(Cerita dewasa🌶️)
Kisah ini, berawal dari kejadian di mana Silvia di kepun dan buru oleh keluarga besar seorang ketua Mafia, lalu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya....
Kemudian ia diberih kesempatan kedua untuk hidup kembali, merasuki tubuh seorang menantu yang tak diinginkan....
Mau tau kisah selanjutnya?
yuk...silahkan mampir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 05²
...Jam sudah menunjuk pukul 10:00 malam. Silvia pun memilih pulang setelah jalan jalan menikmati angin malam sejuk di tepi pantai beberapa jam yang lalu. Dan kedatangannya langsung di sambut oleh Leon dengan tatapan dingin nya sembari berdiri tegak di ruang tengah mansion.......
"Dari mana kamu?" tanya Leon.
"Kenapa kamu bertanya? Apa kamu merindukan ku?"
...Silvia tersenyum manis melangkah mendekati Leon, namun Leon langsung menghindarinya.......
"Untuk apa kamu memakai uang Papa? Apa kamu tidak memiliki rasa malu?" Cibir Leon.
...Silvia seketika di buat geram dengan ucapan Leon, bukannya dia tidak memiliki rasa malu, namun dia hanya ingin membuat Leon sadar akan kesalahannya kepada sang Kakak.......
"Malu? Bukan aku, tapi kamu Leon. Aku hanya mengambil apa yang menjadi hak ku, apa aku salah?"
"Apa maksudmu?"
...Silvia tersenyum menyeringai, lalu mengulurkan tangannya mengusap dada bidang Leon. Membuat Leon kesal dan langsung mengibas tangannya dengan kasar.......
Swoossssss.
"Jangan berani sentuh aku, Silviana," sentak Leon.
"Kenapa tidak boleh Leon? Semua yang kamu miliki adalah milikku juga, ini buktinya," balas Silvia mengangkat tangan kanannya, lalu menunjukannya kepada Leon sambil tersenyum lebar.
"Dasar tidak tau malu." hina Leon.
"Hahahaha." Silvia tertawa terbahak-bahak, lalu kembali mengubah ekspresinya menjadi dingin menatap Leon."Aku bisa lebih tidak tau malu lagi Leon, kenapa? Kamu mau mencobanya?" tantang Silvia melirik celana depan Leon sejenak, lalu kembali menatap wajah Leon.
"Kau wanita tidak tau malu yang pernah aku temui, Silviana," gertak Leon mengepal kedua tangannya dengan kuat.
...Bagaimana tidak? Dari tatapan Silvia tadi, Leon merasa dilecehkan secara tidak langsung oleh Silvia.......
"Huuuaaappp ... Berdebat dengan mu membuatku ngantuk Tuan Leon, permisi dulu."
...Silvia berjalan pergi sambil pura-pura menguap, padahal dia belum sepenuhnya mengantuk, diam diam Silvia tersenyum puas, dalam hatinya ia sangat bahagia melihat wajah kesal bercampur marah yang ditunjukan Leon tadi.......
"Ini baru awal tuan Leon,bersiaplah," gumam Silvia.
...🔥🔥🔥🔥🔥...
...(Di sisi lain)...
...Di sebuah kamar hotel mewah. Terdapat seorang wanita tenga duduk diatas pangkuan seorang pria tanpa busana sambil bergerak maju mundur dan mendesah nikmat.......
"Ahhh ... Yes baby, ahhh...."
"Aahhhh ... Tamara, kau sangat sexi di saat seperti ini..." desah pria itu meraih salah satu gundukan Tamara, lalu meremasnya dengan kuat.
"Aahhh ... Jack, aku akan-" belum sempat Tamara menyelesaikan ucapan nya, pria yang bernama jack itu secepat kilat mengubah posisinya mereka, membuat Tamara kini berada di bawa kungkungan nya.
"Tidak semudah itu, Tamara," ucap Jack menarik keluar benda tumpul miliknya dari dalam goa milik Tamara yang hampir mencapai puncak.
"Apa yang kamu lakukan jack? Cepat masukan kembali, aku mohon," pinta Tamara menatap gelisah wajah Jack.
"Rupanya kau sangat lapar, Tamara," ucap Jack tersenyum puas.
Jleb.
...Jack kembali memasukan benda tumpul miliknya tanpa aba-aba, membuat Tamara tersentak kaget.......
"Akkkkhhhh!"
"Itu kan yang kamu mau, Tamara?"
...Jack meraih kedua kaki Tamara, lalu meletakannya dikedua bahunya, kemudian menghentak maju mundur dengan gerakan cepat.......
"Iya seperti itu Jack, aku suka, ahhh ... Ahhh...."
...Desahan Tamara semaking menjadi saat Jack menyentuh benjolan kecil miliknya dengan jari, lalu memainkan nya sesuai irama hentakan.......
Biiiuuurrrr.
"Aaarrrrgggg! Jack!" teriak Tamara mengeluarkan air mancur mengenai wajah tampan Jack hingga basa kuyup.
...Jack mengerang nikmat menyerbu Tamara dengan hentakan bertubi-tubi tanpa jeda, serasa akan mencapai puncak, Jack secepat kilat menarik benda miliknya dan menyemprot cairan putih itu diatas perut Tamara.......
"Ah ... Ah ... Kau gila Tamara,"ucap Jack mengatur nafas.
"Cih, siapa suruh dia tidak mau memberikan apa yang aku mau," desis Tamara memutar bola mata malas.
"Lalu?" Jack turun dari atas rajang melangka menuju sofa, dan duduk."Bagaimana jika nanti Leon tau kalau kamu sudah tidak perawan lagi, Tamara?" tanya Jack.
"Come on Jack, hari ini bukan jaman batu, nanti saat mau menikah, aku akan melakukan operasi dan mengembalikan semuanya seperti semula, it's easy," ucap Tamara santai.
"Kau sangat licik, Tamara."
...Jack tersenyum mengelengkan kepala, lalu meraih gelas berisi red wine dan meneguknya. Melihat jakun Jack naik turun membuat Tamara kembali bergairah.......
"Jack," panggil Tamara menatap Jack.
"Ah, ada apa?"
"Ronde kedua?"
"Ayo, siapa takut," tantang Jack sambil memegan benda tumpul miliknya yang sudah terbangung kembali menatap Tamara.
...Tamara langsung full senyum bergegas turun dari atas ranjang, lalu berjalan ke arah Jack dan berdiri di hadapan Jack.......
"Duduklah diatas ku," tita Jack mendongak menatap Tamara.
...Tamara mengangguk dengan cepat lalu naik keatas tubuh Jack dan duduk di pangkuan Jack.......
...Keduanya kembali bergelut panas entah malam ini berapa ronde yang mereka habiskan hingga akhirnya tertidur pulas tampa mengenakan apapun.......
(Bersambung)