NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 29

Alam Rahasia – Ruang Inti Segel.

Ruangan itu luas, berbentuk kubah dengan dinding yang dipenuhi rune (huruf kuno) yang berkedip lemah. Di tengah ruangan, terdapat altar batu hitam yang dikelilingi kolam darah segar—darah dari para murid sekte lain yang telah dikorbankan.

Di atas altar, Fang Que berdiri dengan tawa gila. Tangan kanannya mencengkeram Jantung Void—seonggok daging kristal hitam seukuran kepala bayi yang berdenyut lambat. Dug... Dug...

"Kalian lihat ini?" teriak Fang Que, matanya yang tidak simetris (satu manusia, satu monster) menatap Ye Xing. "Ini adalah sumber keabadian! Dengan menyatukan ini ke tubuhku, aku akan melampaui Foundation Establishment! Aku akan menjadi Dewa Baru di dunia ini!"

Ye Xing menatapnya dengan tatapan kasihan. Dia menurunkan pedang beratnya.

"Fang Que," kata Ye Xing tenang. "Kau salah paham tentang satu hal."

"Apa?! Kau iri pada takdirku?!"

"Tidak. Aku kasihan," Ye Xing menggeleng. "Void tidak pernah mencari sekutu. Void hanya mencari makanan. Kau bukan Tuannya. Kau adalah piring makannya."

"OMONG KOSONG!"

Fang Que, didorong oleh kegilaan dan bisikan jahat dari benda itu, nekat menghunjamkan Jantung Void itu ke dadanya sendiri yang terbuka.

SPLAT!

Jantung hitam itu menempel pada daging Fang Que.

Seketika, tawa Fang Que berhenti. Matanya melotot.

"I-ini... Kekuatan... Kuat sekali..." gumamnya awalnya, merasakan lonjakan energi.

Tapi sedetik kemudian, ekspresinya berubah menjadi horor murni.

"Tunggu... Berhenti... Kenapa... Kenapa kau menyedotku?! BERHENTI! SAKIT!!!"

Fang Que menjerit histeris. Jantung hitam itu tidak menyatu dengannya. Benda itu justru menumbuhkan ribuan akar serabut hitam tajam yang menusuk masuk ke dalam pori-pori kulit, menembus tulang rusuk, dan melilit organ dalam Fang Que.

Tubuh Fang Que kejang-kejang. Kulitnya menyusut dengan cepat seolah disedot kering.

"TOLONG AKU! YE XING! TOLONG!!!" Fang Que mengulurkan tangannya pada musuhnya, memohon dengan putus asa.

Ye Xing tidak bergerak. "Sudah terlambat. Jiwamu sudah dicerna."

KRAK! KRAK!

Suara tulang patah terdengar mengerikan. Tubuh Fang Que mulai bermutasi. Punggungnya membungkuk, tulang belakangnya menonjol keluar menembus kulit menjadi duri-duri tajam. Rahangnya retak dan melebar hingga telinga, memperlihatkan barisan gigi yang runcing dan berlendir hitam.

Dalam hitungan detik, Fang Que si Jenius Sekte sudah tiada.

Yang berdiri di sana adalah monster setinggi tiga meter dengan kulit abu-abu pucat, cakar sepanjang pedang, dan lubang hitam menganga di dadanya tempat jantung itu berdenyut merah menyala.

"DAGING... SEGAR..."

Suara itu bukan suara Fang Que. Itu suara parau, ganda, dan bergema dari masa lalu.

Monster itu menoleh ke arah Trio Ye Xing.

"Lin Xiao! Perisai!" teriak Ye Xing.

Monster itu bergerak. Bukan lari, tapi teleportasi pendek (Blink) yang menjadi ciri khas Void. Dia muncul tepat di depan Lin Xiao.

BAM!

Cakar monster itu menghantam perisai Lin Xiao.

Lin Xiao, yang kini memiliki Tubuh Perunggu Purba, biasanya tidak bergeming. Tapi kali ini, hantaman itu membuatnya terseret mundur lima meter, kakinya membajak lantai batu.

"Berat sekali!" keluh Lin Xiao, giginya gemeretak menahan beban. "Ini setara serangan gajah mengamuk!"

"Tahan dia!"

Mei Wuchen melompat dari balik punggung Lin Xiao, menggunakan bahu temannya sebagai pijakan.

[Teknik Pedang: Hujan Bunga Perak!]

Mei Wuchen menusukkan pedang kayunya puluhan kali ke arah mata dan leher monster itu dalam satu detik.

Ting! Ting! Ting!

Tapi kulit monster itu sekeras baja. Serangan Mei Wuchen hanya meninggalkan goresan putih.

"Kulitnya terlalu tebal!" teriak Mei Wuchen, melompat mundur sebelum dicakar.

"Itu bukan kulit biasa. Itu lapisan pelindung ruang!" analisis Ye Xing dengan Mata Bintang-nya. "Serangan fisik akan dibelokkan sedikit sebelum menyentuh kulit aslinya."

Ye Xing memutar Pedang Tulang Naga-nya.

"Mei'er, alihkan perhatiannya! Lin Xiao, kunci kakinya! Aku akan menghancurkan pelindungnya!"

"Siap!"

Lin Xiao membuang perisainya. Dia meraung, lalu menerjang maju memeluk kaki monster itu dengan teknik gulat.

"Jangan remehkan berat badanku sekarang!" teriak Lin Xiao.

Berat tubuh Lin Xiao yang dimanipulasi buah ajaib menahan kaki monster itu di tempat. Monster itu mencoba menendang, tapi Lin Xiao bertahan mati-matian meski punggungnya dicakar hingga berdarah (darahnya kini berwarna agak keemasan dan kental).

Mei Wuchen berlari mengelilingi monster itu, menebas tendon dan persendiannya untuk mengganggu keseimbangan.

Ye Xing melihat celah.

Dia melompat tinggi. Kali ini, dia tidak menggunakan gaya berat. Dia menggunakan Resonansi.

Pedang di tangannya (inti Taring Ular Void) bergetar, menyamakan frekuensi dengan energi Void monster itu.

"Buka untukku!"

[Seni Pedang Berat: Pembatalan Void!]

Ye Xing menusukkan pedangnya lurus ke dada monster itu, tepat ke arah jantung hitam yang berdenyut.

Monster itu sadar akan bahaya. Dia mencoba menangkis dengan tangannya.

SREEET!

Pedang Ye Xing berhasil memotong lengan monster itu (karena resonansi energi yang sama), dan terus meluncur menembus dada.

JLEB!

Pedang hitam besar itu menancap dalam ke dada monster itu, tapi meleset sedikit dari jantung utama karena monster itu memutar badannya di detik terakhir.

"GRAAAAAHHH!"

Monster itu meraung. Gelombang kejut hitam meledak dari tubuhnya.

Ye Xing, Mei Wuchen, dan Lin Xiao terpental ke arah dinding ruangan.

BRUK!

Mereka jatuh keras.

Monster itu mencabut pedang Ye Xing yang menancap di dadanya, lalu mematahkannya menjadi dua dengan tangan kosong.

Krak.

Senjata andalan Ye Xing hancur.

Luka di dada monster itu menutup dengan cepat. Jantung Void memberinya regenerasi.

"Sial," Ye Xing menyeka darah di dahinya. "Regenerasi, Kekebalan Fisik, dan Kekuatan Mutlak. Kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar senjata tajam."

Ye Xing menoleh ke arah altar di belakang monster itu. Di sana, terdapat sebuah patung batu tua yang duduk bersila—patung Jian Wuchen (Dewa Pedang) dan Tian Feng (Dewa Bintang) yang saling membelakangi.

"Mei'er," panggil Ye Xing, napasnya tersengal. "Kau lihat patung itu?"

"Ya. Patung Ayah dan Kakek," Mei Wuchen memegangi lengan kirinya yang terkilir.

"Kita tidak bisa membunuh benda ini dengan kekuatan kita sekarang. Kita harus mengaktifkan Sisa Kehendak yang mereka tinggalkan di patung itu."

"Bagaimana caranya? Kita tidak punya waktu untuk ritual!"

Monster itu sudah bersiap menyerang lagi, mengumpulkan bola energi hitam raksasa di mulutnya.

Ye Xing menatap Mei Wuchen, lalu tersenyum nekat.

"Ingat teknik gabungan yang selalu gagal kita lakukan waktu kecil? Yang selalu membuat kolam ikan meledak?"

Mata Mei Wuchen membelalak. "Harmoni Bintang dan Pedang? Tapi Xing... kalau kita gagal sekarang, kita bukan meledakkan kolam, kita meledakkan diri sendiri!"

"Kau punya ide lain?"

Monster itu menembakkan bola energinya.

"Lin Xiao! Tahan bola itu 3 detik!" teriak Ye Xing.

"Tiga detik?! Bos mau membunuhku?!" Lin Xiao menangis, tapi dia tetap melompat maju, memungut pecahan pintu logam besar sebagai perisai darurat. "Dewa Kura-kura, lindungi aku!"

Ye Xing menarik tangan Mei Wuchen.

"Sekarang atau tidak sama sekali. Pinjamkan aku separuh jiwamu."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!