NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 : Laurentia Baldric

Pagi itu Mathilda kedatangan seorang tamu dari jauh. Seorang perempuan berambut panjang memiliki rambut coklat gelap dan bermata senada turun dari kereta kuda di depan gerbang istana. Ia tak langsung masuk tapi menyerahkan sepucuk surat kepada seorang pengawal gerbang.

Serah melihat ke arah pengawal yang langsung berjalan ke arah istana. Ia mencoba untuk melihat lebih jelas sosok wanita yang datang itu, tapi tertutupi oleh gerbang dan tembok. Ia hanya bisa melihat pakaian berwarna merah yang dikenakan oleh si wanita.

Hanya selang beberapa saat, pengawal itu kembali berjalan ke arah gerbang. Sepertinya ia mempersilahkan wanita itu untuk masuk, karena setelahnya sosoknya berjalan menapaki halaman istana. Ia memiliki wajah yang masih cantik meski terlihat sudah cukup berumur. Kemungkinan usianya sudah 30 tahun ke atas.

Penampilannya anggun dan elegan seperti seorang bangsawan kelas atas. Serah mengernyitkan alis. Apa wanita itu datang ingin menemui Louis?

.

.

Wanita itu tampak berjalan masuk dengan ditemani oleh seorang pengawal ke dalam ruangan kerjanya sang Raja. Kebetulan Louis memang sudah ada di dalam menunggunya sejak tadi. Serah hanya memandanginya yang masuk dari jendela kamar.

Wajahnya tak asing..., pikirnya dalam hati setelah melihat wanita tadi lebih jelas.

"Yang mulia, apa hari ini anda akan berlatih lagi?" Tanya Cristine tiba-tiba yang langsung mengalihkan fokusnya kembali.

"Ya, tentu, aku akan mendatangi Tuan Glen setelah makan siang," jawab Serah yang memang sudah memulai latihannya sejak 2 hari lalu.

"Baiklah, saya akan mengabarkannya kepada Tuan Glen, sekalian meminta para gadis menyiapkan makan siang anda," balas Cristine yang mulai beradaptasi dengan tugasnya. Ia menjadi lebih sigap dan cekatan sekarang.

.

.

Sementara di ruangan yang berbeda Louis tampak menyambut wanita yang baru datang itu dengan hangat. Padahal, biasanya ia selalu menganggap remeh wanita, termasuk Serah.

"Selamat datang, Putri Laurent, kami senang anda bersedia meluangkan waktu untuk berkunjung," ucapnya menebarkan pesona sebagai pemimpin yang karismatik.

"Justru saya yang merasa tersanjung, Yang mulia," balas Laurent dengan sikap sopan namun dingin. "Ini adalah kehormatan bagi saya mendapat undangan dari seorang Raja dari Kerajaan yang begitu besar," lanjutnya memberikan pujian kepada Louis.

"Anda terlalu pintar memuji, Tuan Putri," balas Louis dengan seringai yang nyata. "Duduklah," ujarnya kemudian mempersilahkan wanita itu untuk duduk.

"Tak mungkin seorang Raja besar mengundang tanpa ada suatu tujuan yang sangat penting, bukan...?" Laurent, dia memang wanita cerdas dan sudah dapat menebak. Louis pasti punya suatu kepentingan dengan dirinya.

"Yah..., begitulah.... Kudengar anda memiliki seorang Putra yang seharusnya menjadi pemimpin Duncan...? Tapi karena status akhirnya dia tak terpilih yang membuat Grenseal naik tahta?" Louis menatap Laurent seakan mencari konfirmasi kebenaran itu.

"Anakku Fredrin Baldric, dan seperti yang anda katakan dia termasuk pewaris sah untuk menjadi Raja Duncan...," ujar Laurent membenarkan, "tapi sayang, karena statusnya berasal dari pernikahanku dengan Raja Roux, maka Fredrin tak bisa langsung menjadi pengganti saat Alexius turun tahta. Fredrin terikat dengan kerajaan Rumaria." Laurent tak bisa menutupi kekesalan yang terpancar dari wajahnya.

Tentu saja ia lebih mengharapkan Fredrin menjadi pewaris Duncan, kerajaan yang lebih besar dari Rumaria, tapi dia tidak terpilih meski statusnya sebagai pewaris sah, karena Fredrin adalah cucu pertama dari istri pertama sang Raja. Tapi keterangan malah menyebutkan tahta akan diturunkan ke semua putra dari istri kedua terlebih dahulu. Hal itu membuat darah Laurent mendidih, dan Louis menangkap kebencian yang bisa ia manfaatkan dari sang Putri yang terasing itu.

"Aku punya suatu penawaran, itu pun kalau anda tertarik...," ucapnya mulai memainkan psikologis lawan bicaranya.

Laurent terdiam sejenak dan memandangi Louis seolah seperti sedang menyelidiki. Sorot mata wanita itu begitu tajam.

"Apa yang anda rencanakan?" Ujarnya kemudian, tampak tertarik juga.

Louis langsung menyeringai dengan lebar melihat reaksi Laurent, menandakan suatu keyakinan diri kalau rencana ini pasti akan berjalan sesuai kehendaknya dan Duncan beserta Grenseal dapat ia tundukkan di bawah kakinya.

.

.

Di ruangan lain, para prajurit dan ksatria tengah berlatih dengan menggunakan dua ruangan. Suara hentakan kaki, juga teriakan dari dalam terdengar begitu selaras dari luar. Mereka pun bergerak dalam suatu kesamaan ritme yang tercipta dari disiplin.

Diantara mereka, Serah berdiri dalam ruang geraknya sendiri mengikuti tiap langkah dan ayunan pedang secara presisi. Dia sudah melakukan ini sejak tiga hari ke belakang.

Usai ritual tersebut, Serah menghentikan gerakannya lalu berpindah ruangan mengikuti para ksatria. Sementara para prajurit tetap di dalam melanjutkan latihannya.

Di dalam ruangan itu Serah duduk di sisi ruangan yang memiliki bangku dan meja kecil untuknya istirahat. Lalu, para ksatria itu pun mulai melakukan latihan, dan Serah dengan sigap mengamati tiap gerakan yang dilakukan.

Beberapa saat, Glen datang membawakan segelas minuman kepada sang Putri.

"Silahkan, Yang mulia," ujarnya dengan sopan dan meletakkan gelas itu ke atas meja.

"Glen..., kapan aku bisa berlatih seperti mereka?" Tanya Serah tampak tak sabar.

"Anda butuh beradaptasi terlebih dahulu, mungkin sekitar beberapa minggu lagi," jawab pria itu menjelaskan.

"Beberapa minggu? Itu lama sekali!" Secara spontan Serah langsung protes. "Apa tak ada cara untuk mempercepat latihannya?" Tanyanya yang tampak agak khawatir kalau ia harus menunggu selama itu.

Glen tersenyum kecil melihat antusiasme sang Ratu yang begitu besar. Dia benar-benar ingin belajar bukan hanya sekedar bualan semata agar dianggap kuat.

"Tentu ada, Yang mulia," balasnya yang langsung ditatap dengan rasa penasaran oleh Serah.

"Apa yang harus aku lakukan??" Tanyanya lagi.

"Mungkin akan sedikit berat. Aku tidak tau kalau anda dapat melakukannya atau tidak...," Glen sedikit menguji keyakinan sang Ratu apakah dia benar-benar serius atau justru akan menyerah.

"Katakan saja, aku tidak akan tau sebelum mencoba 'kan," balas Serah yang sepertinya tidak terpengaruh.

"Baiklah." Glen akhirnya mengangguk mantap saat melihat kesungguhan Serah. "Setiap pagi anda melakukan ayunan yang sama dengan kedua-tangan anda 100 kali, lalu setelah jam makan lakukan hal yang sama, dan terakhir sebelum tidur. Lakukan itu sampai 5 hari berturut-turut, lalu kita uji hasilnya setelah itu. Bagaimana apa anda sanggup?" Ucap Glen setelah menjelaskan apa yang harus dilakukannya panjang-lebar.

"Baik, aku akan melakukannya!" Tanpa diduga, Serah langsung menyetujui metode latihan itu tanpa protes atau pun mengeluh membuat Glen agak tercengang.

"Kalau begitu aku akan melakukannya mulai hari ini, kau tidak keberatan 'kan pedangnya kubawa?" Serah berdiri sambil menggenggam pedang yang ia gunakan untuk latihan, bersiap untuk pergi.

Glen masih menatap Serah dengan tatapan tak percaya. Dia tidak menyangka wanita yang sering dilihatnya berbaur dengan bunga-bunga taman kerajaan, sarat akan kecantikan dan kelembutan, kini bersedia untuk menguasai kekuatan dan pertahanan keras layaknya ksatria.

"Tuan Glen??" Serah memanggil namanya sekali lagi, karena tampaknya pria itu benar-benar hanyut dalam pikirannya sendiri.

"Y-ya tentu saja Yang mulia," balas Glen yang sedikit terkejut. "Silahkan gunakanlah pedang itu," sambungnya mengangguk.

"Terimakasih...." Serah pun tersenyum lebar membuatnya terlihat sangat menawan.

Ia pun berjalan pergi meninggalkan ruangan latihan para ksatria sambil memegang pedang yang ia dekap di dada.

"Aku harus bisa cepat menguasai semua teknik berpedang itu...!" Ujarnya dalam hati penuh semangat.

1
Hunk
fitnah nya kejam banget. ga main main semua pelayan iya fitnah🤣
Panda: blunder
total 1 replies
Hunk
wajib di hujat helena👍
Serena Khanza
akhirnya bisa baca cerita ini lagi thor..
disini si louis sbg raja dia kek terlalu anak emasin helena ya , aku baca sejak bab awal jadinya si helena ini besar kepala merasa diatas angin.. merasa menang dr serah..
tapi bagusnya juga si serah langsung sadar dan bagus aku suka , lebih bagus lg buat si louis menyesal sampe ke dasar jurang karena melepas berlian demi batu kerikil di sungai keruh😏
gak pantes dia jd raja, otak nya cuma wanita, wanita dan wanita dan slengki aja 😏😏😏
jijay..
ayo serah lawan helena biar dia sadar diri posisi dan statusnya dia gak sebanding sama kamu
Serena Khanza: kalo lompat jadi gak tau tiap bab nya kak 🤭
biar makin gregetan juga sama louis ini sama helena mak lampir 🤭
total 2 replies
Nyonya Gunawan
Detik" pembebasan grenseal..
Kaka's
mungkin sebaiknya kata ruangan di hapus saja yah..... jadi " Pagi itu–Serah berjalan seorang diri menelusuri koridor menuju taman depan istana"/Pray//Pray/
Kaka's: 🤭🤭🤭 yang di komen ku sendiri
total 6 replies
Nyonya Gunawan
Bacanya dag dig dug gmn gtu..😄😄
Panda: peyuk Glenn kakaaaaaa
total 3 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Ratu Serah cukup cerdas, setidaknya dia tidak perlu turun tangan langsung buat ngurus Helena 👏
Wida_Ast Jcy
kenapa gak berontak aja sich thor
Wida_Ast Jcy
lho kok apa apa harus minta persetujuan louis dulu ya
Jing_Jing22
berontak yok🤧
Jing_Jing22
apa-apa harus minta persetujuan Louis dulu
putri bungsu
semangat Ser tunjukan kalo kamu wanita yang tak mudah di bohongi, dan kamu adalah wanita pintar yang bisa mengatasi segala masalah yang loouis perbuat untuk menjatuh kan mu
PrettyDuck
ini cowok yang di bab lalu ngeliatin rombongan serah ya tor?
Panda: iyak kakk
total 1 replies
PrettyDuck
kirain sengaja pamer, ternyata efek otak bloon /Facepalm/
PrettyDuck
terang2an banget ngegundiknya 😭
Mingyu gf😘
dihh sombong banget
Panda: villain tercinta akuh kak tapi wwkwkwk
total 1 replies
Mingyu gf😘
cihh mau banget hormat sama raja tamak
Panda: dia Uda jinakk kak di novel sebelah buakakaka 🤣

prosesnya panjang hah..😏
total 1 replies
MARDONI
Seru banget nih! Serah tahu Louis lagi bersandiwara tapi tetap setuju buat jadi calon Ratu, malah minta belajar berpedang sampe Louis meremehkan dia! Terus pas malamnya jalan-jalan ke taman ketemu lagi sama Grenseal yang lagi latihan pedang, ternyata kerajaan Duncan lagi dalam krisis pangan karena blokade Louis, dan mereka mau cari bantuan ke Ratu Regina! Bikin penasaran banget gimana Serah bakal membantu Grenseal dan bagaimana rencana balas dendamnya ke Louis nih! Semangat terus ya Kak Author! 💪✨
Chimpanzini Banananini
masih belum ada yang bisa dikomentari sih. soalnya isinya masih rapat.

namun, yang aku pengen tahu adalah latar belakang putri serah. mengapa dia akan menikah dengan raja Louis. dipaksa? atau memang sukarela?
Jing_Jing22
wanita juga harus tangguh wahai kesatria jadi tolong bantu ratu serah untuk belajar ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!