Sylvi klo Kinara harus tersakiti...😐
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: itu cuma ujian buat Kinara kak
total 1 replies
Inooy
jangan coba2 kamu merebut apa yg udh kamu buang, Dillaaa...😬
dulu kamu tega menyakiti Farhan yg begitu tulus mencintai mu,,skarang kamu kembali hanya utk merebut hati yg telah kamu hancurkaaan?? no waaayy,,,,
setelah apa yg kamu alami..kamu g sadar jg rupa nyaa, bukan nya introspeksi diri..malah ini mo bikin ulah..hhadeuuuuuhh!!
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: betul banget itu kak
total 3 replies
Inooy
pede banget kamu Adilla mo kembali lg k Farhan yg udh kamu sakiti hati nya!!! ckckck
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak
total 6 replies
Inooy
definisi cinta yg lambat laun merobohkan dinding yg d bangun Farhan...

sekokoh kokoh nya dinding yg d bangun,,akan runtuh jg klo tiap hari d guyur cinta yg tulus..jd jangan pernah menyepelekan cinta yg tulus,,karena sejati nya cinta yg tulus tidak mengharapkan timbal balik..cinta yg tulus akan menerima pasangan nya apa ada nya..🥰
Yhanie Shalue
lihat diberanda lgsg tertarik dan mulai baca,ah ternyata benar baru baca prolognya aj sudah menarik😍
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih kak udah mampir baca🙏😍
total 1 replies
Anis Widayanti
Masya Alloh bagus ceritanya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak 😄🙏
total 1 replies
Inooy
awas lho Dil klo kamu jd pelakor, aq getok kamuuu 😬
Inooy: siaaaapp ka Sylviii 😅
total 2 replies
Inooy
ho ho hoooo,,kesuksesan yg kamu bangga banggakan itu hilang jg pada akhir nya..maka nya Adilla jd wanita itu jangan sombong, jangan suka meremehkan orang lain..klo udh seperti ini, apa yg bisa kamu perbuat selain meratapi kehancuran yg udh d depan mata....
Inooy
naah kaaan!!! gimana Diil rasa nya ketika mengetahui kenyataan nya klo kamu harus istirahat selama 6 bulan...itu minimal nya yaaa, karena respon tubuh seseorang berbeda beda..apalagi ini hubungan nya dengan kaki kamu yg mengalami cidera lumayan fatal...
sebelum2 nya kamu dengan sombong nya meremehkan Farhan dn kamu merasa d atas angin dengan kepopuleran mu,,tp skarang!?? apa yg bisa kamu lakukan dengan kaki yg cidera itu? ckckck
Inooy
akhiir nyaaaa,,kutub es benar2 mencair 🤭
gimana nih Diiil..Farhan yg kamu remehkan ternyata udh bisa move on dr kamu, bahkan skarang udh bisa menerima Kinara sepenuh nya...
bakalan nyesel g yaaaa,,tp kaya nya bakalan nyesel deh kamu Diil!!!
Inooy: mantap deh kaa clue nyaa 👍😁
total 2 replies
Inooy
hhadeuuuhh kepedean mu terlalu tinggi, Diiill....
kesabaran seseorang itu ada batas nya, apalagi ini sampe tega2 nya kamu ninggalin Farhan..skarang d saat Farhan udh menemukan pendamping hidup nya..kamu malah nyinyir begitu 🤦‍♀️
Inooy: makin penasaran nih kaaa 🤭
total 4 replies
Inooy
ketenaran dunia bisa kamu raih, kepopuleran bakalan kamu gapai..kamu bisa terkenal d dunia karena karier modeling mu,,tp kaamu lupa!!! dunia modeling tidak akan selama nya kamu genggam, semakin kamu berumur..semakin turun pula ketenaran mu, karena dunia modeling hanya mengandalkan wajah cantik dn tubuh langsing...kamu sadar g sih Diil, tubuh dn wajah mu akan smakin menua seiring bertambah nya usia?!
d saat Farhan menawarkan pernikahan kamu malah meninggalkan nya,,kamu benar2 wanita yg g tau d untung..masa depan kamu tuh udh jelas2 bakalan terjamin dgn menikah dgn Farhan,,hhadeeuuuhh ini malah mengejar kepopuleran yg qta g tau mo bertahan sampe kapan....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Inooy: betul banget kaa,,skarang Adila bisa menghina pilihan Farhan karena Adila masih ada d atas angin..coba nanti klo angin nya berhenti, bakalan nangis kejer dia kaaa karena penyesalan 🤭
total 2 replies
Inooy
hanya d cerita ini seorang wanita yg pakaian nya tertutup setelah menikah langsung d buka hijab nya,,tanpa ada nya drama karena alasan d jodohkan ato belum ada nya cinta..d sini qta sbagai wanita benar2 belajar, skalipun pernikahan qta atas dasar perjodohan..yg nama nya seorang suami berhak sepenuh nya atas apa yg ada d diri qta....
kebanyakan cerita selalu mempertahankan tidak 'terbuka' pada suami nya..padahal suami nya berhak atas apa yg ada d tubuh istri nya, karena udh halal...kebanyakan nya mempertahankan hijab nya selalu melekat, baaaru setelah ada CINTA berani d bukaaa..🤦‍♀️
mantap laaah kaka othor nyaa 👍👍
Ragil Saputri
buka hatimu bt wanita pilihan papamu Farhan, tak semua wanita sama, tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, termasuk kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!