Seorang pria wibu mendapatkan kekuatan untuk menyalin kemampuan dari 3 orang yang berbeda, dan dunia yang dia kunjungi adalah dunia One Punch Man.
Karena sudah tahu siapa saja orang-orang kuat di dunia ini, wibu itu kemudian berlari ke Kota Z untuk menemui pria botak tertentu untuk menyalin kemampuan nya.
"Aku akan menjadi hero yang terkenal dan menggendong kecantikan disetiap sisi hahahaha"
MC nantinya akan bisa berpindah dunia ke anime lain dan menjadi sosok pahlawan di dunia anime yang sedang terancam.
Genre :
Action, Harem (Wajib)Romance, Fanfiction, Overpower, Bisnis, Mencari Uang, Membuat Kerajaan, Poligami (Wajib), Berpindah Dunia Anime.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ero-Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8. Melawan Kaijin Untuk Popularitas
"Neee, kamu seorang pahlawan kan cepat kalahkan kaijin (monster) itu!!" ucap salah satu anak disisi saikyou dengan nada panik.
"Ha..ha..ha, kau benar anak muda. Aku akan segera menyelesaikannya" balas saikyou sambil mengacak-acak rambut bocah menjengkelkan ini.
Karena terlalu kuat, kepala anak sekolah dasar itu mulai pusing dan teman-temannya mulai berteriak khawatir.
"Ojii-san berhenti kenji terlihat akan muntah"
"Onii-san" sambil tersenyum menyeramkan, saikyou mendekatkan wajahnya ke anak lain yang berani kurang ajar.
"Ummmm.. Onii-san" karena takut anak itu juga memperbaiki panggilannya pada saikyou.
"Ha..ha..ha.. Kalian tunggulah disini, serahkan semuanya padaku Ha..Ha..Haa"
Wooosshh!!
Dengan lompatan besar saikyou langsung bisa sampai ke tempat kaijin berada, meninggalkan kumpulan anak sekolah dasar yang terkejut dan kenji yang sedang muntah di trotoar.
"Gulelelelele. Aku adalah kaijin ikan lele, aku adalah gelandangan yang makan terlalu banyak ikan lele dan berubah menjadi monster lele
Kalian para manusia yang membuatku hanya bisa memakan ikan lele murahan. Kalian harus menerima hukuman dariku!!" ucap monster dengan tubuh dan kepala seperti ikan lele namun memiliki kaki dan lengan"
"Kyaaaaaa lari"
"LARI ADA KAIJIN"
"Cepat panggil hero"
Teriakan panik terdengar dari warga sipil yang panik dari sekitarnya. Semakin banyak orang yang panik, semakin senang juga monster lele melihatnya.
"Gulelelelelel, rasakanlah keputusasaan" Dengan ekor lelenya, monster lele mengibaskan sebuah mobil yang terparkir ke arah rombongan warga sipil yang sedang berlarian.
Saat mobil terbang itu menuju para warga sipil, mereka semua berteriak keras. Namun untungnya dari langit turun sosok besar menginjak mobil terbang itu dan menjatuhkannya tepat di depan warga sipil.
Boooooommmm!!!
Hantaman kertas terdengar, mobil terbang itu hancur dibawah kaki sosok besar itu.
"HA..HA..HAAAA..Tenanglah kalian semua, semuanya sudah baik-baik saja. Kalian tahu kenapa?
KARENA AKU SUDAH ADA DISINI!!" teriak saikyou sambil berpotensi heroik mirip dengan all might.
"Wooooooo, siapa dia?"
"Apa dia hero?"
"Aku tidak tahu siapa dia, tapi dia sangat keren?"
"Dia juga terlihat kuat"
"Tubuhnya sangat bagus, dia juga tampan"
Melihat kedatangan saikyou yang heroik, para warga sipil mulai tenang dan bersorak gembira.
"Gulelelelelele, jadi hero sudah datang ya. Kesempatan yang sempurna. Aku selalu iri pada kalian pahlawan yang mendapatkan popularitas dan uang hingga bisa makan enak.
Aku akan menghajarmu juga, baru setelah itu aku akan membunuh seluruh orang yang ada disini."
"Tidakkkkkk, tolong!"
"Pahlawan hajar dia!!"
"Iya kalahkan dia!!"
"Hancurkan dan bunuh dia hero!!"
"Diamlah kalian orang-orang sialan, karena kalian aku menjadi monster seperti ini. Lihat saja setelah aku mengalahkan pahlawan, kalian akan kumakan hidup-hidup" teriak kaijin lele sambil memamerkan mulut besarnya yang tidak memiliki gigi.
Mendengar kisah sang kaijin, saikyou sedikit berakting simpati padanya untuk memberikan citra publik bahwa dirinya adalah orang yang baik
"Kaijin, aku tahu dulu hidupmu berat. Tapi melakukan kejahatan seperti ini sangat tidak dibenarkan. Oleh karena itu aku akan memberikan tinju keadilan padamu"
"Jangan Sombong pahlawan" balas kaijin lele tidak senang, dengan mulut terbuka kaijin lele kemudian berlari ke arah saikyou diikuti suara teriakan warga.
"Kyaaaaa, hati-hati hero!?"
"Awasss!"
"Menghindarlah!!"
Sambil tersenyum saikyou hanya mengepalkan tinjunya dan bersiap memukul "Tenang saja semuanya, semua orang yang ada di sini tidak akan ada yang terluka. Karena aku sudah ada disini"
Saat mulut kaijin lele sudah tepat di depannya, saikyou merentangkan tinjunya dan meneriakkan nama jurusnya.
"JUSTICE SMAAAAAAAAAAASSHHHHHHH"
Boooooom!!!
Braaaaacccckkk!!
Pukulan super kuat menghantam tubuh monster lele. Tubuh monster hancur menjadi bubur kehijauan yang merupakan darah monsternya.
Dampak dari pukulan itu juga memberikan angin besar kedepan saikyou, yang meniupkan topi dan rok wanita dari warga sipil disekitar yang melihat.
"Kyaaaaaaaa"
"Ahhhh topikuuu"
Setelah angin mereda, monster kaijin lele telah menghilang dan suasana menjadi sunyi.
Suasana sunyi bertahan cukup lama, awalnya saikyou berpikir saat dia mengalahkan kaijin. Para warga akan bersorak untuknya. Namun entah mengapa mereka malah terdiam.
'Ughhh apakah aku berlebihan, kenapa tidak ada sorakan bahagia? Apa mereka sekarang takut akan kekuatanku? Tapi seharusnya tidak mungkin, jika aku monster yang kuat mereka mungkin akan takut. Tapi melihat pahlawan yang kuat bukankah seharusnya mereka senang karena ada sosok yang bisa diandalkan" .
'Seharusnya kekuatan yang kutunjukkan juga tidak terlalu kuat. Itu hanya pukulan biasa yang sengaja kuberi nama keren, seharusnya monster seperti itu pahlawan kelas A atau S juga bisa melakukannya bukan?'
Disaat saikyou masih berpikir tiba-tiba terdengar sebuah suara tepukan tangan diikuti oleh sorakan yang ramai dari warga sekitarnya.
"WOOOOOAAAAAAAHHHHHHH"
"Luar Biasa, monster itu kalah dengan satu pukulan"
"Apakah dia pahlawan kelas S"
"Luar biasa boleh aku minta foto"
"Tuan siapa namamu?"
"Tuan pahlawan berkencanlah denganku"
Mendengar sorakan ramai, akhirnya saikyou bisa bernafas lega dan mulai memperkenalkan diri pada orang-orang disekitarnya.
"HA..HA..HAA..Tenanglah semuanya, namaku adalah saikyou, seorang pahlawan dari asosiasi pahlawan. Saat ini aku masih berada di peringkat C terbawah"
"Peringkat C dengan kekuatan seperti itu?"
"Apakah asosiasi pahlawan buta?"
"Tuan apakah kamu tidak protes dengan asosiasi pahlawan?"
"Ya Benar mati kita bantu dia protes pada pihak asosiasi pahlawan"
"HA..HA..HAA. Tenanglah semuanya, asosiasi pahlawan tidak salah sama sekali. Akulah yang memutuskan untuk memulai dari bawah. Aku ingin membuktikan bahwa pahlawan tidak perlu terlalu terikat pada peringkat."
"Tapi dengan kemampuan seperti itu kamu bisa mendapatkan peringkat lebih tinggi"
"Benar sekali, aku pasti akan memilihmu dalam polling untuk angket pahlawan populer"
"Benar aku juga"
"Aku juga akan memilihmu"
"HA..HA..HAA.. Lakukan apapun yang kalian mau, tugasku hanya membantu orang-orang yang bisa kubantu. Kalau begitu aku harus pergi berpatroli kembali. Selamat tinggal Haaaaaaaaapppp"
Dengan lompatan besar saikyou melompat keatas gedung dan menghilang dari kerumunan.
"Luar biasa, dia melompat sangat tinggi"
"Aku pasti akan mendukungnya"
"Karena tuan Saikyou masih baru, aku akan menjadi fans nomor 1 nya"
"Kurang ajar kau, akulah fans nomor 1 nya"
"Lihat dirimu buruk rupa, akulah yang lebih cocok menjadi fans nomor 1 nya"
Setelah meninggalkan para warga sipil yang berebut menjadi fans nomor 1-nya saikyou kembali berpatroli mencari hal lain untuk dilakukan.
Sepanjang hari, dia membantu warga sipil untuk masalah sepele. Seperti membantu mengangkat barang berat. Menurunkan kucing dari pohon. Membantu anak yang terpisah dari orang tuanya.
Semuanya hanya hal kecil, karena tidak setiap hari kaiji atau orang jahat akan muncul dan membuat masalah.
Saikyou sebenarnya bisa saja mencari kaijin di zona berbahaya kota z. Namun untuk apa melawan monster jika saikyou tidak mendapatkan perhatian publik.
Setelah matahari sudah akan tenggelam, saikyou memutuskan untuk berhenti dan pulang. Dia tidak mau bekerja sampai malam.
Di rumah dia menuliskan laporan aktivitas pahlawannya dan mengirimkannya lewat email ke asosiasi pahlawan.
"Untuk hari pertama, seharusnya ini sudah cukup. Sayangnya kaijin lele itu hanya diklasifikasi sebagai monster kelas Wolf"
"Jika aku membiarkannya membuat kehancuran terlebih dahulu, mungkin di akan menjadi level ancaman Tiger dan hadiah yang aku terima bisa lebih besar"
"Tidak..kaijin itu seharusnya tidak sekuat itu. Ditambah ada resiko pahlawan yang lain akan membunuhnya duluan.. Yahh sudahlah, semuanya sudah terlewat. Semoga saja ada kaijin atau buronan yang lebih kuat bisa aku temui besok?"
Bersambung~