NovelToon NovelToon
Antara Balas Dendam Atau Cinta

Antara Balas Dendam Atau Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.

penasaran sama ceritanya? sini dibacaa

jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Happy reading all

 

Listrik sempat berkedip sekali ketika petir menyambar dari kejauhan.

Di dalam mobilnya, Afan akhirnya menghembuskan nafas panjang. Ia menyandarkan kepalanya ke kursi, menutup mata sejenak.

Ponselnya bergetar.

Nama yang muncul membuat rahangnya mengeras.

Bagas.

Afan tidak langsung mengangkatnya. Namun sering itu terus memaksa.

Akhirnya ia tekan tombol jawab.

"Ya?"

Suara di seberang terdengar santai, terlalu santai untuk malam sepenuh ini.

"Keputusan besar, fan. berani juga kamu mau menceraikan putri ku"

"berhenti menghubungi saya, saya sudah tidak punya urusan dengan keluarga anda lagi."

Bagas tertawa kecil. "sayangnya, saya masih punya urusan denganmu."

Hening.

"Apa maksud anda?"

"Rumah sakit bagian timur kota, lantai tiga." ucap Bagas pelan. "cuacanya dingin. nggak enak kalau ada orang sendirian disana."

Jantung Afan berpacu lebih cepat.

Devi.

"apa yang kamu lakukan?" suara Afan berubah rendah, penuh peringatan.

"belum apa apa" jawab Bagas ringan. "Tapi kamu tahu kan,orang bisa saja celaka. apalagi kalau masa lalunya terlalu menarik."

Telepon itu terputus.

 

Di rumah sakit, Devi masih berdiri di dekat jendela ketika ponselnya tiba tiba berbunyi. ia terkejut.

Nama Afan muncul di layar.

"Fan?"

"Kunci pintu ruang rawat Lo sekarang." Suara Afan terdengar tak seperti biasanya. Tegang. cepat.

"kenapa?"

"Lakuin aja, jangan buka buat siapa pun kecuali perawat yang Lo kenal. gua lagi otw ke sana."

Devi menelan ludah. "ada apa lagi ini?"

"gua jelasin nanti."

Sambungan terputus.

Perasaan tidak tenang itu kini berubah menjadi nyata.

Devi segera berjalan ke pintu, memutar kunci dengan tangan sedikit gemetar. Hujan di luar terdengar semakin deras.

Langkah kaki terdengar samar di lorong rumah sakit.

 

Tok.

Tok.

Tok.

Devi membeku.

"permisi, cek infus."

Suara perempuan. Tenang.

Tapi....perawat yang biasa menjaganya tidak bersuara seperti itu.

Devi mundur satu langkah.

"A- anu....sebentar lagi di toilet" jawabnya sedikit berbohong.

Gagang pintu bergerak pelan.

Terkunci.

Beberapa detik lagi sunyi.

Lalu langkah kaki itu perlahan menjauh.

Devi memegang dadanya yang berdabar kencang.

 

Di sisi lain kota, mobil Afan Melaju cepat. menembus hujan tanpa perduli lampu merah yang hampir terlewat.

Ini bukan lagi sekadar konflik keluarga.

Ini perang.

Dan Devi baru saja dijadikan bidak oleh mereka.

Sementara itu, di rumah mewah keluarga Clarissa, Shara menatap layar ponsel Bagas.

"Sudah?"

Bagas mengangguk pelan. "kita cuman mengetuk pintu."

"reaksi nya?"

"persis seperti yang kita harapkan."

Shara tersenyum tipis.

"Bagus. sekarang Afan tahu kita bisa menyentuh apa yang dia lindungi."

suara petir kembali menyambar.

Permainan baru saja dimulai.

 

Dan kali ini, tidak ada yang benar-benar aman.

 

Pagi itu, kamar rawat Devi terasa lebih hangat karena di penuhi oleh orang orang tersayang nya.

Vio berdiri paling dekat ranjang. Gadis itu biasanya cerewet saat dekat dengan Devi, tapi sekarang sangat berbeda. ia diam sekali.

Mala duduk di sisi lain, ia membawakan devi beberapa camilan di tangan nya.

Cantika dan clare-dua teman devi baru baru ini saat ia memasuki kuliah. Mereka bertdua juga datang, mereka membawa beberapa buah buahan yang segar.

Begitu melihat teman teman nya kini berkumpul kembali, itu membuat mata devi langsung berkaca kaca.

"Dev Lo kenapa nggak ngasih tau kita sih..." Suara Mala bergetar, setengah marah setengah lega.

Vio langsung memeluk Devi pelan, hati hati agar tidak menyakitinya.

"Jangan pernah ilang kek gitu lagi depp" Clare mengangguki ucapan vio.

"bener dev. bahkan gue sampe bingung, kok Lo gak berangkat saat di hari pertama kelas kedokteran di mulai." Cantika mengangguk setuju dengan ucapan Clare.

"Gue denger denger yang nyulik Lo itu—" Belum sempat Ucapan Cantika selesai, ucapan nya sudah di potong cepat oleh mala.

"Dev cepet sembuh ya? ntar kita biar bisa pergi ke mall bareng atau gak jalan jalan bareng. iya nggak vio?" Mala melirik vio.

Vio mengangguk semangat. "Betul!"

Cantika mendengus sebal karena ucapan nya di potong begitu saja.

Mala mendekat ke arah Cantika dan berbisik kepadanya. "Jangan sebut nama Clarissa di hadapan Devi, Lo tau kan? kalo Devi masih belum pulih sama trauma nya."

Akhirnya cantika faham mengapa Mala langsung memotong cepat ucapan nya.

Cantika mengangguk.

Setelah itu ruang rawat Devi kembali hangat, di temani oleh obrolan ringan dan canda tawa mereka.

 

1
Putu Sri utari
👍👍👍
Putu Sri utari
keren banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!