NovelToon NovelToon
Sang Ratu Dua Dunia

Sang Ratu Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.

Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.

Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.

Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.

Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANGKAR EMAS DI MADRID

POV Maria Joanna

Pesawat jet pribadi berlogo Singa Emas milik Ayahku membelah langit Eropa dengan keanggunan yang mematikan. Di dalam kabin yang lebih mirip hotel bintang lima berjalan ini, aku menatap keluar jendela, melihat hamparan awan yang seputih kapas. Namun, pikiranku jauh lebih gelap dari badai yang baru saja kutinggalkan di Jakarta.

Suara rekaman Ibu masih terngiang-ngiang di telingaku. Jangan percaya pada siapa pun di Madrid. Bahkan pada ayahmu sendiri.

Aku melirik ke arah Ayah yang sedang duduk di sofa kulit seberangku. Ia sedang sibuk memeriksa dokumen-dokumen penting bersama Sebastian. Wajahnya tampak begitu lelah namun juga lega. Sesekali ia menatapku dan melemparkan senyum hangat yang seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bagaimana mungkin pria yang mendekapku begitu erat saat peluru sniper menyambar itu adalah orang yang harus kucurigai?

"Maria, naga kecilku," panggil Ayah lembut. "Sebentar lagi kita mendarat di pangkalan udara militer Torrejón. Mobil-mobil kerajaan sudah menunggu. Kau akan langsung dibawa ke Palacio de la Zarzuela, kediaman pribadi kita. Di sana kau akan aman."

"Terima kasih, Ayah," jawabku sesingkat mungkin. Aku harus menjaga jarak emosional agar tidak goyah.

Aku menyentuh flashdisk yang kusembunyikan di saku rahasia tasku. Aku butuh internet yang sangat aman untuk melacak siapa sebenarnya "El Halcon" di Sevilla. Dan aku butuh waktu untuk keluar dari pengawasan ketat Sebastian yang selalu berada di belakangku seperti bayangan.

Sebastian memperhatikan gerak-gerik Maria dengan saksama. Sebagai kepala keamanan yang terlatih di Badan Intelijen Spanyol (CNI), ia bisa merasakan ada sesuatu yang berubah dari aura Putri Maria. Gadis itu tidak lagi tampak takut, tapi ia tampak sedang menyembunyikan sesuatu yang besar.

"Yang Mulia," bisik Sebastian pada Raja Arthur saat Maria berpura-pura tidur di kursinya. "Putri Maria bertanya tentang laporan medis Julia tadi di Jakarta. Hamba rasa, ia mulai meragukan narasi resmi kita."

Arthur menghela napas panjang, matanya menatap Maria dengan duka yang mendalam. "Biarkan saja untuk saat ini, Sebastian. Dia cerdas, sama seperti ibunya. Julia selalu tahu cara mencium kebohongan. Namun, pastikan dia tidak melakukan kontak dengan siapa pun dari masa lalu Julia di Spanyol. Terutama orang-orang dari kelompok 'El Halcon'. Jika dia sampai bertemu mereka, rahasia yang kupendam selama dua puluh tahun ini akan menghancurkan segalanya."

Sebastian membungkuk. "Hamba mengerti. Semua jalur komunikasi di Istana akan dipantau secara ketat."

Tanpa disadari oleh kedua pria itu, Maria tidak benar-benar tidur. Ia mendengar nama "El Halcon" disebut dari mulut Ayahnya sendiri. Jantungnya berdegup kencang. Jadi Ayah tahu tentang El Halcon? Dan dia sengaja menjauhkanku darinya?

POV Maria Joanna

Begitu jet mendarat, aku disambut oleh barisan tentara kehormatan yang berdiri tegak menyambut kepulanganku. Mobil limusin anti-peluru membawaku membelah jalanan Madrid yang megah, menuju pinggiran kota di mana istana berada.

Istana itu sangat megah. Dinding-dindingnya dihiasi permadani kuno, lampu kristal raksasa, dan lukisan-lukisan leluhur keluarga de Borbón yang menatapku dengan angkuh. Namun bagiku, kemewahan ini terasa seperti sangkar emas.

"Ini adalah sayap kanan istana, khusus untukmu, Putri," Sebastian menunjukkan sebuah kamar yang luasnya mungkin lima kali lipat dari rumah angkatku di Jakarta. "Segala kebutuhan Anda akan dilayani oleh pelayan-pelayan terbaik. Namun, demi keamanan, Anda dilarang keluar dari area istana tanpa pengawalan hamba."

Aku berjalan menuju balkon, menatap pemandangan taman istana yang luas. "Sebastian, aku ingin istirahat sendiri. Tolong jangan biarkan siapa pun masuk."

"Baik, Putri."

Begitu pintu tertutup, aku langsung mengeluarkan ponsel cadangan yang diam-diam dibelikan oleh Pak Bambang sebelum aku berangkat. Aku menggunakan koneksi satelit pribadi yang berhasil kupelajari caranya dari forum internet bawah tanah.

Aku mengetik satu nama di mesin pencari: "El Halcon Sevilla".

Hasilnya nihil di pencarian biasa. Namun, setelah aku masuk ke jaringan forum dark web yang sering dibicarakan para hacker, aku menemukan satu petunjuk: El Halcon bukan nama orang, tapi sebuah kedai kopi tua di distrik Triana, Sevilla.

Tiba-tiba, pintu balkon kamarku diketuk dari luar. Seorang pelayan muda masuk dengan wajah cemas. Ia tidak menggunakan seragam pelayan istana biasanya, melainkan seragam pelayan dapur yang kusam.

"Putri Maria?" bisiknya ketakutan.

"Siapa kau?" tanyaku siaga.

"Nama saya Lucia. Ibu saya dulu adalah asisten pribadi Lady Julia sebelum beliau... dibuang," ia mendekat, memberikan sebuah gulungan kertas kecil padaku. "Ibu saya berpesan, jika Putri Maria kembali ke Spanyol, hamba harus memberikan ini. Hati-hati, Putri. Di dinding istana ini, bahkan lukisan pun memiliki telinga."

Setelah memberikan kertas itu, Lucia langsung pergi lewat jalur pelayan. Aku membuka kertas itu dengan tangan gemetar. Isinya adalah sebuah koordinat GPS dan satu kalimat singkat:

"Arthur tidak menyelamatkan Julia. Dia menukarnya."

Kepalaku pening. Menukarnya? Menukar dengan apa? Dengan takhta? Dengan kedamaian antara Spanyol dan China? Aku meremas kertas itu dan membakarnya dengan korek api yang ada di atas meja rias.

Malam itu, di tengah kemewahan istana Madrid, aku membuat keputusan gila. Aku akan melarikan diri ke Sevilla. Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dua puluh tahun lalu. Jika Ayahku memang dalang di balik semua ini, maka aku akan menjadi orang pertama yang meruntuhkan kekuasaannya.

"Suara sirine protokol Red Eagle meraung membelah kesunyian malam istana. Saat aku hampir mencapai gerbang belakang untuk melarikan diri, sebuah mobil hitam legam menghalangi jalanku. Pintunya terbuka perlahan, dan aku melihat Sebastian berdiri di sana dengan wajah yang sangat kecewa. 'Putri, Anda benar-benar tidak seharusnya mendengar rekaman itu,' desisnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!