NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERAYAAN ULANG TAHUN CACA

“Kamu tidak perlu khawatir terus-terusan ya, Caca,” ujar Rafi sambil memegang tanganku saat kita berjalan ke sekolah beberapa hari setelah kembali dari kampung. “Kita sudah memiliki rencana untuk mengatasi masalah itu. Ayah sudah bekerja sama dengan polisi untuk mengamankan semua orang yang kita cintai.”

Aku mengangguk tapi masih merasa sedikit khawatir. Namun rasa khawatir itu segera hilang ketika kita tiba di sekolah dan menemukan teman-temanku sedang menungguku dengan dekorasi kecil yang cantik di kelas.

“Selamat ulang tahun, Caca!” serukan mereka semua dengan suara meriah.

Aku terkejut dan melihat ke arah Maya yang sedang memegang kue kecil dengan lilin menyala. “Kalian tahu hari ini ulang tahun ku?”

“Tentu saja!” jawab Maya dengan senyum lebar. “Kamu pernah bilang ulang tahunmu pada bulan ini, jadi kita rencanakan kejutan untukmu!”

Kita merayakannya dengan sederhana di kelas, makan kue dan memberikan ucapan selamat.

Namun saat jam istirahat tiba, Rafi membawa aku ke halaman belakang sekolah yang sudah dia dekorasi dengan balon berwarna-warni dan bendera kecil.

Di tengah halaman ada meja yang diletakkan makanan dan kue ulang tahun yang lebih besar.

“Kamu juga merencanakan ini?” tanyaku dengan mata penuh keheranan dan bahagia.

“Sudah lama aku merencanakan ini,” jawab Rafi dengan senyum. “Aku tahu kamu tidak pernah merayakan ulang tahun dengan meriah setelah kita pisah. Jadi aku ingin membuat ulang tahunmu yang ke lima belas ini menjadi spesial.”

Tanpa diduga, Mama Lila, Pak Bara, bahkan Mama dan Ayahku juga datang menghadiri perayaan itu. Aku merasa sangat bahagia dan tidak bisa menahan air mata bahagia yang mengalir di pipiku.

“Kamu adalah orang yang paling spesial dalam hidupku, Caca,” ujar Rafi dengan suara yang penuh emosi saat semua orang menyanyikan lagu ulang tahun. “Terima kasih sudah kembali ke dalam hidupku.”

Setelah menyanyikan lagu, aku memotong kue bersama Rafi dan membagikannya kepada semua orang yang ada di sana. Pak Bara kemudian berdiri dan mengambil mikrofon kecil yang sudah disiapkan.

“Saya ingin mengatakan sesuatu pada kesempatan yang spesial ini,” ujarnya dengan suara yang kuat dan jelas. “Caca bukan hanya teman bagi anak saya Rafi. Dia adalah bagian dari keluarga kami dan telah membawa banyak kebahagiaan dalam hidup kita. Meskipun kita pernah melalui masa-masa sulit bersama, tapi cinta dan persahabatan yang kita miliki membuat kita lebih kuat.”

Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah, dan aku merasa sangat bangga serta bahagia. Mama kemudian mendekat dan memberikan hadiah padaku—sebuah buku cerita tua yang pernah aku baca bersama Rafi dulu.

“Aku menyimpannya khusus untukmu, sayang,” ujar Mama dengan senyum. “Aku tahu betapa kamu merindukan masa kecilmu bersama Rafi.”

Rafi juga memberikan hadiah padaku—sebuah kalung dengan liontin bintang kecil yang sama dengan gelang yang selalu kudikenakan. “Ini untukmu, Caca,” katanya dengan suara pelan. “Untuk menunjukkan bahwa kita akan selalu bersama, tidak peduli apa yang terjadi.”

Setelah perayaan selesai dan teman-temanku kembali ke kelas, aku duduk bersama Rafi di bangku taman dengan melihat hadiah-hadiah yang kudapatkan. “Ini adalah ulang tahun terbaik yang pernah aku alami,” ujar aku dengan senyum lebar.

“Kita akan merayakan ulang tahunmu setiap tahun dengan seperti ini,” janji Rafi dengan suara tegas. “Aku tidak akan pernah lagi membiarkanmu merayakannya sendirian.”

Saat kita sedang berbincang, sosok pria yang kita lihat di kampung beberapa hari yang lalu muncul lagi di dekat pagar sekolah. Dia melihat kita dengan wajah yang serius dan mulai mendekat. Rafi segera berdiri dan menghadapinya dengan sikap yang siap siaga.

“Siapa kamu dan apa yang kamu inginkan?” tanya Rafi dengan suara yang tegas.

Pria itu berhenti beberapa langkah dari kita dan mengambil napas dalam-dalam. “Nama saya Rio. Saya adalah anak dari salah satu anggota kelompok mafia lama yang dulu bekerja dengan ayahmu, Bara Pratama.”

Aku merasa sedikit takut dan mendekat pada Rafi. Namun Rio tidak menunjukkan tanda-tanda akan melakukan sesuatu yang jahat. Sebaliknya, wajahnya tampak penuh kesedihan.

“Saya datang bukan untuk menyakiti kalian,” lanjut Rio dengan suara pelan. “Saya datang untuk meminta maaf atas semua yang telah dilakukan keluarga saya terhadap kalian. Ayah saya sudah menyesal atas semua yang dia lakukan dan ingin membuat perbaikan.”

“Apakah ini benar-benar hanya itu yang kamu inginkan?” tanya Rafi dengan tetap waspada.

“Benar,” jawab Rio dengan mengangguk. “Saya juga ingin memberitahu kalian bahwa ada beberapa orang dari kelompok lama yang masih tidak puas dengan perubahan yang dilakukan oleh keluarga Bara. Mereka berencana untuk melakukan sesuatu yang buruk. Saya datang untuk memperingatkan kalian agar lebih berhati-hati.”

Kita semua terdiam mendengarnya. Pak Bara yang sudah mendekat dari kejauhan kemudian berbicara. “Kamu benar-benar ingin membantu kita?”

“Ya, Pak,” jawab Rio dengan sopan. “Ayah saya selalu mengatakan bahwa keluarga Bara adalah keluarga yang baik yang hanya terpaksa melakukan hal-hal buruk karena keadaan. Saya ingin membantu agar tidak ada lagi darah yang tercurah.”

Pak Bara berpikir sebentar kemudian mengangguk. “Baiklah, saya akan memberikanmu kesempatan untuk membuktikan diri. Kamu bisa membantu kita dengan memberikan informasi tentang apa yang mereka rencanakan.”

Rio tersenyum sedikit dan mengangguk. “Terima kasih, Pak. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu kalian.”

Setelah Rio pergi, kita semua merasa lega tapi juga tetap waspada. Meskipun ada bahaya yang masih mengancam, tapi kita tahu bahwa sekarang kita tidak sendirian dalam menghadapinya.

Kita memiliki keluarga dan teman yang siap membantu, bahkan orang seperti Rio yang datang dari latar belakang yang berbeda.

“Apa pun yang akan terjadi, kita akan menghadapinya bersama-sama,” ujar Pak Bara dengan suara yang penuh keyakinan. “Keluarga kita akan selalu saling melindungi satu sama lain.”

Aku mengangguk dan memegang tangan Rafi dengan erat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!