Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."
Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."
Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
situasi serba salah
Kaylee hanya terdiam melihat punggung Angel yang menjauh dengan raut wajah bingung bercampur kesal. Ia kemudian melirik Atlas yang masih asyik menyeruput cokelat panasnya seolah tidak baru saja mematahkan hati seseorang.
"At," panggil Kaylee pelan.
"Hm?"
"Lo nggak kasihan sama dia? Dia beneran ngira gue adek lo, dan lo malah sengaja manasin dia pake panggilan Ay segala."
Atlas menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang kampus yang mulai diselimuti senja. Ia memutar tubuh Kaylee agar menghadapnya, lalu menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya yang hangat.
"Gue nggak butuh dikasihani sama cewek yang nggak tahu batasan, Kay. Dan soal panggilan itu..." Atlas mendekatkan wajahnya, hidungnya bersentuhan dengan hidung Kaylee, membuat napas gadis itu tertahan. "...gue emang suka manggil lo gitu. Kenapa? Lo keberatan?"
Kaylee memutar bola matanya, mencoba menutupi debaran jantungnya yang gila. "Gue cuma nggak mau dianggap penghambat masa depan lo, Mr. Jelek. Angel itu pinter, satu jurusan sama lo, dia bisa bantu karier lo nanti."
Atlas terkekeh, lalu tiba-tiba ia mengecup dahi Kaylee dengan sangat lama. "Karier gue nggak butuh asisten yang jago gambar, tapi gue butuh lo sebagai alasan buat gue pulang. Udah, jangan bahas dia lagi. Gue laper, ayo kita cari makan sebelum balik ke mansion."
Sesampainya di mansion, suasana yang biasanya tenang berubah sedikit tegang. Di meja makan, sudah duduk Ibu Kaylee yang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya lebih awal. Beliau menatap Atlas dan Kaylee yang masuk sambil bergandengan tangan dengan tatapan penuh selidik.
"Kalian berdua... sepertinya makin lengket saja selama mommy tidak ada," ujar sang Ibu sambil tersenyum.
Atlas tidak melepaskan genggamannya, malah ia menarik kursi untuk Kaylee dengan gerakan ksatria. "Kita kan emang nggak bisa dipisahin. Mommy tahu itu."
"Tapi Mommy dengar dari teman-teman Mommy di kampus, kalian jadi bahan gosip karena Atlas menolak semua wanita demi saudaranya ini," lanjut sang Ibu sambil menatap Kaylee dalam-dalam. "Kaylee, apa kamu tidak merasa terbebani kalau Atlas terus-terusan menjagamu seperti ini? Kapan kalian masing-masing akan mencari pasangan yang sesungguhnya?"
Pertanyaan itu membuat sendok di tangan Kaylee berdenting pelan menabrak piring. Atlas terdiam, rahangnya mengeras.
"Kenapa harus cari yang lain kalau yang di samping udah lebih dari cukup, Mom?" jawab Atlas dengan suara rendah dan serius, membuat suasana meja makan seketika membeku.
Malam itu di meja makan, suasana kembali mencair. Atlas tertawa kecil sambil menyambar potongan buah dari piring di depannya. "Mommy tenang aja, Atlas nggak merasa terbebani kok. Justru Atlas yang bakal stres kalau Kaylee jauh-jauh," ucapnya sambil mengedipkan mata ke arah Ibu Kaylee.
"Iya, Mommy tahu kamu memang yang paling bisa diandalkan," balas Ibu Kaylee sambil tersenyum penuh arti.
Di dalam hatinya, beliau dan orang tua Atlas sudah menyimpan sebuah rahasia besar selama bertahun-tahun. Surat perjanjian perjodohan yang mereka buat sejak Atlas dan Kaylee masih bayi tersimpan rapi di dalam brankas. Mereka hanya ingin melihat sejauh mana drama sahabat ini berjalan sebelum akhirnya mereka memberikan kejutan besar itu.
Setelah makan malam selesai, Atlas tidak langsung menuju kamarnya sendiri. Ia justru mengekor di belakang Kaylee, masuk ke dalam kamar gadis itu yang beraroma vanila dan kayu cendana.
Begitu pintu tertutup, Atlas seolah kehilangan seluruh kekuatannya. Ia langsung menubruk Kaylee dari belakang, melingkarkan lengannya yang berat di bahu kecil gadis itu dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kaylee.
"Gue capek banget, Ay..." gumam Atlas. Suaranya terdengar sangat parau dan manja, sangat jauh dari sosok Atlas yang arogan dan dingin di kampus.
Kaylee bisa merasakan napas hangat Atlas di kulit lehernya, membuat bulu kuduknya meremang. "Tugas maket lo belum selesai?"
"Bukan cuma maket. Gue capek ngadepin orang-orang di kampus. Capek sama Angel, capek pura-pura nggak tahu kalau banyak yang mau jauhin lo dari gue," Atlas semakin mengeratkan pelukannya, menarik tubuh Kaylee hingga benar-benar menempel pada tubuhnya. "Cuma di sini gue bisa napas tenang."
Kaylee menghela napas, tangannya naik untuk mengusap lengan berotot Atlas yang melingkar di perutnya. "Ya udah, istirahat. Lo butuh tidur, bukan manja-manja gini."
"Bentar... lima menit lagi kayak gini," pinta Atlas sambil mengecup bahu Kaylee yang tertutup kaus tipis. "Lo tahu nggak? Tadi pas Mommy nanya soal pasangan, gue hampir aja bilang kalau gue nggak butuh nyari siapa-siapa lagi karena gue mau lo tetap di sini, selamanya."
Kaylee membeku. Jantungnya berdebar liar. "Lo ngomong gitu karena lo capek aja, At."
"Mungkin," Atlas berbalik, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang Kaylee, menarik tangan gadis itu agar ikut duduk di sampingnya. Ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong namun dalam.
"Tapi kalau dunia ini runtuh sekalipun, gue mau tangan yang gue genggam terakhir kali itu tangan lo, Ay. Bukan tangan siapapun."
Atlas menarik tangan Kaylee ke mulutnya, mencium punggung tangan itu dengan lembut dan lama, sebelum akhirnya ia tertidur karena kelelahan, masih dengan menggenggam erat jemari Kaylee.
🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading dear 😍😍