NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

menceritakan perjalanan waktu saka,yang berusaha mengubah masa depan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 Gema dari Celah Dimensi

Setahun telah berlalu sejak runtuhnya Menara Paradoks. Saka kini menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tingkat pertama di jurusan Teknik Mesin. Bagi dunia, dia adalah pemuda yatim piatu yang bekerja paruh waktu sebagai tukang servis jam di Jalan Braga. Tidak ada yang tahu bahwa di balik jari-jarinya yang cekatan, tersimpan rahasia tentang jutaan detik yang pernah ia hapus.

Kehidupannya dengan Anita pun dimulai dari nol. Mereka berkencan, menonton film, dan belajar bersama tanpa Anita pernah tahu bahwa pria di sampingnya adalah orang yang pernah mati demi keselamatannya. Semuanya tampak sempurna, sampai suatu malam di sebuah gang sempit di belakang kampus.

Saka sedang berjalan pulang ketika langkahnya terhenti. Udara di sekitarnya mendadak menjadi sangat dingin, dan uap napasnya terlihat di udara malam yang seharusnya hangat.

Tik... tik... tik...

Suara detak jam yang sangat keras bergema dari tembok-tembok gang. Saka melihat ke pergelangan tangannya. Luka parut yang sudah lama hilang itu tiba-tiba muncul kembali, namun kali ini bukan berwarna emas, melainkan hitam pekat.

"Tidak mungkin," bisik Saka. "Semuanya sudah berakhir."

"Waktu tidak pernah benar-benar berakhir, Saka. Ia hanya berputar," sebuah suara yang sangat ia kenal menyapa dari kegelapan.

Dari balik bayang-bayang, muncul seorang pria dengan setelan jas rapi. Itu adalah Rian. Tapi ini bukan Rian yang dikendalikan parasit, melainkan Rian yang tampak jauh lebih dewasa, mungkin berusia 40 tahun. Ia memegang sebuah koper besi kecil yang memancarkan energi kronos yang stabil.

"Rian? Dari garis waktu mana lagi kamu berasal?" Saka memasang posisi waspada.

"Aku berasal dari garis waktu di mana kamu berhasil menyelamatkan semua orang, Saka. Garis waktu yang seharusnya menjadi 'Masa Depan Sempurna'," ucap Rian dewasa itu dengan nada sedih. "Tapi ada satu masalah. Karena kamu menghapus dirimu sendiri dari sejarah, terjadi kekosongan kekuasaan di dimensi kronos. Dan sesuatu yang lebih buruk dari The Eraser telah mengisi kekosongan itu."

Rian membuka koper besinya. Di dalamnya terdapat sebuah fragmen kristal yang berdenyut seperti jantung.

"Ini adalah Sisa Ingatan Ibu," kata Rian. "The Eraser memang jahat, tapi dia benar tentang satu hal: Ibumu tidak terhapus, dia terperangkap di Zona Nol—tempat di mana semua orang yang dilupakan oleh waktu berkumpul. Dia sedang menunggumu, Saka."

Saka merasakan hatinya bergetar. Ingatan tentang ibunya yang selama ini hanya berupa kabut abu-abu tiba-tiba menyengat pikirannya. Bayangan ibunya yang sedang memasak, tersenyum, dan membelai rambutnya kembali muncul dengan sangat tajam hingga membuatnya terjatuh lemas.

"Apa maumu?" tanya Saka parau.

"Aku butuh kamu untuk kembali menjadi The Chrono Guard. Kita harus melakukan perjalanan ke Zona Nol untuk menjemput ibumu sebelum entitas yang berkuasa di sana menggunakannya sebagai umpan untuk memancingmu keluar," jelas Rian.

Namun, ada harga yang sangat mahal. Luna muncul di atas atap gang, menatap mereka dengan tatapan peringatan.

"Saka, jangan! Jika kamu masuk ke Zona Nol untuk mengambil kembali ibumu, realitas yang kamu bangun saat ini bersama Anita akan goyah. Kamu akan dipaksa memilih: Hidup di dunia di mana ibumu ada tapi Anita melupakanmu kembali, atau tetap di sini bersama Anita namun membiarkan ibumu menderita selamanya dalam ketiadaan."

Saka berdiri, menatap luka hitam di tangannya yang kini berdenyut seirama dengan kristal di koper Rian. Dilema yang lebih berat dari kematian kini menghimpitnya.

"Saka," suara lembut Anita memanggil dari ujung gang. Ternyata Anita mengikutinya karena khawatir. "Kamu sedang bicara dengan siapa?"

Anita tidak bisa melihat Rian dewasa maupun Luna. Di mata Anita, Saka hanya sedang bicara sendirian di dalam gang gelap.

Saka menoleh ke arah Anita, lalu ke arah kristal yang berisi jiwa ibunya. Ia menyadari bahwa kedamaian yang ia miliki hanyalah sebuah gencatan senjata sementara dengan takdir.

"Maafkan aku, Nit," bisik Saka pelan.

Saka menyentuh kristal itu, dan seketika gang tersebut meledak dalam cahaya monokrom. Saka, Rian, dan Luna menghilang dari pandangan Anita, meninggalkan gadis itu sendirian yang tiba-tiba merasa sangat kedinginan tanpa alasan yang jelas.

Perjalanan ke tempat yang paling terlupakan di semesta baru saja dimulai.

1
Fadhil Asyraf
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!