*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. NML
Happy Reading ✨
"gak nyangka banget ya kalau Sagara sudah mau menikah ,gue pikir dia belum punya pasangan karena selama ini dia memang tertutup soal kehidupannya" kata Iqbal sambil tersenyum senang karena Sagara segera akan menikah.
Iqbal menoleh ke arah Lala yang di ajak bicara namun diam saja tidak merespon sama sekali akan perkataan nya.
"kenapa lo diam aja sih , bukan sebagai teman respon Lo harusnya senang kaya gue" kata Iqbal yang merasa heran dengan diamnya Lala.
"gue seneng ko, tapi mungkin menurut gue ini terlalu tiba tiba aja " kata Lala yang membuat Iqbal tertawa heran.
"justru yang tiba tiba itu yang bikin kita senang sebagai sahabat dia , dia memang tidak pernah terbuka masalah hidup tapi sekali melangkah langsung mantap langkahnya" kata Iqbal lagi.
Lala terdengar menghela napasnya dan hal itu lagi lagi membuat Iqbal tertawa namun kali ini lebih keras lagi.
"jadi ini benar kalau Lo itu suka sama Sagara , jadi rumor selama hampir 5 tahun itu benar adanya ?" tanya Iqbal yang membuat Lala melihat ke arah nya .
"apa terlalu ketara ya kalau gue suka sama Sagara , Kan gue gak tahu kalau dia sudah punya pacar " kata Lala yang kali ini mengakui ketertarikan nya pada Sagara.
"gak salah memang Lo suka sama dia karena Lo gak tahu dia sudah punya pacar atau belum tapi kalau Lo sudah tahu seharusnya Lo sudah melangkah mundur dan pelan pelan lupain perasaan Lo itu " kata Iqbal yang tetap membuat Lala menghela napas panjang.
"hapus rasa Suka itu gak segampang kaya ngomong buat hapus tapi ini soal perasaan yang udah gue pendam sejak lama Iqbal " kata Lala .
"tapi sejak lama itu yang gue lihat Sagara gak pernah respon lo kan dan hal itu seharusnya buat Lo sadar kalau dia gak tertarik ke lo " kata Iqbal lagi.
"Lo gimana sih la,,, lo tahu kalau Heru suka sama lo tapi lo selalu nutup hati lo buat dia" kata Iqbal yang membuat Lala mendesis kecil.
"perasaan gak bisa di paksa Iqbal ,gue gak suka Heru lo kan tahu itu" kata Lala.
"nah sebaliknya Sagara dia juga gak suka lo " kata Iqbal.
"Kita itu sudah lama berteman bahkan jauh sebelum Sagara bergabung dan selama itu juga Heru masih menunggu Lo, kalau gue jadi lo sih gue akan milih Heru yang jelas jelas suka gue" kata Iqbal malam men-jodoh -jodohkan Lala dan Heru.
"ahhh malas lah bahas ginian cepat deh bawa mobilnya gue pengen cepat sampai rumah malas bahas hal ginian sama lo yang gak peka sama gue" kata Lala yang menyuruh Iqbal untuk cepat membawa mobil itu melaju menuju rumahnya.
*******
"Kaka sama Abang pulang duluan ya , kalau ada apa datang ke rumah kita cerita" kata bee yang seperti sudah paham kekesalan Nana .
"cerita apa ??? lagi malas bergosip " kata Nana yang menaikkan sudut bibir atasnya menatap kakanya .
"alah ,udah lah kita ini satu rahim tumbuh bersama dan Kaka tahu apa yang membuat kamu senang dan tidak senang" kata bee yang membuat Nana mengangguk kecil.
"mas,,, ayo pulang" kata bee mengajak Rio untuk pulang karena suaminya itu sedang bicara pada Sagara.
"Gara Abang pulang dulu , kalau butuh bantuan lagi kabarin aja " kata Rio menepuk pundak Sagara dan setelah nya pamit meninggalkan Sagara dan juga Nana.
setelah di tinggal kakanya dan Abang iparnya Nana berbalik melihat ke arah Sagara yang juga melihat nya.
"mau kemana kita???" tanya Sagara yang sudah berjalan mendekati nana sambil melihat jam di pergelangan tangan kirinya.
"kamu sudah gak ada kerjakan lagi di kantor???" tanya Nana ingin memastikan bahwa Sagara tidak memiliki pekerjaan yang penting lagi.
"aku mungkin bisa jalan jalan sama kamu kalau kamu mau ,soal pekerjaan aku bisa selesaikan nanti" kata Sagara yang kali ini merangkul bahu Nana dan membawa Nana berjalan keluar dari cafe untuk menuju mobilnya.
"tadi bagaimana?? apa aja yang kamu bahas sama Kaka dan Abang???" tanya Nana ketika mobil yang Sagara bawa Sudah menyusuri jalan raya.
"hanya membahas konsep resepsi kita bagaimana???" kata Sagara yang membuat Nana mengangguk.
"sudah pikirin mau bulan madu di mana ???" tanya Sagara kali ini yang membuat Nana menoleh melihat ke arah Sagara.
"apa bulan madu Perlu ya??? aku malah belum kepikiran sampai kesana" kata Nana yang memang tidak pernah memikirkan bulan madu.
"pasti yang ada di pikiran kamu itu liburan tidur dan malas malasan" kata Sagara yang sudah dapat menebak isi kepala Nana.
"nah kamu tahu, aku itu pikirannya cuman mau leha leha aja" kata Nana sambil tertawa. "tapi kalau kamu mau bulan madu ya bilang aja kita bisa tentuin mau di mana nanti " kata Nana yang juga tidak ingin memaksakan kehendak yang tidak ingin bulan madu sedangkan Sagara saja menginginkan hal itu.
"berarti aku boleh menentukan di mana ???" tanya Sagara yang membuat Nana menyipit menatap calon suaminya itu.
"jangan macam macam ya???" tunjuk Nana pada wajah Sagara.
"macam macam bagaimana? suami istri sah apa yang macam macam ???" kata sagara yang membuat Nana kini sedikit bergeser untuk melihat langsung wajah kekasihnya itu.
"ohh sejak kapan ya pikiran kamu jadi salah kaya gini , kamu di sana aku rasa kebanyakan bergaul sama bule ya ??? atau mungkin kamu kebanyakan ke pantai lihat perempuan pakai bikini jadi pikiran kamu rasa kotor" kata Nana bicara dengan nada cepat yang membuat Sagara mengangkat kedua alisnya mendengar nana yang bicara dengan satu tarikan napas.
"minum minum" kata Sagara memberikan tempat air minumnya pada Nana dan meminta Nana untuk minum dulu karena baru saja bicara dengan satu tarikan napas.
"aku gak haus" kata Nana menepis minuman yang Sagara berikan dan setelah itu meluruskan lagi duduknya melipat kedua tangannya di atas perut.
"aku yakin mata kamu itu sudah kenyang selama 8 tahun di sana melihat labu yang berjemur di bawah terik matahari" kata Nana yang membuat sagara bingung akan apa yang di bicarakan kekasihnya ini .
"ganti topik pembicaraan lagi ini???" tanya Sagara yang tidak mengerti.
"jangan sok polos wahai buaya, sok pura pura gak tahu lagi" kata Nana yang kali ini menatap Sagara sinis.
"gimana bentuk pantat mereka bagus ,mulus udah seberapa sering kamu ke pantai lihat begitu hah???" tanya Nana pada Sagara .
"lihat apa??? aku aja gak pernah ke pantai mana mungkin juga aku melihat yang seperti kamu bilang tadi " kata Sagara menyanggah perkataan Nana.
"ini nih pergaulan bebas suka bohong" kata Nana yang membuat Sagara tertawa.
"pergaulan bebas mana ada yang suka bohong , kalau menghamili anak orang, mabok, tawuran itu baru pergaulan bebas" kata Sagara masih sambil tertawa.
"ngeles aja terus kaya angkot ugal ugalan" kata Nana yang kesal.
***********