NovelToon NovelToon
SILENCE OF JUSTICE

SILENCE OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Karir / Duniahiburan / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Murni / Balas Dendam
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Black _Pen2024

"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "

Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.

Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Jaringan Yang tak tersentuh

Napas Meylie terengah-engah, bukan hanya karena lari dan pertarungan fisik yang baru saja ia alami, tetapi juga karena adrenalin yang masih memompa kencang di nadinya. Luka goresan di lengannya terasa perih, mengalirkan darah yang kini mengering, membentuk kerak gelap di kulitnya. Memar mulai muncul di bahu dan pinggangnya. Ia merawatnya dalam diam di kamar mandi motel baru, membersihkan luka dengan antiseptik yang perih, matanya menatap pantulan dirinya yang lelah namun penuh tekad. Xiao Fei yang dulu akan menangis, ketakutan, dan putus asa. Tapi Ling, persona barunya, hanya melihat sebuah misi yang harus diselesaikan.

Ponsel curian yang ia ambil dari salah satu agen tergeletak di meja, kini menjadi bukti konkret bahwa Tuan Chen, mantan manajer Yu, bukan hanya seorang munafik yang terlalu cepat melupakan kekasihnya. Dia adalah kaki tangan. Nama "Chen" yang tertera di daftar panggilan terakhir ponsel itu adalah benang merah yang menghubungkannya langsung ke jaringan yang membunuh Yu.

Meylie duduk di tepi tempat tidur, mengambil ponsel itu. Layarnya masih terkunci, namun ia tahu bagaimana mengakses beberapa fitur tanpa harus membuka kunci penuh. Ia telah belajar banyak dari Yu tentang keamanan digital dan celah-celah sistem. Dengan hati-hati, ia menghubungkan ponsel itu ke laptop burner-nya melalui kabel data, menggunakan perangkat lunak khusus yang Yu pernah kembangkan untuk mengunduh data secara paksa dari perangkat yang terkunci. Prosesnya lambat, dan setiap detik terasa seperti jarum jam yang berdetak menuju bahaya.

"Kau bukan dalangnya, Chen," bisik Meylie pada dirinya sendiri, matanya terpaku pada layar laptop yang menampilkan barisan kode. "Kau hanya pion."

Ia teringat senyum angkuh Chen di lelang seni, tawa riangnya di pesta, dan betapa cepatnya pria itu mengabaikan kematian Yu. Itu bukan hanya munafik. Itu adalah topeng yang ia kenakan untuk menyembunyikan keterlibatannya. Pertarungan di lorong gelap tadi, agresi para agen, dan fakta bahwa mereka adalah bawahannya Chen, semuanya mengukuhkan keyakinan Meylie. Chen adalah bagian dari jaringan ini, tetapi bukan kepala ular itu.

Setelah hampir satu jam, perangkat lunak itu berhasil mengekstrak sebagian data dari ponsel Chen. Meylie menemukan log panggilan, pesan teks, dan bahkan beberapa email yang tersimpan dalam cache aplikasi pesan terenkripsi. Sebagian besar pesan itu adalah instruksi singkat, laporan status, atau koordinasi logistik.

Ia mulai menyaring data. Banyak pesan yang terenkripsi, tetapi beberapa di antaranya bisa ia dekripsi dengan kunci umum atau dengan sedikit tebakan berdasarkan pola komunikasi yang Yu pernah ceritakan. Yang paling mencolok adalah serangkaian pesan dari nomor tak dikenal yang berulang kali memberi perintah kepada Chen. Perintah-perintah itu mencakup "mengawasi target," "memadamkan spekulasi," "memastikan tidak ada jejak," dan "menjaga keamanan aset."

"Aset?" Meylie mengerutkan kening. Aset apa? Yu? Atau buku catatan itu?

Kemudian, ia menemukan beberapa pesan yang lebih mengerikan. Sebuah pesan singkat dari nomor yang sama: "Target telah diurus. Pastikan jalur bersih. Jangan ada yang tahu lokasi utama." Dan balasan dari Chen: "Siap, Operator Utama. Proses pembersihan sedang berlangsung. RS Saint Glory sudah diatur."

Operator Utama.

Darah Meylie mendidih. Ini adalah hierarki. Chen adalah kaki tangan, dan ada "Operator Utama" yang berada di atasnya, yang memberi perintah. "RS Saint Glory sudah diatur." Itu mengonfirmasi kecurigaannya bahwa rumah sakit itu hanyalah fasad.

Ia terus menggali. Ada beberapa pesan yang menyebutkan "The Senator," selalu dengan nada hormat dan ketakutan. "The Senator akan senang dengan kemajuan ini." "The Senator membutuhkan laporan lengkap." "Pastikan The Senator tidak terganggu."

The Senator.

Nama itu terasa seperti pukulan. Itu bukan nama sandi. Itu adalah gelar. Seorang politisi. Ini berarti jaringan ini tidak hanya melibatkan industri hiburan dan medis, tetapi juga politik tingkat tinggi. Ini jauh lebih besar, lebih dalam, dan lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.

Meylie merasakan frustrasi yang mendalam. Ia telah berhadapan dengan Chen, mengalahkannya, tetapi itu tidak berarti apa-apa. Chen hanyalah lapisan tengah, sebuah jembatan menuju jurang yang lebih dalam. Musuh yang ia hadapi adalah entitas tak berwajah yang terlalu berkuasa, terlalu terorganisir, dan terlalu kebal hukum. Mereka bisa mengendalikan polisi, memanipulasi media, dan bahkan memiliki agen-agen yang siap melakukan kekerasan fisik.

"Bagaimana aku bisa melawan ini?" bisiknya, suaranya penuh keputusasaan sesaat. "Ini bukan lagi tentang Yu. Ini tentang kota ini. Seluruh sistem."

Ia melihat pesan lain, sebuah laporan yang dikirim Chen kepada "Operator Utama": "Target (Meylie) menunjukkan perlawanan tak terduga. Memiliki keterampilan dasar. Telah mengamankan buku catatan. Membutuhkan penanganan lebih agresif." Dan balasan dari "Operator Utama": "Jangan bunuh. Bawa hidup-hidup. The Senator ingin tahu bagaimana dia mendapatkan akses."

Meylie merasakan bulu kuduknya merinding. Mereka tidak ingin membunuhnya. Mereka ingin menangkapnya. Hidup-hidup. Untuk diinterogasi. Untuk disiksa. Sama seperti Yu.

Tekadnya mengeras lagi, mengusir frustrasi itu. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi.

Perkembangan karakter Meylie mencapai fase baru. Fokusnya beralih. Dendam pribadinya terhadap Chen kini terasa kecil. Ia tidak bisa lagi hanya membalas dendam. Ia harus membongkar seluruh piramida kekuasaan ini. Ia harus menjatuhkan "Operator Utama" dan "The Senator." Ini bukan lagi perburuan satu orang, melainkan perang melawan sebuah sistem.

Ia mulai menyusun peta pikiran baru di dinding motel, menggunakan pena dan kertas yang ia bawa. Di tengah, ia menulis "Yu." Dari Yu, ia menarik garis ke "Buku Catatan Terenkripsi." Dari buku catatan, ia menarik garis ke "Jaringan Korupsi." Lalu, dari sana, ia menggambar piramida. Di dasar, "Chen & Agen." Di tengah, "Operator Utama." Dan di puncak, sebuah pertanyaan besar: "The Senator?"

Ia menuliskan semua informasi yang ia dapatkan dari ponsel Chen: "RS Saint Glory," "Krematorium Fiktif," "Daftar Hitam," "Ritual Aneh." Semua potongan puzzle itu kini mulai membentuk gambaran yang lebih besar dan mengerikan. Yu dibunuh bukan hanya karena ia memiliki bukti korupsi, tetapi juga karena ia tahu tentang "ritual aneh" yang melibatkan The Senator dan jaringannya. Dan mereka mengambil organ Yu untuk ritual itu.

Meylie menghabiskan sisa malam itu untuk menganalisis setiap bit data yang berhasil ia dekripsi. Ia mencari pola, koneksi, atau petunjuk apa pun yang bisa membawanya lebih dekat ke "Operator Utama" dan "The Senator." Ia menyadari bahwa Yu pasti memiliki lebih banyak informasi, lebih banyak bukti, yang tersembunyi di buku catatan terenkripsi itu. Ia harus mendekripsinya. Tapi itu akan memakan waktu, dan ia tidak punya banyak waktu.

Ia perlu sekutu. Seseorang yang bisa membantunya mendekripsi data, seseorang yang memiliki keterampilan teknis yang lebih tinggi darinya, dan seseorang yang bisa dipercaya di tengah badai ini.

Meylie membuka kembali buku catatan Yu yang ia temukan di apartemennya. Ia membolak-balik halaman, mencari petunjuk. Yu adalah orang yang paranoid, tetapi juga cerdas. Ia pasti meninggalkan jejak, meninggalkan cara untuk dihubungi jika sesuatu terjadi padanya.

Ia melihat sebuah halaman yang penuh dengan coretan dan sketsa. Di sudut halaman itu, tertera sebuah nama yang sering disebutkan Yu secara paranoid, selalu dengan nada hati-hati, kadang dengan sedikit ketakutan, kadang dengan kekaguman. Yu sering berkata, "Dia tahu terlalu banyak," atau "Dia bisa melihat apa yang tidak terlihat."

Nama itu adalah: Fernandez.

Fernandez. Mantan editor hiburan. Tetangga Yu. Orang yang Yu yakini memiliki "mata" yang mampu melihat di balik tirai. Meylie ingat cerita samar Yu tentang Fernandez, seorang jenius digital yang karirnya hancur karena "tahu terlalu banyak" tentang skandal industri. Yu pernah menyebutkan bahwa Fernandez memiliki keterampilan untuk "menembus dinding digital apa pun."

Meylie merasakan secercah harapan. Fernandez. Dia mungkin adalah kunci untuk mendekripsi buku catatan Yu, kunci untuk mengungkap identitas "Operator Utama" dan "The Senator."

Tetapi, Yu juga menyebut Fernandez sebagai orang yang paranoid dan trauma. Meylie harus mendekatinya dengan sangat hati-hati. Fernandez pasti tahu bahaya yang ia hadapi jika ia terlibat.

Meylie menutup buku catatan itu, matanya menatap peta pikiran di dinding. Fokusnya kini beralih sepenuhnya. Chen hanyalah lapisan pertama. Ia harus melangkah lebih jauh, lebih tinggi. Ia harus menemukan Fernandez.

Ia tahu, perburuan ini baru saja memasuki babak yang paling berbahaya dan paling penting. Ia tidak hanya harus mengungkap kebenaran, tetapi juga harus memastikan ia bertahan hidup untuk menyampaikannya. Dan dengan nama Fernandez di tangannya, Meylie merasa selangkah lebih dekat ke puncak piramida yang tak tersentuh itu.

Malam itu, di kamar motel yang sunyi, Meylie mulai merencanakan langkah selanjutnya. Ia akan melacak Fernandez. Dan ia akan meyakinkannya untuk bergabung dalam perang ini. Ini adalah satu-satunya cara untuk menjatuhkan jaringan yang membunuh Yu dan mengancam untuk menghancurkan segalanya.

1
Ita Xiaomi
Menegangkan. Kasihan Yu😢
Ita Xiaomi: Berharap keadilan bs ditegakkan.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Saat ini hanya Fei sendirian yg menolak utk percaya pd berita yg tersebar.
Ita Xiaomi: Sama-sama kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!