Sequel
" Semerbak wangi Azalea."
" Cinta Zara."
" Sah."
Satu kata, tapi kata itu bisa berakhir membuatmu bahagia atau sebaliknya.
Zayn Ashraf Damazal akhirnya mengucap janji suci di depan Allah. Tapi mampukah Zayn memenuhi janji itu ketika sebenarnya wanita yang sudah resmi menjadi istrinya bukanlah wanita yang dia cintai?
Cinta memang tidak datang secara instan, butuh waktu dan effort yang sangat besar. Tapi percayalah, takdir Allah akan membawamu mencintai PilihanNya. Pilihan hati yang akan membawa mu menuju surga Allah bersama sama
" Kamu harus tahu bahwa kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang tidak di takdirkan untukmu." _Ali bin Abi Thalib.
" Perempuan perempuan yang baik untuk laki laki yang baik, laki-laki yang baik untuk perempuan perempuan yang baik pula." _ QS.An - Nur 26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 : Ciuman pertama
Aretha duduk di nurse station, tangannya sibuk mengetik. Sebelum di lakukan tindakan operasi, Aretha selalu mengunjungi pasiennya terlebih dahulu.
Bangsal bedah sudah menjadi tujuan nya setiap hari.
Tidak lama kemudian, Zayn datang dan melakukan visit. Nampak olehnya Aretha yang sedang duduk sembari bersenda gurau dengan seorang perawat wanita.
Zayn terus menatap wajah Aretha. Hingga Aretha menyadari jika lelaki yang selalu membuatnya berdebar itu sedang tidak ada pekerjaan selain menatapnya.
Aretha membuang muka saat netranya bersitatap dengan Zayn. Kejadian tadi pagi masih membekas di ingatannya. Bagaimana Zayn yang memperlakukan nya dengan lembut dan manis tiba tiba mengusir nya dengan kasar.
Senyumnya yang merekah raib di telan kekesalan.
Zayn sepertinya paham dengan Aretha yang mulai cuek padanya. Ini semua karena ulahnya sendiri.
Akhirnya Zayn memilih duduk di samping Aretha. Namun, bersamaan dengan Zayn yang menjatuhkan tubuhnya, di saat itu juga Aretha berdiri dan hendak berlalu. Kebetulan sekali pekerjaannya selesai tepat waktu.
Tapi, niatnya yang merajuk karena kesal dengan ulah Zayn harus tertunda. itu karena Zayn menarik tangannya dan berakhir kembali duduk di tempat semula.
" Tunggu, aku tidak lama. " Ucapnya dengan satu tangan di keyboard dan tangan lainnya tetap memegangi tangan Aretha.
Mau tidak mau, Aretha kembali mengalah. Dengan tenang dan tanpa suara, Aretha duduk menunggu Zayn.
Beberapa menit berlalu, Zayn selesai juga, sisanya dia serahkan pada residen nya.
Zayn dan Aretha berjalan beriringan keluar dari bangsal bedah.
Tatapan iri perawat perawat yang bertugas terlihat begitu nyata kala Zayn dan Aretha berjalan berdampingan.
" Mereka pasangan yang sangat serasi. Keluarga Brawijaya memang luar biasa, dokter Ezar dan dokter Zara sudah membuktikannya, ini di tambah produk unggul lainnya, dokter Zayn dan dokter Aretha. Ketemu di mana sih, menantu ganteng dan cantik seperti mereka? "
" Benar sekali, aku pernah dengar kalau istrinya prof. Adam cantiknya tidak ketulungan. Aku percaya , karena beliau melahirkan bibit premium yang bisa kita nikmati setiap hari."
Keduanya tertawa bersama.
" Kau liat tatapan si kulkas kita tadi? "
Perawat yang satu mengangguk .
" Tapi aku salut dengan keteguhan iman dokter Retha. Andai aku di posisinya, aku sudah meleleh seleleh lelehnya. Tatapannya itu loh.....tidak kuaaaattt..."
" Iya, meski dokter Zayn terkesan arogan, tapi entah kenapa di samping dokter Retha, dokter Zayn jadi mati kutu. Ku rasa dokter Zayn cinta mati sama dokter Retha."
Segelintir pujian dan sanjungan untuk kedua dokter itu terus mengalir walau yang di gosipkan sudah tidak terlihat oleh mata.
*
*
Keheningan kembali mewarnai perjalanan keduanya pulang ke rumah. Aretha masih dengan wajah kesalnya, sementara Zayn dengan ekspresi bersalahnya.
" Tha...."
Zayn mencoba mengurai kesunyian.
Aretha menoleh dan menatap Zayn.
" Aku..."
Ponsel Zayn berdering.
" Aku angkat dulu." Ucapnya sembari melihat siapa yang menghubungi nya.
Di sana tertera nomor yang tidak di kenal. Karena itu Zayn membiarkannya saja, tidak menjawab panggilan tersebut.
Zayn mencoba mengajak Aretha berbicara." Yang tadi, aku..."
Telpon genggamnya kembalian berdering. Masih nomor yang sama. Aretha mulai terganggu begitupun dengan Zayn. Mau tidak mau Zayn mengangkat nya.
" Ya.."
" Zayn, aku ingin bertemu dengan mu, ada yang ingin aku bicarakan."
Zayn menatap Aretha. Suara itu, dia sangat mengenalnya.
" Maaf, aku sedang sibuk."
Zayn membuang ponselnya dan mendarat sempurna di samping Aretha.
" Simpan." Perintahnya.
Aretha mengambil telpon genggam milik Zayn dan memasukkan nya ke dalam tas.
Beberapa detik kemudian, ponsel itu berdering lagi. Aretha kembali mengambil dan memberikannya pada Zayn.
" Tidak usah di pedulikan. Itu telpon yang tidak penting." Ujar Zayn.
" Memangnya dari siapa mas?"
Zayn menghela nafas kasar.
" Kakak mu."
Aretha terdiam.
Kanaya. Ya, nama itu. Nama yang membuatnya akan meninggalkan Zayn jika dia kembali. Apakah sekarang sudah saatnya?
" Mas..."
" Iya..."
" Mbak Kanaya sudah pulang. Mengenai permintaanku beberapa bulan lalu, mungkinkah kamu bisa mewujudkannya?"
" Permintaan yang mana?" Zayn pura pura tidak tahu. Padahal wajahnya menegang dan tidak siap dengan apa yang akan di katakan Aretha.
Aretha menggenggam erat gamisnya. Dia mengatur nafas dan nada bicaranya agar tidak terdengar ingin menangis.
" Mari kita selesaikan sampai di sini saja mas." Tutur Aretha lancar tanpa hambatan. Hatinya terasa sangat hancur, tapi akan lebih baik jika di akhiri lebih awal.
Mobil berhenti mendadak. Zayn memegang erat kemudinya.
Wajahnya memerah menahan amarah.
" Kita bicara di rumah ! "
Zayn melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Aretha yang duduk di sampingnya hanya bisa beristighfar dalam hati sembari memegang seat belt dengan kuat.
Zayn tiba di Magnolia.
Raut nya menyeramkan saat dia berjalan mendahului Aretha.
Aretha mengikuti ke mana Zayn melangkah meski mengalami kesulitan mensejajarkan langkah Zayn yang memburu.
Zayn masuk ke dalam kamar di ikuti Aretha. Begitu Aretha masuk. Zayn mengunci pintu dan mendorong Aretha hingga wanita cantik itu berakhir terkapar di atas ranjang.
Zayn menindih tubuhnya.
" A..apa yang mas lakukan? Bukan kah mas mau bicara?"
" Aku sedang bicara. Kau tidak liat?" Ucapnya dingin.
" Tapi, kamu menindih ku, mas."
" Ini salah satu dari rangkaian pembicaraan kita."
Aretha menelan ludahnya susah payah. Tubuhnya tida bisa bergerak karena Zayn menguncinya.
Zayn menatap Aretha, tatapan yang sangat dalam mengisyaratkan keinginan yang sangat besar untuk memiliki wanitanya.
" Ingatan mu masih bagus kan? Aku tidak pernah menyetujui permintaan mu, dan lagi masalah enam bulan atau apapun itu, mulai sekarang aku tidak lagi peduli. Aku membatalkannya." Tegas Zayn.
" Tidak bisa mas. Aku hanya pengganti. Dari awal, Mbak Naya yang harusnya menikah dengan mu, bukan aku. Selama tiga bulan pernikahan kita, tidak ada hal istimewa yang terjadi. Aku tau kamu sangat mencintai mbak Naya. Jadi tidak ada gunanya kita terus bertahan dengan pernikahan ini jika tidak ada cinta di antara kita."
" Jika sekarang ku katakan aku mencintaimu , apa kamu percaya? "
Aretha menggeleng.
Zayn menghela napas panjang.
" Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membuat mu percaya?"
Aretha bungkam.
" Tadi kamu katakan tidak ada hal istimewa yang terjadi di antara kita selama tiga bulan terakhir ini kan?"
Aretha kembali tidak menjawab. Namun diamnya itu membuat Zayn tidak bisa lagi berdiam diri.
Akhirnya, Zayn mencium bibir Aretha.
Seketika, netra Aretha membulat sempurna, dia tidak punya persiapan dengan Zayn yang tiba tiba saja menempelkan bibirnya di bibir Aretha. Terkejut sudah pasti, tapi Aretha tidak bisa menghindar. Mau lari ke mana, tubuhnya di kunci dengan baik oleh Zayn.
Zayn melepas ciumannya. " Biar aku perjelas, tiga bulan yang kau katakan masih harus menunggu sampai besok. Jadi aku mematahkan pendapatmu. Apa perlu kita melakukan nya malam ini, heh? " Tanyanya mengusap lembut bibir Aretha.
" Me...Melakukan apa?" Aretha justru balik bertanya dengan ekspresi yang ketakutan namun bisa membuat Zayn tersenyum simpul.
" Yang belum pernah kita lakukan selama menikah."
" Apa itu? Ku rasa sudah semua..."
Di mata Zayn, Aretha semakin menggemaskan dengan raut wajah polosnya. Tanpa permisi, Zayn kembali meraup bibir ranum itu. Bibir indah yang selalu dia idamkan sejak lama.
Ciumannya bukan lagi menempel seperti di awal, tapi mulai terkesan brutal.
Karena pengalaman pertama, Aretha jadi sulit mengimbangi Zayn. Bahkan Aretha harus memukul dada suaminya sendiri agar melepas pagutannya.
Mau tidak mau Zayn berhenti, padahal dia sangat menikmati rasanya yang sangat luar biasa.
Aretha ngos ngosan. Dia menatap Zayn dengan wajah masam. Tapi yang di tatap justru tersenyum manis tidak sadar diri.
Zayn mengusap kembali bibir Aretha membersihkan sisa sisa salivanya yang ikut menempel.
Aretha tidak bisa berkutik.
" Kejadian tadi pagi, aku minta maaf. Aku juga tidak menyangka akan berucap kasar padamu. " Ujar Zayn.
" Tidak apa apa, mood seseorang biasanya akan selalu berubah. " Jawab Aretha masih mempertahankan kekesalannya.
Zayn tersenyum. Melihat senyum itu, netra Aretha jadi berkeliling ke segala arah, agar tidak bersitatap dengan Zayn. Jantungnya tidak terlalu aman dengan senyum maut itu.
" Kau tidak ingin menatap ku?"
Wajah Aretha bersemu merah.
" Baiklah, Aku akan mengulanginya lagi, ingat jangan lupa bernafas." Ujarnya terkekeh pelan.
Belum sempat Aretha menjawab. Zayn kembali menyerang. Rasa rasanya dia tidak pernah puas.
Dan sekarang semakin menjadi jadi, bukan hanya bibirnya, tapi tangannya mulai ikut bergerilya ke tempat tempat tersembunyi yang membuat Aretha berkeringat dingin.
Cukup lama Zayn menggoda Aretha hingga wanita itu mulai kelepasan, suara suara aneh mulai terdengar di telinga Zayn meski masih samar samar.
Tangannya yang sedang gentayangan membelai sekujur tubuh Aretha, memberikan sentuhan sentuhan hangat walau sang istri masih memakai pakaian lengkap, kini tiba tiba saja harus berhenti karena pintu kamarnya di ketuk dari luar.
Zayn mendengus dan terpaksa melepaskan Aretha.
Dengan langkah gontai dia berjalan ke arah pintu.
Pintu terbuka.
" Ada apa mbok?"
" Di bawah ada tamu tuan, dia mencari nona muda."
" Siapa?"
" Dia tidak menyebut nama, hanya mengatakan jika dia kakaknya nona muda."
...****************...
ini kalo Zayn sachet ga jadi² kebangetan sih, di serang mulu tiap mlm sama pagi Aretha nya 🤣🤣
mau penjelasan apa lagi kamu dari aretha. sudah ya, nikmatin saja sekarang kebersamaan kalian dengan bahagia.
up yg banyak thor