Dreamy Magical
"Pengajar?." Tanya seorang wanita bernama Azuna.
"Ya. Benar kau akan ditunjuk sebagai pengajar siswa-siswi St. Emillion Magic Academy." Jawab Kepala Sekolah St. Emillion Academy bernama, Tristan.
"Siapa yang akan menjadi anak didikku?." Tanya Azuna.
"Ada tiga kelompok dari kelas Margery. Kelompok pertama adalah Alpha, Kelompok kedua adalah Beta, Kelompok Ketiga adalah Gamma. Kau bisa memilih diantara kelompok tersebut. Kelompok Alpha adalah kelompok Nature. Kebanyakan sihir mereka berasal dari Alam. Kelompok Kedua adalah kelompok offensive. Karena bentuk sihir mereka berfokus pada kemampuan menyerang. Kelompok ketiga adalah kombinasi karena mereka bisa mengkobinasikan weapon mereka dengan sihir mereka dengan baik." Ucap Tristan.
"Sekarang kau pilih yang mana?." Lanjutnya.
'Memilih satu diantara mereka.' Pikir Azuna.
"Aku akan memilih kelompok Alpha." Jawab Azuna tegas.
"Kelompok Alpha. Mereka Terdiri dari Akiko, Sasuke, Igarashi, Sakuraba, Hanada, dan Zakuro." Ucap Tristan sambil menunjukkan data mengenai Kelompok Alpha.
"Bisa kau lihat dari data tersebut, mereka adalah kelompok dengan kekuatan yang berasal dari Alam. Akiko memiliki kekuatan Cahaya. Sasuke memiliki kekuatan petir. Igarashi memiliki kekuatan Hawa dingin yang artinya kemampuan Es dan Salju. Sakuraba memiliki kekuatan api. Hanada memiliki kekuatan Tumbuhan. Zakuro sedikit unik karena kekuatannya berfokus pada Buah." Terang Tristan.
"Apakah ada informasi tambahan tentang mereka?." Tanya Azuna memastikan tidak ada informasi yang tertinggal.
"Itu merupakan privasi para siswa-siswi." Jawab Tristan.
"Datanglah besok ke ruang kelas Margery." Lanjut Tristan.
...****************...
Sementara itu, di St. Emillion Magic Academy tepatnya di Woman Section, para siswi sedang melihat papan nama keberadaan kelas mereka.
"Kita akan di letakkan dimana ya?." Tanya seorang siswi.
"Kita satu kelas" Jawab siswi lainnya.
"Ah. Kita tidak sekelas bagaimana ini?." Sahut seorang siswi.
Mereka terus berusaha mencari nama mereka. Tidak terkecuali gadis berambut orange dengan model side ponytail.
"Akiko-Chan. Bagaimana?." Tanya gadis berambut merah lurus sebahu dengan poni rata bernama Hanada.
"Melihat bahwa sedari awal dikelompokkan lewat kamar asrama, aku, kau, dan Zakuro di masukkan ke kelas yang sama." Jawab Akiko sambil memandang ke arah papan pengumuman.
"Apa nama kelas kita Akiko-Chii?." Tanya Zakuro.
"Kelas Margery. " Jawab Akiko singkat.
"Oh. Kita sekelas ya?." Sahut seseorang dibelakang Akiko.
"Kau..."
"Kau lupa padaku aku Mimori. Dari kelas Aile. Kalian bertiga dari kelas Terra bukan?." Ucap Mimori.
"Aku tidak akan lupa dengan anak perempuan yang pernah aku kalahkan saat pertandingan antar kelas pada saat tahun keempat." Balas Akiko mengejek Mimori.
"Kali ini aku akan membalas semua yang pernah kau lakukan padaku." Ucap Mimori meninggalkan mereka bertiga.
Setelah Mimori menjauh dari mereka Akiko, Hanada, dan Zakuro melihat kembali ke arah pengumuman sampai gadis berambut silver dengan twintail menghampiri mereka.
"Akiko-San!!" Ucap gadis berambut silver bernama Hamura.
"Hamura?." Ucap Akiko sedikit keheranan melihat Hamura berlari. Ke arahnya.
"Ada apa?." Tanya Akiko saat Hamura sampai ke tujuannya.
"Aku senang karena kita semua satu kelas." Ucap Hamura dengan wajah bahagia. membuat Hanada dan Zakuro ikut senang mendengarnya.
Namun tidak bagi Akiko karena dia merasa bukan hanya itu yang ingin Hamura Sampaikan.
"Apakah Hanya itu saja?." Tanya Akiko pada Hamura.
"Tidak hanya itu, Sakuraba-Niisan, Igarashi-San, serta Sasuke-san juga satu kelas dengan kita." Jawab Hamura masih dengan wajah bahagianya.
"APA???!!!". Akiko Berteriak. Kemudian dia melihat ke arah papan pengumuman.
"Mereka juga...." ucapnya masih tidak percaya.
...****************...
Di lain Section, tiga orang anak laki-laki menatap tidak percaya dengan apa yang tertulis di papan. Bukan karena nama mereka. Tetapi mereka sekelas dengan tiga orang perempuan yang ingin mereka hindari.
"Mereka sekelas dengan kita?." Tanya anak berambut pirang bernama Sasuke.
"Selama mereka tidak sekelompok dengan kita, bukan masalah kan?." Tanya Lelaki berambut ungu bernama Igarashi yang dibalas dengan tatapan tidak percaya Sasuke.
"Tetap saja aku tidak suka!!!." Balas Sasuke sedikit Berteriak. Membuat telinga orang-orang disekitarnya sakit. Dan tentu saja oknum yang bersalah mendapatkan jitakan dari Igarashi.
"Bodoh. itu sudah ketetapan dari kepala sekolah. Jangan protes." Balas Igarashi.
"Kalian berdua tenanglah." Lerai Lelaki berambut pink bernama Sakuraba.
"Seperti kata Igarashi, ini sudah merupakan ketetapan dari kepala sekolah. Apakah kita satu kelompok dengan mereka atau tidak. Kita hanya bisa mengikuti apa yang sudah ditetapkan." Terang Sakuraba.
"Mou. Sakuraba aku tetap saja tidak suka." Ucap Sasuke mengelus kepalanya yang dijitak Igarashi tadi.
"Kau terlalu manja." Ucap Igarashi yang lelah dengan kelakuan manja Sasuke.
Sementara Sakuraba hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. "Bagaimana kalau kita segera menyiapkan makanan. Ini sudah siang bukan?." Ucap Sakuraba mencairkan suasana.
"Baiklah. Aku duluan!!!" Balas Sasuke meninggalkan Igarashi dan Sakuraba.
"Kau selalu memanjakannya." Hardik Igarashi pada Sakuraba.
"Aku?. Atau kau?." Ucap Sakuraba penuh arti.
"Kau jangan coba memulai." Balas Igarashi kesal. Sakuraba kini tersenyum tulus.
Kemudian dia menarik Igarashi ke kamar asrama mereka bertiga.
...****************...
"Aku dengar kau mengajar kelompok di kelas Margery?." Tanya seorang wanita berambut merah maroon bernama Reva kepada Azuna.
"Itu benar" Balas Azuna.
"Tidak ada dari satu kelompok di kelas Margery yang bisa ditangani." Ucap Reva.
"Anggota Kelompok Beta dikenal sebagai individual. Mereka tidak suka apabila ada yang ikut campur urusan mereka. Lalu kelompok Gamma mereka dikenal sebagai kelompok yang masa bodoh akan orang selain partner mereka. Lalu kelompok yang akan kau didik kelompok Alpha, Sepertinya ada sesuatu terjadi diantara mereka. Padahal mereka dikenal sebagai sahabat. Tetapi sekarang mereka terlihat seperti orang asing." Lanjut Reva.
"Apakah ada masalah diantara mereka?." Tanya Azuna sedikit penasaran.
"Entahlah." Jawab Reva singkat.
Entah kenapa Azuna merasa tidak yakin kalau dia bisa membimbing siswa-siswi dalam kelompoknya.
'Aku rasa ini akan benar-benarsangat sulit.' Batin Azuna sedikit cemas.
...****************...
Setelah Azuna pulang ke apartemen miliknya, ia Kemudian memutuskan untuk mandi dan segera tidur. Namun Rupanya Ia tidak bisa tidur dikarenakan Khawatir dia belum mampu menangani muridnya nanti.
"Kalau mereka punya banyak masalah akan sulit bagi mereka untuk berkembang." Gumam Azuna.
"AHHH. AKU BENAR-BENAR BINGUNG!!.." Teriak Azuna frustrasi.
Azuna akhirnya memutuskan untuk memejamkan matanya.
Didalam mimpinya, Azuna melihat dirinya ditarik oleh anak perempuan kecil.
"Kakak. Ayo kita bermain!.." Ajak anak itu pada Azuna.
"Maple jangan menarik tangan kakak seperti itu." Pinta Azuna halus.
"Ayolah kak. Sekali saja." Ucap Gadis yang bernama Maple?. Apakah itu memang namanya?. Atau hanya panggilan sayang Azuna pada adiknya?. Azuna tidak tahu lagi. Gadis itu kemudian melepaskan tangannya dari Azuna.
"Kakak tidak pernah peduli padaku kan?. Kalau kakak peduli, kenapa aku dititpkan di Panti asuhan?." Nada Gadis itu kemudian berubah menjadi dingin tanpa ada nada bahagia sama sekali.
Dia juga sedari tadi hanya melihat ke arah rumput dibawahnya.
"Kakak tidak pernah berbuat seperti itu." Sanggah Azuna.
"Kakak pembohong. Aku BENCI KAKAK." Ucap gadis itu kemudian meninggalkan Azuna sendirian.
"Maple." "Maple."
"MAPLE!!!." Teriak Azuna Terbangun dari tidurnya.
Waktu menunjukkan pukul Lima pagi. Azuna memutuskan untuk segera bersiap-siap.
'Tunggu kakak, Maple!.' Batin Azuna.
...****************...
Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi saat Azuna sampai di ruang guru.
"Azuna-Chan." Panggil Thalia ketika ia melihat Azuna menghampiri dia dan Jake.
Azuna hanya tersenyum melihat mereka. Kemudian Azuna memutuskan untuk duduk disamping Thalia. Jake yang melihat raut wajah murung Azuna memutuskan untuk bertanya.
"Kau kenapa Azuna?." Tanya Jake.
"Aku tidak apa-apa. " Balas Azuna dengan memasang senyum diwajahnya.
"Ngomong-ngomong kelompok mana yang akan menjadi murid kalian?." Kata Azuna mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan membimbing Kelompok Beta." Ucap Thalia.
"Aku berurusan dengan kelompok Gamma." Balas Jake.
"Ini mungkin adalah awal baru kita menjadi seorang pembimbing. Tapi aku yakin semua akan berjalan dengan lancar." Ucap Thalia percaya diri.
"Ekspektasi tidak pernah berbanding lurus dengan kenyataan, Thalia." Ucap Jake mengingatkan Thalia agar tidak terlalu berkhayal.
"Aku tidak peduli." Balas Thalia dengan nada kesal.
Keduanya terus berargumen sesuka hati mereka.
Walaupun mungkin memang tidak sesuai kenyataan, tidak ada salahnya untuk berharap bukan?. Seperti itulah yang Azuna bisa pikiran saat ini. Sepertinya dia butuh asupan energi positif Thalia.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
nowitsrain
Sasuke kok nyasar ke sini hey, dipanggil noh sama Naruto
2023-08-11
1
Sewindu
Halo Kak, salam kenal👋. Aku dari sewindu, cerita kakak seru banget🤩 Semangat buat update ceritanya Kak🥰 ditunggu ya.
Jangan lupa mampir Kak, balik suport cerita aku ya🥰🥰🙏
2023-07-21
1
🍟Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌❤️⃟Wᵃf
apakah akan ada Kaguya disini🤭
2023-07-08
2