NovelToon NovelToon
Hati Untuk Gus Rayyan

Hati Untuk Gus Rayyan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nfzx25r

Charya , seorang gadis SMA yang sangat nakal , bahkan selalu membuat masalah di sekolahnya , hingga ayahnya sudah tidak kuat dengan sifatnya, dan terpaksa dia di masukkan ke dalam pesantren ya sangat dia benci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nfzx25r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Pagi yang cerah, Charya bangun dari tidurnya yang nyaman. Dia mengeliat, meregangkan tubuhnya, dan membuka matanya yang masih terasa berat. Namun, ketika dia melihat sekeliling, dia tidak menemukan suaminya, Gus Rayyan.

Terdengar suara percikan air di dalam kamar mandi, Charya tersenyum, karena dia tahu bahwa suaminya sedang mengambil air wudhu. Dia duduk di tepi ranjang, mengusap matanya yang masih mengantuk, dan menunggu suaminya keluar.

Pelan-pelan, pintu kamar mandi terbuka, dan Gus Rayyan keluar dengan wajah yang tampan dan segar. Charya tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap suaminya dengan kagum dan jatuh cinta. "Mas, kamu ganteng banget hari ini," katanya dengan suara yang lembut.

Gus Rayyan terkejut dengan pernyataan istrinya, dan tersenyum manis. "Aku udah biasanya gini sayang," katanya sambil melangkah ke arah sajadah.

Charya masih menatap ketampanan suaminya dari kejauhan, hingga Gus Rayyan menegurnya. "Udah, cepet sana kamu wudhu, nanti aja kalo natapnya," katanya dengan senyum.

Charya tersadar, dan langsung masuk ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelah selesai, dia keluar kamar mandi dan melaksanakan sholat dengan suaminya.

Gus Rayyan menatap istrinya dengan senyum manisnya. "Kamu gapapa kan, sayang?" tanyanya dengan bingung.

Charya tersenyum, dan menatap suaminya dengan mata yang berbinar. "Aku gapapa kok, mas," katanya dengan suara yang lembut.

Karena bingung, Gus Rayyan pergi ke dapur untuk membuatkan susu Alana. Tapi Charya malah terus mengikuti suaminya kemanapun suaminya pergi, dan dia juga selalu memeluk suaminya.

"Kamu kenapa si sayang?" tanya sang suami dengan lembut.

Charya tersenyum, dan menatap suaminya dengan mata yang berbinar. "Em aku gatau mas, aku cuman mau peluk aja," katanya dengan nada manja.

Gus Rayyan tersenyum, dan memeluk istrinya erat. "Aku suka kamu peluk gini," katanya dengan suara yang lembut.

Charya tersenyum, dan memeluk suaminya lebih erat. Dia merasa sangat nyaman, dan bahagia, karena dia tahu bahwa suaminya mencintainya.

Gus Rayyan melepaskan pelukannya dan menatap lekat istrinya dengan mata yang berbinar cinta. "Kamu tahu, sayang, kenapa kamu jadi nempel gini?" tanyanya dengan tersenyum lembut.

Charya menggelengkan kepala dengan raut wajah bingung. "Em... aku gatau ya."

Gus Rayyan mengecup bibir istrinya singkat, membuat Charya merasa terkejut dan bahagia. "Test pack kamu salah, sayang. Kenapa kamu cari yang murah? Harusnya kamu cari yang mahal, biar tidak salah."

Charya terkejut dan membulatkan matanya. "Jadi, hasilnya salah, Mas?"

Gus Rayyan mengangguk dan memeluk istrinya erat. "Kamu hamil, sayang! Tadi malam aku cari dokter buat kamu, dan kamu memang hamil."

Charya tersenyum dan mengeluarkan air mata bahagia. "Jadi, beneran ada bayi di sini, Mas?" Dia menatap perutnya yang masih datar dengan tidak percaya.

Gus Rayyan tersenyum bahagia dan mengelus perut istrinya pelan. "Iya, sayang. Makasih ya, kamu udah hadirin dia di hidup kita."

Charya yang terlalu bahagia memeluk suaminya dengan erat dan senyumnya tidak pernah pudar. Pelan-pelan, Alana menatap keduanya dan bertanya, "Da pa?"

Charya mengangkat Alana dan mendudukkannya di pahanya. "Sayang, kamu bakal punya adek."

Dengan senyuman, Alana memeluk ibu angkatnya itu dengan senang. "Adek main?"

"Iya, sayang. Temen main kamu," jawab Charya dengan senyuman yang terus melekat di bibirnya.

Perasaan bahagia itu terus menguasai mereka, bahkan rasanya ingin terus tersenyum.

"Mas, aku mau ngerayain ini, tapi kaki kamu masih belum sembuh," dengan menatap kaki suaminya yang masih di perban.

Gus Rayyan memeluk istrinya dan mengecup rambutnya singkat "Kalo kamu emang mau ngerayain, kita bawa perayaannya di sini sayang,"

Dengan bingung, Charya mengerutkan dahinya dan mulai berpikir "Hah? caranya gimana, Mas?"

Senyuman manis terlihat di wajah suaminya "Gini sayang," sambil mengambil telepon di atas meja.

Gus Rayyan mulai menelpon seseorang dan menyuruh untuk membawa semuanya, sedangkan Charya masih bingung dengan yang di ucapkan suaminya.

"Nah, kita tunggu sebentar ya, Sayang," mengelus pundak istrinya lembut.

Charya hanya mengangguk dan mulai bermain dengan Alana di atas kasur.

...----------------...

"Sayang, kita gamau liburan juga seperti mereka?" tanya sang suami dengan menuntun istrinya ber jalan jalan.

"Ihh, kayak masih muda aja si mas," memukul lengan suaminya pelan.

"Kita juga butuh waktu berdua sayang," sedikit memeluk istrinya.

"Gk ah mas, mau di rumah aja aku,"

Meskipun pernikahan ayah dan ibu Charya sudah ber puluh tahun lamanya. Ayah nya tetap berusaha untuk bersikap romantis meskipun dia sering sibuk dengan pekerjaannya.

...----------------...

"Sayang, makanannya udah datang, aku bukain pintu dulu ya," berusaha berdiri meskipun sangat susah.

"Aku aja deh mas, kasian kamu," mendudukan suaminya di tepi ranjang.

Dengan langkah kecilnya, Charya membukakan pintu dengan pelan.

Seorang pelayan tersenyum dan Charya membalasnya dengan senyuman juga. Setelah meletakkan semuanya, pelayan itu segera keluar.

"Mas, ini banyak banget," menatap berbagai macam makanan di atas meja.

"Ini kan buat kamu semua sayang," memeluk istrinya dari belakang dengan lembut.

"Ih mas, di liatin Alana, gk malu kamu?" dengan melepaskan pelukan suaminya pelan.

"Gapapa dong sayang," kembali memeluk istrinya erat.

Mereka merayakan berita gembira itu dengan makan dan merencanakan liburan setelah suaminya sembuh.

"Mas, besok aku mau ajak Alana ya, jalan jalan pagi," dengan mulutnya yang di penuhi makanan.

Gus Rayyan menatap lekat istrinya dan bertanya pelan "Kamu gaboleh keluar sendirian sayang, apalagi sama Alana, bahaya tau," mengusap sisa nasi di pinggir mulut istrinya.

"Jadi, mas mau ikut," terus menyuap makanan di mulutnya.

"Pelan pelan sayang," menatap istrinya yang begitu banyak memakan daging, hingga terlihat pipinya yang mengembung.

"Ini enak banget mas rasanya," terus mengunyah dan terlihat sangat menikmati makanannya.

"Sayang, kalo makan gk boleh cepat cepat gitu dan harus tenang," menegur istrinya pelan.

Charya menatap suaminya dan menampilkan wajah cemberutnya "Yaudah si," sambil memunggungi suaminya.

Gus Rayyan yang begitu gemas dengan perlakuan istrinya langsung mencubit pipi istrinya dengan lembut "Nanti aku beliin apapun buat kamu sayang," mengecup kepala istrinya dengan sayang.

Seketika Charya berbalik badan dan mencoba mengunyah makanannya dengan cepat "Beneran ya mas?" dengan senyuman manisnya.

"Iya sayang, apapun buat kamu," mengecup kening istrinya singkat.

Mereka saling memandang dengan senyuman yang masih mengembang. Tiba tiba Alana menjatuhkan makanannya.

Prangg…

Karena merasa bersalah, mata Alana mulai ber kaca kaca dan raut wajahnya yang mulai memerah. Menandakan bahwa gadis kecil itu akan menangis.

Dengan sigap, Gus Rayyan menghampiri Alana dan menggendongnya "Jangan nangis ya sayang, gapapa kok," berusaha menenangkan putrinya.

Charya mengangkat pecahan piring itu perlahan dan mengumpulkannya di kain "Kalo aku buang di sini, aman gk ya mas?" menatap suaminya dengan bingung.

"Langsung di buang keluar aja deh sayang," sambil terus menenangkan Alana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ليا
Semangat terus, Kak!
🙌💗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!