NovelToon NovelToon
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Era Kolonial / Mengubah Takdir / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

Aku membuka mata di sebuah ranjang berkelambu mewah, dikelilingi aroma parfum bunga yang asing.
Cermin di depanku memantulkan sosok wanita bertubuh besar, dengan tatapan garang dan senyum sinis—sosok yang di dunia ini dikenal sebagai Nyonya Jenderal, istri resmi lelaki berkuasa di tanah jajahan.

Sayangnya, dia juga adalah wanita yang paling dibenci semua orang. Suaminya tak pernah menatapnya dengan cinta. Anak kembarnya menghindar setiap kali dia mendekat. Para pelayan gemetar bila dipanggil.

Menurut cerita di novel yang pernah kubaca, hidup wanita ini berakhir tragis: ditinggalkan, dikhianati, dan mati sendirian.
Tapi aku… tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku akan mengubah tubuh gendut ini menjadi langsing dan memesona.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu Salah di Matamu

Selesai makan siang, Nateya mengelus kepala Anelis, sebelum menyuruh Bi Warti mengantar si kembar ke kamar mereka.

“Biar mereka beristirahat,” ucapnya lembut.

Namun sebelum berlalu, Bi Warti menyerahkan sebuah surat undangan ke tangan Nateya.

“Nyonya… ini tadi dititipkan Nona Amara. Katanya undangan makan malam.”

Nateya menerima undangan itu. Ia membuka perlahan, membaca sekilas tulisan rapi berbahasa Belanda di dalamnya. Senyumnya tipis, hampir sinis.

"Baik. Aku mengerti. Terima kasih, Bi Warti.”

Setelah Bi Warti membawa anak-anak pergi, keheningan kembali menyelimuti ruang makan.

Nateya pun kembali ke kamar dan menutup pintu. Ia duduk di meja tulis, kembali menulis daftar menu sehat, lengkap dengan racikan minuman herbal yang berkhasiat meluruhkan lemak. Tangannya menggerakkan pena dengan lincah, seolah otak medis modernnya berpacu dengan semangat baru.

Di samping catatan itu, ia menulis jadwal olahraga. Targetnya jelas: dari bobot 80 kilogram, ia harus menurunkan 30 kilogram hanya dalam sebulan. Angka itu terdengar gila, tapi Nateya tersenyum penuh tekad.

“Tubuh ini harus berubah. Aku akan membuat semua orang tercengang."

Begitu menuliskan titik terakhir di jadwalnya, Nateya menegakkan tubuh. “Mengapa harus menunggu besok? Bukankah lebih baik aku mulai dari sekarang?” gumamnya.

Ia menoleh pada cermin, menatap tubuh tambun Seruni yang terbungkus kebaya hitam. “Sedikit penurunan sebelum jamuan makan malam besok pun sudah berarti banyak.”

Ia memejamkan mata, membayangkan setelan olahraga yang nyaman. Seketika, cahaya berkilau muncul di hadapannya. Saat cahaya itu meredup, tampak sepasang baju olahraga modern. Kaus ketat warna hitam dipadu celana training stretch biru tua dengan garis putih di sisi.

Bibir Nateya melengkung puas. “Sempurna.”

Lalu, ia membayangkan sebuah alat pembakar lemak yang efektif. Dalam sekejap, di sudut kamar muncul sebuah skipping rope berwarna merah menyala, seolah baru keluar dari toko olahraga masa depan.

Dengan hati riang, Nateya melepaskan kebayanya, lalu mengenakan setelan olahraga itu. Perasaan ringkas, bebas, dan ringan menjalari tubuhnya.

Ia meraih tali skipping dan mulai berlatih. Tubuh Seruni memang berat, tetapi dengan teknik dan stamina dari jiwa Nateya, ia mampu melompat dengan ritme teratur. Napasnya teratur, peluh mulai bercucuran. Meski begitu, senyum tidak pernah lepas dari wajah Nateya.

Si tengah semangatnya, terdengar bunyi pintu berderit. Nateya sontak berhenti, jantungnya terlonjak. Ia menoleh cepat.

Di ambang pintu, berdiri sosok tegap berseragam militer—Jenderal Elias, suami Seruni.

Tatapan dinginnya menusuk, alisnya berkerut rapat melihat pemandangan yang tidak biasa: istrinya yang tambun, kini berkeringat, memakai pakaian aneh, dan bergerak dengan penuh energi.

“Seruni, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Jenderal Elias. Suara baritonnya terdengar berat, rendah, bercampur dengan nada heran.

Alih-alih menjawab, Nateya justru menarik napas, lalu tersenyum penuh tantangan. Ia malah balik bertanya dengan suara tenang.

“Dan, kenapa Jenderal Elias hari ini sering masuk ke kamarku tanpa izin?”

Ia melangkah maju satu langkah, sorot matanya berkilat. “Bukankah tadi kau bilang akan pulang larut malam? Atau jangan-jangan kau mencari Amara?”

Nama itu meluncur tajam dari bibir Nateya. Senyumnya berubah sinis. “Kalau begitu, kau salah tempat. Amara tidak ada di sini. Dia sudah pulang ke rumah orang tuanya.”

Ruangan seketika mencekam. Elias menatapnya, sulit dibaca apakah itu kemarahan, keterkejutan, atau sekadar keheranan pada perubahan mendadak istrinya.

Elias mendengus pelan. “Jangan memulai pertengkaran, Seruni. Aku pulang bukan karena urusan sepele. Aku mendapat laporan dari Victor bahwa istri Jenderal Bastian datang ke rumah ini dan bertengkar denganmu. Apa itu benar?”

Nateya mengangkat dagunya, sorot matanya berkilat tajam. “Jadi Victor, yang mengaku ajudan setiaku, ternyata hanya tukang mengadu.”

Nada suaranya penuh sinisme, membuat kerut di dahi Elias semakin dalam.

“Jangan salahkan Victor,” balasnya dingin. “Itu memang tugasnya. Ia harus melapor padaku apa pun yang terjadi. Dan sekarang aku ingin tahu…masalah apa lagi yang kau buat, Seruni? Kenapa sampai bertengkar dengan Eleanor?”

Nateya mendengus, dada naik-turun menahan getir. Ia menyilangkan tangan di dada, tubuhnya tegap walau lingkar pinggangnya besar.

"Ah, tentu saja. Bagimu, aku selalu biang onar. Jadi, apa pun yang kulakukan akan selalu terlihat salah di matamu.”

Tatapan Nateya tidak goyah sedikit pun. Sambil maju perlahan, ia melanjutkan kalimatnya.

“Kalau kau ingin tahu penyebabnya, tanyakan langsung pada Victor. Bukankah dia lebih kau percaya?”

Elias melangkah maju, aura dingin militernya mengurung ruangan. Suaranya merendah, tajam bagai pedang.

“Aku bertanya pada istriku. Jadi, kau yang harus menjawab, Seruni.”

Seringai tipis menyungging di bibir Nateya. Mulai detik ini, ia akan melawan dominasi Elias.

“Percuma. Apa pun jawabanku akan kau cap sebagai kebohongan. Lebih baik, kau menjenguk Julian dan Anelis di kamar. Biarlah mereka yang bercerita. Sekarang, keluar dari kamarku."

Kata-kata Nateya yang lugas, nyaris seperti pengusiran, membuat rahang Elias menegang. Sorot matanya menyala marah.

“Kau….” desisnya lirih, hampir seperti geraman. Ia tidak terbiasa diabaikan, terlebih oleh istrinya sendiri.

Dalam sekejap, Elias meraih lengan Nateya dengan cengkeraman kuat.

“Kau harus ikut denganku ke kamar Julian dan Anelis,” perintahnya keras.

Tak kenal takut, Nateya mencoba meronta. Namun, Elias lebih sigap. Dengan gerakan cepat yang mencerminkan jam terbang seorang perwira, ia meraih pinggang istrinya lalu melingkarkan lengannya erat-erat. Tubuh Seruni yang besar sekalipun tak mampu melepaskan diri.

Napas Nateya tercekat. Ia bisa merasakan otot-otot keras Elias menekan tubuhnya, mengunci geraknya.

Elias menunduk, bibirnya nyaris menempel di telinga Nateya. Suaranya turun menjadi bisikan yang menggetarkan, dan penuh ancaman.

“Meski tubuhmu kuat, kau lupa siapa aku. Aku sudah terbiasa melatih diri, terbiasa bertempur di medan perang. Kau tak akan pernah bisa melawanku, Seruni.”

Ruangan seketika hening, hanya terdengar napas keduanya yang saling bersahutan. Nateya merasakan degup jantungnya berpacu, bukan hanya karena kaget, tetapi juga karena getaran asing yang berdenyut di bawah kulitnya.

1
Visitor1885
bagus tapi sayang harus bayar 😩 gak bisa kah di tonton pake iklan?
Visitor1885
Seruuu
Visitor1885
penasaran
Yune Z
kalau kyak gini mah kejahatan menang donk ya amara menari nari
Yune Z
sbnrny elias ga suka amara.. cumn krna baik aja kali ya bukti nya amara yg jahat elias ny biasa z
aryanti widodo
diiih.....modus 🤣
Irma Dwi
keasyikan baca sampai lupa komen🥰
Siti Aisyah
suka semua...krn mereka menampilkan keindahannya masing.masing..dikerajaan atau pun clasic...sama.sama bikin tersenyum kebahagian nya menular ke pembaca sampai menembus layar...😍😍
Siti Aisyah
di dunia yg berbeda mereka akhir nya menempuh ke bahagian nya masing.masing...💝💝
Siti Aisyah
jarang.jarang ada jiwa lintas dunia bisa kembali lg ke raga aslinya...krn sdh mati atau jasad nya sdh tdk ada..cerita unik
Siti Aisyah
cemburu mu telat, jendral.🤣🤣
Siti Aisyah
visual nya keren...seruni cantik dan seksi...Elias tampan tp sayang sifat nya tdk tegas...aldrick tdk kalah tanpan smg cinta selanjut nya seruni..dan berbahagia 💝
Siti Aisyah
baru kali ini aku baca ada novel berbau sejarah..ini author nya ini kreatif dan cerdas sekali sampai hapal banget dgn sejarah jaman kolonial belanda..author nya suka dgn sejarah kayak nya..klo aku dlu pusing terlalu byk yg hrs dihapal diluar kepala..🤭😂
btw salut sama othor nya ..byk pelajaran yg disimak meskipun ini jmn penjajahan ada plus minus nya..meskipun aku benci dgn penjajah dlu sampai sekarang...merdeka tp msh terbelenggu..
bravo thor..semangat trs dgn menciptakan karya.karya mu yg berbobot lg..👍💪🏼💐🥰🔥
Siti Aisyah
cerita mu bgs sekali thor...baca novel plus baca sejarah jaman hindia belanda ...
aku sdh kirim vote dicerita ini...👍🔖
Siti Aisyah
🤣🤣🤣🤣🤣emang enak di cuekin...itu lah balasan utk suami yang mengabaikan istri nya..
Someone
👍👍
xiaoziya
Luar biasa, ceritanya bagus ,ga bertele tele seru
This Is Me
Semua sudah mendapatkan hukuman masing²
This Is Me
Ah...kenapa Elias harus wafat😭😭
This Is Me
Karya yang bagus banget. Kisah cinta yang manis setelah melewati cobaan yang begitu dasyat.
Ditunggu karya² lainnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!