Anya seorang perempuan kaya yang harus meninggalkan semuanya yang dia miliki karena sakit hati yang dia punya kepada Adi. Dia memilih menghilang dari kehidupan masa lalunya dan memulai segala sesuatunya dari nol. Akankah dia bertemu dengan kekasih baru dan mempunyai kehidupan yang lebih baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Arinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penuh inovasi
Anya masih berkutat dengan laporannya. Hari ini sudah seminggu Anya bekerja. Hari ini Anya akan mengadakan rapat intern departemen marketing. Rapat akan diadakan setelah jam makan siang.
Tok tok tok
Tak lama terlihat Cindy masuk keruangan setelah diijinkan masuk.
"Semua karyawan sudah saya beritahu tentang jadwal meeting hari ini dan sudah saya beritahu untuk membawa laporan yang masing masing mereka kerjakan", lapor Cindy pada Anya.
"Makasih ya Cindy. Jangan lupa kamu beritahu bagian keuangan dan TR (tenant relationship) untuk mengirimkan perwakilannya dalam meeting tadi siang", perintah Anya. Cindy pun mengiyakan. Setelah berbincang agak lama Cindy pun keluar.
Drrrt drrrt drrrt
Anya mengambil ponsel di mejanya. Ada sebuah pesan masuk.
Semangat kerja cewek jutek. Kangen lihat kamu ngomel terus. ~Cowok tengil
Anya pun membalasnya.
Makasih. Aku kan emang ngangenin. Haha~ Anya
Anya kembali bekerja. Hingga waktu makan siang tiba. Anya mengirim pesan kepada Cindy untuk membelikannya roti karena masih ada pekerjaan yang belum selesai. Setelah makan roti pemberian Cindy, Anya mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk meeting.
"Ayo Cindy, kita ke ruang meeting", ajak Anya kepada Cindy. Mereka berdua berjalan ke ruang meeting. Saat sudah memasuki ruang meeting terlihat ruangan sudah penuh dengan karyawan departemen marketing. Anya memberi kode Cindy untuk mempersiapkan semuanya.
Beberapa karyawan laki-laki tampak kagum melihat Anya. Anya hari itu memakai celana panjang hitam dengan kemeja putih dan blazer. Rambut panjangnya.
"Selamat siang semuanya. Mohon maaf kalau saya mengumpulkan kalian secara dadakan. Seperti yang sudah saya sampaikan dulu waktu perkenalan saya hanya mempunyai waktu 1 bulan untuk meningkatkan kinerja departemen marketing. Jadi langsung saja", Anya memberi kode kepada Cindy untuk mulai presentasi.
Selama 15 menit menjelaskan, beberapa karyawan tampak terkejut dengan penjelasan Anya.
"Baiklah saya mohon penjelasan dari beberapa poin yang perlu klarifikasi. Silahkan dari siapa dulu", kata Anya yang disambut dengan saling pandang beberapa karyawan.
Beberapa karyawan menjelaskan, yang diselingi bantahan dari Anya dengan memberikan data yang di dukung penjelasan dari perwakilan departemen TR(tenant relationship) dan keuangan. Sampai pada seorang karyawan senior yang bertugas dalam bagian advertising.
"Kamu jadi anak baru kok banyak bertingkah, buat gaduh disini. Kamu tidak bisa seperti ini. Biarkan kami bekerja seperti biasanya", kata perempuan yang biasa disebut Bu Tina.
"Memangnya saya kenapa Bu Tina?", tanya Anya sambil tersenyum.
"Kamu sok sok an. Kami ini sudah biasa bekerja seperti hari hari biasanya, terus tiba-tiba kamu minta penjelasan", kata Bu Tina dengan emosi.
"Maaf Bu Tina, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai manager. Saya mempunyai kewajiban untuk membuat kinerja departemen yang saya pimpin menjadi lebih baik dan saya berhak meminta karyawan di departemen ini bekerja dengan maksimal", Anya penuh penekanan.
"Tidak maksimal bagaimana? Kita saya khususnya sudah terbiasa seperti sekarang dan hasilnya baik baik saja?", kata Bu Tina ketus. Anya hanya tersenyum.
"Baiklah kalau yang ibu katakan sudah maksimal. Tapi kenyataannya departemen marketing dan khususnya advertising mempunyai kinerja yang di bawah rata-rata. Mohon maaf Bu Tina, jaman sekarang bukan lagi kerja seperti biasanya, namun kerja dengan inovasi yang tepat dan efisien", kata Anya dengan nada sinis.
"Kerja dengan sistem lama sudah tidak dibutuhkan disini. Kita perlu inovasi untuk kemajuan. Kalau kita masih pakai sistem kerja cara lama, saya jamin nggak sampai satu tahun kita bakalan tergilas perusahaan yang penuh inovasi". Beberapa karyawan tampak mengangguk-angguk. Bu Tina yang mendapat jawaban dari Anya dan melihat beberapa karyawan yang seolah mendukung Anya menjadi marah.
"Kamu kira saya tidak bisa bekerja?", tanya Bu Tina dengan nada tinggi.
"Saya tidak mengatakan seperti itu. Saya hanya mengatakan kalau kita perlu bekerja dengan inovasi terus menerus, jangan seperti biasanya. Karena kalau hanya seperti biasanya kita tidak akan berkembang. Terlebih kita ini marketing Bu Tina", kata Anya penuh penekanan.
"Terus mau kamu apa?", teriak Bu Tina membuat semua yang diruangan melihatnya. Anya masih tersenyum.
"Bu Tina mengapa Anda teriak teriak? Saya hanya minta penjelasan bagaimana bisa kinerja advertising dibawah rata-rata. Tapi kenapa Anda marah?", Anya mulai berbicara dengan nada tinggi namun dengan ekspresi tersenyum.
"Saya sudah jelaskan kami bekerja seperti biasanya. Terus masalahnya dimana?", Bu Tina masih dengan emosi.
"Baik jika Bu Tina masih tidak mengerti dengan apa yang saya bicarakan". Anya kemudian menjelaskan bagaimana banyak proyek fiktif yang dilakukan advertising, penggelembungan dana dalam pengadaan barang dan agenda kerja yang hanya sembarangan tidak teratur. Dari departemen keuangan juga memberikan penjelasan lebih rinci.
Bu Tina yang tadinya penuh amarah, kini hanya bisa terdiam dengan muka memerah. Antara malu dan marah kini bergejolak didalam dirinya.
"Baik semuanya sebagai pembelajaran, kasus ini akan dibawa ke pihak yang berwajib. Jadi tidak ada lagi yang bisa bermain-main selama saya jadi manager. Mohon maaf Bu Tina saya sudah memberikan semua bukti kepada pengacara perusahaan dan mereka yang melaporkan", kata Anya masih dengan tersenyum menatap Bu Tina.
"Anya, aku akan beri perhitungan denganmu", gumam Bu Tina dalam hati.
"Dan terakhir saya sudah memberikan kertas di depan kalian. Kalian akan di rotasi bagian yang menurut saya kalian kompeten. Dan ada Beberapa agenda kerja yang saya buat sebagai acuan tiap bagian. Dan saya sudah menentukan koordinator dari tiap bagian, jadi silahkan kalian bisa saling kerjasama. Dan mulai saat ini tolong penuh keterbukaan dalam bekerja dan semua harus berpartisipasi dalam departemen kita", tutup Anya.
Semua karyawan bertepuk tangan. Mereka sangat kagum dengan kemampuan kerja Anya yang dalam seminggu sudah memberikan perubahan besar di departemen marketing.
sukses
semangat
keren dan mantap