"Apa yang akan kamu lakukan jika harus menikahi pria yang seharusnya menjadi Ayah sambungmu?"
Ibu yang seharusnya menjadi pelindungmu tega meninggalkanmu demi mengejar cintanya, dan kamu yang dikorbankan!
Senja Irawan gadis kecil yang baru lulus SMA, terpaksa mengikuti kemauan Kakeknya untuk menikah dengan lelaki yang tak dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa zigant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Semua yang ada di ruangan rawat terkejut, begitu juga dengan Senja. ada rasa sakit yang menyentil hatinya, orang yang pertama mengisi hatinya melupakannya, air matanya mengalir deras di pipi putihnya. Senja membalikkan badan, dan melangkah dengan gontai meninggalkan Satya, saat langkahnya sudah sampai di pintu tiba-tiba Senja berhenti.
"Mmy," panggil Satya saat tangan Senja memutar handle pintu.
Senja diam mematung, kemudian membalikkan badannya. Senja melihat Satya berusaha bangun dari ranjang, segera berlari menghentikannya.
"Tetaplah berbaring jangan di paksa mengingatku, mungkin Bby tidak ingat Mmy lagi, tapi di hati Bby ada Mmy begitu juga sebaliknya di hati Mmy ada Bby," ucap Senja tersenyum walau air matanya masih mengalir.
"Siapa bilang tidak ingat sayang, jangan menangis lagi, jangan sedih ada Bby disini" ucap Satya sambil tersenyum
Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar ucapan Satya. mereka baru menyadari kalau Satya pura-pura hilang ingatan.
"Dasar anak nakal!" sungut Bunda sambil mencubit pinggang Satya.
"Cubit aja terus, Bun," kata Ranga yang kesal.
Satya hanya mendengus kesal saat mendengar ucapan Ranga, semuanya yang ada disitu hanya bisa menggelengkan kepalanya, bagaimana tidak bisa-bisanya Satya mengerjai istri, keluarga dan sahabat-sahabatnya.
"Kapan Bunda sampai?" tanya Satya
"Tadi siang sayang, bagaimana apa masih pusing, Nak?" tanya Bunda sambil mengusap kepala anaknya.
"Sudah baikan, Bunda jangan khwatir ya," ucap Satya sambil tersenyum.
Faisal yang dari tadi terdiam, menghampiri sahabatnya, Faisal hanya berdiri menatap Satya yang juga menatapnya.
“Lo gila ya! gue udah bilang kalau ada masalah itu di selesaikan, bukan lo bawak ke arena balap," ucap Faisal yang sudah kesal dengan Satya.
Kedua orang tua Satya yang mendengar ucapan Faisal terkejut, begitu juga dengan Senja.
"Apa maksudnya ini?" tanya Bunda.
Satya langsung mengalihkan pandangannya ke arah Bundanya, ingin rasanya Satya menyumpal mulut Faisal yang tidak tahu tempat.
Bunda yang melihat Satya hanya diam saja mulai menghampirinya, di tatapnya anaknya dengan tajam.
"Kamu tahu Bunda ke sini sangat mengkhawatirkan'mu, hah!" teriak Bunda sambil mengusap dadanya.
Mentari melihat itu segera menghampiri Bunda, kemudian Mentari mengajaknya keluar ruangan supaya hati Bunda tenang terlebih dahulu.
Tak lama Ayah Nugraha mengikuti Mentari dan istrinya ke luar ruangan, Menteri yang melihat Ayah Nugraha mengikutinya segera membalikkan badan menatapnya.
"Om, sebaiknya Om dan Tante pulang ke rumah saja untuk istirahat," ucap Mentari.
Ayah Nugraha menatap istrinya minta persetujuan, Bunda yang sudah merasa lelah hanya bisa menganggukan kepalanya saja tanda menyetujuinya.
Setelah mendapat persetujuan dari Bunda, Mentari segera masuk kembali ke ruang rawat Satya. Menteri menghampiri suaminya sambil membisikan sesuatu.
Yoga yang mengerti segera mengajak yang lain untuk pulang ke rumah istirahat. Setelah semuanya berpamitan untuk pulang, tinggallah Senja dan Satya saja berdua di ruang rawat.
"Maafkan Bby," ucap Satya sambil memegang tangan Istrinya.
"Bby kenapa minta maaf, ini sudah berlalu yang penting Bby selamat dan tidak melakukannya lagi, sekarang sudah ada Mmy kalau ada apa-apa berbagilah dengan Mmy," jelas Senja panjang.
"Ia sayang terimakasih," ucap Satya.
Senja tersenyum menatap suaminya yang masih berbaring dengan lemah, Senja naik ke ranjang berbaring di samping Satya, keduanya sama-sama istirahat, Satya berharap tidak ada Dokter atau perawat masuk.
Sementara di kediaman Yoga.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit Yoga sampai rumah segera membuka pintu, rumah terlihat sepi karena Nenek sedang pergi dengan Arnold, mungkin bik Asih sedang di belakang.
Yoga mempersilahkan Ayah dan Bunda untuk masuk, keduanya langsung masuk kamar tamu untuk istirahat, begitu juga dengan Faisal dan Ranga yang ikut menginap di rumah Yoga.
Mentari segera kekamar, untuk membersihkan diri saat akan keluar kamar Yoga menghentikan langkah Istrinya.
"Sayang, mau kemana?" tanya Yoga
"Mau menyiapkan makan malam, Mas istirahat saja," jawab Mentari kemudian pergi meninggalkan suaminya di kamar.
Yoga hanya menghela nafas panjang, walau di rumahnya sudah ada bik Asih yang membantu mengerjakan perkejaan rumah, Mentari tak segan-segan untuk membantu.
Saat Mentari sampai dapur melihat bik Asih sudah bersiap hendak pulang segera menghampirinya.
"Bik Asih," panggil Mentari.
"Ia Nyonya," jawab bik Asih langsung menghampiri Mentari.
"Apa Bibik sudah mau pulang?" tanya Mentari
"Eh..., ia Nyonya," jawab bik Asih
"Bik, bisa bantuin Mentari dulu enggak?" tanya Mentari sambil memeluk lengan bik Asih.
Bik Asih tersenyum dengan tingkah majikannya, tidak pernah membedakan majikan dan bawahan, bik Asih mengusap tangan Mentari yang memeluk lengannya.
"Minta bantuan apa, Nyonya?" tanya Bik Asih.
"Heheh...., bantuin Mentari masak ya, di rumah sedang ada tamu," bisik Mentari ke telinga bik Asih.
"Astagfirullah, Nyonya. Bibik kirain minta bantuan apa." kata Bik Asih sambil tersenyum.
"Ya...sudah ayo Bik," ajak Mentari berjalan beriringan dengan bik Asih.
Keduanya masak bersama, sesekali Mentari bercanda dengan bik Asih membuat keduanya tertawa bersama.
Setelah selesai memasak bik Asih di bantu Mentari menyiapkan hidangan di meja makan, Setelah azan magrib berkumandang bik Asih sudah selesai menyiapkan makan malam.
Mentari segera meninggalkan bik Asih di dapur, kemudian Mentari menuju kekamarnya untuk sholat Maghrib berjamaah dengan suaminya.
Saat Mentari membuka kamar melihat Yoga baru siap mandi hanya memakai sarung.
"Sayang, tolong baju Koko Mas," ucap Yoga minta tolong ke Istrinya
Mentari tersenyum segera mengambilkan baju suaminya, Yoga menerima dengan bahagia sudah lama menantikan momen seperti ini, Alhamdulillah Allah SWT menjabah doanya selama ini.
Mentari segera masuk kamar mandi, untuk membersihkan diri, tidak sampai lima belas menit Mentari sudah siap, keduanya melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
Selesai sholat Yoga segera mengganti bajunya, dengan pakaian santai, Mentari mengajak suaminya untuk segera makan malam bersama, Mentari juga mengajak Ayah dan Bunda Satya untuk makan bersama.
Semua sudah berkumpul di meja makan, kecuali Satya dan Senja. makan malam ini terasa berbeda bagi Yoga dan Mentari karena ada sahabat suami dan besannya.
Selesai makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol, Mentari asik mengobrol dengan Bunda, terkadang hanya terdengar suara tawanya saja.
Di rumah sakit.
Senja yang sudah siap sholat Maghrib, segera menghampiri suaminya, di ambilnya bubur di atas meja, Satya sudah bisa duduk sambil bersandar di ranjang, Senja membantu dengan menambahkan bantal ke punggung Satya.
Setelah Satya sudah nyaman, Senja memulai menyuapi suaminya dengan sabar dan telaten.
Saat keduanya sedang asik mengobrol datang Arnold dan Nenek Wati, di belakangnya di ikuti Arga dan Suci.
"Assalamualaikum, Nak, maaf Nenek baru bisa jenguk," ucap Nenek Wati sambil memeluk Senja.
"Ia Nek, tidak apa-apa," jawab Senja sambil membantu Nenek Wati duduk di samping ranjang Satya.
"Bagaimana bro, mau ngulang masa-masa sma lagi, hah!" ucap Arnold sambil menaikkan alisnya satu.
Satya hanya tersenyum, saat mengingat dulu dirinya sering ikut balapan liar bersama Arnold, dengan izin ke Bundanya mau belajar bersama dengan Arnold.
"Kalian dulu sering bikin Nenek jantungan," sahut Nenek Wati.
Arnold dan Satya tertawa bersama mengingat bagaimana Nenek Wati menjemputnya di kantor polisi, Karen di tangkap razia balapan liar.
Senja melihat suaminya sudah bisa tersenyum dan bercanda merasa lega, Senja yakin Satya semalam kesal kepada Ibunya.
Bersambung ya..
mohon dukungannya untuk Pengantin Pengganti Ibuku dengan cara like 👍 dan votenya kalau suka berikan hadiahnya 🙏🙏🙏