Raka terlahir dengan tubuh lemah, namun suatu hari ia menemukan sebuah bola berwarna putih didalam hutan terlarang yang ternyata adalah sebuah sistem yang bernama sistem dewa.
sejak saat itulah Raka menjadi seorang ahli bela diri yang akan menggemparkan seluruh daratan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Nona Maya si tangguh
'punya pelayan secantik dirinya tak rugi juga, setidaknya ada pemandangan indah yang bisa dipandang daripada terus-terusan melihat pepohonan dan jalan. Lagipula energi tubuhnya sangat cocok denganku' batin Raka yang wajahnya malah memerah saat mengatakan kalimat terakhir.
''baiklah kamu boleh ikut denganku tapi apa kedua orang tuamu sudah setuju?'' Raka takut kalau keputusan itu diambil sendiri oleh si nona bangsawan.
''kami tak masalah tuan muda, kami serahkan putri kami pada tuan muda'' jawab si tuan bangsawan, ia merasa pemuda yang menolong putrinya memiliki kepribadian yang baik mengingat dengan rela mengeluarkan pil tingkat tinggi demi orang yang baru ia temui.
''baiklah mulai sekarang kamu ikut denganku'' putus Raka.
''terima kasih tuan muda'' ucap si nona bangsawan dengan cepat dan tentunya dengan senyum yang sangat menawan hingga lagi-lagi membuat semua orang terpesona termasuk Raka sendiri.
'ternyata seperti ini rasanya mengagumi seseorang' batin Raka yang baru tau rasanya.
'yahhh tuan muda bakalan punya pendamping, aku kapan ya?' batin malik.
'semoga tuan muda dan nona muda berjodoh' batin Mina.
'mereka sangat cocok' batin paman Zeo.
'sepertinya aku harus merelakan tuan muda mulai sekarang' batin Lina, ia juga tau kalau dirinya tak pantas untuk orang seperti Raka. Dulu ia mengira Raka adalah seorang tuan muda bangsawan dan hal itu sudah membuat dirinya merasa kecil dan saat tau kalau Raka adalah seorang pangeran membuatnya semakin tak memiliki harapan. Biarlah rasa cinta ini memudar dengan seiringnya waktu berjalan pikir Lina.
''siapa namamu?'' tanya Raka.
''nama saya Maya tuan muda'' jawab si nona bangsawan.
''apa rumahmu di kerajaan obsidia?'' tanya Raka lagi.
''benar tuan muda'' angguk Maya.
''karena tujuan kita sama maka pulanglah dan berpamitan pada keluargamu sebab kita harus ke akademi bintang langit, nanti kita pergi keesokan harinya'' ucap Raka.
''baiklah, sekali lagi terima kasih tuan muda'' Maya akhirnya kembali ke keretanya bersama kedua orang tuanya dan senang akan pergi ke akademi bersama Raka.
Meskipun awalnya ia ingin pergi ke akademi seribu bunga namun kalau bersama tuan mudanya maka kemanapun pergi akan tetap ikut pergi.
Beberapa saat kemudian kelompok Raka kembali melanjutkan perjalanan, begitu juga dengan kelompok lainnya dan pada sore hari mereka mengantri masuk ke kerajaan obsidia.
Tiba-tiba seorang pengawal dari kelompok bangsawan mendekati kelompok Raka dan berkata.
''tuan dan nyonya bangsawan meminta tuan, para tuan muda dan para nona muda untuk tinggal di kediamannya saja''
''baiklah'' jawab Raka dari dalam kereta.
'bagus jadi tak perlu mencari penginapan lagi' batin Malik senang sebab tugas mencari penginapan biasanya menjadi tugasnya.
Beberapa saat kemudian kereta kelompok Raka mengikuti kereta kelompok bangsawan setelah memasuki gerbang kota kerajaan obsidia.
Disepanjang perjalanan banyak dilihat Raka berbagai toko yang menjual hasil dari tambang, mulai dari senjata, perhiasan hingga yang lainnya dan kota kerajaan obsidia terlihat sangat makmur. Bahkan tak ada pengemis di pinggir jalan.
Kedatangan kelompok Raka disambut dengan sangat hangat dan mereka diperlakukan layaknya seorang raja.
''mari tuan muda'' Maya sendiri yang menyambut Raka, dan merekapun diantar menuju sebuah paviliun yang cukup megah dan tenang sebab Maya sendiri bisa menebak kalau tuan mudanya menyukai yang namanya ketenangan.
Mereka dijamu dengan sangat baik dan mendapat makan malam mewah bersama seluruh anggota keluarga bangsawan.
''tuan muda terima kasih sudah menolong cucuku'' ucap seorang kakek tua yang ternyata kakeknya Maya, ia hampir saja mati saat mendengar cucunya terkena racun iblis dan senang bukan main saat cucunya malah bertemu dengan seorang tabib hebat yang bisa mengobatinya.
''sama-sama tuan, itu sudah kewajiban sesama manusia untuk saling tolong menolong'' balas Raka dengan sopan dan hormat sehingga membuat si keluarga bangsawan semakin tenang melepaskan Maya bersama Raka.
Tiba-tiba datang seorang pengawal lalu membisikkan sesuatu pada ayahnya Maya, ayahnya maya sedikit terkejut lalu menoleh pada Raka. Namun setelahnya dia menggeleng sebagai jawaban untuk pertanyaan si pengawal.
Raka dan paman Zeo tau kalau banyak orang tengah berkumpul didepan kediaman si bangsawan namun mereka pura-pura tak tau, mereka berkumpul disana karena mendengar bahwa Maya berhasil selamat padahal terkena racun iblis. Hal yang hampir tak masuk akal tersebut tentu saja mengundang rasa ingin tahu semua orang yang mendengarnya.
Tiba-tiba pengawal yang sebelumnya datang melapor kembali melapor dengan ekspresi yang lebih panik.
''APAAA? yang mulia raja datang kemari?'' ucap ayahnya Maya terkejut setelahnya menatap kearah Raka dengan tak enak.
''sa-saya permisi sebentar tuan muda, ada tamu yang cukup penting'' ucap ayahnya Maya dan diangguki Raka sebagai jawaban.
Saat Raka dan yang lainnya hampir selesai makan, tiba-tiba sekelompok orang memasuki ruang makan termasuk ayahnya Maya yang dengan raut wajah tak berdaya.
''yang mulia'' ucap kakeknya Maya dan seluruh anggota bangsawan berdiri lalu membungkuk hormat. Melihat keluarga bangsawan berdiri membuat Malik, Mina dan Lina juga ikut berdiri kecuali Raka dan paman Zeo.
Raka tak berdiri karena tak mau nafsu makannya rusak sedangkan paman Zeo akan mengikuti apa yang dilakukan Raka, ia melayangkan tatapan tajam pada sang raja kerajaan obsidia yang baru saja datang bahwa mereka tak pantas mendapat hormat dari tuan mudanya.
'dia sangat kuat, bahkan lebih kuat dari leluhur' batin raja kerajaan obsidia saat bersitatap dengan paman Zeo.
''salam hormat tuan muda dan tuan'' sapa raja kerajaan obsidia.
''tunggulah dan jangan ganggu tuan mudaku yang sedang makan'' ucap paman Zeo dengan dingin lalu menambahkan lauk yang disukai Raka kedalam piring Raka.
''tentu saja, silahkan tuan muda menyantap makanan dengan tenang'' jawab raja kerajaan obsidia yang tak sedikitpun tersinggung.
Raja obsidia dan orang-orang diluar menganggap keluaga Maya beruntung karena berhasil bertemu dengan tabib hebat sehingga mereka ingin bertemu tanpa tau orang yang ingin mereka temui lebih dari itu.
Anggota keluarga Maya juga ikut melanjutkan makannya bersama sang raja kerajaan obsidia namun dengan rasa canggung dan sangat berhati-hati.
Beberapa saat kemudian Raka menyelesaikan makannya dan semua orang juga menghentikan aksi makannya walaupun beberapa diantaranya belum menghabiskan makanannya.
''tuan muda bolehkah kita mengobrol sebentar'' pinta raja kerajaan obsidia yang sudah tak tahan lagi.
''tentu'' jawab Raka singkat padat dan jelas.
''mari yang mulia dan tuan muda'' ajak ayahnya Maya membawa mereka ketempat yang lebih privasi.
Pembicaraan hanya dilakukan kelompok Raka, raja dan perwakilannya beserta keluarga Maya sendiri.
''begini tuan muda, salah satu putraku mengalami sakit yang aneh dan sudah banyak tabib yang memeriksanya namun tak tau apa penyakitnya. Bisakah tuan muda membantu kami untuk memeriksanya'' pinta sang raja kerajaan obsidia.
''tapi aku bukan seorang tabib'' ucap raka hingga membuat semua orang kecuali kelompoknya sendiri terkejut.
''bukan seorang tabib? bukannya tuan muda yang menyembuhkan Maya dari racun iblis?'' tanya raja kebingungan.
''aku memang menyembuhkannya tapi aku bukan seorang tabib, aku hanya seorang peramu obat'' jawab Raka jujur.
Identitas seorang peramu obat semakin membuat semua orang terkejut sebab profesi itu sangatlah langka, bahkan lebih disegani dari seorang tabib.
''astaga bagaimana ini?'' bingung sang raja.
[Ting misi baru terpicu, sembuhkan sang pangeran dan mendapatkan buku teknik pedang mawar salju dan peta keberadaan hewan roh Phoenix api]
'phoenix api' batin Raka terkejut.