NovelToon NovelToon
Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: samSara

罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 - Shizukesa part III

...**...

...隠れる場所などない...

...-Kakureru basho nado nai-...

...'Tidak ada tempat untuk bersembunyi'...

...⛩️🏮⛩️...

..."Setiap bayangan bukan hanya milik manusia tapi milik sesuatu yang jauh lebih tua"...

...⛩️🏮⛩️...

Noa tidak bisa tidur malam itu. Kata-kata Kaede menempel di kepalanya seperti belatung yang menggeliat di daging yang segar. 'Ibumu pelacur.' Kalimat itu bukan sekadar provokasi. Itu racun. Ia tahu Kaede sengaja menekan titik paling rapuh dalam dirinya.

Ia berbaring, menatap langit-langit kamar, tapi setiap kali memejamkan mata, bayangan wajah ibunya muncul. Lalu berganti dengan wajah Kaede yang menyeringai puas. Urat di pelipisnya menegang.

Akhirnya ia bangkit, melangkah ke ruang meditasi.

...⛩️🏮⛩️...

Ruangan itu hening. Cahaya lilin bergetar, menampakkan bayangan panjang di dinding kayu. Noa duduk bersila. Tangannya gemetar sedikit, matanya terpejam. Dorongan dan pergulatan batin mulai terasa, ia menolak tunduk pada amarah.

Namun semakin ia menahannya, semakin kuat suara itu muncul.

Suara yang sama.

Suara yang mendorongnya untuk marah.

Suara yang ia dengar pertama kali saat nyawanya hampir dihabisi di pelatihan.

Suara yang terus mengintai dari balik mimpi buruk.

Dan malam ini, suara itu berbicara lebih jelas daripada sebelumnya.

...'Aku bukan milik siapa pun.'...

Noa menahan napas.

...'Tapi jika kau ingin perang...'...

...'Maka akan kuberikan perang yang takkan bisa dilupakan oleh dunia.'...

Tubuhnya merinding. Bukan karena takut—tapi karena untuk pertama kalinya, ia merasa suara itu bukan sekadar ilusi. Ia merasa ditunggangi.

Mata Noa perlahan menyala biru, bara api yang dipaksa hidup kembali setelah lama tertimbun abu.

Dan saat itu, di luar ruang meditasi, sesuatu yang mustahil terjadi.

Ribuan kelopak sakura mekar dalam sekejap, tiga malam lebih awal dari musimnya. Angin malam membawa hujan bunga yang menari, seperti isyarat gaib.

Noa membuka matanya. Napasnya lebih berat, tapi tenang.

Ia tahu. Untuk selanjutnya, arena bukan sekadar latihan atau ujian pertarungan.

Itu akan menjadi panggung perang antara dirinya... dan bayangan yang bersemayam di bawah kulitnya.

...⛩️🏮⛩️ ...

Ruang pertemuan utama di kuil Yamaguchi dikelilingi dinding kayu tua, aroma dupa memenuhi udara, dan hanya suara gemeretak arang dalam tungku yang terdengar sesekali.

Suasana rapat malam itu lebih berat dari biasanya.

Torao duduk bersandar, satu tangan menggenggam mug teh yang sudah dingin, sementara Jin berdiri di dekat jendela dengan ekspresi tajam. Kuroda, seperti biasa, diam namun matanya tajam mengikuti setiap detilnya.

Di dekat rak buku, Hayato berdiri setengah menyandar, tangan disilangkan, wajahnya tenang tapi penuh kalkulasi—seperti sedang menyusun strategi bahkan dalam diam.

Tadashi tidak hadir malam itu, mungkin masih di luar, menggali informasi dengan caranya yang tak kasat mata. Daigo dan Kaito pun absen; satu terlalu sibuk menyeimbangkan angka-angka, dan satunya lagi memilih berjaga di tempat di mana kesunyian lebih bisa dipercaya daripada perdebatan.

Di tengah ruangan, Oyabun menyandarkan diri pada tongkat kayunya, terlihat kusut, lelah, tapi tetap menyimpan kekuatan yang menggetarkan. Tatapannya mengambang di antara kesadaran dan ingatan akan masa lalu yang tak sepenuhnya terkubur.

Raizen membuka suara tanpa basa-basi. "Kaede menantang Nakamura dalam duel terbuka. Tidak sebagai hukuman, tetapi sebagai otoshimae*."

Hening sejenak. Lalu muncul suara pertama yang bereaksi.

"Permintaan itu..." suara Jin serak namun tegas, "... tidak bisa kita abaikan. Kaede sudah menanam benih dari pilihannya sendiri. Tapi... jika ini memang jalan yang harus diambil, maka kita harus menjaminnya dengan harga yang setimpal."

"Kaede ingin memastikan kestabilan Noa sebagai wadah Kuraokami," jawab Torao datar tapi jelas menyimpan sindiran halus. "Tapi kurasa dia ingin memuaskan egonya dengan menguji kekuatannya sendiri."

Jin mencondongkan tubuhnya ke depan. "Apakah anda  mengabulkannya, Oyabun?" tanya Jin.

Raizen tidak menjawab, tapi diamnya sudah cukup untuk tidak menolaknya.

Kuroda menggeram, nadanya mengandung kekesalan. "Ini bukan lagi ujian, tapi pertaruhan nyawa dengan membangunkan Kuraokami?"

"Menolak permintaan Kaede juga bisa memicu ketegangan internal," ucap Jin.

Hayato menimpali dengan nada datar, namun ada sesuatu yang getir di balik suaranya. "Kaede-san bukan anak-anak lagi. Dia salah satu pewaris. Dan dia cukup cerdas untuk tahu apa yang dia lakukan... setidaknya begitulah seharusnya."

Kuroda diam sejenak. Lalu lanjut bicara, "Namun, kita harus mempertimbangkan resiko kebangkitan Kuraokami sepenuhnya."

Oyabun mengangguk. "Karena itu, aku telah memanggil pendeta dari utara, Shirogane dono, guru spiritualku. Sensei akan memperkuat segel sebelum pertarungan."

Semua kepala menunduk sejenak saat nama itu diucapkan—Shirogane Araki-sama, mentor spiritual tertua dan terkuat. Ia tak pernah muncul di permukaan dunia kriminal, namun menjadi sosok yang ditakuti dalam dunia gaib dan sosok yang disegani oleh klan-klan lain termasuk Yamaguchi-gumi. Ukiran yang akan diberikan pada tubuh Noa mungkin saja bukan hanya segel, tetapi kontrak pengorbanan.

Jin mengangguk. "Beliau satu-satunya yang cukup kuat untuk menambah ukiran darah. Segel baru akan ditambahkan pada tubuh Nakamura. Bahkan jika Kuraokami bangkit di tengah duel, kekuatan itu tidak akan lepas kendali membakar segel lagi."

Kuroda terlihat tidak yakin. "Itu akan menyakitkan. Noa belum pulih penuh dari misi sebelumnya. Dan kalau segel tambahan ini terlalu kuat, tubuhnya bisa rusak permanen."

"Kita tidak punya pilihan," kata Torao dingin. "Lebih baik Nakamura cacat daripada seluruh wilayah ini musnah."

Keheningan menyelimuti ruangan. Di luar, angin berhembus melewati pohon-pohon pinus, seperti bisikan para leluhur yang menyaksikan perdebatan ini dengan wajah tak terlihat.

Dan kini, demi memastikan Kuraokami tidak lepas kendali, ukiran itu akan diperkuat. Lagi.

...⛩️🏮⛩️...

Lorong kuil Yamaguchi lengang, asap dupa menipis, menyisakan bau tanah lembap dan arang padam.

Kaede berdiri di ujung lorong, kedua tangan menggenggam sarung pedang erat. Sorotnya tertuju pada kebun bambu yang temaram.

Langkah kaki mendekat. Jin dan Kuroda muncul, berhenti beberapa meter darinya.

"Permintaanmu terlalu berisiko," ujar Jin datar.

Kaede menoleh, matanya tenang. "Aku akan menebus salahku. Sekaligus memastikan Nakamura tidak berubah menjadi senjata yang kelak membunuh kita semua."

Kuroda mendengus sambil melipat tangan di depan dada. "Kau sebut itu kehormatan? Mengadu hidupnya melawanmu?"

Kaede tak menjawab.

Jin terdiam sejenak. "Pendeta Araki-sama akan memperkuat segelnya. Jika ia masih bisa berdiri, pertarungan diizinkan."

"Dan bila dia tidak bisa?" tanya Kaede dengan alis mengernyit.

"Berarti dia bukan sesuatu yang kau khawatirkan lagi, dan kuharap kau mengubur semua dendammu," sahut Jin dingin.

Keheningan merayap. Jin dan Kuroda akhirnya pergi, meninggalkan lorong yang terasa lebih dingin dari sebelumnya.

Kaede tetap berdiri, tahu pilihannya hanya menyisakan satu jalan—pengkhianatan yang berujung penebusan.

Dan hal itu menuntut darah dan nyawa.

...—つづく—...

...*Membayar harga dengan darahnya sendiri, di arena tertutup, di mana tak ada tipu daya, hanya kejujuran dua pedang....

1
Faeyza Al-Farizi
kamu seneng, kok aku justru ketar ketir Noa 😭😭😭
Faeyza Al-Farizi
makanya jangan disakitin 🫵
Faeyza Al-Farizi
aaaah.... sama 😌😌, ini di sini kamu kelihatan baik, nggak cuma kelihatan kan? emang asli baik?
Faeyza Al-Farizi
Kimura sama Hane sama?
Faeyza Al-Farizi
itulah tantangan jadi pedagang, yang di stok bukan cuma barang tapi sabar dan senyuman, kalau enggak pelanggan bakal 😌
Faeyza Al-Farizi
Tetap aja Nak... bocil macam kamu tuh justru banyak di titeni
Faeyza Al-Farizi
Hadeh akang Hane... tolong ya Kak Author perjelas statusnya, biar aku bisa jelass harus dukung atau demo ke si akang Hane ini
Faeyza Al-Farizi
aku harap seenggaknya kamu simpati lah 🥴
Faeyza Al-Farizi
lebih manfaat kalau hidupmu bikin orang lain nyaman, tentram, sehat 🥲
Faeyza Al-Farizi
Halah Hane... milikilah hati sedikit, atasanmu gak bakal tau kalau kamu kasih dia soklat barang sebatang... apalagi kalau coklatnya cuma bungkusnya dalemnya emas 😌😌, tapi ini kayaknya cuma hayalan pembaca yang kepalanya udah berat sama rasa kasihan sama Noa.
Faeyza Al-Farizi
ini pak Tadashi siapanya Noa? ayahnya ? ngapain ngawasin dari jauh kalau emang kau ayahnya. datengin kek. minimal kalau gak mau ngakuin santunin, berobatin ibunya, jangan cuma kirim mata-mata, gak guna
Faeyza Al-Farizi
Udah capek, mana pake ada bau kejahatan pula ini, heran masih ada yang doyan nambahin deritanya 🥴
Faeyza Al-Farizi
NAK... kamu juga harus bantu dirimu 😭😭😭, ish kenapa takdirnya timpang banget begini
Faeyza Al-Farizi
😭😭😭😭 semudah itu harus banting tulang, tolong yang bikin dia lahir dengan nitipin benih ke ibu Noa, tanggung jawab woy 🫵
Bis Mika
Ceritanya keren sekali, aku suka ritme yang diatur author
Selens ana
🔥🔥🔥🔥
Bis Mika
Keren banget thor gimana km segitu niatnya bikin cerita yg atmosferik kayak gini🥹🔥
Bis Mika
huhuuu kasihan sekali baby merah itu, kenapa teganya ada manusia yang mau memalsukan kondisinya saat lahir 😔
Een Nuraeni
Kisah perempuan yang bahkan harus menyembunyikan kelahiran bayinya, mengganti identitas dan pergi sejauh mungkin untuk melindungi si bayi.

Dia bukan istri, bukan selir, cuma perempuan yang di takdirkan untuk melahirkan seorang bayi yang mungkin bisa saja menjadi ancaman untuk klan di masa depan.

prolog aja udah di suguhi cerita yang wah banget, penasaran sama kehidupan Rin dan bayinya nanti.
Een Nuraeni
Sesuatu yang di tutupi pada akhirnya emang bakal ketauan juga, tapi... tapi.... kalau sampai Rin dan bayinya ketemu, kira-kira apa yang bakal terjadi ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!