NovelToon NovelToon
Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Wanita Karir
Popularitas:67.2k
Nilai: 5
Nama Author: AgviRa

Dikhianati tunangan dan kakak kandung, bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AgviRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Hari ini sesuai permintaan Hani semalam. Ayu saat ini memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit untuk mengetahui kejelasan apakah dirinya benar positif hamil atau tidak. Ayu ditemani oleh David dan Hani. Mereka bertiga sedang duduk di kursi antrian.

"Ma, nanti kalau yang semalam salah gimana?" Ucap Ayu yang masih belum yakin kalau dirinya sedang hamil.

"Udah, yakin aja. Mama sangat yakin kamu itu sedang hamil sayang."

"Bismillah aja sayang." Ucap David.

"Iya, mas." Jawab Ayu singkat.

Tak lama nama Ayu pun di panggil oleh perawat.

"Dengan ibu Ayudisa. Silahkan masuk ke dalam ruangan."

Ayu pun mengangguk.

"Biar mama aja yang ikut masuk, kamu di sini aja." Ucap Hani meminta David agar menunggu di luar dan yang masuk ke dalam hanya Ayu dan Hani.

"Tapi, ma." David ingin protes tapi mamanya kekeh.

"Udah, nurut aja sama mama."

Akhirnya David hanya menurut.

"Ayo sayang." Ajak Hani.

Hani dan Ayu pun masuk ke dalam ruangan poli kandungan.

"Selamat pagi, dok," Sapa Hani.

Mereka berdua pun duduk di kursi yang sudah disediakan.

"Pagi, silahkan duduk. Dengan bu Ayu ya?" Tanya dokter.

"Iya, dok."

"Sepertinya ini baru pertama kalinya periksa kesini ya bu Ayu? Ada keluhan apa?" Tanya dokter.

"Jadi begini dok, semalam saya merasa ingin sekali makan pecel. Nah, mama saya ini penasaran lalu memberi saya testpack. Nah saya menurut saja dan hasilnya positif, dok. Tapi, saya masih sedikit ragu dan belum yakin." Jawab Ayu.

"Baik, kalau begitu bu Ayu coba periksa sekali lagi ya."

"Sus, tolong ambilkan testpack." Dokter menyuruh suster untuk mengambil alat kecil pipih itu.

"Baik, dok." Jawab suster.

Tak lama suster memberikan alat itu.

"Ini bu Ayu, coba ibu cek dulu. Ini wadahnya dan di sana toiletnya."

"Baik, dok." Jawab Ayu.

Ayu pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kedalam toilet.

Ayu pun memeriksanya, menunggu beberapa menit dan hasilnya sama, alat pipih itu menunjukkan dua garis merah.

Ayu menghela nafas deg-degan dan bahagia. Ayu pun keluar dari dalam toilet dan kembali duduk ditempat semula dirinya duduk.

"Gimana hasilnya bu?"

"Garis dua, dok."

"Alhamdulillah, selamat ya bu Ayu. Itu tandanya bu Ayu memang sedang hamil. Ayo bu Ayu berbaring dulu di tempat tidur."

"Iya, dok."

Gegas Ayu beranjak dan berjalan menuju tempat tidur. Ayu pun membaringkan tubuhnya disana.

Suster menyelimuti Ayu dari bawah perut ke bawah, lalu menyikap baju Ayu ke atas dan memberikan gel diatas perut Ayu.

"Sebentar ya bu, saya periksa dulu."

Dokter pun melakukan USG.

"Nah, disini terlihat ada biji sebesar kedelai ya bu Ayu. Ini usia kandungan ibu masuk 4 minggu. Masih kecil banget dan sangat rentan. Ya sudah bu."

Suster membersihkan sisa gel dengan tisu. Lalu menurunkan baju Nana kembali. Ayu pun bangun dan kembali ke tempat duduk.

Disana Ayu bertanya soal pantangan dan apa saja yang perlu dan tak perlu dilakukan. Dokter pun menjelaskannya.

"Saya ucapkan selamat atas kehamilan bu Ayu. Ini saya resep kan vitamin untuk ibu."

Dokter menyerahkan resep kepada Ayu.

"Terima kasih dokter, kalau begitu kami pamit dulu."

Hani dan Ayy pun keluar dari ruang poli. David yang melihat mereka berdua keluar pun langsung bangkit dan mendekati mereka.

"Gimana sayang?"

"Tanya aja sama mama."

"Ma,"

"Istrimu hamil, sayang. Selamat ya, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua. Kalian harus benar-benar menjaganya."

"Siap kanjeng mami."

Hani pun menabok lengan David.

"Aduh mama. Mulai deh."

"Udah, ayo kita cari makan dulu, mama kok laper gini jadinya."

Keduanya mengangguk dan mereka bertiga pun meninggalkan Rumah Sakit sesudah menebus resep.

***

Sri saat ini sedang membuatkan kopi untuk Rudi. Tiba-tiba dia teringat oleh anak-anaknya. Terutama dengan Ayu, Sri begitu merindukannya. Tak terasa Sri meneteskan air matanya.

"Buk, kok lama sekali." Ucap Rudi yang sedang duduk didepan TV.

"Eh, iya pak, sebentar." Jawab Sri.

Sri gegas mengusap air matanya.

Huhh,,,

Sri pun membawa kopinya ke depan TV.

"Ini, pak." Ucap Sri meletakkan kopinya di meja.

"Iya buk, terima kasih." Jawab Rudi.

Rudi melihat Sri.

"Bu, kamu kok seperti abis nangis, kenapa?"

"Ah enggak, pak. Hanya kelilipan tadi."

"Ah yang bener? Ibu jangan berbohong sama bapak, kelihatan banget ibu tuh kalau lagi bohong. Kenapa, bu?"

"Ibu hanya teringat sama anak-anak, pak. Ibu begitu merindukan Ayu." Jawab Sri.

Rudi paham dengan yang dirasakan istrinya.

Tiba-tiba HP Rudi berdering. Rudi menatap layar HPnya.

*Genduk Ayu*

"Bu, ibu. Ini Ayu telpon, bu."

"Hah, yang benar, pak? Cepet angkat, pak." Ucap Sri kaget bercampur senang.

"Iya, bu."

Rudi pun mengangkat telepon dari Ayu.

[Hallo, Assalamu'alaikum, Nduk.]

[Waalaikumsalam warahmatullah, Pak. Bapak apa kabar? Ibu juga apa kabar? Ayy disini merindukan kalian.]

[Kabar kami baik-baik saja, nak. Kamu sendiri gimana?]

[Alhamdulillah baik juga, pak.]

[Nak, ibu juga kangen sama kamu. Baru saja bapak sama ibu ngomongin kamu, eh kamu telepon.]

[Ibu, Ayu juga merindukan kalian, kapan-kapan Ayu pulang bu. Untuk saat ini Ayu belum bisa pulang, mungkin minggu depan.]

[Iya gak apa-apa, nak. Asal kamu dan keluarga sehat semua.]

[Bu, Ayu hanya ingin mengabari, kalau Ayu saat ini tengah hamil, usianya 4 minggu. Do'akan ya, supaya semua baik-baik saja.]

[Alhamdulillah, nak. Pasti. Kita pasti mendo'akan yang terbaik untuk kehamilanmu, nak.]

"Ayu hamil, bu?" Tanya Rudi.

"Iya, pak." Jawab Sri senang,

"Alhamdulillah Ya Allah."

[Ya udah bu, Ayu pamit dulu ya, besok Ayu telepon lagi. Saat ini Ayu sedang dijalan masalahnya.]

[Iya, nak. Hati-hati. Salam untuk keluargamu ya.]

[Iya, bu. Ya udah, Assalamu'alaikum,]

[Waalaikumsalam warahmatullah.]

Sambungan telepon pun terputus.

"Alhamdulillah ya, pak. Sebentar lagi kita akan jadi kakek nenek."

"Iya, bu. Alhamdulillah."

"Kata Ayu, seminggu lagi dia akan pulang, pak. Pokoknya ibu harus masak makanan kesukaan dia, pak. Biar dia senang."

"Iya, semua terserah ibu."

"Dina gimana ya, pak? Dia sama sekali tak pernah memberi kabar, apa dia sekarang bekerja atau tidak, tinggal dimana, kita gak tau pak."

"Hm, sebenarnya bapak pernah menelponnya, bu. Tapi, tak pernah diangkat oleh anak itu. Entah dia itu kenapa menjadi seperti itu. Terkadang bapak menyesal bu. Menyesal karena salah mendidiknya."

"Semua kan bukan salah bapak. Memang anaknya saja pak yang bebal. Bapak sendiri pernah bilang sama ibu jangan menyalahkan ibu yang mendidik karena memang Dina sendiri yang gak mau diatur. Bapak lupa? Sekarang malah bapak yang ngomong begitu."

"Entah, bu. Bapak saking gedek nya dengan dia."

"Sama, pak." Jawab Sri merenung.

Mereka begitu bahagia dengan kabar yang diberikan oleh Ayu. Tapi, sekejap menjadi redup kala mereka mengingat Dina.

1
Desy Ratnasari
karya yg bagus gk bnyk typo cerita simple GK muter-muter mudah di simak
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
total 2 replies
Suparmin N
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih.😊🙏
total 1 replies
niktut ugis
ih si ayu kenapa dia tepok tangannya bukan pas mereka masih main kan jd seru tuch paniknya
AgviRa: Wah, nanti ganggu dong, Kak.😅
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
lanjut
AgviRa: Ok Kakak
total 1 replies
Ma Em
Doni punya istri si Dina kelakuannya sama orang tua tdk ada sopan2nya sama mertua berani Dina lawan dasar menantu kurang ajar .
Ma Em: Bagusnya si Dina smack down aja 🤭😄
AgviRa: Iya, Kak. bagusnya diapakan itu, Kak?
total 2 replies
Yuni Ngsih
Thooooor kok dipotong update dulu kamu mah ska lama nyambungnya ....yaccccch sedih deh ....teruskan Thor😠😠😠👍👍👍💪💪💪
AgviRa: Hehe, sebenarnya ceritanya sebentar lagi akan tamat. Sabar ya, Kak. 🙏
total 1 replies
Yuni Ngsih
selamat ayu & David smg SaMaWa....🤲🤲🤲🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Yuni Ngsih
huuuuuh dasar perempuan gatel hati " tu ulat keketnya sangat berani ,cepet tinggalkan Rumah ,langsung pindah ke Rumah David azah biar tidak di ganggu ....😡😡😡💪💪💪
Yuni Ngsih
Thooooor baru nongol bikin aku marah ,greget& kezel Thor tentang ceritra ini 😠😠😠
AgviRa: Waduh! Kenapa, Kak? Apa salah saya?😭😭
total 1 replies
Galuh Setya
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih, Kak. Semoga suka ya.🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!