NovelToon NovelToon
Cinta Pelangi

Cinta Pelangi

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Tentang kebencian terhadap keluarga sendiri,Andra Gunawan.Tuan muda kaya raya yang penggangguran bertekat untuk menjadi penghancur keharmonisan keluarga nya sendiri.

Pelangi gadis pemilik senyum manis yang hidup nya porak poranda setelah bertemu Andra.

Dua kepribadian yang bertolak belakang,mampukah mereka menjalin kedua sisi tali yang berseberangan menjadi satu????

Hello Plend!
Mohon kritik dan saran yang membangun.
Terimakasih.😇😇😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33.Ternyata oh ternyata

Dikantor polisi.

Setelah semua dimintai keterangan,pria yang memukul Pelangi langsung dibawa ke RS untuk di rawat.

Pasal nya hidung nya hancur,tulang rusuk nya juga patah akibat hantaman Andra.

Usut punya usut pria itu telah melakukan tindak operasi pada wajah,dan hidung nya,maka nya pemukulan yang dilakukan Andra sangat fatal bagi nya.

Sementara Andra di tahan sementara,sampai ada penjamin yang menjamin dia bebas.

Pelangi yang sebagai korban penyerangan pertama,Martha dan para ibu-ibu yang menjadi saksi tentu merasa keberatan dengan keputusan ini,tapi sikap para polisi itu sangat jelas,sehingga mereka hanya bisa menyerah.

"Ya sudah mbak-mbak nya,kami pulang dulu"

Para ibu-ibu itu pun berpamitan satu persatu,bagaimana pun tujuan mereka ke pasar di pagi hari adalah belanja untuk bahan makan siang,namun hingga nyaris petang tapi mereka belum membeli kebutuhan pokok mereka.

"Terimakasih ibu-ibu yang sudah mau menjadi saksi bagi kami"

Kata Pelangi dengan lembut,meski mulut dan wajah nya masih membengkak,dia tetap berusaha tersenyum yang membuat wajah nya terlihat mengerikan.

"Iya iya gak masalah lah,tapi ya gak usah senyum to mbak,jadi aneh lihat nya"

Seorang ibu berbaju merah bahkan bergidik melihat wajah Pelangi.

Sontak Martha tertawa mendengar kejujuran ibu itu.

Hahaha

"Pel..aku mau bilang loh sama kamu,tapi di potong oleh kejujuran ibu ini"

Kata nya di sela-sela tawa nya,bahkan tangan nya sampai memegang rahang nya yang terasa sakit akibat tertawa.

Pelangi yang ditertawakan malah merengut kesal,tidak tau kah mereka bahwa wajah nya ini sangat sakit,kenapa malah jadi penghiburan bagi mereka.

Kini tinggal lah kedua nya,mereka masih bertahan di kantor polisi,berharap bisa membawa Andra pulang.

"Pak saya mohon,teman saya tidak bersalah.Dia hanya mencoba melindungi saya dari serangan mendadak itu."

Pelangi kembali mengiba pada bapak polisi yang tadi nya menanyai mereka.

"Tapi teman anda sampai membuat korban itu terluka parah,itu tidak di benar kan dalam hukum.

Seharus nya kalian melapor pada kami sebelum insiden ini terjadi,bukan main hakim sendiri begini.

Sudah tidak masalah mas nya disini sehari dua hari,biar mas nya kami didik agar lebih mampu mengendalikan emosi nya,tapi jika beliau memiliki seorang penjamin yang mampu menjamin mas nya,mas nya boleh bebas."

Panjang lebar bapak polisi menjelaskan,tujuan nya adalah agar Andra tetap di tahan.

Pelangi hanya mampu menghela nafas di buat nya.

Dia merasa sangat bersalah pada Andra,sejauh ini Andra sudah sangat banyak membantu mereka.

Bahkan Andra sampai harus ditahan juga karna membantu mereka.

"Gimana ini Mar??"

Dia bahkan melupakan wajah nya yang sudah membiru,dan kepala nya yang mulai pusing.

"Ayo kita pulang dan tanya pendapat ibu Pel"

Martha adalah anak yang sangat bergantung pada Ibu,dari mulai hal yang sederhana hingga masalah besar,semua nya selalu mengandal kan Ibu.

"Kamu aja deh,menurut aku Ibu gak usah diberitahukan Mar,kasian juga Ibu.Nanti malah kepikiran terus penyembuhan nya jadi terhambat lagi."

Kata Pelangi pelan.Dia sangat tidak setuju jika apa-apa harus bilang Ibu,dimata nya Ibu sudah tua sudah waktu istirahat saja tanpa harus pusing dengan anak-anak panti dan mereka.

Rasa bersalah nya pada Ibu pasal penembakan itu masih bercokol di hati nya,jika ditambah ini lagi?

Bagaimana dia akan memohon ampun pada Ibu??

"Jadi kita harus bagaimana??"

Martha cemas karna Pelangi tidak mengijinkan nya memberitahukan pada Ibu panti.

"Gini aja,kamu pulang dulu,kalau Ibu tanya bilang saja jika kita masih melakukan mediasi yang alot,mungkin sampai malam karna pihak polisi juga di panggil untuk menjadi penengah..nah kenapa aku belum bisa pulang,bilang saja jika aku perlu sekalian kontrol ke RS."

Pelangi mencoba memberikan arahan pada Martha.

"Yakin???Kalau Ibu curiga gimana??"

"Ya kamu harus tenang lah,kalau begini pasti curiga Ibu.Apalagi kamu paling gak bisa bohong sama Ibu."

Pelangi juga bukan tipe pembohong,namun dia masih dapat menyesuaikan dalam keadaan tertentu.

Sementara Martha,dia pasti langsung ketahuan jika berbohong di depan Ibu.

"Kalau ketahuan gimana??"

"Kamu harus bisa Mar,kamu inget gak,gimana syok nya Ibu,sewaktu liat aku terkapar di RS??apa lagi Ibu dalam proses penyembuhan luka tembak itu,kamu mau Ibu tumbang lagi??"

Pelangi terpaksa mengungkit kejadian yang sudah nyaris dilupakan oleh Martha itu.

Jika tidak,Martha masih akan terus merengek jika dia tidak bisa.

Benar saja,Martha langsung terdiam sambil berfikir,jika Ibu mengetahui keadaan Pelangi saat ini,ditambah Andra juga yang sudah sangat dekat dengan Ibu,Ibu pasti sedih dan bisa sakit kembali.

"Baik!Aku cuma mau kamu dukung aku dengan doa ya Pel." Akhir nya dia meyakinkan diri nya sendiri.

"Amin.Baiklah pulang gih,aku mau lihat Andra dulu"

Pelangi dan Martha pun berpisah.

Pelangi masuk kekantor polisi lagi dan meminta agar bisa berbicara dengan Andra berdua.

Karna dalam masa pengawasan,maka polisi pun mengijinkan mereka untuk bertemu.

Andra di bawa ke ruang tunggu,dimana Pelangi sudah menunggu nya.

"Kenapa kamu masih disini??Bukan nya berobat,lihat wajah kamu seram begitu"

Andra bahkan masih memiliki tenaga untuk marah-marah,jauh dari bayangan Pelangi.

"Kayak nya kamu baik-baik saja kan,percuma aku khawatir sama kamu."

Pelangi jadi bersungut-sungut.

Segaris senyum berkembang di bibir Andra,dia merasa senang ketika mendengar Pelangi mengkhawatir kan nya.

Khem.

Dia mencoba terlihat keren dan tidak terpengaruh dengan ungkapan khawatir Pelangi,jika saja telinga nya yang memerah tidak menghianati nya,maka ekspresi nya mungkin akan meyakinkan.

"Berobat sana,kasian wajah mu.Lagian sebentar lagi pengacara keluarga juga akan datang menjamin ku"

Kata Andra cuek,namun masih mengandung nada keprihatinan pada Pelangi.

"Nanti saja,aku tunggu kamu disini.Lagian aku sudah bilang ke Ibu kalau kita sedang mediasi sama mereka dan polisi menjadi penengah nya."

"Ck..keras kepala"

"Aku mendengar"

Begitulah hubungan kedua nya,kelihatan bertengkar, namun sebenar nya cukup harmonis.

"Kamu tau gak alasan dia menyerang gitu??Aku kok kayak nya ngerasa dia benci banget ya sama aku."

Mendengar pernyataan Pelangi,membuat mata Andra melotot.

Dia menjadi ingat alasan kenapa pria sinting itu menyerang Pelangi.

Dia sempat bertanya pada polisi yang mengintrogasi nya,awak nya dia berfikir jika itu karna dagangan mereka atau hal apapun yang berkaitan dengan dagangan,tapi siapa yang tau jika alasan yang sebenar nya adalah..

"Kamu tau alasan nya???" suara Pelangi menyadarkan nya dari lamunan.

"Tidak"Andra berteriak,namun dia segera sadar jika dia sudah kehilangan ketenangan nya.

"Kenapa dengan mu??Aku kan hanya bertanya,apa perlu berteriak begitu??" Pelangi dibuat bingung.

Andra langsung merasa bersalah,melihat wajah Pelangi yang bengkak namun penuh kebingungan itu.

"Aku bisa memberitahu mu tapi janji jangan memberitahukan pada orang lain" kata Andra akhir nya.Dia tidak tega melihat wajah Pelangi,secara tidak langsung dia juga merasa bersalah.

Pelangi mengangguk meyakinkan.

"Dia memukul mu karna dia tidak suka melihat mu dekat dengan ku,ini tidak ada hubungan nya dengan dagang." jelas Andra.

Dahi pelangi berkerut mendengar nya.

"Maksud mu,dia cemburu gitu??kalau iya kenapa malah mukul aku,kan seharus nya mukul kamu lah."

"Kenapa mukul aku,kan yang dia gak suka kamu"

"Maksud kamu dia gak suka liat aku dekat deng....apa???Dia..dia suka kamu??"

Jerit Pelangi,bahkan wajah nya sampai sakit.

Wajah Andra memerah menahan malu,lalu

Hahaha

Hahaha

Iss

Hahaha

Pelangi tidak mampu menahan tawa nya lagi,dia sungguh tidak pernah berfikir jika ada plot twist dalam insiden ini.

Hahaha

Dia tertawa lagi di tengah rasa nyeri di wajah nya.

Apalagi melihat wajah Andra yang tertekuk masam.

'Ternyata oh ternyata'

Pikir nya geli

1
彡 Misaki ZawaZhu-!
Bagus banget, jadi mau baca ulang dari awal lagi🙂
✨♡vane♡✨
Saya jadi penasaran dengan karakter-karakternya. Semangat yah, thor!
Ryoma Echizen
Makin penasaran nih!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!