zoyya seorang gadis remaja berusia 22 tahun hidupnya hanya di penuhi dengan pekerjaan tidak memikirkan cinta baginya uang nomor satu, Zoyya bisa di bilang gadis badgril, bar bar dan memiliki netra tajam.
tetapi takdir berkata lain dia meninggal karna tertabrak saat ingin menyelamatkan anak kecil sehingga dia sendiri yang menjadi korban.
bukanya masuk ke syurga jiwanya malah nyasar ke dalam tubuh seorang antagonis yaitu Ziara putri Wijaya.
Ziara seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA yang hobinya mengejar ngejar tunangan nya.
Ziara selalu membully orang yang berani mendekati tunangan nya itu hingga hidup nya tidak jauh dari adik kandungnya yang membuat Ziara di benci oleh keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hnfhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
"ZIARA!"
saat ziara akan memutar lagu kembali, tiba tiba wali kelas ziara datang sontak teriakan wali kelas nya itu membuat para siswa terdiam.
"kalian ini ngapain? Bukannya belajar malah joged joged! Guru guru sedang rapat jadi kalian tidak boleh berisik, Bambang ambil tugas di ruang guru." ucapnya sembari menatap murid nya satu persatu, lalu menyuruh Bambang untuk membawa tugas pelajaran.
Para murid hanya diam tak menjawab, Bambang mengangguk dan segera pergi menuju ruang guru.
"kalian semua bubar" ucapnya pada siswa yang berada di luar, para siswa pun kembali masuk ke dalam kelas nya masing masing.
"ingat kerjakan tugas dan jangan kembali berulah."
"iya Bu" jawab semua murid.
Wali kelas ziara pun pergi meninggalkan kelas ziara dan kembali ke ruang rapat, tak lama kemudian Bambang pun kembali dengan membawa tugas pelajaran nya.
...----------------...
Bel istirahat pun berbunyi.
Ziara menyuruh Novita untuk pergi duluan ke kantin karna ziara ingin pergi ke toilet.
Novita pun pergi dan kini ziara sedang berjalan menuju toilet tetapi saat sudah sampai di toilet dia membaca tulisan kertas bertuliskan "WC Rusak).
"maaf kak toilet nya lagi rusak, kakak bisa ke toilet yang di lantai 3" ucap seorang gadis, mungkin itu anggota OSIS yang sedang berkeliling.
"oh okey makasih ya" ucapnya, lalu berjalan menaiki tangga.
Saat sedang berjalan ziara berhenti di depan gudang matanya menyipit saat melihat ada orang di dalam nya bibir nya menyeringai.
"waw bakal jadi pertunjukan nih" batin ziara sembari memvidio orang itu, lalu setelah selesai memvidio dia pun berjalan menuju toilet.
...----------------...
Kini ziara sudah berada di kantin dan sedang menikmati makanan favorit nya itu bersama Novita.
Devano dan teman temanya datang lalu duduk di bangku bersama ziara, ziara hanya acuh tak memperdulikan keberadaan devano dan teman temannya.
Febri segera memesan pesanan mereka menuju stand bersama Riza.
Pandangan devano tak lepas dari ziara, sedangkan ziara yang merasa dirinya sedang di tatap hanya acuh tak memperdulikannya.
"Taraaaa pesanan datang" ucap Febri yang sudah kembali bersama Riza dengan membawa pesanan mereka.
"eh ziara, Lo bisa beladiri dari mana? lo ada gurunya?" tanya Febri yang mengingat bagaimana ziara dengan gampang nya menghajar musuh musuh dari devano.
"heem" ucapnya datar.
"buset Ra jangan dingin dingin napa" ucap Riza.
"hooh Ra, Lo kaya si bos dingin bener" timpal Julian, ziara hanya menaikan alisnya sebelah.
"terus masalah nya buat kalian apa? suka suka dia lah" ucap Novita kesal karna teman teman dari devano sangat banyak protes.
"kenapa Lo yang sewot?" tanya Febri.
"heh kutu! Gue aja temen nya kaga banyak protes sama sikap nya ziara" ucap Novita sinis.
"maksud gue, gue kaga pernah liat cewek sedingin dan sedatar ini ege!" ucap Julian.
"gausah banyak omong, makan" ucap devano menengahi perdebatan antara teman nya dan Novita, sedangkan ziara hanya diam melihat dengan pandangan datar nya.
Saat mereka sedang sibuk dengan makanannya, seorang pemuda datang lalu duduk di sebelah ziara, tetapi ziara hanya melirik nya dengan dingin membuat pemuda itu mengerucutkan bibirnya.
"mukanya gaboleh gitu" ucapnya kesal.
"serah gue"
"ishhh" ucapnya kesal membuat ziara terkekeh kecil.
Siapa lagi kalau bukan Alvaro, Alvaro sangat menyayangi adiknya, dia tidak ingin di abaikan oleh adiknya.
"haha iya iya".
Devano dan teman temannya menatap bingung siapa laki laki itu.
"gue tau gue cakep" celetuk Alvaro pada devano dan teman temannya.
"Dih najis" ucap Novita. Sepertinya Novita sangat tidak menyukai sifat Alvaro.
"nyamber aja" ucap nya dengan sinis.
Sedangkan teman teman devano menatap julid pada Alvaro.
"siapa dia? kayanya dia Deket banget sama ziara"