NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Dark Romance / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:124.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 PERJANJIAN

"Pikirkan baik-baik, aku tidak akan memberikan tawaran untuk kedua kalinya." ucap Kevandra dingin.

Kini mereka sudah sampai di gedung perusahaan Bagaskara group.

Liora masih tertegun dengan tawaran itu, lalu mereka melangkah keluar mobil.

Dengan langkah tegas keduanya beriringan menuju ruangan Bagaskara.

Sepanjang langkah menuju ruangan Bagaskara, keheningan di antara mereka terasa mencekam mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Liora berusaha mencoba mengatur ekspresi wajahnya agar tetap profesional, meski jantungnya masih berdetak dengan cepat akibat tawaran laki-laki itu.

Kini mereka telah tiba di depan pintu ruangan Tuan Bagaskara.

Suara pintu yang kini diketuk oleh Liora. Saat pintu ruangan terbuka, Bagaskara langsung berdiri dari kursinya.

"Kalian sudah sampai. Tuan Kevandra, Liora, terima kasih sudah datang tepat waktu."

Liora dan Kevandra melangkah masuk ke dalam ruangan.

"Silakan, duduk." perintah Bagaskara dengan nada hormat.

Kini keduanya duduk bersisian dan Bagaskara berada di hadapan mereka.

"Bagaimana? Paman ada masalah apa tentang proyek ini?" tanya Liora, yang memecah ketegangan di antara dirinya dan Kevandra.

"Sesuai, yang Paman jelaskan ditelepon tadi, bahwa masyarakat di sana berubah pikiran, dan mereka kini sedang melakukan aksi unjuk rasa di area pembangun yang akan kita lakukan." Jelas Bagaskara.

"Kalau begitu, biarkan kami yang langsung turun ke lapangan hari ini." Sahut Kevandra, dengan dingin dan datar.

Bagaskara yang sedang memegang berkas-berkas di atas meja menghentikan aktivitasnya. Lalu ia menatap mata Kevandra.

"Usul yang bagus Tuan Kevandra."

Pertemuan berlangsung dengan professional. Mereka membahas kendala lahan di lapangan.

Liora sesekali memberikan argumen yang cerdas, namun ia menyadari satu hal: setiap kali ia berbicara, ia bisa merasakan tatapan tajam dan dingin Kevandra yang seolah sedang menilainya.

Akhirnya pertemuan itu selesai.

"Baiklah, rapat hari ini sudah cukup untuk menangani kendala yang terjadi. Selamat bertugas Tuan Kevandra dan Liora." ucap Bagaskara.

Liora dan Kevandra mengangguk pelan, setelah itu mereka pergi dari ruangan tersebut. Kini mereka melangkah beriringan menuju mobil yang terparkir di depan kantor.

​Liora menghela napas, ia berbalik menatap Kevandra yang tengah merapikan jasnya.

Tiba-tiba suara Liora memecah keheningan di antara mereka.

"Bagaimana jika aku menyetujui tawaranmu, justru itu akan menghancurkanmu juga, Kevan?" tanya Liora akhirnya, memberanikan diri.

Kevandra berjalan mendekat ke arah Liora, mengikis jarak hingga Liora bisa mencium aroma parfum maskulin milik laki-laki itu.

"Kalau begitu, kita akan hancur bersama." bisik Kevandra tepat di samping telinganya.

"Setidaknya, kita tidak hancur sendirian karena dikhianati oleh mereka."

Ia menarik diri. Dan menjaga jarak kembali dari gadis itu.

Liora terdiam sejenak mendengar setiap kata yang laki-laki itu ucapkan.

"Rencana apa yang kamu punya untuk itu?" tanya Liora dengan nada menantang.

Ia berusaha menyembunyikan kegugupan di balik tatapan matanya yang berani.

Seketika suasan koridor itu menjadi tegang, atas interaksi keduanya yang memiliki niat tersembunyi di balik kesepakatan masing-masing.

"Melakukan apa yang mereka lakukan. Bukankah itu adil?" bisiknya dengan suara rendah yang mengintimidasi.

"Melihat mantan tunanganmu dan mantan istriku menyaksikan kedekatan kita... kurasa itu cukup untuk membuat mereka kehilangan akal sehat."

Ia menatap lekat kedua mata gadis itu sebelum mengalihkan pandangannya.

Liora tertegun sejenak. Memang benar, sejak awal rencananya adalah mendekati Kevandra untuk menghancurkan Salsa.

Ia tahu betul sifat Salsa yang selalu menginginkan apa pun miliknya. Dengan menjalin hubungan dengan Kevandra, ia akan membuat Salsa menyesal karena telah mencampakkan suami sehebat Kevandra demi merebut tunangan bajingannya itu.

​Namun, Liora bimbang. Jika kesepakatan ini diterima, artinya ia harus bersandiwara dalam kedekatan fisik. Dan ia benci kontak fisik jika bukan dengan pasangan sahnya nanti.

​"Baiklah, aku menerimanya." putus Liora akhirnya. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menetralkan detak jantungnya yang menggila.

"Tapi aku memiliki syarat untuk itu, Kevan."

​Kevandra menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkesan dengan keberanian Liora yang masih sempat memberikan syarat di posisi yang terpojok.

​"Jadi, apa syarat itu?" tanya Kevandra singkat.

​"Jaga batasanmu." jawab Liora dengan nada penuh penekanan.

"Meski kita berada dalam kesepakatan sandiwara ini, aku tidak ingin kamu melewati batasmu denganku. Tidak ada kontak fisik yang berlebihan tanpa persetujuanku."

Kevandra mengangguk singkat. "Baiklah aku mengerti, selamat atas kesepakatan ini, Li." Kata Kevandra dingin

Ia mengulurkan tangannya dan Liora menerima uluran tangan itu sebagai tanda bahwa mereka kini terikat kerja sama, setelah itu mereka melanjutkan langkahnya.

Jika Liora dan Kevandra, tengah melakukan kesepakatan untuk membuat pasangan mereka menyesal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara di tempat lain saat ini, di sebuah apartemen. Salsa kini sedang duduk di pangkuan Raka, sambil melingkarkan kedua tangannya di leher laki-laki itu dengan manja.

Ia berbisik dengan nada mendayu-dayu tepat di telinga laki-laki itu.

"Raka, kapan kamu akan meresmikan hubungan kita? Semuanya sudah terbongkar, dan aku sudah bercerai dari Kevandra."

​Seketika, tubuh Raka menegang. Kata-kata Salsa terasa seperti menuntut sebuah kepastian.

Padahal, ia melakukan semua ini hanya demi menyelamatkan diri dari amukan ayahnya: ia harus mempertahankan hubungan ini demi keberlangsungan hidup dan posisinya.

​"Secepatnya, Sa. Untuk saat ini, biarkan aku fokus mengurus bisnis Ayah dulu demi masa depan kita." bohong Raka dengan nada lembut, meski wajahnya menyembunyikan kepura-puraan yang tidak diketahui Salsa.

Raka mengelus rambut Salsa dengan lembut, memberikan kecupan di kening wanita itu untuk menenangkannya. Namun, di balik tatapan matanya yang tampak penuh kasih semuanya hanya pura-pura.

​Baginya, Salsa hanyalah pengganti sementara. Sebuah pelarian karena ia tidak pernah benar-benar bisa memiliki Liora sepenuhnya.

"Baiklah, aku akan bersabar menunggunya." ucap Salsa dengan senyum manis yang tampak begitu tulus. Seolah ia baru saja memenangkan masa depan yang ia impikan.

​Tanpa ia ketahui, di balik senyum itu, ia sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya hanyalah sebuah alat bagi orang-orang di sekelilingnya.

Ia terjebak dalam niat jahat dan obsesi yang gelap. Di satu sisi, ibu tirinya memanfaatkannya sebagai senjata untuk menghancurkan keluarga orang lain.

Di sisi lain, laki-laki yang ia puja dan ia cintai yang demi memilikinya ia tega mengkhianati sahabatnya dan suaminya sendiri. Ternyata ia hanya dijadikan sebuah pelarian semata.

Tiba-tiba, suara nyaring dan getaran ponsel milik Salsa memecah kedekatan di antara mereka.

Ia melepaskan pelukannya dari Raka dengan helaan napas berat saat melihat nama "Siska" di layar ponselnya. Dengan ragu, ia menekan tombol hijau.

​"Halo? Pulang sekarang! Ada tugas yang harus kamu kerjakan." perintah Siska dari seberang telepon.

Suaranya terdengar dingin, penuh nada mengancam, dan sama sekali tidak menerima bantahan.

​Sambungan diputus secara sepihak, meninggalkan Salsa yang kini terdiam dengan raut wajah yang menahan amarah.

1
Tulisan__mawar
punya calon yang menjaga Marwah malah pilih cewek jadi-jadian kayak salsa. orang lain mah Bangga punya calon yang bisa jaga diri, puji selingkuhan secara terang-terangan. kata-kata buaya. sudah tau kali, Liora nggak se goblok kamu.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
insting seorang Bi Ratih emang tajam
james
semangat Liora membalas mereka yang mengkhianatimu
james
untung Liora gak bodoh bisa tau perselingkuhan tunangannya
Agatha soul
anjay
arsyila putri
semangat banget kamu raka
mama Al
kayaknya Liora punya strategi tersendiri 🤭
mama Al
Ini mah Pagar makan tanaman
james
baru awal udah wut wut, aish sahabat apaan tuh.
Mingyu gf😘
waosww kejutaannn
Mingyu gf😘
lio, kamu jangan menaruh simpati sama salsa
Mingyu gf😘
heleh heleh😆blm resmi loh
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
sungguh membingungkan cinta segi empat ini
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
balas jasa yang tepat sepertinya, memberikan makan pada yang baik
Agatha soul
udah maen enak aja
Tulisan__mawar
Menantang banget yah, itu sahabat kamu loh salsa. benar-benar yah.
arsyila putri
bagus !!
arsyila putri
baru baca Uda begini
Ibu Rasyidd
jangan pernah memperkenalkan pasangan kita kepada sahabat kita, pasti akan di embat🤭
M. T🌻
Salsa ma egois, mau dua"nya 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!