"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."
Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.
Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Madam Rousseau
Sore itu, suasana di apartemen Serena yang seharusnya menjadi awal dari makan malam romantis berubah menjadi medan perang yang mencekam. Saat Nicholas melangkah keluar dari lift pribadi dengan kantong belanjaan di tangannya, ia tidak disambut oleh Serena, melainkan oleh sosok wanita paruh baya yang elegan namun memiliki tatapan setajam silet: Madam Rousseau, ibu Serena.
Madam Rousseau berdiri di tengah ruang tamu, menyilangkan tangan dengan angkuh. Di atas meja di sampingnya, kancing manset 'NF' milik Nicholas tergeletak, seolah baru saja disita sebagai barang bukti kejahatan.
"Letakkan belanjaanmu dan jangan melangkah satu senti pun lebih dekat, Nicholas Feng," suara Madam Rousseau tenang namun mengandung otoritas yang mematikan.
Nicholas terpaku, namun ia tidak mundur. Ia meletakkan kantong belanjaannya di lantai dan menatap wanita yang dulu pernah sangat ia hormati itu. "Madam Rousseau, saya tidak tahu Anda ada di sini."
"Tentu saja kau tidak tahu. Kau terlalu sibuk menyelinap masuk ke kamar putriku seperti pencuri di tengah malam," Madam Rousseau melangkah mendekat, sepatu hak tingginya mengetuk lantai dengan bunyi yang mengancam.
"Aku sudah melihat berita tentang Valerie Han. Dan sekarang aku menemukanmu di sini, meninggalkan jejak kotor di apartemen putriku?"
"Saya berniat menyelesaikan segalanya, Madam. Hubungan saya dengan Serena..."
"Hubungan apa?" potong Madam Rousseau dengan tawa sinis yang merendahkan. "Bagi Serena, kau mungkin adalah cinta pertamanya yang tragis. Tapi bagiku, kau hanyalah pria labil yang murahan. Kau melempar dirimu ke pelukan wanita manapun yang disodorkan ayahmu, lalu kau kembali merangkak ke sini saat kau merasa bosan?"
Nicholas mengepalkan tangannya di samping tubuh. "Itu tidak benar."
"Anakku begitu setia, Nicholas!" Madam Rousseau menaikkan nada suaranya, matanya berkilat penuh amarah seorang ibu.
"Tujuh tahun dia mengunci hatinya. Tujuh tahun dia menanggung luka sendirian sementara kau bersenang-senang di depan kamera dengan wanita-wanita lain. Dia menghancurkan dirinya sendiri demi menjaga memori tentangmu, sedangkan kau? Kau bahkan tidak bisa menolak satu perjodohan demi menghargai kesetiaannya!"
Madam Rousseau berdiri tepat di depan Nicholas, menatapnya dengan hina. "Kau tidak layak untuknya. Kau hanya akan merusak reputasinya, menghancurkan kariernya, dan yang paling parah... kau akan mematahkan hatinya lagi setelah dia susah payah menyambungnya. Pergi sekarang, sebelum aku memanggil keamanan dan memastikan namamu hancur di seluruh industri ini."
Serena muncul dari arah kamar, wajahnya pucat pasi melihat ibunya sedang mengonfrontasi Nicholas. Ia mematung di ambang pintu, terjepit di antara rasa hormat pada ibunya dan cinta yang baru saja mulai ia tumbuhkan kembali untuk Nicholas.
Madam Rousseau melempar sebuah amplop cokelat tebal ke atas meja marmer, tepat di samping kancing manset milik Nicholas. Suaranya mendingin, seolah setiap kata adalah es yang membekukan ruangan itu.
"Kau ingin tahu kenapa Nicholas begitu patuh pada ayahnya dan berperan jadi aktor yang luar biasa dan menerima Valerie Han dengan mudah, Serena?" tanya Madam Rousseau tanpa mengalihkan pandangan tajamnya dari Nicholas.
Serena mendekat dengan ragu, tangannya gemetar saat membuka amplop itu. Di dalamnya terdapat dokumen-dokumen audit keuangan dan foto-foto rahasia dari tujuh tahun lalu, saat Nicholas pertama kali meninggalkan Serena.
"Ini adalah dokumen kebangkrutan tersembunyi keluarga Feng tujuh tahun lalu," lanjut Madam Rousseau. "Dia menjual dirinya sendiri kepada ayahnya untuk menyelamatkan bisnis keluarga yang hampir hancur. Dan tebak siapa yang membiayai penyelamatan itu? Keluarga Han. Ayah Valerie."
Serena tertegun, matanya menatap Nicholas yang kini menunduk dalam diam.
"Ternyata pengorbananmu dulu belum cukup, ya Nicholas?" sindir Madam Rousseau lagi.
"Sekarang perusahaan keluargamu kembali terlilit hutang budi karena proyek film besar ini, dan Valerie adalah pembayaran lanjutannya. Kau kembali ke sini menemui Serena bukan karena cinta yang tulus, tapi karena kau ingin melarikan diri dari kenyataan bahwa kau hanyalah tawanan finansial keluargamu sendiri."
Serena menjatuhkan dokumen itu. Ia menatap Nicholas dengan tatapan yang hancur. "Jadi... semua ini tentang bisnis lagi? Kau datang padaku semalam, bicara soal memasak dan masa depan, sementara kau tahu kau masih terikat secara hutang pada keluarga Valerie?"
Nicholas akhirnya mendongak. Matanya memerah, bukan karena takut pada Madam Rousseau, tapi karena rahasia yang ia simpan rapat-rapat akhirnya terbongkar dengan cara yang paling hina.
"Itu benar," suara Nicholas serak. "Tujuh tahun lalu aku pergi untuk menyelamatkan masa depan kita, atau begitulah pikirku yang bodoh saat itu. Dan sekarang, memang benar keluargaku menekan lewat Valerie. Tapi Serena, satu-satunya alasanku ingin kembali ke dunia bisnis tahun depan adalah untuk memutuskan rantai itu! Aku ingin membayar semua hutang itu agar aku tidak perlu lagi menjadi 'murahan' seperti yang ibumu katakan."
Madam Rousseau tertawa dingin. "Kau butuh sepuluh tahun untuk melunasinya, Nicholas. Selama itu, anakku akan terus menjadi simpananmu sementara kau bersandiwara sebagai tunangan Valerie? Tidak akan kubiarkan."
Serena berdiri di antara mereka, air matanya jatuh membasahi dokumen yang berserakan di lantai. Ia baru menyadari bahwa cinta mereka bukan hanya terhalang ego, tapi oleh tembok uang dan kekuasaan yang sangat tebal.
Suasana di ruang tamu yang tegang itu mendadak sunyi, hanya menyisakan deru napas Nicholas yang memburu. Pria itu berdiri tegak, menatap langsung ke mata Madam Rousseau yang sedingin es. Ia tidak lagi tampak seperti aktor yang sedang bersandiwara, ia tampak seperti seorang pria yang siap mempertaruhkan seluruh hidupnya.
"Beri aku waktu tiga bulan, Madam," ujar Nicholas dengan suara rendah namun penuh penekanan. "Tiga bulan untuk memutuskan setiap rantai yang mengikatku pada keluarga Han dan ayahku. Jika dalam waktu itu aku gagal membebaskan diriku sepenuhnya, aku akan pergi dari kehidupan Serena selamanya. Aku akan menghilang sedalam yang Anda inginkan, dan Anda tidak akan pernah mendengar namaku lagi."
Madam Rousseau menyipitkan mata, mencari keraguan di wajah Nicholas. Ia kemudian melirik putrinya, Serena, yang masih terisak pelan sambil menggenggam dokumen-dokumen sialan itu.
Keheningan itu terasa selamanya, sampai akhirnya Madam Rousseau mendengus pelan sambil merapikan mantel bulunya.
"Tiga bulan," ucap Madam Rousseau dingin.
"Bukan karena aku mempercayaimu, Nicholas. Tapi karena aku ingin Serena melihat dengan matanya sendiri bagaimana kau gagal. Aku ingin dia melihat bahwa pahlawannya tidak lebih dari seorang pria yang tercekik hutang budi."
Madam Rousseau berbalik, menatap Serena dengan tatapan peringatan.
"Dalam tiga bulan ini, kau tetap harus menjalankan peranmu sebagai calon tunangan Valerie di depan publik. Jangan berani-berani membawa Serena ke dalam skandalmu sebelum kau benar-benar bersih. Jika satu saja foto kalian bocor, perjanjian ini batal."
Tanpa menunggu jawaban, Madam Rousseau melangkah pergi, meninggalkan aroma parfum mawar yang tajam dan pintu yang tertutup dengan dentuman keras.
Kini hanya tersisa Nicholas dan Serena di ruangan yang berantakan itu. Nicholas mendekat, namun ia tidak berani menyentuh Serena. Ia merasa sangat kotor setelah rahasianya dikuliti habis oleh Madam Rousseau.
"Kau mendengarnya, Serena?" bisik Nicholas. "Tiga bulan. Aku akan menghancurkan segalanya, karir aktingku, kontrak bisnis ayahku, apa pun hanya untuk bisa berdiri di depanmu tanpa membawa beban keluarga Han."
Serena menghapus air matanya dengan punggung tangan, menatap Nicholas dengan campuran rasa benci dan cinta yang amat dalam.
"Kau punya tiga bulan, Nicholas. Tapi ingat satu hal... jika kau berbohong lagi padaku, jika kau mencium Valerie meskipun itu hanya untuk sandiwara bisnis... jangan pernah kembali. Aku lebih baik sendirian seumur hidup daripada menjadi pilihan kedua di sela-sela transaksi bisnismu."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 😍😍😍