NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 23. Dikirimi teluh untuk pertama kalinya. {RUKMINI}

Malam harinya, Rukmini duduk di ruang tamu.. Seperti yang ibunya bilang, dia harus kerja malam ini. Rukmini tidak komplain, dia tidak keberatan karena dia juga butuh uang. Dia punya rencana nya sendiri..

"Mini, koe kenal wa Kemis?" Tanya ibunya, Rukmini melirik ibunya.

Meski ibunya Rukmini sakit hati dengan Rukmini tapi sumber uang nya adalah Rukmini, jadi dia kesampingkan rasa sakit hatinya itu agar tetap bisa mendapatkan uang dari Rukmini. Tapi, karena kesal dengan Rukmini, malam ini Rukmini di beri banyak tamu.

Seolah balas dendam dengan Rukmini, ibunya menerima saja orang - orang yang datang malam itu.

"Kenal.. Temen bapak." Jawab Rukmini.

"Wa Kemis datang malam iki, hasil panen dia banyak Koe layani dia sampe puas yo, dia kasih bayaran besar." Ucap ibunya, Rukmini tersenyum menatap ibunya.

"Mulai sekarang, kasih aku setengah dari bayaran tiap tamu." Ucap Rukmini, ibunya tertegun.

"Buat opo!?" Tanya ibunya.

"Aku butuh keperluanku sendiri toh, bu. Aku sudah lima belas tahun, sebentar lagi aku sudah mau enam belas dan makin dewasa." Ucap Rukmini.

"Yo jangan setengah, toh!" Ucap ibunya marah.

"Ibu juga sengaja datangkan banyak tamu, toh? Aku yang layani mereka kok ibu yang enak pakai duit itu." Ucap Rukmini santai, ibunya terdiam.

"Sudah mulai kurang ajar yo, koe." Ucap ibunya, marah.

"Kan ibu yang ajari aku." Sahut Rukmini, tatapan nya dingin pada ibunya.

"Seperempat! Ibu masih butuh uang iku buat beli keperluanmu juga." Ucap ibunya, Rukmini tersenyum.

"Yo wes." Sahut Rukmini.

Dan tak lama tamu pun berdatangan, mereka mencari si kembang desa favorit mereka, Rukmini. Malam itu Rukmini sangat sibuk karena ibunya sengaja menerima lebih banyak tamu lagi untuk Rukmini.

'Suatu hari, aku akan buat perempuan yang aku panggil ibu itu merasakan rasanya.' Batin Rukmini..

Di tempat lain..

Risma, istri mendiang Parto sedang duduk di depan seorang aki - aki tua yang dari penampilan nya saja sudah kelihatan bahwa dia dukun. Aki - aki itu membuka matanya dan tersenyum pada Risma, seolah dia akan memberikan kabar baik.

"Sudah, sudah di antar paket nya." Ucap nya pada istri Parto.

"Mbah yakin kan? Serangan nya ndak main - main?" Tanya istri Parto meyakinkan.

"Yo asli! Aku ndak pernah gagal kirim paket teluh." Ucap aki - aki itu.

"Bagus, Rukmini.. Koe sudah ambil pelanggan - pelangganku, rasakno balasanku." Gumam istrinya Parto.

"Terus mbah, yang aku minta iku, mbah bisa?" Tanya nya.

"Gampang, mbah iki ahlinya. Ayo, mbah bantu koe sama anakmu." Ucap nya Istrinya Parto mengangguk semangat.

Istri dan anaknya Parto kini di suruh memakai sehelai kain jarik yang melilit tubuh nya, mereka di bawa ke ruangan yang seperti tempat pemandian dan di baringkan di amben atau tempat tidur dari bambu.

"Manut yo, apapun yang terjadi koe ndak boleh sedikitpun baca doa, ndak boleh melawan apalagi memberontak. Harus pasrah, supaya proses nya lancar." Ucap mbah - mbah itu, Risma mengangguk.

Mbah - mbah tadi lalu mengguyur tubuh istri dan anaknya Parto dengan air kembang sambil merapal mantra, istrinya Parto benar - benar seperti jenazah yang sedang di mandikan, tidak bergerak sama sekali.

Selama proses itu di lakukan, anak dan istrinya Parto heran karena tubuh mereka tidak bisa di gerakan sama sekali, mereka hanya bisa melihat mbah - mbah itu memasukan seperti jarum - jarum emas halus ke tiap titik di tubuh mereka yang akan menarik banyak pelanggan.

'Demi pelangganku balik lagi, ndak apa - apa aku begini.' Batin istrinya Parto.

...\=\=\=\=\=...

Ke esokan harinya, Rukmini merasa ada sensasi sedikit panas di tubuh nya. Dia tidak tahu kenapa, dan entah kenapa juga wa Minten datang padahal belum waktunya datang menemui Rukmini.

"Mana den ayu?" Tanya wa Minten pada ayah Rukmini yang sedang bersiap, wa Minten bahkan sudah memanggil Rukmini dengan sebutan itu.

"Den ayu ne sopo?" Tanya ayah nya Rukmini heran.

"Den ayu Rukmini." Ucap wa Minten dan menerobos masuk ke dalam rumah.

"Eh, Wa!" Ayah Rukmini lalu ikut mengejar wa Minten yang masuk kedalam kamar Rukmini.

Terlihat Rukmini sedang duduk dan wajah nya pucat, tidak seperti biasanya dia bangun dengan wajah yang cerah. Wa Minten lalu langsung duduk di sebelah Rukmini.

"Den ayu, den ayu dapat serangan." Ucap wa Minten, Rukmini hanya diam menahan sakit.

"Mana istrimu?!" Tanya Wa Minten pada ayah Rukmini yang berdiri keheranan.

"Sek tak panggil, bu! Bu di cari wa Minten!" Teriak ayah Rukmini sambil keluar dari kamar Rukmini.

"Aku kenapa, mbok? Kok badanku ndak nyaman." Tanya Rukmini pada wa Minten.

"Den ayu dapat serangan, ada yang menganggap den ayu saingan." Ucap wa Minten, Rukmini merasa tubuh nya sangat panas.

"Aku harus gimana mbok, badanku sakit semua." Ucap Rukmini, wa Minten masih berpikir keras.

"Den ayu sudah menjalankan apa yang suami den ayu suruh?" Tanya wa Minten, Rukmini terdiam.. dia ingat dia di perintah suami ghoib nya melakukan sesuatu tapi belum dia lakukan.

"Belum, aku berniat menyiksa mereka lebih dulu." Ucap Rukmini, dan saat itu juga ayah dan ibunya Rukmini masuk.

"Wa, kenapa?!" Ibunya panik.

"Bagaimanapun den ayu belum melakukan apa yang suami den ayu perintah, jadi den ayu masih bisa mendapat serangan dari luar. Nanti, kalau sudah melakukan apa yang di minta, pasti den Ayu akan selalu baik - baik saja." Ucap wa Minten pada Rukmini, lalu melirik ke arah ibunya Rukmini.

"Siapkan ritual, ada yang menyerang den ayu." Ucap wa Minten, ibunya mengangguk - angguk.

Lalu, hari itu dan saat itu juga wa Minten melakukan ritual untuk Rukmini karena ada yang mengirim teluh, Bukan wa Minten yang melakukan tapi Rukmini sendiri, hanya saja wa Minten yang memandu Rukmini. Ibunya Rukmini bahkan sedikit heran dengan ritual yang harus di jalankan Rukmini, rasanya terlalu tidak biasa.

Rukmini duduk bersila dan wa Minten yang di belakang nya, wa Minten seperti merapal mantra dan tangan nya seperti melakukan gerakan - gerakan tertentu yang tentu saja hanya wa Minten yang tau.

"Den ayu, sudah." Ucap wa Minten, dan Rukmini memang sudah tidak lagi merasakan panas seperti sebelum nya.

"Tapi.. ini belum sepenuh nya lepas, dukun yang ngirim teluh lumayan kuat juga. Kecuali.. den ayu meminta bantuan sama suami den ayu." Ucap wa Minten.

"Nanti aku bicara sama den mas." Ucap Rukmini dan wa Minten mengangguk.

Wa Minten lalu keluar dan di luar kamar Rukmini sudah ada ibu dan bapak nya Rukmini yang duduk menunggu di ruang tamu, ibunya Rukmini lalu menghampiri wa Minten.

"Gimana, wa?" Tanya ibunya Rukmini, wa Minten menggeleng.

"Sudah ndak apa - apa, iki kiriman supaya pelanggan den ayu pergi, supaya tempat iki sepi." Ucap wa Minten.

"Siapa pelakunya, wa?" Tanya ibunya Rukmini, wa Minten lalu meletakan baki berisi kembang - kembang yang sebelum nya di gunakan untuk ritual di meja.

"Nanti malam, kalau tiba - tiba ada tempat lain yang rame pasti besok juga akan ada berita nya. Dia lah pelakunya.." Ucap wa Minten.

"Aku tak balik dulu, den ayu biarkan istirahat jangan di ganggu." Ucap wa Minten, ibunya Rukmini manggut - manggut dan wa Minten pun pergi dari sana.

Sejak wa Minten datang sampai sekarang sore wa Minten pamit pulang, ayah nya Rukmini heran dengan penyebutan wa Minten pada Rukmini..

"Kenapa sekarang wa Minten memanggil Rukmini pake den ayu toh, bu?" Tanya ayah Rukmini pada istrinya.

"Ibu ndak tau, Rukmini yang minta panggilan nya di ganti den ayu, ndak mau pake nama Rukmini lagi." Ucap ibunya Rukmini, ayah nya manggut - manggut.

BERSAMBUNG!

1
zoeyy
❤️❤️❤️
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟
Takdir mbahmu gundul kui. Koe seng nggolek perkoro kok di omong takdir🤧
SENJA
mau di bawa kemana itu mini heh minten ?? 😤
SENJA
laaah tantrum 🤣
SENJA
manggut2 doang lu 😤
SENJA
jangan kelamaan mini 😤
SENJA
naaaah bener! jangan mau kerja doang tapi ga dapet duit 😤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Masa orang suka main dukun, takut sama demit🤣🤣🤣 lucu kamu Wa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh pake ngirim paket segala🙄
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pinter emang cara iblis menjerumuskan seseorang
Hary Nengsih
wa minten yg bawa mini ke setan ternyata
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Suami ibliss na mnta tumbal 😅
zoeyy
❤️❤️
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya juga mau tau alasannya apa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bagus mini, jngn mau mereka manfaatkan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm alasan bunglon 😤
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Buat apa itu kira2 sewa ruko
SENJA
seru bbanget pokoknya
ִֶָ𓂃⭑𝐍❤︎ᴠᴇʟ⃝ᵀᵀᴬᴺ𔒝⭑𓂃✍︎: Terimakasih kakk🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!