Warning!!! 🚫 Bagi yang tidak suka adegan kekejaman dan penyiksaan, sebaiknya TIDAK USAH DIBACA!!! OK?! 🚫
Agar tidak meninggalkan komentar jelek diawal ❌❌❌
Cerita HAPPY ENDING 😍 jadi usahakan apabila ingin membaca, jangan dikasih komentar jelek sebelumnya!!! 🚫🚫🚫
Cerita penderitaan seorang gadis yang bernama Naina. Yang setiap hari disiksa oleh seorang Tuan Muda kejam (Arjuna Wijaya Kusuma).
Saran Author: Cukup baca season 1 & 2 saja.
Terimakasih 😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat Bu Lita
Ting..... Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Tuan Herdinan.
" Hasilnya 99.9% mah..." Pak Herdinan tersenyum kepada sang istri.
" Syukur lah... Jadi tidak perlu diragukan lagi Naina adalah anak perempuan kita " Bu Lita memeluk erat suaminya dan dibalas kecupan hangat oleh pak Herdinan.
Ternyata mereka melakukan tas DNA di rumah sakit beberapa hari yang lalu.
Naina muncul bersama si kecil Elvan, Naina tersenyum melihat kemesraan orang tuanya itu.
" Naina... Mamah punya hadiah buat kamu..." Bu Lita memberikan sebuah kunci kepada Naina,
Sekarang Naina memanggil orang tuanya dengan sebutan mamah dan papah karena permintaan bu Lita sendiri.
" Kunci apa ini Mah? " Naina meraih kunci itu dari tangan ibunya.
" Ayoo ikut kami... " Bu Lita tersenyum sambil meraih si kecil Elvan kedalam pelukannya.
Bu Lita dan pak Herdinan berjalan menuju mobilnya, Naina turut melangkah di belakang pasangan itu.
Mobil mereka melaju hingga berhenti di suatu tempat. Tepat berada di tengah kota, Sebuah toko yang nampak baru di bangun. Bu Lita dan pak Herdinan membuka pintu toko itu dan memasukinya. Naina merasa heran kenapa orang tuanya membawa dia ke tempat itu.
" Naina sayang... Ini adalah hadiah dari mamah untuk kamu... Kamu bisa memulai sebuah usaha disini... terserah mau usaha apa, Kami akan selalu mendukungmu..." Bu Lita
Naina nampak berpikir kemudian ia memberikan senyum merekah nya kepada kedua orang tuanya itu.
" Mah... Aku ingin sebuah butik... Aku ingin tempat ini menjadi sebuah butik..." Naina nampak sangat senang.
" Wah... Mamah sangat senang mendengarnya. Besok mamah akan memperkenalkan kamu sama sahabat mamah, Dia ahlinya dalam hal ini. Kamu bisa belajar banyak sebelum kita memulainya. Oke! " Bu Lita
" Baik Mah..." Naina kembali tersenyum
Keesokan harinya bu Lita mengundang seorang sahabatnya. Beliau adalah seorang desainer ternama yang sangat sukses.
" Naina... Kenalkan ini sahabat mamah, Tante Rahma Anggara. " Bu Lita memperkenalkan sahabatnya itu kepada anaknya.
" Naina tante... " Naina menyambut tangan bu Rahma dan menciumnya.
" Naina... Kamu cantik sekali... " Bu Rahma menyentuh wajah Naina sambil menatapnya dengan rasa kagum.
Bu Lita sudah menceritakan pada bu Rahma tentang anaknya yang sudah ditemukan. Bu Rahma mengetahui semua hal tentang bu Lita. Hubungan mereka melebihi dari sekedar sahabat, melainkan seperti adik dan kakak kandung.
" Naina... sepertinya tante akan mengenalkan mu pada anak tante, Dia seorang dokter muda. Dia masih single lo sayang..." Bu Rahma mulai menggoda Naina.
Naina hanya tersenyum seraya menundukkan kepalanya. Mendengar kata DOKTER mengingatkan Naina akan Dokter Romi. Lelaki yang senantiasa membantunya disaat dia kesusahan.
" Bagaimana kabar Dokter Romi, Aku sudah meninggalkan nya tanpa pamit " Naina
Ketiga wanita itu sedang berdiskusi dengan sangat serius di ruangan itu, kadang tawa terdengar dari mulut mereka.
Tak terasa hari sudah mulai sore, Bu Rahma pamit.
" Rahma... Besok kemari lagi kan, Kamu masih harus mengajari Naina lo... " Bu Lita
" Iya iya... Aku pasti kemari... Dah Elvan ganteng... " Mencium si kecil Elvan yang berada di pangkuan bu Lita.
Si kecil Elvan membalasnya dengan tawa lucunya. Membuka lebar mulutnya yang mulus tanpa gigi itu.
Bu Rahma makin gereget melihatnya, ia mencium Elvan dengan mebenamkan wajahnya lama di wajah si kecil itu hingga ia menangis.
" Tuh kan... Ayo tanggung jawab nyium cucu gue sampe kayak gitu!!! " Bu Lita dengan wajah manyunnya menatap bu Rahma yang membalasnya dengan tawa sembari masuk kedalam mobilnya.
" Oh ya Rahma... Minggu depan kami akan mengadakan acara syukuran untuk merayakan pembukaan butik Naina dan bersatunya kami kembali. Jangan lupa ajak anakmu... Dia tuh jarang sekali mau berkunjung kerumah kami. " Bu Lita.
" Iya... Anak itu memang susah dimengerti apa kemauannya. Tapi aku yakinkan dia pasti datang... " Bu Lita menghidupkan mesin mobilnya dan melaju kearah rumahnya.
Setibanya di rumah, Bu Rahma melihat anaknya sedang duduk santai sambil mengotak atik ponselnya.
" Sayang... Kamu masih ingat gak sama cerita anak bu Lita yang hilang dulu? " Bu Rahma duduk disamping putranya.
" Bu Erlita Permana kan? ingat..." Jawab Lelaki itu masih asyik dengan ponselnya.
" ROMI.... Kalau diajak ngomong tu di liat donk!!! Jangan kamu fokus ke ponsel trus kayak bocah aza suka banget main game OL gitu..." Bu Rahma kesal dan merebut ponsel di tangan anaknya itu.
" Aduhhh Mah.... itu Lagi rame ramenya loh... Kalah deh aku mah... " Lelaki itu merengek pada Ibunya.
" Ok! baiklah... kenapa memang sama anaknya bu Lita? " Romi menatap wajah ibunya intens
" Anak bu Lita sudah di temukan... " Bu Rahma nampak sangat antusias
" Trus... " Romi masih dengan posisi sebelumnya
" Trus... trusss..., Eh nanti kalo kamu udah ketemu dia jangan naksir ya...." Kata bu Rahma menggoda anaknya
" Haha!!! Memang dia secantik apa hingga Anak ibu yang super ganteng ini bisa menaksir sama dia???" Romi dengan gaya sok cool nya
" Belum tau aja kamu... " Bu Rahma tersenyum
" Bu Lita akan mengadakan pesta syukuran untuk acara pembukaan butik anaknya sekaligus buat acara selamatan atas ketemunya anak mereka itu. Kamu harus datang, gak boleh ada alasan lagi! Bu Lita sudah memperingatkan itu pada ibu..." bu Rahma
" Tau aza tante Lita kalau aku jarang ikut ke acaranya mereka " Tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
" Nah makanya!!! Bu Lita sudah memperingatkan hal itu pada ibu..." Sambil melenggang pergi menuju kamarnya.
" Kalau ada pasien darurat bagaimana????" Romi berteriak pada Ibunya yang sudah menjauh
" Gak ada urusan!!! " Ibunya balik berteriak tanpa menoleh pada anaknya itu.
Romi terdiam di sofa itu sambil memikirkan sesuatu yang kembali terlintas dalam pikirannya.
" Tak ada yang mampu menyentuh hatiku hingga ke lubuk hatiku yang paling dalam selain dia..."
......................
" Naina sayang hari ini kita akan bersenang senang... karena hari ini papah gak masuk kerja... Jadi biar papah yang jagain Elvan dan kita akan menghabiskan waktu kita untuk memanjakan diri, bagaimana?! " tanya bu Lita saat mereka sedang sarapan pagi.
" Hey... hei... hei... Enak aja. Baru juga papah libur udah mau di tinggal aja... " Pak Herdinan terlihat tidak terima kalau para wanita itu meninggalkannya.
" Ayolah... Pah... Sehari ini saja, Kami ingin ke salon bareng untuk melakukan perawatan... sudah lama juga mamah gak ke salon karena kesibukan mamah. Setelah itu kami mau shopping sepuasnya..." kata bu Lita lagi
" Okelah... Asal mamah dan anak papah yang cantik ini senang... " Pak Herdinan mencolek dagu Naina yang sedari tadi hanya diam menikmati sarapannya.
Naina tersenyum, Walau Naina sudah menjadi orang yang berada. Naina tetap tidak pernah merubah prilakunya. Dia tetap sopan kepada siapapun. Kejadian menyakitkan dalam hidupnya membuat dia lebih tegar dalam menjalani hidup. Dia terlihat lebih dewasa dalam bersikap.
Bu Lita menciumi Wajah cucu kesayangan hingga ia puas. Begitu pula Naina, Ia seakan tak rela meninggalkan Elvan walau si kecil itu tinggal bersama kakeknya.
" Dah Elvan... " Bu Lita dan Naina masuk kedalam mobil yang sudah ditunggu oleh sopir pribadi pak Herdinan.
Pak Herdinan yang sedang menggendong si kecil Elvan memandangi mobilnya yang sudah menjauh.
" Hanya tinggal kita berdua, Elvan sayang... Kita akan melakukan apa ya hari ini... " Pak Herdinan mengajak bicara cucu kesayangan nya itu dan dibalas dengan senyuman oleh Elvan.
...****************...
kalau ikhlas
perasaan baru beberapakali hari Lo
ohy juna uda lht ankny blm y thor