NovelToon NovelToon
Meminjam Ibu Sehari

Meminjam Ibu Sehari

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: ririn rira

Di sebuah kota yang sibuk, seorang wanita menghabiskan waktu dengan deretan mawar dan lili di toko bunga kecil miliknya. Baginya bunga adalah bahasa untuk orang-orang yang tidak bisa bicara. Di pagi yang cerah lonceng pintu berbunyi. Seorang anak laki-laki berpakaian seragam lengkap berdiri disana. Bukan membeli bunga tapi membawa permohonan yang menggetarkan hati.

"Bolehkah aku meminjam waktu tante sebentar menjadi ibuku sehari saja."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit akrab

Sebria berbaring di pangkuan ibu Sandrina sambil melihat tabletnya. Ia merasakan rambut panjangnya di elus lembut. Rasa hangat dan di cintai mengalir di tiap tendon tubuhnya. Rasanya seperti ada yang meletup-letup di dalam dada. Rasa itu pernah menghilang setahun lalu ketika ibu Adelia di nyatakan meninggal di meja operasi. Sebria cukup lama mengurung diri di kamarnya. Kehilangan itu memukulnya telak sampai tidak bisa melakukan apa-apa.

"Bunga yang kamu rangkai apa sudah selesai semua?"

"Belum, Ma. Besok aku harus bangun pagi untuk mengirimnya." Sahut Sebria sambil membenarkan posisi kepalanya.

"Sekarang tidur lah kamu pasti capek habis merangkai bunga seharian."

"Ayo kak." Keona berdiri dari tempatnya duduk.

"Mau kemana kalian?" Ibu Sandria bingung karena Keona terlihat rapi.

"Keluar sebentar, Ma. Keona mau jajan diluar." Ujar Sebria mencepol rambutnya ke atas. Mengenakan kaos kedodoran berwarna putih dan bawahan agak pendek membuat tubuh Sebria semakin mungil.

"Pakai mobil ya. Nanti kakak kamu masuk angin , Keo."

"Iya."

Ibu Sandrina tersenyum hangat dan Pak Fendy melepaskan kaca matanya. Tatapan kedua nya begitu bergetar haru berembun. Tenggorokan tercekat. Melihat punggung kedua anaknya menjauh ke arah pintu. Andai saja dulu mereka lebih berani pasti mereka menikmati tumbuh kembang Sebria dan Keona secara bersamaan. Ah, mengingat dosa masa lalu itu rasanya waktu saat ini tidak cukup menebus semuanya.

Langit malam menyajikan ribuan bintang, bercahaya dan cerah. Tidak ada tanda-tanda mendung disana. Sebria dan Keona menyusuri trotoar yang mulai sepi, hanya ditemani lampu jalan yang temaram. Sebria berjalan dengan santai sambil sesekali menggoda adiknya yang asyik memotret sudut kota yang estetik.

"Jangan jauh-jauh, Keona. Kalau hilang, susah carinya," canda Sebria sambil merangkul pundak adiknya. Dan itu tampak lucu karena tubuh Sebria yang pendek

Keona tertawa kecil, "Tenang saja, Kak. Lagian, siapa yang mau hilang kalau ada aroma martabak di depan sana?"

Mereka akhirnya berhenti di sebuah kedai pinggir jalan, duduk di kursi plastik sambil menikmati kepulan uap teh manis hangat. Tidak ada pembicaraan berat, hanya obrolan ringan tentang keseharian, diselingi tawa saat mengenang tingkah konyol mereka waktu sewaktu-waktu. Bagi mereka, jalan-jalan malam bukan soal tujuannya, tapi tentang kebersamaan yang membuat penat seharian menguap begitu saja.

...----------------...

Dalam keheningan fajar. Roda empat milik Sebria sudah menggema mengisi jalan yang masih tergolong sunyi. Sesuai janji hari ini ia akan mengirim bunga yang sudah dirangkainya. Setiba di depan toko, wanita itu membuka pintu lalu menguaplah aroma segar dari dalam sana. Mengambil gunting dan juga perlengkapan lainnya ia mulai memotong. Bunga itu akan di kirim ke acara pernikahan beberapa jam lagi. Sebria begitu fokus di temani musik jazz di sudut ruang sehingga tidak menyadari jika matahari sepenuhnya terang.

"Selamat pagi, tante." Suara cempreng menyusup di antara dentingan lonceng.

Sebria tersentak kecil lalu melempar senyum. "Selamat pagi, kamu tidak ke sekolah?"

"Sekolah, tadi aku minta bibi di rumah membuatkan sarapan untuk tante sebagai ucapan terimakasih karena sudah memberikan bunga matahari. Papa ku sangat senang." Byan menceritakan dengan binar bahagia.

"Syukurlah, terimakasih sudah di bawakan sarapan."

Byan mengangguk sambil memperhatikan pergerakan tangan Sebria. "Bunganya cantik sekali tante, kenapa besar sekali."

"Bunga mawar ini sejumlah tanggal hari ini sesuai pesanan." Jelas Sebria tanpa melepaskan pekerjaannya.

"Kalau begitu aku bisa pesan sama tante bunga matahari kalau nanti papa ulang tahun." Terlintas ide di benak anak laki-lak itu.

"Boleh, sekarang Byan ke sekolah dulu ya. Kamu bisa terlambat nanti."

"Iya tante. Pulang sekolah aku kesini ya..." Suara sepatu menjauh anak itu berlari kecil menemui sopir nya.

Sebria tersenyum. Anak itu semakin akrab dengannya. Melirik sekilas ke dalam paper bag. Sebria belum berniat sarapan jadi melanjutkan pekerjaannya. Seperti nya ia harus mempelajari apa yang di sukai dan tidak disukai Byan. Untuk membalas kebaikan anak itu. Cukup menyenangkan pikir Sebria.

...----------------...

Pendar lampu meja di ruang kerja lantai tiga puluh itu menjadi satu-satunya sumber cahaya di antara deretan dinding kaca yang memperlihatkan kerlap-kerlip kota. Di atas meja jati yang solid, tumpukan berkas laporan kuartal dan tablet yang terus berkedip menunjukkan kesibukan sang direktur.

Di atas meja terpampang ukiran nama bertinta emas. Dengan gaya huruf yang indah dan tegas seperti sosok pemiliknya.

Jehan Kelvin Sanjaya

Meski jemarinya lincah menari di atas keyboard, fokusnya sesekali teralihkan pada sebuah vas kecil di sudut meja.

Di sana, setangkai bunga matahari tampak kontras dengan suasana ruangan yang kaku dan formal. Namun, sudut bibirnya berkedut ketika mengingat kembali percakapan nya dengan putra nya saat itu.

Ada rasa penasaran yang mengusik di tengah rutinitasnya yang serba terukur. Ia terbiasa dengan transaksi yang saling menguntungkan, namun ketulusan sederhana dari penjual bunga itu terasa seperti teka-teki yang sulit ia pecahkan dari balik meja kerjanya yang mewah.

Ruangan yang biasanya menjadi simbol kendali dan otoritas, kini terasa sunyi, menyisakan tanya tentang siapa sosok di balik pemberian kuning cerah yang kini menghiasi sudut dunianya.

Tidak sedikit orang-orang yang mendekatinya melalui Byan —putra nya. Tidak sedikit juga orang mengirim hadiah tanpa sebab seolah ingin menarik perhatian putra nya. Namun kali ini Byan yang meminta bantuan orang itu. Dan hadiah yang Byan terima cukup sederhana. Apakah ini semacam trik? Jehan menghembus nafas kasar.

Sejak beberapa tahun lalu ia fokus membesarkan perusahaan dan melebarkan bisnisnya. Ia menutup diri dari infomasi masalalu. Fokusnya hanya masa depan Byan.

Jehan mematikan layar di depannya dan menutup berkas yang tadi terbuka. Merapikan meja lalu meraih jas tergantung di belakang. Jehan bersiap pulang karena malam semakin larut. Di sepanjang jalan ia sesekali menatap bunga matahari di dalam vas. Byan memintanya membawa setiap hari supaya ayahnya tetap semangat bekerja.

Jehan terkekeh. Entah kapan bunga itu layu. Saat ini saja kelopaknya mulai menggulung. Rasa penasaran menggelitik, Jehan berniat lewat depan sekolah Byan. Roda empat miliknya melaju pelan sambil memperhatikan toko bunga kecil di pinggir jalan. Halaman yang cukup untuk parkir dan bentuk bangunan yang estetik. Lampunya sudah padam hanya menyisakan lampu halaman. Di atasnya terpasang nama toko 'Toko bunga Adree' Cukup cantik tapi sedikit akrab. Jehan menoleh ke samping memperlihatkan sekolah Byan. Berapa lama ia tidak lewat sini. Seingatnya dulu tempat itu adalah bangunan kosong saja. Kemudian ia mengangguk jaraknya memang dekat pantas saja Byan sering mampir kesitu. Tapi Jehan tidak boleh lengah siapa tahu pemilik bunga itu memanfaatkan putra nya. Bisa saja pemilik toko itu sudah mencari tahu siapa Byan.

1
Ayuwidia
Dari sinopnya udah nyesek 🥺
Human
kisah yang menarik,Sebria tokoh wanita yang hebat dan tangguh,mentalnya kuat banget menghadapi segala cobaan
Ririn Rira: terimakasih kak mampir di buku baru lagi ya...
total 1 replies
Joey Joey
sebenarnya kamu tidak pgen pisah tapi karena keadaan and kamu tidak mau melibatkan terlalu jauh maka dengan kepahitan kamu melepaskan nya
Lisa
Wah udh ending nih..ceritanya bagus banget Kak..akhirnya Bria bahagia bersama keluarga kecilnya..
Lisa: Sama² Kak..oke Kak..
total 2 replies
Lisa
Ternyt Deric yg bermasalah..dia tdk mau mangakuinya..y sudahlah lebih baik mereka berpisah & Bria menemukan kebahagiaannya.
Ayuwidia
Benar, Bria nggak perlu tahu kehancuran sang mantan suami yg diakibatkan oleh keegoannya sendiri. Kelak, semoga Deric juga temukan bahagia bersama wanita yg bisa menerima dia apa adanya.

Makasih, Kakak Ririn, sudah menuliskan kisah yg indah ini. Tep semangat berkarya 🥰
Ayuwidia: sama2, Kak Ririn 🥰
total 2 replies
Ayuwidia
Alhamdulillah, akhirnya kebahagiaan mendekap erat Sebria setelah luka yang dialaminya bertubi-tubi 🥰
Indhira Sinta
bagus ceritanya,lain daripada yg lain
Ayuwidia
Harusnya, kamu dulu jujur saja, Ric. Banyak jalan yg bisa ditempuh untuk memiliki keturunan. Tapi ya sudahlah, semua dah terlanjur. Makasih sudah membebaskan Bria, sehingga dia bisa bebas dan sekarang bahagia dengan kehidupan barunya.
Lisa
Selamat y utk Bria & Jehan..sehat² y Bria sampai HPL nya nanti..
Ayuwidia
Lagi-lagi ikut bahagia sekaligus terbaru, luka yg dulu menganga sekarang terobati sempurna. Selamat buat kalian, Jehan--Bria 🥰
Ayuwidia: ralat: terharu, keyboardnya kerasukan Kak 😄
total 1 replies
Lisa
Koq cepat Kak..udh mau ending 🤭
Ririn Rira: iya kak buku meminjam ibu sehari emang di targetkan bab nya pendek
total 1 replies
Ayuwidia
Loh, kok cepet banget, Kak?
Ayuwidia: Rama-Hawa jg cuma dikit bab nya, Kak. Buat mengisi ramadan aja kaya' nya 😅
total 2 replies
Lisa
Syukurlah Byan udh ga ngerasa takut lg..bahagia selalu y utk kalian bertiga
Ririn Rira: terimakasih kak🥰
total 1 replies
Dewi Eka
menarik
Ayuwidia
Semoga kelak jika Mama Bi punya dedek bayi, Byan bisa menerima dan nggak cemburu 😉
Ririn Rira: Byan tetap jadi prioritas mama B 😄
total 1 replies
Lili Inggrid
banyak banyak up ..cerita bagus banget😊
Lisa
Ya Byan jgn dengerin kata² yg g baik itu..Mama B sangat menyayangimu.
Ayuwidia
Mama B itu tulus mencintai kamu, Byan. Jadi, meski kelak mama B punya baby, cintanya nggak pudar
Ayuwidia
Waduh, kalimat yg memprovokasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!