Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Rasanya lega sekali akhirnya bisa melepaskan orang yang selama ini membuat hatinya hancur dan menguras isi tabungannya berlebihan tanpa memikirkan perasaannya sama sekali, pilihan pisah akhirnya membuat Citra merasa tenang dan tidak akan merasa kesal dan sedih lagi.
Terpaksa ikut anterin Winda ke rumah orang tuanya, selain memastikan Winda benar-benar pulang juga ingin tahu rumahnya Winda yang ada di kampung apa lagi selama sepuluh tahun pernikahan bersama Angga tentunya Winda membaginya ke keluarganya.
"Hebat juga iya Angga selama sepuluh tahu memanjakan kamu seperti ini, rumah orang tua kamu cukup mewah dan sepertinya ada mobil iya?" tanya Citra melihat Winda pangku anak semata wayangnya.
"Iya Mba ada, semuanya pemberian Angga sebelum rahasia pernikahan kami terbongkar, apa Mba mau ambil semuanya?" tanya Winda sejujurnya takut jika keluarganya tahu masalah yang dihadapinya akhirnya semuanya diambil sama Citra bisa-bisa keluarga nya jadi malu karena mendadak kehilangan semuanya.
"Tidak usah, semuanya buat keluarga kamu saja asal kamu tidak ingkar janji tidak masalah jadi hak keluarga kamu." ucap Citra tidak tega ambil paksa semuanya, tidak tega melihat orang-orang yang tidak tahu masalah yang dialami Winda jadi malu jika tetangga nya tahu semua yang diberikan Winda selama ini diambil dirinya.
"Ya Allah Mba baik sekali, jadi malu saya selama ini jadi duri untuk hidup Mba terimakasih banyak Mba, saya janji tidak akan kecewakan Mba hemmm iya sudah Mba saya pamit dulu terimakasih atas kebaikan untuk saya." sambung Winda terharu mendengar ucapan Citra barusan.
Walaupun Citra sempet tega sama dirinya tapi sebenarnya Citra orang baik dan jiwa sosialnya cukup tinggi juga.
Lega rasanya bisa melepaskan orang yang sudah menghancurkan rumah tangganya dengan cara baik-baik, tidak perlu emosi dan dianggap perempuan tega menghancurkan perempuan jahat seperti Winda, memilih balas dendam dengan cara elegan seperti ini dari pada cara kampungan.
**
Rasanya sakit sekali badan karena didorong keluar dari mobil sampai jatuh ke tanah, kesal diperlakukan tidak baik seperti ini sama karyawannya Citra apa lagi tidak bawa apapun dan tempat cukup jauh dari rumahnya Citra.
"Bro apa tidak kasihan gue hidup tanpa memiliki apapun seperti ini, kasih uang untuk gue bisa beli baju dan makan bro tega amat." ucap Angga memelas.
"Mimpi Lo mau dibantu sama kita, Bos kita saja tidak peduli sama Lo masa kita peduli lagian Lo sudah merugikan Bos kita ngapain juga kita peduli sama Lo yang tidak tahu seperti ini." bentak Bodyguard menatap sinis melihat Angga.
"Suruh siapa tidak tahu diri, sudah bagus dapat perempuan kaya dan baik seperti Bos kami justru dimanfaatkan dan di sia-siakan seperti ini yang akhirnya sengsara sendiri kan, perempuan kalo sudah marah yang begini jadinya memangnya enak." ucap Bodyguardnya Citra yang lain, sejujurnya tidak tega kasar sama orang lain tapi mau bagaimana lagi tugasnya untuk bawa Angga pergi jauh tanpa memberikan apapun untuk Angga.
"Pergi yuk sudah selesai tugas kita buang laki-laki sampah ini cukup jauh, kalo masih ada malu tidak akan nekat menghampiri Bu Citra lagi." ajak Bodyguardnya ke temannya untuk masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan Angga sendirian.
Kesel benar -benar kesal hidup sendirian tanpa memiliki apapun, bahkan baju saja Angga tidak punya bagaimana dirinya menjalankan hidup seperti ini, Penyesalan yang sia-sia kini dirasakan Angga.