NovelToon NovelToon
Garis Tangan Nona Kedua

Garis Tangan Nona Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Spiritual / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: ImShio

Lilian Beatrixia. Seorang mahasiswi cantik semester 7 yang baru saja menyelesaikan proposal penelitiannya tepat pada pukul 02.00 dini hari. Ia sedang terbaring lelah di ranjangnya setelah berkutat di depan laptopnya selama 3 hari dengan beberapa piring kotor yang tak sempat ia bersihkan selama itu.

Namun bagaimana reaksinya ketika keesokan harinya ia terbangun di sebuah ruangan asing serta tubuh seorang wanita yang bahkan sama sekali tak ia kenali.

Baca setiap babnya jika penasaran, yuhuuuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImShio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setara

Namun yang ia temui hanyalah sepasang anak kembar kemarin yang menjaga kios itu.

“Di mana gadis itu?” tanya Han Lei cepat.

Anak kembar itu saling pandang. “Kak Zetian tidak datang, Tuan.”

“Tidak datang? Lalu kapan dia kembali?”

“Kami juga tidak tahu,” jawab salah satu dari mereka singkat.

Han Lei mengepalkan tangan. Rasa kecewa dan kesal bercampur di dadanya. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan melangkah pergi dengan langkah berat menuju istana Tang sesuai dengan tujuan awalnya kemari yaitu menemui sahabat lamanya.

________________

Beberapa lama kemudian, Han Lei tiba di halaman istana. Dari kejauhan, ia melihat sosok Tang Ming berdiri dengan tangan bersedekap. Aura permusuhan langsung terasa.

Han Lei berhenti tepat di depannya.

“Matamu kenapa? Apa aku perlu mencoloknya? Mengapa menatapku seperti itu?” tanya Han Lei dengan nada menyindir.

Tang Ming menatap balik tanpa gentar. “Aku hanya penasaran dengan pria k*nyuk yang berani merebut gadisku.”

Han Lei mengangkat alis. “Siapa gadismu? Siapa yang merebutnya?”

Udara di antara mereka menegang, menandai awal persaingan yang tidak akan sederhana.

"Wu Zetian,” ujarnya dengan suara tegas, namun di balik ketegasan itu terselip emosi yang belum sepenuhnya stabil.

Han Lei yang sejak tadi menyipitkan mata, kini menegakkan tubuhnya. Sebuah senyum miring terukir di sudut bibirnya.

“Wu Zetian? Gadis dari keluarga Perdana Menteri Wu?” Ulang Han Lei. “

“Tentu,” jawab Tang Ming tanpa ragu, dagunya terangkat sedikit, menunjukkan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

Keheningan sesaat terjadi, sebelum akhirnya Han Lei tertawa terbahak-bahak. Tawanya menggema di halaman istana, terdengar kasar dan penuh ejekan, seolah apa yang baru saja ia dengar adalah lelucon paling konyol di dunia.

“Hahahaha! Kau serius, Ming?” Han Lei menepuk pahanya sendiri.

Tang Ming yang mendengar ketawa ejekan itu membalasnya dengan tatapan tajam. Sorot matanya mengeras, jelas tidak menyukai reaksi sahabatnya itu.

“Apa lucunya?” tanya Tang Ming dingin.

Han Lei menyeka sudut matanya yang sedikit berair karena tertawa. “Memangnya Wu Zetian juga menyukaimu? Jangan mengaku-ngaku, Ming.” Ejeknya tanpa basa-basi.

Ucapan itu seperti menyiram minyak ke api. Rahang Tang Ming mengeras, urat di lehernya menegang.

“Sejak kapan aku mengaku-ngaku?” balas Tang Ming cepat. “Aku lebih dulu bertemu dengan Wu Zetian daripada kau.” ujarnya tak mau kalah.

Han Lei melangkah satu langkah mendekat, senyumnya berubah menjadi senyum menantang. “Jika kau memang lebih dahulu bertemu dengan Zetian’er, bukan berarti dia akan menjadi milikmu.”

Kata itu.

Zetian’er.

Sesuatu dalam diri Tang Ming seperti tersulut seketika. Dadanya naik turun, matanya menyala marah.

“Dasar sahabat brengsek! Siapa yang memberimu hak memanggilnya seperti itu?!” bentak Tang Ming.

Han Lei mengangkat bahu santai. “Aku memanggilnya seperti yang kuinginkan. Apa masalahnya?"

Tang Ming tak lagi menahan diri. Ia melangkah ke arah rak senjata yang tersusun rapi di sisi halaman dan meraih sebuah pedang. Bilahnya berkilau tertimpa cahaya matahari sore.

“Ayo bertarung denganku!” tantangnya sambil menghunus pedang.

“Aku akan membuktikan siapa yang lebih pantas untuk Wu Zetian!”

Han Lei menatap pedang itu beberapa detik, lalu terkekeh. Perlahan, ia juga berjalan ke arah rak senjata dan mengambil pedangnya sendiri.

“Baik, aku juga ingin tahu sejauh apa tekadmu.” ucap Han Lei santai, namun matanya berubah tajam.

Dentang logam pertama terdengar keras ketika dua bilah pedang saling beradu. Percikan api kecil muncul, disusul suara gesekan yang nyaring. Tang Ming menyerang lebih dulu, ayunan pedangnya cepat dan penuh tenaga. Han Lei menangkisnya dengan cekatan, mundur setengah langkah sebelum membalas dengan tebasan mendatar.

Keduanya bergerak cepat, kaki mereka berpijak mantap di atas batu halaman istana. Serangan demi serangan saling bertukar, tanpa ada celah berarti. Tang Ming mengandalkan kecepatan dan teknik yang rapi, sementara Han Lei bertarung dengan gaya lebih liar namun penuh insting.

“Kau lengah!” seru Tang Ming sambil menusuk ke arah bahu Han Lei.

Han Lei memutar tubuhnya, ujung pedang itu hanya menyentuh angin. “Masih terlalu lambat!”. Ia membalas dengan tebasan dari atas. Tang Ming mengangkat pedangnya tepat waktu, menahan serangan itu dengan suara benturan keras.

Waktu berlalu tanpa mereka sadari. Matahari perlahan turun ke ufuk barat, sinarnya berubah jingga keemasan. Keringat mulai membasahi pelipis keduanya, napas mereka semakin berat, namun tidak satu pun berniat menghentikan pertarungan. Setiap benturan pedang bukan hanya soal kekuatan, melainkan ego dan harga diri.

“Kau benar-benar serius dengan Wu Zetian?” tanya Han Lei di sela pertarungan.

Tang Ming menangkis lalu mendorong pedang Han Lei menjauh. “Aku tidak akan bertarung sejauh ini jika aku tidak serius!”

Han Lei tersenyum tipis. “Menarik.”

Mereka kembali saling menyerang. Tang Ming melompat mundur, lalu menerjang ke depan dengan tusukan lurus. Han Lei memutar pedangnya, menangkis dan hampir mengenai sisi tubuh Tang Ming.

“Hampir saja,” gumam Han Lei.

Tang Ming mengusap darah tipis yang muncul di lengannya. “Kau juga.”

Langit kini mulai menggelap. Lentera-lentera istana satu per satu dinyalakan, menerangi halaman tempat mereka bertarung. Bayangan mereka memanjang di tanah, bergerak liar mengikuti gerakan tubuh masing-masing.

Namun semakin lama, semakin jelas bahwa kekuatan mereka setara. Setiap kali Tang Ming berhasil menekan, Han Lei selalu mampu membalikkan keadaan. Setiap kali Han Lei hampir menjatuhkan lawannya, Tang Ming selalu menemukan cara untuk bertahan.

Hingga akhirnya, keduanya berhenti hampir bersamaan. Pedang mereka terangkat, ujung bilah saling mengarah ke tenggorokan masing-masing. Jarak mereka begitu dekat, napas panas saling bertemu di udara malam.

Beberapa detik berlalu. Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.

Tang Ming menurunkan pedangnya lebih dulu, napasnya terengah. “Sepertinya… kita setara.”

Han Lei tertawa pelan, lalu menurunkan pedangnya juga. “Aku berpikir hal yang sama.”

Keheningan menyelimuti halaman istana. Ketegangan perlahan memudar, digantikan rasa lelah yang menusuk hingga ke tulang. Tang Ming menatap Han Lei dengan sorot mata yang lebih tenang, meski bara persaingan itu belum sepenuhnya padam. “Satu hal yang pasti, aku tidak akan mundur.” ucapnya pelan.

Han Lei mengangguk, menyarungkan pedangnya. “Begitu juga aku.”

Akhirnya, setelah pertarungan panjang yang tidak menghasilkan pemenang, keduanya berdiri dalam keheningan yang canggung. Tidak ada lagi kata-kata menantang, tidak ada ejekan. Hanya dua pria yang sama-sama terluka. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga oleh perasaan yang belum mereka pahami sepenuhnya. Han Lei adalah orang pertama yang berbalik. Ia kemudian melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Flashback Off.

________________

Yuhuuu~🌹

Jangan lupa beri dukungan dengan cara like, komen, subscribe dan vote karya-karya Author💖

See you~💓

1
Osie
double up dunk thoorr🙏🙏🙏🙏🙏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
jangn lama up nya thor...
Amriati Plg
Wu zaitan kok ngk bisa merasakan kehadiran orang asing di sekitar nya padahal dia punya elemen
Amriati Plg
Seharusnya dua jam waktu di dimensi berati dua puluh menit di dunia nyata
Amriati Plg
Bisanya di novel" masuk dimensi langsung dengan tubuh utuh ini hanya roh aja
@Mita🥰
perasaan ku klu ada laki " Tampan kok selalu jadi idamanku 🤭🤭🤭
Osie
semakin seruuuu...moga msh ada up lanjutannya🙏🙏
@Mita🥰
bagus
Osie
aku mampir dan udah baca sp bab ini..rada" dgn perbedaan waktu dunia dimens8 lilac n dgn dunia nyata.. biasanya dunia dimensi lbh cpt waktunya ..disini malah lbh lama dr dunia luar
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
pasti makannya dpt sambutan yang bagus💪💪
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor....
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor..... semangat
Murni Dewita
💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
permulaan yang baik.. 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
jan lama up nya thor🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
bukannya bnyk org² yang dbeli kemarin kok cumn itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!