NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amplop Coklat

Rega lalu menoleh ke arah nadin yang sedang menyunggingkan senyumannya seperti meremehkan.

"sudahlah ga! lebih baik kamu sama aku aja! kita balik lagi membuat istri kamu cemburu!"

"lagian sepertinya dia disana lebih bahagia tanpa kamu karna ada arda" ucap nadin

rega hanya diam tidak menjawab semua ucapan nadin. Ia berusaha mencerna apa yang nadin ucapkan apakah itu benar atau hanya omongan negatif dari nadin yang mau menghancurkan keluarganya

"ucapan mu hanya angin lalu" jawab rega yang akhirnya membuka suara

nadin hanya tertawa kecil lalu berdiri dan membuang rokoknya di asbak yang ada di atas meja. ia berjalan menuju rega yang masih mematung tidak bergerak dari tempatnya.

"masih belum percaya? silahkan kamu samperin dia ke swiss. Perempuan itu sana sini mau hahaha" ucap nadin dengan tertawanya 

Plak....

"jaga bicara kamu! saya kesini mau menjebloskan kamu ke penjara! karna kamu otak dari semuanya!" ucap rega dengan nada tinggi

nadin hanya tertawa tanpa memegang pipinya. Ia terlihat seperti perempuan gila yang hilang arah.

"masalah kemarin? aku bahkan gak nyentuh kamu! gimana caranya kamu jeblosin aku ke penjara kalo kamu aja gak ada bukti?!" ucap nadin dengan angkuhnya

"tunggu aja! akan ada saatnya kamu mohon ke saya" kali ini rega dengan angkuhnya menyunggingkan senyumnya lalu beranjak pergi dari apartemen nadin.

"oke aku tunggu ya!" teriak nadin

rega memikirkan ucapan nadin tentang istrinya yang bahagia bersama arda. Di lobby rega bertemu altaf sahabatnya, namun mereka sudah lama tidak bertemu. terakhir bertemu sebelum rega menikah. tidak ada apa-apa diantara mereka, hanya kesibukan mereka yang membuat jarang bertemu.

"al! ngapain disini?" tanya rega

"eh ga... em- ketemu klien ga, iya itu" jawabnya gelagapan

rega hanya mengangguk "lu abis dari mana ga?" tanya altaf

"dari apartemen nadin" jawab rega

"kalian balikan?" tanya altaf

rega menggelengkan kepalanya lalu tersenyum dan meletakan tangannya ke pundak altaf

"gua ga mungkin balikan sama perempuan iblis itu" jawab rega dengan kekehan nya

"yaudah gua duluan ya. kapan-kapan kita kumpul lgi" lanjut rega

"ah iya ga" 

lalu mereka berpisah. rega sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan altaf dengan keadaan seperti ini. Sepertinya altaf tidak tau masalah ia dan ayra namun rega tidak mempedulikannya.

***

Swiss.

Musim sudah berganti. salju sudah sepenuhnya hilang namun udara masih terasa dingin.

ayra dan arda berada di pinggir sungai rhein. duduk di bawah pohon sambil memandangi sungai yang mengalir dengan tenang. mereka duduk berjauhan menyisahkan posisi di tengahnya.

Kedekatan ayra dan arda bertambah dekat namun hanya sebagai teman dan calon adik ipar karna arda mendekati adiknya ayra yaitu aruna.

"takdir tuh lucu ya-" 

"kita di pertemukan kembali sebagai calon ipar hahaha padahal kamu mantan aku" ucap arda dengan kekehannya

tidak ada tatapan cinta di antara mereka. semuanya sudah mereka tuntaskan, hanya ada tatapan tulus dalam pertemanan mereka tanpa melibatkan hati masing-masing

"aku percaya kamu da! kita putus baik-baik dan benar-benar sudah selesai dengan baik sekarang" ucap ayra tulus

aruna muncul dengan membawa kotak makanan.

"jangan clbk ya ka! ini punya aku!" ucap aruna sambil menggenggam tangan arda dan meletakan kepalanya di bahu arda

arda dan ayra hanya tersenyum

"gak ada yang mau ambil aku sayang" ucap arda mengelus surai rambut aruna

ayra yang melihat itu seperti memuntahkan sesuatu untuk menggoda adiknya itu

"huekk..." goda ayra

"karungin aja itu kesayangan kamu! nanti di gondol kucing nyaho kamu!" cibir ayra

aruna menoleh ke arah ayra dengan merajuk lalu arda hanya tertawa. 

"ka aya betah disini ya?" tanya aruna

"iya jadi terbiasa. tempat ini bener-bener bikin aku pulih" jawab ayra memandang aliran sungai

"tapi kamu punya kehidupan di sana, gak ada rencana pulang?" tanya arda dan di jawab anggukan oleh aruna mempertanyakan hal yang sama

ayra tersenyum tipis "mungkin aku gak akan pulang" jawab ayra

"maksudnya gimana kak?" tanya aruna bingung

ayra menghela nafas lembut lalu menoleh ke arah aruna dan menggenggam tangan aruna untuk menguatkan dirinya mengatakan yang sebenarnya.

"aku akan mengambil keputusan besar dan ini sudah aku pikirkan berkali-kali,"

"aku memilih mengajukan cerai ke rega" lanjutnya dengan meremas tangan aruna seraya menguatkannya

aruna lalu menoleh ke ayra dan memeluknya dengan erat.

"kak?" lirih aruna 

"tolong hargai keputusan kaka ya runa." bisik ayra di sela pelukannya

arda hanya mengelus punggung aruna yang masih memeluknya dan tersenyum ke arah ayra.

"gapapa, itu hak kamu ya" ujar arda 

di moment itu suasana sedih mendominasi, namun ayra merasa lega karna sudah mengungkapkannya walaupun itu terasa berat baginya.

"perlu aku temenin ngurusnya ka?" tanya aruna menawarkan diri

"gak perlu kok. aku udah ngajuin dari 1 minggu lalu, dan dengan tidak hadirnya aku disana akan mempercepat juga prosesnya" jawab ayra

"lalu udah sampai kak rega? trus perusahaan kaka gimana?" tanya aruna

"sudah, mbok sumi menghubungi aku kemarin. kalo perusahaan tetap aku pegang tapi bedanya ga langsung turun aja melainkan jarak jauh" 

"bang arven pernah bilang, kalo aku udah ga sanggup bisa pulang ke abang karna pintu selalu terbuka untuk aya." lanjut ayra

setelah mengucapkan itu. arda mencairkan suasana dan kini suasana kembali hangat tidak seperti awal.

***

ibu kota.

setelah 3 bulan lamanya. akhirnya rega memutuskan pulang ke rumahnya yang ia tinggali bersama ayra. Semuanya sama, tata letak masih sama tidak ada yang berubah. yang berubah hanya kosong saja.

"pak..." panggil mang karto

rega menoleh. ia melihat mang karto membawa amplop coklat lalu memberikannya ke rega

"ini apa?" tanya rega bingung 

"dari non aya pak.. kemarin mbok sumi yang kasih ke saya" jawab mang karto

tanpa membaca tulisannya yg ada di depan amplop itu. rega langsung membuka dengan terburu-buru

"permohonan perceraian? pengadilan agama?" gumam rega

"mbok sumi ga sanggup ngasihnya ke pak rega jadi nyuruh saya yang memberikannya" ucap mang karto

tanpa pamit rega langsung pergi ke kamarnya dan memasukan amplop coklat itu ke dalam kopernya beserta bajunya dengan asal.

rega menghubungi gio untuk mempersiapkan penerbangannya menuju zurich. ia ingin memperjelas maksud istrinya memberikan ini apa?

"yo tolong siapin penerbangan tercepat hari ini ke zurich dan lo ikut gua!" perintah rega

"zurich? ngapain? kantor gimana ga?" tanya gio bingung

"om bima ambil alih sementara." jawab rega lalu memutuskan panggilannya

sampai di bandara rega hanya diam memandang pesawat yang terparkir di depan matanya.

"kenapa tiba-tiba banget ga ke zurich?" tanya gio

"dia ngajuin cerai yo" lirih rega 

tatapannya kosong, ia terlihat berantakan. tidak mempedulikan penampilannya. hanya ingin jawaban dari ayra 

"lo udah cek itu asli atau palsu?" tanya gio

"udah.. gua langsung hubungi dan mereka konfirmasi kalo itu benar ayra yang mengajukan" jawab rega

gio menghela nafasnya panjang. kini ia juga bingung bagaimana menghadapi rega yang sedang patah semangat.

Pesawat lepas landas meninggalkan kota. Saat langit mulai gelap. Rega memejamkan mata, namun bayangan ayra justru semakin jelas. Tiga bulan tanpa kabar dan kini surat ini menjadi jawaban paling menyakitkan.

di kursi sebelahnya, gio hanya diam memberi ruang.

"kalau memang mau pergi, seenggaknya aku denger dari mulut kamu langsung aya" gumam rega

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!