Jika berbicara tentang cinta itu sangat rumit. Terlebih lagi jika kita harus memilih satu di antara cinta yang ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34.
Setelah mendapat informasi dari Rangga, Dira dan Deon semakin yakin kalau itu bukanlah Raw yang sebenarnya. Namun mereka masih belum tahu siapa orang itu sebenarnya dan apa tujuannya.
Yang jelas orang ini bukanlah orang sembarangan, karena bukan hal yang mudah melakukan hal itu.
Tak lama handphone Dira berdering, Ziko menghubungi Dira dan memberi kabar Dira tentang Adrian.
"Nona, baru saja saya menghubungi Rio dan menanyakan tentang Tuan muda Adrian.
Dan Rio bilang Taun muda Adrian baik baik saja, dia menjalankan perusahaan dengan sangat baik bahkan sahamnya pun semakin naik.
Tuan muda Adrian sekarang benar benar fokus pada pekerjaannya. Bahkan setelah pernikahan Gaby dan Raw, Tuan muda Adrian tidak pernah menyebut nama Gaby lgi."Ucap Ziko.
"Baik terimakasih atas informasinya Ziko." Ucap Dira, kemudian Dira mematikan sambungan telepon itu.
Dira menatap kearah Deon.
"Kamu dengar Ardian sedang fokus dengan pekerjaannya dan dia sudah tidak pernah menyebut Gaby lagi."Ucap Dira dan Deon pun mengangguk.
___________
Satu bulan berlalu begitu cepat, dan sampai saat ini Deon dan Dira belum tahu siapa yang menjadi Raw.
Karena udah cukup lama menjadi Raw, dia pun sudah mulai beradaptasi, walau begitu tetap saja ada celah celah yang menunjukkan kalau dia bukanlah Raw.
Di lain tempat ada seorang pria tengah duduk di ruangan yang yang minim cahaya.
Matanya tajam menatap ke depan, kedua tangannya mengepal, terlihat jelas amarah dari garis wajahnya.
CEKLEK.
Sura pintu di buka, pria itu pun berpura pura pingsan di lantai. Penjaga itu pun berjalan mendekat untuk membatunya kembali ke tempat tidur. Pada saat sedang membatunya dengan satu gerakan penjaga itu langsung jatuh dan tidak akan bisa bangkit lagi untuk selamanya.
Pria itu pun menukar pakaiannya dengan penjaga yang telah di lumpuhkan nya. Tidak lupa dia memakai topi juga masker agar tidak ada yang melihat wajahnya.
Perlahan namun pasti dia berjalan dari rumah itu, dan akhirnya dia berhasil melarikan diri dari sana. Saat itu dia bersumpah membalas semua yang telah dia alami saat ini dan dia pun bersumpah untuk mengambil kembali apa yang telah di rebut dari tangannya.
Setelah berhasil keluar dari sana dia pergi ke rumah di mana dia tinggal dulu. Dia melihat orang yang begitu di cintai sedang duduk di halaman rumahnya sambil mengelus perutnya yang kini semakin membesar.
"Gaby."Ucap pria itu.
Seketika Gaby melihat ke sekitar karena Gaby merasa kalau ada orang yang memanggil namanya. Gaby pun melihat ke gerbang rumah nya. Saat itu Gaby melihat seorang pria berdiri di depan rumahnya.
"Julio."Ucap Gaby.
Gaby pun berjalan mendekat ke gerbang. Saat itu Gaby berhadapan dengan pria itu.
"Julio, kenapa kamu ada di sini?."Tanya Gaby.
"Jangan sebut nama itu Gaby, aku sangat membencinya. Dan aku pastikan kalau wajah ini akan hilang untuk selamanya."Ucap pria itu.
"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan Julio, tapi terserah saja yang penting kamu harus segera pergi dari sini sebelum Raw melihat kamu, karena kalau sampai Raw melihat kamu aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan padamu."Ucap Gaby.
Tiba tiba pria yang Gaby kenal sebagai Julio memegang wajah Gaby.
"Aku tidak akan menyalahkan kamu meski apa pun yang terjadi, karena kamu tidak tahu apa pun, yang aku harapkan kamu baik baik saja."Ucapnya.
Setelah itu Julio mengelus perut Gaby.
"Baik baik lah dan jaga Mamah mu, sisanya biar Ayah yang urus."Ucap Julio.
Gaby hanya diam saja terlebih saat Julio menyentuh perutnya, Gaby merasakan pergerakan bayinya yang sudah beberapa waktu ini jarang bahkan hampir tidak pernah dia rasakan.
Setelah mengatakan semua itu pada Gaby, Julio pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Gaby.
Entah kenapa Gaby merasa ada sesuatu yang berbeda dari Julio dan dirinya. Gaby merasa sangat nyaman saat di sentuhnya karena sentuhan Julio sama seperti suaminya Raw.
Ziko yang melihat itu langsung berdiri mengejar pria yang di kenali Gaby adalah Julio.
"Raw."Panggil Ziko dengan suara lantang.
Pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Ziko. Ziko perlahan mendekat padanya.
"Kau ini Raw?."Tanya Ziko.
"Menurut mu?."Tanyanya kembali.
"Ya, ayo ikut dengan ku."Ucap Ziko.
Julio pun mengikuti Ziko pergi dari sana, setelah tiga puluh menit mereka pun sampai di kediaman Deon dan Dira.
Dira dan Deon yang sudah di berikabar oleh Ziko sudah menunggu di ruangan mereka. Saat setelah bertemu dengan Deon dan Dira Julio langsung menunduk dan menyapa mereka.
"Tuan, Nona."Ucap Raw.
Dira berjalan mendekat pada Raw.
"Raw, kenapa bisa seperti ini?."Tanya Dira.
"Aku tidak tahu, tapi malam itu saat tiba tiba saja mobil ku mati aku keluar untuk mengeceknya. Tidak di sangka ternyata aku sudah di incar, saat itu banyak yang menyerang ku beberapa dari mereka berhasil aku habisi tapi ada yang memangku dari belakang.
Dan di panah itu ada obat bius, aku tidak sadarkan diri dan setelah aku sadar aku sudah berada di sebuah ruangan yang tidak aku kenal bahkan wajah ku terasa sakit dan di perban.
Setelah beberapa waktu aku membuka perban ini wajahku sudah berubah."Jelas Raw.
"Jadi pemilik wajah ini lah orang yang sedang menyamar menjadi diri mu Raw?."Tanya Dira memastikan.
"Tidak salah lagi Nona, kata hanya dia lah yang begitu terobsesi pada Gaby."Jawab Raw.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang Raw?."Tanya Deon.
"Pertama aku ingin mengubah wajah sialan ini dulu setelah itu aku akan menyusun rencana untuk membalasnya."Jawab Raw.
"Kamu yakin?
Memangnya kamu tahu siapa Julio sebenarnya?."Tanya Deon.
"Aku tidak perduli siapa pun dia, yang jelas dia adalah musuh ku. Aku tidak akan melepaskan dia dengan begitu mudah."Jawab Raw penuh dengan keyakinan.
"Bagus Raw, aku percaya padamu.
Lakukan apa yang ingin kamu lakukan aku akan selalu mendukung kamu.
Lalu kapan kamu akan melakukan operasi lagi?."Ucap Dira.
"Secepatnya, jika semuanya lancar malam ini pun aku siap."Jawab Raw.
"Siapa yang kamu percaya untuk melakukan itu?."Tanya Dira.
"Lusi dan beberapa orang kepercayaan ku di markas."Jawab Raw.
"Ziko cari Lusi dan bawa dia ke markas bersama Raw, bantu Raw menyelesaikan semuanya."Ucap Dira.
"Siap Nona."Ucap Ziko.
Ziko dan Raw pun pergi dari rumah Dira untuk mencari Lusi setelah itu mereka akan pergi ke markas untuk melakukan operasi wajah Raw.
"Nikmatilah masa masa indah bersama dengan istri ku, karena nanti setelah aku kembali aku akan mengambilnya dan memberi kamu perhitungan Julio."Batin Raw.
kisah ardian dan gaby
Dan hal itu sudah diingatkan bukan?