NovelToon NovelToon
Suami Dadakan

Suami Dadakan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:113.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

siap baper dan siap ngakak guling-guling..
Bab ratusan mungkin sampai ribuan ya..
Karna semua kumpul jadi satu!
Biar gak pusing bacanya ...

eits... tapi jangan sawan dulu pas liat babnya. .. satu bab isinya sedikit emang paling enak kalo Marathon bacanya.

masih ongoing karna reasders setia gak mau pindah kamar!

Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda berumur 27tahun yang di nikahkan secara mendadak oleh orangtuanya dengan gadis cantik berumur 20tahun seorang anak yatim yang bekerja di sebuah panti asuhan.

Reza..
sosok pria yang humoris dan berhati hangat siap tak siap mau tak mau akhirnya menyetujui menjadi suami dadakan untuk Melisa, ia menerima pernikahan itu karna lelah terpuruk di tinggal kan kekasihnya.
Melisa yang Polos dan biasa mengurus semuanya sendiri membuat Reza merasa nyaman dengan nya..
meski pada akhirnya kerikil kerikil kecil datang menghantam rumah tangga mereka yang baru saja merasakan kekuatan cinta.

sanggupkah keduanya bertahan?
konflik gak berat ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

🌻🌻🌻

"MALAM PERTAMA" gumam Melisa.

Reza kini menikmati raut wajah panik istrinya, ia sudah bisa menebak apa yang sedang di fikirkan oleh KHUMAIRAHnya.

"Sekarang?" tanyanya ragu.

"Besok!!!" jawab Reza.

"Hah, syukur deh kalo besok,hehe" Melisa terkekeh sambil mengusap dadanya.

"Sekarang,Raaaa.. SEKARANG!!" ucap Reza menahan kesal.

"Katanya besok terus kenapa jadi sekarang, gimana sih?" oceh Melisa yang kembali panik.

"Sekarang aja ya sayang" Reza melembutkan suaranya, baginya ini adalah kesempatan untuk ia bertarung, ia tak ingin menunda apa yang seharusnya sudah lama terjadi.

Melisa menelan salivanya kuat kuat, ia tak bisa membayangkan apa yang akan di perbuat Suaminya jika ia mengiyakan nya sekarang.

"Besok deh," ucap Melisa.

"Ra.. yang tadinya aku tegang jadi lemes loh kamu nawar terus" sedih Reza berkata sambil menggigit ujung bantal.

"Aku takut,Mas"

"Takut apa?"

"Takut gak bisa" jawabnya malu-malu.

"Ikutin kata hati kamu aja ya" kini Reza sudah mulai mendekat, jantungnya kini berdetak hebat saat ia meraih tangan sang istri.

Bisa gak ya gue kalo deg-deg gini..

"Mas Reza yakin?" tanya Melisa membuyarkan konsentrasi Reza.

"Diem, ntar gagal lagi" jawabnya.

Perlahan tapi pasti Reza semakin mendekatkan wajahnya pada sang istri, kini deru nafas keduanya terasa sangat hangat.

Menempel...

Ya hanya sebatas itu kedua bibir mereka bersentuhan.

"Gak apa-apa ya aku minta Hak ku sekarang?"

"Aku ijinkan jika hati mas Reza benar benar hanya ada aku" jawab Melisa pelan.

Reza hanya mengangguk, senyum kecil menghiasi wajah tampannya yang sedang menahan nafsu.

Sebelum memulai ia mencium lebih dulu kedua mata istrinya.

"Berjanjilah hanya aku yang kamu lihat ya, Ra!"

kini ciumannya beralih kedua pipi mulus sang istri.

"Cukup hanya bujuk rayuku yang membuat pipimu merah merona, jadilah KHUMAIRAH ku selamanya"

Melisa merasa terharu dengan semua pesan dan sentuhan Suaminya ia hanya tersenyum manis.

Reza lalu merengkuh tengkuk istrinya agar lebih dekat dengannya lagi, ia susuri bibir ranum itu dengan ibu jarinya.

"Berikan senyum hangat mu hanya untukku"

kini bibirnya benar-benar mendarat sempurna, tak lagi sebatas menempel, namun lebih dari itu.

Reza yang tak pernah melakukannya sempat bingung harus bagaimana melanjutkannya ia akhirnya hanya mengikuti naluri kelelakiannya saja. ******* dengan lembut daging kenyal milik istrinya.

Melisa hanya mampu menutup matanya tak ada yang bisa ia lakukan, ia hanya merasa kini bibirnya berubah menjadi tebal bagai di sengat tawon.

"Buka,Ra" bisik Reza.

"Bukan Matanya, tapi bibirnya" kekeh Reza saat melihat Melisa melotot kearahnya.

"Udah ah, aku malu"

Dengan wajah yang sudah merah ia palingkan pandangannya.

"Aku bisa di bully emak-emak anak ayam kalo gak jadi lagi" mohon Reza dengan Sangat.

"Trus kita ngapain lagi?" tanya Melisa polos, sungguh pertanyaannya membuat Reza malu sendiri.

"Ngapain ajalah suka suka aku!" jawabnya kesal.

"Ko sewot sih?"

"Udahlah, tidur aja!"

Reza langsung menarik tubuh melisa dalam pelukannya, ia peluk erat seperti sedang memeluk bantal guling.

"Mas engap" rengek Melisa saat tubuhnya sulit bergerak.

"Udah tidur cepetan!"

"Gak jadi? gak di lanjutin gitu?" tanya Melisa lagi.

"Enggak!!"

Aku nunggu kamu tidur aja..

kebanyakan nanya bikin sakit kepala aku jadi double.. Bathin Reza.

Melisa yang tak bisa bergeliat hanya diam seperti patung didalam pelukan suaminya, ia melirik kearah Reza yang sudah terpejam dengan detak jantung yang berangsur normal nafasnya pun kini terasa lebih teratur.

"Beneran tidur, apa pura pura tidur ya?" gumam Melisa terus memperhatikan.

"Ganteng banget sih,Mas" Melisa terkekeh kecil membuat Reza pun harus mati Matian menahan tawa.

Bukan tidur, malah ngegombal kapan beraksinya nie gue.!!! bathin Reza.

----------------------------

Dengan perlahan Reza mulai membuka matanya, ia melirik kearah jarum jam ternyata sudah pukul tiga dini hari.

kini pandangannya beralih ke wajah sang istri yang sudah sangat menempel pada dadanya.

"Cicak kesayanganku"

Reza mencium pucuk kepala Melisa dengan lembut, diusapnya punggung yang tengah tidur dengan lelapnya.

"Emang dasar cakep, mau lagi ileran juga tetep cakep" kekehnya merasa gemas.

"Kita mulai ya, jangan bangun deh gak apa-apa dari pada gagal lagi, udah enak baru melek ya,Ra.." gumamnya dengan senyum menyeringai.

Reza membaringkan tubuh langsing sang istri menjadi posisi terlentang, dengan instingnya ia langsung menindih dengan hanya bertumpu pada kedua tangannya untuk menahan.

Ditemani remangnya lampu tidur kini ia memulai aksinya, Reza dengan segera menggelar piknik yang sudah lama ia tahan.

mulai dari kening pipi hingga mengecup lembut bibir sang istri kini penjelajahannya turun ke tebing putih Melisa.

jejak petualang pun tak lupa ia tinggalkan.

Nafasnya kini kian memburu saat tangan jahilnya sudah bergeliya kemanapun ia ingin, tujuannya kini adalah menggapai puncak gunung Everest yang sangat sulit ia taklukan jika sang istri sadar.

"Nyampe juga, Ra" bisiknya pelan.

walau nafasnya sudah Terengah-engah, namun ia masih ingat begitu banyak proses yang harus ia lewati termasuk membuka satu persatu awan penghalang area pikniknya.

Reza bangkit dr posisi menindihnya untuk membuka kaos yang sudah Amat basah Karna ulahnya sendiri.

kini ia sudah bertelanjang dada, sedang kan sang istri masih berbalut piyama tidur.

"Buka, ya Ra!"

Dengan hati-hati ia membuka satu persatu kancing piyama itu, dengan sangat kuat Reza menelan salivanya saat kancing terlepas dari lubangnya.

"Wuih, liat doang mah mubazir ckckck"

Kini seluruh kancing sudah terbuka, pemandangan indah jelas ada didepan mata Reza, ia bagai terhipnotis tanpa bisa berkedip.

Reza menyusuri tubuh istrinya dengan hanya menggunakan jari telunjuknya, dari arah bibir perlahan sampai ke puncak gunung incarannya..

"Ya ampun, bisa nyolek juga!" kekehnya masih tak percaya.

Dengan niat yang mantap akhirnya ia kembali menindih istrinya yang belum sadar akan kelakuan sang suami yang diam-diam menyentuhnya.

"Gak apa-apa maen sendiri, asal goal, dari pada berdua gagal terus" gumamnya sebelum kembali memberi jejak petualang di tebing putih sang istri.

Sambil Ia melayangkan aksinya, Reza terus fokus mencari pengait portal yang menjadi penghalang. selesai membuka, dengan cepat ia melemparnya ke sembarang arah.

Sentuhannya kini semakin berani, turun dan turun. Sebelum ia sampai ke tujuan akhir kini ia berada di tempat transit sementara yaitu dua buah gunung incarannya.

Disana ia Bermain dengan lembut sampai tak terasa istrinya mulai bergeliat.

Jangan bangun,Ra! tanggung...

Puas bermain disana, ia kembali merangkak naik sampai ke bibir ranum berwarna merah muda, ia ********** tak kalah hangat penuh perasaan, sungguh ini sensasi pertama untuknya.

Sentuhan itu tak lagi lembut manakala sang istri seperti membalas lumatannya.

perlahan kelembutan itu menjadi dalam dan menuntut untuk lebih.

"Mas,," suara serak Melisa semakin membuat Reza tak bisa mengontrol inginnya.

"Iya, Ra" jawabnya tak kalah Serak namun karna menahan nafsu.

Melisa masih terpejam, entah ia menikmati atau ia masih terlelap Reza tak lagi memperhatikan. Tangan dan bibirnya masih sibuk menjelajah apapun yang ia temukan.

sampai pada ada desahan kecil keluar dari mulut istrinya, Reza menyeringai puas!!

"Sekarang saatnya, mau kamu bangunpun aku gakan kasih ampun,Ra!!"

Entah sejak kapan mereka kini polos tanpa apapun.

"Mas.." suara desahan keluar lagi membuat Reza tak mampu menundanya.

"Aku akan lakuin sekarang!" bisiknya pelan di telinga sang istri.

Melisa mulai mengerjap saat sesuatu menyentuh gua tersembunyi miliknya dibalik hutan belantara.

"Katanya gak jadi?" tanyanya polos dengan mata setengah terbuka.

"Jadi,Ra.. udah kamu diem, nanti keburu pagi" jawab Reza sambil terus memulai.

"Awww" jerit Gadis dibawahnya itu..

"Tahan sayang, tahan!" ucap Reza yang terus berusaha.

"Sakit, Mas!"

"Aku udah pelan banget, Ra.." sahut Reza hampir tak terdengar.

"Pelanin lagi" rengek Melisa.

"Yang ada gak jadi"

yang awalnya Reza sangat santai namun karna rasa tak sabarnya kini dengan sekali hentakan saja sudah mampu membobol pertahanan sang istri.

"Sakit banget,Mas " Isak tangis Melisa justru terdengar sangat sexy di telinga Reza.

Tak peduli bahunya kini menjadi sasaran kuku panjang sang istri.

tangis bercampur desahan keluar bersamaan begitu saja dari mulut Melisa, membuat Reza harus berkali-kali membungkamnya dengan lembut..

"Udahan,Mas!" pinta Melisa memohon.

"Dikit lagi sayang!"

Tak perduli berapa lama waktu yang mereka lewatkan malam ini, sampai pada puncaknya Reza ambruk diatas tubuh polos istrinya.

"Terimakasih,ya ,Ra!" bisiknya dengan nafas Terengah-engah.

" Iya, tapi awas. Berat!!"

"Eh iya, lupa, keenakan diatas"

Reza berbaring disebelah istrinya setelah menyelimuti kedua tubuh polos mereka.

"Kapan bukanya,Mas?" tanya Melisa yang baru sadar.

"Gak inget" jawabnya dengan mata terpejam.

"Terus bajunya kemana?" tanyanya lagi.

"Gak tau, aku lempar"

"Ya ampun, Mas Reza kelewatan ih"

"Aw..." jerit Melisa yang membuat Reza kaget.

"Apa? kenapa?" tanyanya panik.

"Sakit, sakit banget" matanya kini mulai berkaca-kaca.

"Mana yang sakit?"

"Ini.. sakit banget" jawabnya sambil terisak namun tangannya justru menyibakkan selimut yang menutupi hutan belantaranya.

"Hemm,,, malah di liatin...on lagi kan aku!!!"

ucap Reza disela gelak tawanya.

,🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈

part paling berat yang aku bikin,🤪🤪

mohon jangan di bully..

kalo mau komen kasar mending like aja ya

🙏🙏🙏🙏

1
Sylvy Drian
Luar biasa
dewi anggita
ceritanya bagus udah tiga kali baca ga ada bosen nya tetep semangat buat berkarya teh
dewi anggita
Biasa
dewi anggita
Luar biasa
Noel Sentia Lena Stg
ni la pendonor cahaya
dewi anggita
ini udah ketiga kali nya baca novel ini sampe ke anak cucu cicit nya juga ceritanya ga nge bosenin
Michelle
Luar biasa
Noel Sentia Lena Stg
ni jodoh nya si langit...
Noel Sentia Lena Stg
selamat akhir nya Air,Bumi dan Cahaya...tp kasihan dg Cahayanya
Erviana Erastus
konyol eh reza 🤣🤣🤣🤣
Erviana Erastus
kok nggak ada kejelas poto dr chat Melisa yg dikirim ricko si penggacau
Erviana Erastus
gunakan otak mu mel jgn otot mu
Erviana Erastus
kekx Reza paham kelakuan rossa ... hhmmm tunggu tgl mainx aza apa tindakan reza selanjutnya u/rossa sang pelakor
Erviana Erastus
hadehhhh 🤣🤣🤣🤣
Erviana Erastus
habis kau reza .... papa rahardian singkirkan tuh di amanda
Erviana Erastus
betul amanda kamu melakukan nya karena terpaksa ..... terpaksa karena nikmatx dunia dasar wanita j*****g
Erviana Erastus
jadi laki2 plin plan ckckck jgn nyesal istrimu diambil rico
Erviana Erastus
blm move on toh reza2 drama tuh mantan mu mau balik makax cari perhatian
Erviana Erastus
susah banget jujur sama istri sendiri tuh melisa udah di incar sama rico
Tika Sartika12
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!