NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Bebas

Sejak kedua anaknya keluar dari Rumah Sakit, mereka berdua benar-benar tinggal di rumah Abi. Namun di rumah itu hanya ada para pembantu dan Zella. Rihana dan Rayhan tidak mempermasalahkan Ayah mereka yang semakin sibuk. Bagi mereka sosok Zella yang terlebih penting.

Hari yang ditunggu Rihana tiba, di mana Zella menepati janjinya untuk mengajak mereka mengunjungi makam ibu yang melahirkan mereka. Namun hari ini bukan Miko yang mengantar mereka, tapi supir khusus yang biasa mengantar jemput Rayhan. Sesampai di area makam, ada orang yang menunggu mereka dan siap mengantar mereka ke pusara yang di tuju.

Sesampai di pusara ibunya, Rihana melepas tangis kerinduan yang selama ini dia pendam sendiri. "Maafin Rihana bu. Rihana bertahun-tahun nggak pernah datangin ibu."

Rayhan tidak mengerti mengapa Kakaknya menangis seperti itu, dia menatap Kakaknya dan Zella bergantian. Zella memahami kebingungan Rayhan, dia memeluk anak kecil itu.

"Di depan kita ini adalah makam ibu Rayhan. Ibu yang melahirkan Rayhan dan Kak Rihana."

"Kata miss di sekolah, orang yang ada di makam itu berada di surga ya?"

"Iya, kita aaminkan semoga ibu kalian bahagia di sana."

Zella membaca surah pendek yang dia hadiahkan untuk yang terbaring di pusara itu. Zella mengusap nisan yang bertuliskan nama Fatma.

"Aku nggak tahu permasalahan kamu sama Abi. Tapi yang aku tahu, kamu sangat hebat karena melahirkan 2 anak yang sangat luar biasa." Zella mengusap kepala Rayhan dan Rihana bergantian.

"Dan sebentar lagi mereka akan menjadi anak-anakku. Terima kasih atas perjuanganmu mengandung, melahirkan, dan mengurus mereka. Mereka begitu hebat hari ini pasti karena peranmu dulu."

Jika sebuah janji sudah dipenuhi, rasanya bernapas pun lebih lega dari biasanya. Zella merasa harinya terasa lebih berkesan dari biasanya. Janji yang dia beri pada Rihana sudah dia penuhi. Senyum bahagia sangat mudah terukir di wajahnya.

Selesai melepas keluh kesah dan rasa rindunya pada pusara ibunya. Rihana mengajak Zella untuk kembali ke rumah Abi. Sesampai di rumah, Rayhan merengek ditemani berenang, dia belum puas berenang waktu itu, dan meminta Rihana dan Zella menemaninya.

Kedua adik-kakak itu bermain riang di kolam renang dangkal. Sedang Zella mengawasi mereka dari tepi kolam.

Ting!

Notifikasi pesan yang masuk ke handphonenya menyadarkan Zella dari lamunannya. Zella segera membuka isi pesan itu yang berisi sebuah berita dari laman resmi kepolisian. Zella langsung membuka tautan itu.

Pelaku pembunuhan wanita bernama Maria akhirnya terkuak.

Ternyata mantan suami korban terbukti tidak bersalah. Pelaku sebenarnya merekayasa seolah korban dibunuh oleh mantan suami, karena sakit hati cintanya ditolak korban, karena korban masih mencintai mantan suaminya. Pelaku dendam, hingga sengaja menjebak mantan suami korban.

Berita itu dilengkapi dengan bermacam bukti forensik yang menyatakan menemukan DNA pelaku di bawah kuku korban, juga mendapat cctv penculikan mantan suami korban yang diatur sedemikian rupa agar terlihat sebagai pelaku.

Kebebasan Ayah Zella pun disebut oleh petugas hukum yang terkait. Beliau mengumumkan kebebasan inisial B dalam sebuah video klarifikasi, bahwa Bagas terbukti tak bersalah.

Membaca semua isi berita itu Zella merasa sangat bahagia. Rasa yang membelenggunya selama ini rasanya terlepas begitu saja. Zella tersenyum bahagia, air mata haru pun lepas begitu saja. Ini kebahagiaan yang dia tunggu, walau harus dia tebus dengan sebuah pernikahan yang tak pernah dia inginkan.

"Tante." Rihana merasa aneh melihat Zella menangis menatap layar handphonenya.

"Tante kenapa nangis?" tanya Rayhan.

"Ada yang buat tante sedih? Kalau ada kasih tau kami. Kami akan bela tante!" sambar Rihana.

"Nggak ada yang buat tante sedih. Tante nangis karena tante bahagia. Ini tangis bahagia!"

"Tanggal pernikahan Tante sama Ayah sudah ditentukan jadi tante bahagia?" tebak Rihana.

"Bukan itu, tanggal pernikahan tante sama Ayah kalian belum ditetapkan, karena mengurus izinnya sedikit ribet."

"Lalu apa yang buat tante bahagia, sampai tante nangis?"

"Ayah tante akhirnya bebas dari penjara, dan dinyatakan tidak bersalah!" Zella sangat girang.

"Artinya sebentar lagi tante akan pulang?" Rihana memasang wajah sedih.

"Tante Zella memang akan segera pulang, tapi tante Zella akan kembali sebagai ibu kalian."

Zella, Rihana dan Rayhan kompak menoleh kearah suara itu berasal. Di sana Abi muncul, dia terlihat begitu menawan walau duduk di kursi rodan.

Zella tahu kebebasan Ayahnya berkat usaha Abi. Diluar kesadarannya, Zella berlari dan langsung memeluk Abi. "Terima kasih banyak! Anda telah memenuhi janji Anda membebaskan Ayahku."

"Ekh ehem! Belum muhrim!"

Suara tegas itu menyadarkan Zella akan kesalahannya. Rasa bahagia yang tumpah ruah membuat Zella lupa batasan dirinya dan Abi. Seketika Zella mengingat satu hal, suara dehaman itu sangat familiar. Zella mendongak, kebahagiaannya kian pecah saat menyadari sosok Ayahnya berdiri di belakang Abi.

"Ayah!" Zella langsung berlari kearah ayahnya dan memeluk erat laki-laki itu.

"Tadi main peluk Rakha saja. Ingat kalian belum sah!" tegur Bagas.

"Maaf, aku terlalu bahagia mengetahui Ayah bebas." Zella menumpahkan tangisnya dalam pelukan Bagas.

Abi tak peduli dengan suasana haru di belakangnya. Baginya momen indah yang hanya beberapa detik, serasa membekukan waktu di dimensinya. Andai dirinya punya mesin waktu, dia ingin mengulang detik-detik indah saat Zella langsung memeluknya.

Tiba-tiba Abi merasakan pelukan lagi, namun rasanya berbeda. Hal ini membuat Abi tersadar dari khayalan indahnya. Saat Abi menajamkan pandangannya, ternyata yang memeluknya barusan adalah putrinya.

"Ayah. Terima kasih sudah izinkan kami bertemu ibu."

"Kalian bahagia?" tanya Abi.

Rihana mengangguk begitu semangat.

"Ayah turut senang. Kebahagiaan kalian berdua dan--"Abi melirik sekilas kearah Zella. " Inilah yang tengah Ayah usahakan."

Bagas melepaskan pelukannya pada Zella. "Ayah sudah bebas. Saatnya kita kembali."

"Harus secepat ini?" sela Abi.

"Kami harus mempersiapkan segala sesuatu juga di sana, bukan?" sela Bagas.

"Maaf om Bagas. Persiapan pernikahan menjadi tanggung jawab Pak Abi. Kalian cukup berhadir," sela Miko.

"Tapi Zella belum menyampaikan berita ini pada ibunya. Kami butuh waktu untuk bicara dari hati ke hati." alasan Bagas.

Entah mengapa Abi merasa Bagas ingin membawa Zella pergi sejauh mungkin agar tak menikah dengannya. Namun dirinya juga tak punya alasan untuk menahan Zella tetap di rumahnya.

"Oh iya, aku lupa beri tahu Nyonya Zella. Kalau orang-orangku tengah mengotak-atik kediaman Nyonya Zella. Untuk memasang alat bantu Pak Abi selama menginap di sana." sela Miko.

"Menginap" Zella merasa aneh kalau Abi menginap di rumahnya walau setelah akad. Zella merasa akan sulit bagi Abi beradaptasi di rumah Zella. Abi yang biasa berada di rumah mewah dan luas. Sedang rumahnya sangat sederhana.

"Tentu harus dipersiapkan bukan? Karena setelah sah aku akan bermalam di tempatmu beberapa waktu." ucap Abi.

"Bukan masalah bermalam, tapi yakin Anda bisa tidur di gubuk saya?" Zella sangat tidak yakin Abi bisa menyesuaikan diri di rumahnya nanti.

"Itu yang tengah kami perbaiki, Nyonya Zella tenang saja." sela Miko.

"Terserah kalian! Lagian diriku juga sekarang milik Abi sepenuhnya bukan?" ucap Zella.

Abi tersenyum bangga mendengar kalimat itu.

"Jadi, mamanya Zella kemungkinan sudah tahu kabar ini?" ucap Bagas.

"Saya kurang tahu, om. Saya hanya bilang kalau tim yang datang utusan dari Nyonya Zella. Itu saja." jawab Miko.

1
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!