Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Jealosy
Keesokan harinya, Sasuke masih berdiri di depan kaca. Ia melihat pantulan dirinya yang memiliki rambut sedikit agak panjang dari biasanya.
"Sasuke." Panggil Igarashi membuat Sasuke menoleh kearahnya.
"Aku tidak menyangka kalau rambutmu bisa sepanjang ini dalam satu malam." Ujar Igarashi sambil memegang rambut Sasuke yang panjang.
"Igarashi." Panggil Sasuke lemah dan tidak bersemangat seperti biasanya.
"Hn." Igarashi hanya membalas Sasuke dengan deheman.
"Bisakah kau memotong rambutku." Kata Sasuke sambil memegang rambutnya.
Igarashi kemudian mengangguk mengiyakan permintaan temannya. "Duduklah." Perintah Igarashi agar ia bisa memotong rambut Sasuke.
Tetapi anehnya, rambut Sasuke seolah-olah tidak mau dipotong. Tiap kali Igarashi mencoba, rambut Sasuke terlihat sangat keras untuk dipotong.
"Apa ada masalah?." Tanya Sasuke kebingungan.
"Aneh. Rambutmu tidak bisa dipotong." Keluh Igarashi yang masih kesulitan memotong rambut Sasuke.
Sasuke hanya diam tidak membalas keluhan Igarashi. Sementara itu, Sakuraba yang baru saja selesai berdandan melihat Igarashi yang sepertinya sedang kesusahan.
"Ada apa?." Tanya Sakuraba penasaran.
Baik Igarashi maupun Sasuke tidak menjawab. Tetapi pada saat Igarashi menoleh, Sakuraba langsung kaget mengetahui bahwa rambut Sasuke yang begitu panjang dalam satu malam.
"Apa yang terjadi pada rambutmu, Sasuke?." Tanya Sakuraba yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya itu.
"Aku tidak tahu. ketika aku bangun, rambutku sudah sepanjang ini." Jawab Sasuke pasrah. Ia kemudian beranjak dari tempat duduknya kemudian mengambil tas dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya tersebut.
...****************...
Sama seperti halnya Igarashi dan Sakuraba, semua anak-anak kaget saat melihat Sasuke yang rambutnya telah sepanjang bahu dalam satu malam.
"Apa yang terjadi padamu, Sasuke-kun?." Tanya Hanada mengambil inisiatif.
"Aku tidak tahu. ketika bangun tidur rambutku sudah tiba-tiba sudah sepanjang ini.
Sasuke kemudian duduk ke tempat duduknya dan hanya berdiam diri disana. Akikò kemudian datang menghampirinya dan mengajak ia bicara.
"Apa ada sesuatu yang mengganjal dipikiranmu akhir-akhir ini?." Tanya Akiko merasa keheranan akan sikap Sasuke ini.
"Entahlah. Aku sendiri merasa ada yang aneh dengan diriku." Jawab Sasuke merasa bingung dengan dirinya sendiri.
"Apa ini soal kakakmu?." Tebak Akiko yang sepertinya tahu akar masalah Sasuke.
"mungkin saja." Jawab Sasuke asal-asalan karena dia memang tidak begitu paham apakah ini karena perbuatan kakaknya.
"Bagaimana untuk menghilangkan stressmu kita pergi ke fruit parlor milik Zakuro." Ajak Sakuraba yang tiba-tiba muncul dari belakang Akiko.
"Kau mengagetkan aku saja." Ujar Akiko yang dibalas cengiran oleh Sakuraba.
Sasuke terdiam sebentar. Tetapi kemudian ia menyetujui ajakan Akiko. "Baiklah. sudah lama aku tidak bertemu dengan Bibi Apple."
"Baiklah kita akan pergi jam 15.00 hari ini." Kata Akiko kemudian kembali ke bangkunya meninggalkan Sasuke.
Sementara itu, Zakuro masih berharap bahwa ibunya tidak akan berbuat sesuatu yang menyakiti hati Sasuke.
...****************...
Sore ini, Para Anggota Kelompok Alpha akan pergi menuju Fruit Parlor yang dikelola oleh Ibu Zakuro, Apple. Disaat mereka sedang dalam perjalanan ke sana, mereka mendapat panggilan dari seseorang yang tidak asing di telinga mereka.
"Hei." Panggilan Hino membuat semua orang menoleh kepadanya. Akiko, Sasuke, dan Igarashi menunjukkan wajah ketidaksukaan mereka pada Hino. Sementara Sakuraba, Hanada, dan Zakuro hanya tersenyum canggung melihat Hino.
"Ada apa?." Tanya Sasuke ketus pada kayaknya.
Hino kemudian berjalan kearah Sasuke kemudian memegang kedua tangan Sasuke. "Sasuke. Maafkan aku, ya." Mohon Hino dengan nada penuh harap disetiap kata-katanya.
Sasuke hanya terdiam sebentar. Dia sebenarnya masih marah akan sikap kakaknya yang telahmerusak harinya kemarin. Tetapi disaat yang sama, dia juga merindukan kakaknya yang sudah lama pergi. mungkin memaafkan dia bukanlah hal yang buruk.
"Baiklah. Akan aku maafkan semua kesalahanmu." Balas Sasuke memaafkan perbuatan Hino.
"Terima kasih." Kata Hino yang bahagia karena adiknya telah memaafkan dirinya.
"Tapi tolong jangan kau ulangi lagi." Lanjut Sasuke agar dia Hino tidak mengulangi perbuatannya.
"Baiklah. Kakak berjanji." Ujar Hino mengajak Sasuke melakukan pinky promise yang dibalas oleh Sasuke juga.
"Ngomong-ngomong.Kalian mau kemana?." Setelah meminta maaf hingga melakukan pinky promise dengan Sasuke, Hino kini penasaran kemana mereka akan pergi.
"Mengunjungi Mama." Jawab Zakuro singkat.
"Begitu, ya. Boleh Aku ikut?." Tanya Hino yang sepertinya juga rindu dengan bibinya.
"Tentu saja. Mama pasti senang bertemu denganmu." Jawab Zakuro yang sudah menduga-duga kalau Mamanya sangat senang akan kehadiran keponakan favoritnya.
"Baiklah. Ayo kita pergi sama-sama." Ajak Hino kemudian menggandeng tangan Sasuke.
...****************...
"Bibi. Aku pulang." Sapa Hino yang memasuki fruit parlor milik Apple.
"Hii-chan. keponakanku. Selamat datang." Kata Apple membalas sapaan Hino dengan penuh senyuman.
"Bibi bagaimana keadaanmu?." Kata Hino menanyakan kabar bibinya tersebut.
"Bibi sangat sehat." Jawab Apple yang begitu bahagia bahwa keponakannya telah pulang.
Merasa kehadirannya diabaikan, Zakuro berteriak sekencang-kencangnya agar mendapat atensi dari mamanya "Mama aku juga pulang." Teriak Zakuro.
"Ah. Mama lupa kalau kau juga pulang Zakuro." Balas Apple menyadari bahwa Zakuro telah pulang bersama teman-temannya, dan juga anak itu.
"Selamat sore." Salam Akiko, Igarashi, Sakuraba, dan Hanada.
"Selamat sore, semuanya." Balas Apple masih tersenyum.
"Bibi apa kabar?." Ucap Sasuke menanyakan kabar bibinya
"Bagaimana kalau kita minum jus dulu?." Tanpa memperdulikan pertanyaan dari Sasuke, Apple menawarkan Hino, Zakuro, dan teman-temannya minum.
"Kedengarannya boleh juga." Ucap Hino seadanya tanpa menyadari perasaan adiknya.
Pomme yang tidak tega melihat Sasuke yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari Apple, kini mencoba menegurnya.
"Apple." Panggil Pomme pada sang istri.
"Ada apa?." Tanya Apple yang sepertinya merasa sedikit kesal karena diganggu suaminya.
"Sasuke bertanya kabarmu. Jawablah!." Tegur Pomme agar Apple mau membalas Pertanyaan Sasuke.
"Katakan padanya kalau kabarku baik." Bukannya menjawab pertanyaan Sasuke, Apple justru meminta sang suami untuk membalasnya.
"Kau ini." Entah kenapa Pomme merasa bahwa sikap Apple ini sedikit keterlaluan. Sekeras apapun ia meminta Apple bersikap ramah pada Sasuke, hasilnya selalu nol. karena Apple tak akan pernah menganggap Sasuke adalah keponakannya.
"Sudah semuanya ayo." Kata Apple mengalihkan pembicaraan.
...****************...
Selama di fruit parlor tadi, Sasuke selalu diacuhkan oleh bibinya. Yang selalu mengajarkan bicara hanyalah Zakuro, Ichigo, Hino, teman-temannya, dan pamannya Pomme.
Sepertinya datang ke fruit parlor adalah pilihan yang salah. karena bibinya tidak pernah mau melihatnya.
"Apakah Bibi sebegitu bencinya padaku sampai-sampai tidak mau melihatnya." Gumam Sasuke pada dirinya sendiri.
"Sasuke-Kun." Panggil Zakuro dari kejauhan
"Zakuro." Ucap Sasuke saat melihat Zakuro mendekat kearahnya
"Maafkan mama, ya." Maaf Zakuro atas perlakuan mamanya tadi.
"Tidak apa-apa." Sasuke hanya pasrah akan keadaan dimana dia lagi-lagi diabaikan oleh bibinya.
Zakuro kemudian duduk seraya berkata "Aku sebenarnya tidak mengerti kenapa mama membenci Sasuke-Kun."
Ia heran kenapa mamanya sebegitu bencinya pada Sasuke yang merupakan keponakannya sendiri
"Aku sendiri juga tidak tahu." Balas Sasuke singkat sambil memandangi lantai dibawahnya.
"Padahal aku berharap kalau mama mau menyayangi Sasuke-Kun seperti dia menyayangi Kak Hino." Sungguh ia ingin melihat Sasuke bisa disayang oleh Mamanya layaknya Hino.
"Aku sendiri juga ingin diperlakukan seperti Hino oleh ibumu." Sasuke mengiyakan keinginan Zakuro tersebut. Jauh di lubuk hatinya ia sangat cemburu pada Hino yang mendapat perhatian lebih.
"Tetapi, sepertinya itu hanyalah mimpi saja." Lanjutnya kemudian meninggalkan Zakuro sendiri. Saat ini dia hanya ingin kembali ke Asrama agar dia bisa beristirahat.
Sementara itu, Zakuro menatap punggung Sasuke yang semakin lama semakin menjauh darinya.
"Maaf aku, kak." Sesal Zakuro pada Sasuke yang tidak akan pernah terdengar olehnya.
...****************...
"Jangan terlalu dipikirkan." Kata Igarashi yang sedang melipat seragamnya.
"Meskipun tidak aku pikirkan, entah kenapa itu semua tidak bisa hilang dari pikiranku." Balas Sasuke yang sedang mengerikan rambutnya dengan handuk.
"Tetaplah berbuat baik pada bibimu. Karena suatu saat dia akan luluh dan mulai menyayangimu." Saran Sakuraba yang sudah bersiap untuk tidur.
Tidak lama kemudian, Igarashi juga ikut tidur meninggalkan Sasuke yang masih terdiam memikirkan saran kedua temannya. sebelum akhirnya dia mulai mengantuk dan memutuskan untuk menemui kedua sahabatnya di alam mimpi.
...****************...
Waktu berselang cukup lama ketika Rambut panjang Sasuke kini mulai memanjang hingga sepunggung dan menghitam di bagian bawah.
TBC
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ini tipo 😅😅
Apa lagi coba
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih