NovelToon NovelToon
SETELAH AKU PERGI

SETELAH AKU PERGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Persahabatan / Cinta setelah menikah / CEO / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.

Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.

Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.

Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?

Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?

Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Salah Paham

"Berani sekali Beni menipu kita!" Opa Dani geram setelah mendengar penjelasan Hana.

"Kalau begitu, kita kembali ke rumah sakit saja dulu. Masalah membereskan barang-barang yang harus dipindahkan dari mansion Aksara bisa ditunda. Abyan tidak sekejam itu mengusir kita dari kediaman itu." Oma Risa menambahkan.

"Mami benar, siapa tahu Beni sudah sadar. Jadi kita bisa menuntut pertanggung jawaban padanya, yang sudah menipu kita."

"Tuntut seperti apa? Beni melakukan itu, karena dia tidak ingin aku sedih. Sedih karena anak kami meninggal." Hana mencoba menghentikan kedua orang tuanya untuk tidak berbuat yang bisa merugikan mereka lagi.

"Apapun alasannya, kita harus meminta pertanggungjawaban Beni. Setidaknya dia harus memberikan tempat tinggal baru yang layak untuk kita. Bila perlu dia negosiasi dengan Abyan, agar kita tidak keluar dari kediaman Aksara." ucap oma Risa yang justru setuju dengan perkataan suaminya, dan mengabaikan peringatan Hana.

"Dan kamu Hana, pisah saja dengan Beni, dia laki-laki yang sudah tidak memiliki apa-apa. Perusahaan Aksara sudah tidak bisa diandalkan lagi untuk menjamin kita hidup seperti sebelumnya," ucap opa Deni.

"Dan itu karena kamu Melisa! Kamu sudah memprovokasi Zayan, jadinya seperti ini. Dia marah, menarik semua investasinya pada perusahaan kita." Seru oma Risa sambil menatap Melisa lewat kaca spion tengah. Kebetulan Melisa juga sedang melihat kearahnya dari kaca yang sama, begitu namanya disebut oleh Oma Risa.

Percaya diri sekali Oma Risa menganggap perusahaan Aksara adalah milik mereka. Sepertinya dia lupa dengan peringatan yang sebelumnya Abyan sampaikan. Bahwa Aksara bukan milik keluarga benalu itu.

"Aku lakukan itu, agar Zayan berusaha mendapatkan Meila lagi. Dengan begitu, Aku bisa bersama Abyan yang lebih kaya. Dan jangan lupa, Oma setuju dengan rencanaku itu, bahkan sangat mendukung," balas Melisa, yang lagi-lagi tidak mau disalahkan.

"Sudahlah jangan saling menyalahkan. Mami dan Papi harusnya lebih waspada. Jangan sampai rahasia kita terbongkar. Abyan. Mungkin tidak akan menuntut kita. Kemungkinan besar, Beni yang akan memasukkan kita ke penjara. Jadi, sebaiknya kita tidak menganggu Beni. Aku justru akan tetap bersamanya, untuk memegang kendali atas dia. Dengan begitu, dia tidak bisa melaporkan kita, atas apa yang sudah kita lakukan pada orang tua dan saudaranya."

"Kita akan hidup miskin kalau kamu mempertahankan Beni," ucap oma Risa.

"Lebih baik miskin, dari pada di penjara," sahut Hana.

"Mami dengar, ayah kandung Mirza sudah pulang ke negara ini. Gunakan Mirza untuk mendapatkan uang darinya." Tiba-tiba saja Risa menemukan ide tersebut.

Hana terdiam sejenak, memikirkan apa yang ibunya katakan. Tidak terlalu buruk. Dia bisa mengawasi Beni, asalkan punya uang untuk membayar orang yang mengwasi suaminya itu.

"Akan aku coba. Aku rasa, dia juga masih mencintaiku." Hana percaya diri sekali setelah memikirkan ucapan oma Risa.

Mereka tidak tahu saja, kepulangan ayah Mirza ke negara ini salah satu rencana Narendra dan timnya. Hana benar-benar tidak membaca perjanjian yang tadi dia tanda tangani, dilembar terakhir adalah surat persetujuan cerai.

Bukan Abyan yang memaksa Beni menceraikan Hana. Tapi ucapan paman Meila dan Arbie itu sendiri, pada Narendra. Setelah dia tahu Hana tidak sebaik yang dia lihat selama ini, melainkan penghianat di keluarga Aksara. Dia akan bercerai dan berjanji akan menuntut Hana dan kedua orang tuanya, sebagai bentuk penyesalan Beni atas kebodohannya selama ini.

Sebelum menikah dengan Hana, Barra sudah mengingatkan Beni. "Hana tidak seperti yang kamu lihat Beni. Hana dan keluarganya itu tidak tulus padamu, pada keluarga kita."

Namun dengan sombongnya, Beni menentang ucapan kedua orang tuanya dan Barra. Dia tetap menikahi Hana. Terlalu percaya pada Hana, Beni tidak tahu Hana selingkuh hingga hamil. Barra kembali mencoba memberitahu Beni. Lagi-lagi, Beni lebih percaya pada Hana.

Sambil mengendarai kendaraannya, Melisa menyimak percakapan para orang tua itu. Dia baru tahu pria yang dia anggap kakaknya selama ini bukan anak Beni. Senyum licik terbit di sudut bibir Melisa. Entah rencana apa lagi yang ada di kepalanya itu. Yang pasti, dia tidak bisa melakukannya. Karena dia sudah dalam pengawasan orang-orang Narendra.

Kendaraan yang dikemudikan Melisa tiba di rumah sakit. Satu persatu penumpangnya turun. Tujuan mereka kembali ke kamar rawat Beni. Hana sudah mendapatkan kabar dari rumah sakit, Beni sudah sadarkan diri. Mereka ingin memastikan Beni tidak tahu tentang kejahatan mereka pada keluarganya. Dan meminta Beni mempertahankan kediaman Aksara.

Hana masuk, tanpa melihat kondisi Beni terlebih dahulu. Dia langsung saja memanggil Beni sebelum pintu terbuka lebar. Perawat memberitahu Hana, jika suaminya itu ditemani seorang pemuda. Dia pikir itu Mirza.

"Pa, kata dokter kamu ...." Hana tidak melanjutkan ucapannya saat dia melihat pemuda yang ada bersama Beni bukan Mirza .

"Siapa kamu?" Tanya Hana sambil memperhatikan pemuda tersebut.

Tidak ada jawaban yang Hana terima dari pemuda itu. Lalu dia menoleh pada Beni. "Dia siapa Pa?" Sama seperti sebelumnya, Hana tidak mendapatkan jawaban dari Beni.

Perasaan Hana campur aduk, setelah memperhatikan Arbie. Pikiran buruknya mengenai Beni selingkuh terlintas di kepalanya.

"Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Beni?" Meskipun suara Hana pelan, namun masih bisa di dengar oma Risa.

"Siapa yang kamu bilang mirip Beni, Hana?" Oma Risa yang berdiri di ambang pintu itu, baru saja tiba.

Hana tidak menjawab. Dia mengarahkan pandangannya pada pemuda tersebut. Oma Risa, opa Beni dan Melisa yang sekarang sudah berada di dalam kamar rawat Beni, ikut melihat pada pemuda yang berdiri di samping ranjang rumah sakit yang Beni tempati.

"BENI KAMU SELINGKUH!" Suara Hana menggelegar menahan amarah. Tangannya terkepal kuat.

Beni yang masih lemas hanya bisa menjawab dengan gelengan yang samar terlihat. Ingin sekali dia ikut berteriak. Meneriaki Hana, karena Hana yang selingkuh bukan dia.

Arbie yang sudah bisa membaca dan menduga apa yang Hana pikirkan, menatap penuh pada Hana dan tiga lainnya. Membiarkan keempat orang itu menduga-duga tentang hubungannya dengan Beni. Sampai akhirnya dia berdiri menghadap penuh pada Hana.

"Saya Arbie, Nyonya. Saya -."

"Oh, jadi kamu putra Beni. Berani-beraninya kamu datang menemui papa kamu." Oma Risa memotong ucapan Arbie.

Arbie tersenyum sinis, namun dia tetap tenang. Ini kesempatan dia untuk membuat orang-orang dihadapannya ini semakin merasa tidak aman.

"Kenapa tidak berani? Dia papa saya. Bahkan Saya lebih berhak terhadapnya, dari pada cucu laki-laki anda yang bukan anak kandung papa saya."

Hana terkejut mendengar Arbie yang mengetahui tentang Mirza. "Bagaimana dia bisa tahu?" pikir Hana.

"Apalagi anak pungut itu! Dia tidak punya hak apa pu." Tunjuk Arbie pada Melisa. Yang ditunjuk tampak terkejut.

Di mansion Rayendra, Abyan menyusul Meila ke taman. Seperti yang dia katakan, dia akan membantu Meila menanam bunga dan buah.

Saat bangun, tiba-tiba saja Meila mengatakan hari ini dia ingin berkebun. Abyan tentu saja langsung mengiyakan permintaan istrinya itu. Seperti janjinya kemarin, Meila boleh melakukan apa saja pada tempat ini.

Saat Abyan tiba, Meila sedang asyik menanam bunga di pot. Abyan menghampiri istrinya itu, membantu Meila menanam bunga-bunga yang baru saja datang.

Ini pertama kalinya Abyan melakukan pekerjaan ini. Tapi demi Meila, Abyan meluangkan waktunya.

"Sayang bagaimana kalau kita pelihara kucing?"

Meila berbalik menatap suaminya. "Satu pasang ya," jawab Meila.

Dulu dia sangat ingin punya hewan peliharaan yang bernama kucing. Bibi Ana sudah punya rencana akan membawakan Meila hewan tersebut dari desa Mulya, milik Arbie yang sudah berkembang biak. Namun urung, karena Hana tidak mengizinkan.

"Lebih juga tidak apa-apa," balas Abyan.

"Satu pasang saja. Nanti mereka punya anak. Lama-lama juga jadi banyak."

"Baiklah kalau begitu kita cari kucing yang kamu suka. Ini, biarkan tukang kebun saja yang melanjutkannya. Sekalian kita makan di luar. Bagaimana?"

"Boleh, tapi Aku tidak mau makan di restoran Sayang. Aku mau makan di tempat langgananku dan kak Dewi. Sekalian ajak kak Dewi dan kak Erik juga. Kak Feri, Mariska, dan kak Arbie."

"Baiklah, kita makan di tempat yang kamu suka."

Terlalu senang dengan jawaban Abyan, Meila melompat naik ke tubuh Abyan dengan posisi saling berhadapan. Tangannya segera dia kalungkan di leher suaminya. Tubuh Abyan yang besar tinggi, tidak sulit menerima pergerakan cepat dari istrinya. Apalagi dia bisa melihat senyum lebar Meila.

Meila sendiri tidak mengerti. Mengapa mudah sekali dia bermanja pada Abyan. Lihatlah dirinya sekarang ini, sudah seperti anak koala dengan kepalanya yang dia sandarkan di dada bidang suaminya.

"Hemmm."

Abyan dan Meila sama-sama menoleh pada sumber suara. sudah ada Feri dan Mariska yang berdiri tidak jauh dari mereka berada saat ini.

"Kakak ipar, kau lucu sekali," ucap Mariska pada Meila yang berusaha turun dari gendongan Abyan, tapi tidak dilepaskan oleh suaminya itu.

"Bersiaplah, kita akan pergi," ucap Abyan saat melewati Mariska dan Feri, sambil membawa istrinya itu ke kamar mereka, dengan posisi Meila masih berada di gendongan Abyan.

"Hubungi Erik dan Arbie, katakan padanya. Istriku ingin kita semua makan di tempat langganan Meila dan Dewi."

1
Muft Smoker
nih laa kehidupan konglomerat ,,sypa yg kuat dy yg ttap berdiri tegak ,,
tp yg lemah siap2 dapet sisa ny aja ,,🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Kl d khidupan para knglomerat,yg kuat dn crdik bkln jd pmenang....tp kdang,yg jhat plus lcik jg bsa jd pmenang...adu otot plus adu otak....
Al Fatih
intrik orang kaya raya yaaa,, menakutkan 🤭
Masha 235
harta,kekuasaan itu yg diprebutkan samapai tega menyingkirkan sodara/ klrga sndiri..🤔
Muft Smoker
seeeeemakiin menyalaaa permasalahan mereka ,,
rumit juga yx hidup sebagai bangsawan ,,
byk yg iri ,,
gx cuma org lain ,,
saudara sndri pun saling memburu ,,


next kakak ,,
makiin seruu cerita ny ,,
Noey Aprilia
Ayo para tikus pda kluar smua,biar sklian msuk prangkap..jd ga rpot msti mncing satu2 buat kluar....
Al Fatih
semakin menegangkan...,, d kira yang paling jahat cuma Oma Risa..., eh ternyata masih ad yang paling jahat lagi...Oma wilona
Aidil Kenzie Zie
si Zayan lakukan agar Meila tidak hamil dan si Melisa punya banyak duit untuk dapat info soal kejahatan Zayan bener bener jalang
Noey Aprilia
Bagooossss...
tar klian bs kmpul d dlm sel y.....😝😝😝.....
Ketut sariani Sariani
lnjut dong thor
Muft Smoker
next kak ,,
makin penasaran ma kelanjutan ny
Noey Aprilia
Hkumn yg pling ccok buat mreka tu bkn lngsng end,tp d bkin malu dlu smp ptus asa.....atw mngkn jd gmbel biar tau gmna rsanya ga pnya uang....
zayan msh ngarep sm meila,tp knp mau bkin meila celaka????smp byar orng pula.....emng udh ga wras sih otaknya....
Allea
lelet3 nih 🤭
Muft Smoker
next kak ,,

belum aj tu kena Batu ny si duo keket ,,
greget banget si liat mereka berdua ,,
Wahai org2 yg bermuka Dua ,,
ayoo kasih ke zayan , melisa Dan Alexa yg lgi cari muka ,,
biar adil hancur ny ,,
Al Fatih
maksudnya apa si zayyan pengen meilia pendarahan?
Apa meilia lagi Hamidun 🤔?
Noey Aprilia
Yg pnting skrng udh ktmu dn bsa kmpul lg....tp ttp msti siap2 buat mnghdapi msuh yg bkln mnyerang....
Smngttttt....
Muft Smoker
kak gx da visual ny kah ,,
baru x baca cerita penasaran sama visualny ,,
🤭🤭😁😁😁

next kk ,,
Ketut sariani Sariani
lnjut dong yjor
Mundri Astuti
lagi ngebayangin thor visualnya barra katanya paruh baya, nah ortu angkatnya setua apa yak 🤔🤭
Aidil Kenzie Zie
emangnya Zayan paham ortunya Meila sampai paham kalau Laura keturunan Bangsawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!