NovelToon NovelToon
Istri Nakal CEO Dingin

Istri Nakal CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.

Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.

"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.

"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.

Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASALAH Z-STAYLE

"Cantik," batin Damian tanpa sadar.

Nyonya Diandra semakin bersemangat melihat antusiasme Ziva, dia menyesap teh nya sejenak sebelum membocorkan rahasia yang membuat telinga Damian memerah.

"Kamu tahu tidak, Ziva? Waktu umur tujuh tahun, Damian pernah menangis seharian hanya karena Papa nya lupa membawa pulang miniatur mobil edisi terbatas yang dijanjikan. Dia sampai melakukan aksi mogok makan dan mengunci diri di kamar. Bayangkan, si Tuan Kaku ini pernah sedramatis itu!" cerita Nyonya Diandra sambil tertawa elegan.

"Oh ya, Ma? Jadi dari kecil memang sudah suka mengatur dan menuntut ya?" goda Ziva sambil melirik Damian yang kini mulai memotong dagingnya dengan tenaga ekstra.

"Bukan menuntut, Ziva. Itu namanya memegang komitmen," sela Damian dengan suara beratnya, mencoba membela diri.

"Komitmen atau keras kepala, Damian?" timpal Tuan Alex sambil terkekeh.

"Dia bahkan pernah memaksa sopir kami untuk datang tepat waktu sampai ke hitungan detik saat menjemputnya di sekolah. Kalau telat satu detik saja, dia akan berdiri di depan gerbang dengan wajah yang lebih seram dari guru kedisiplinan," lanjut Tuan Alexander tertawa, mengingat masa kecil Damian.

"HAHAHAHAHAHAA!"

Ziva ikut tertawa terpingkal-pingkal, bahkan tawa nya yang paling nyaring, memenuhi ruangan VIP.

"Pantas saja! Sampai sekarang penyakit kereta api nya itu belum sembuh, Pa. Tadi saja dia hampir meledak karena aku telat lima menit di mall," ucap Ziva, masih dengan tawa kecil nya.

"Lima belas menit, Ziva. Jangan memanipulasi data di depan orang tuaku," ucap Damian dingin, namun matanya tetap tertuju pada piringnya.

"Tuh kan, Ma! Galak banget!" rengek Ziva sambil bergelayut di lengan Nyonya Diandra.

"Damian! Jangan galak-galak sama calon istri. Ingat, Ziva ini permata, bukan asisten kantormu," tegur Nyonya Diandra yang langsung membuat Damian terdiam.

Suasana makan siang itu benar-benar menjadi panggung bagi Ziva, dia menceritakan bagaimana rencananya untuk merombak gaya berpakaian Damian yang menurutnya terlalu kaku seperti manekin toko duka cita.

Tuan Alex dan Nyonya Diandra tentu saja mendukung penuh setiap ide gila Ziva, membuat Damian merasa benar-benar terpojokkan di wilayah kekuasaannya sendiri.

Setelah selesai makan siang dan berbincang panjang lebar, mereka akhirnya bersiap untuk pulang.

Di lobi restoran, Nyonya Diandra memeluk Ziva sekali lagi.

"Mama senang sekali hari ini, besok jangan lupa ya, jam satu siang Mama jemput untuk ke butik perhiasan itu," pesan Nyonya Diandra.

"Pasti, Ma! Ziva tunggu ya," jawab Ziva dengan senyum kemenangan.

Begitu orang tua Damian pergi dengan mobil mereka, suasana langsung berubah 180 derajat.

Senyum manis di wajah Ziva lenyap, digantikan dengan raut wajah puas sekaligus menantang, dia berbalik menatap Damian yang sedang berdiri dengan tangan di saku celananya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Gimana, Tuan muda Alexander? Masih mau pamer otoritas di depanku?" tanya Ziva sambil melipat tangan di dada.

"Kamu benar-benar ahli dalam memanipulasi orang tua, ya?" ucap Damian, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti.

Ziva tidak mundur, dia justru mendongak, menantang tatapan mata Damian yang tajam.

"Itu bukan manipulasi, itu namanya pesona. Sesuatu yang tidak kamu miliki karena terlalu banyak makan kertas laporan keuangan," ucap Ziva, tersenyum miring.

Damian mendengus rendah, tiba-tiba dia mengulurkan tangannya, merapikan sehelai rambut Ziva yang terbang tertiup angin dan menyelipkannya di belakang telinga gadis itu.

Gerakan yang begitu tiba-tiba dan lembut itu membuat napas Ziva tertahan sejenak.

"Jangan terlalu senang, Kucing Kecil. Kamu baru saja memenangkan satu pertempuran, tapi perang sebenarnya baru akan dimulai setelah pernikahan ini resmi, tiga hari lagi," bisik Damian dengan nada rendah yang membuat jantung Ziva berdegup tidak keruan.

"Aku tidak takut pada perang mu, Damian," jawab Ziva, meski suaranya sedikit bergetar karena posisi mereka yang terlalu intim.

Damian tersenyum miring, sebuah senyum yang kali ini terlihat lebih tulus namun tetap berbahaya.

"Kita lihat saja nanti. Sekarang, masuk ke mobil, aku harus kembali ke kantor dan kamu harus pulang sebelum energimu habis untuk bicara terus," ucap Damian, membukakan pintu mobil untuk Ziva.

"Dih! Siapa juga yang mau lama-lama sama kamu!" ketus Ziva sambil bergegas masuk ke mobil, mencoba menyembunyikan rona merah yang kembali muncul di pipinya.

Di dalam mobil, Ziva langsung sibuk dengan ponselnya, mencoba mengabaikan kehadiran Damian di sampingnya. Namun, konsentrasinya buyar saat melihat sebuah pesan masuk dari nomor asistennya, Rika.

💌 Rika - Z Style.

"Nona, gawat! Vendor kain dari Negara B tiba-tiba membatalkan pengiriman untuk koleksi musim panas karena ada masalah logistik di pelabuhan. Mereka bilang stoknya dialihkan ke pembeli lain yang berani bayar dua kali lipat!"

Mata Ziva membelalak, wajah cerianya tadi hilang seketika, digantikan oleh gurat kecemasan yang nyata. Ini adalah koleksi vital untuk launching dua minggu lagi.

Damian, yang meski fokus menyetir, bisa merasakan perubahan aura di sampingnya, dia melirik sekilas dan melihat Ziva yang sedang menggigit bibir bawahnya sambil terus mengetik dengan panik di ponselnya.

"Ada masalah?" tanya Damian singkat.

"Bukan urusanmu," jawab Ziva ketus, meski suaranya terdengar goyah.

"Kalau itu berhubungan dengan bisnis, itu urusanku sekarang. Ingat, pernikahan ini adalah kontrak bisnis, bukan?" ucap Damian mengingatkan dengan nada datar yang menyebalkan.

Sebenar nya Damian tidak pernah berpikir untuk menjadikan pernikahan mereka sebagai kontrak bisnis, dia hanya mengikuti permainan calon istri nya.

Walaupun pernikahan ini hasil perjodohan dari orang tua nya, tapi Damian memiliki komitmen untuk hanya menikah sekali seumur hidup.

"Vendor kainku di Negara B mereka membatalkan sepihak. Katanya ada yang membajak stok kain sutra premium untuk koleksi musim panasku. Kalau kain itu tidak sampai minggu depan, produksi ku hancur," jawab Ziva menghela napas kasar, di tidak punya pilihan selain mengakui masalahnya karena dia butuh solusi cepat.

Damian tetap tenang, tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia meraih hands free dan menekan sebuah tombol di kemudinya.

"Riko," panggil Damian saat panggilan tersambung.

"Ya, Tuan?" suara Riko terdengar di pengeras suara mobil.

"Cari tahu siapa yang membajak pengiriman kain sutra dari vendor di Negara B pagi ini. Dan segera hubungi direktur pelabuhan, katakan padanya ada kargo milik Alexander Group yang tidak boleh dipindahkan ke kapal lain tanpa seizinku!" perintah Damian, tegas.

"Tunggu! K-kamu, apa yang kamu lakukan?" tanya Ziva menoleh dengan mata tidak percaya.

Damian tidak menjawab Ziva, dia masih fokus pada Riko.

"Dan satu lagi, Riko. Kirimkan draf akuisisi untuk mereka, Jika mereka lebih suka uang daripada integritas, maka aku akan membeli seluruh perusahaannya sekalian agar mereka tahu siapa yang harus didahulukan," lanjut Damian, memberikan perintah mutlaknya.

1
axm
😄😄
Noey Aprilia
Ga sbr nunggu mreka ktmu.....
abang posesif vs clon suami kutub....🤣🤣🤣
Mommy Ayu
para singa penjaga keluarga Willson sangat kompak melindungi si kucing nakalnya Damian 🤣🤣🤣
Mommy Ayu
aku langsung ngebayangin Damian yang kaku seperti robot sedang memakan telur gulung 🤣🤣🤣🤣
Mommy Ayu
waaaa.... keren Damian... langsung tindakan tanpa banyak pertanyaan
zylla
Hayo loh, gimana nasib Damian 🤣
zylla
little monster 🤣🤣🤣🤣
Siti Nurjanah
daddy ziva tau ternyata soal vendor..
crazy up dpng thorrrrr
Maria Lina
kok cuman 2 thor kmrn 3 hadeh
Tiara Bella
abangnya ziva posesif semua....awas km Damian siap² km
Ilfa Yarni
waw asyik ya kluarga Wilson Ziva punya abang2 yg keren
Tiara Bella
lama² suka sm suka...lama² pd bucin.....
Tiara Bella
foto wallpaper nya berubah jd aku gk engeuh Thor.....
el 10001
namanya kadang berubah ubah ya thor
koreksi ya semangat
Husen
jd pengin punya Abang..
tia
lanjut thor
Lyvia
🤣🤣🤣🤣🤣 konyol n lucu ni ziva
Narti Narti
luar biasa
Haryati Atik Atik
lama" jg bucin ni dua org🤣🤣
Noey Aprilia
Ziva mau nyerah ga????
bru brbgi air mnum aja udh baper...
kbyang nnti kl udh nkah,trs tnggal srumah....atw sekamar pula.....🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!