Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan seorang anak yang harus menghadapi kepahitan dalam hidup, berjuang dan di asingkan oleh keluarga kandungnya demi menyelamatkan dan mempertahankan identitas dirinya.
Dia adalah Griffin, seorang anak yang harus merasakan sakitnya hidup dalam pembullyan orang-orang sekitar, serta perjuangan yang mengharuskanya hidup di tengah kondisi yang sangat menyedihkan.
Dia hanya tinggal bersama dengan kakeknya, Jesper. Bahkan, dia tidak di perbolehkan untuk mengetahui wajah orang tua kandungnya.
"Kakek, mengapa aku tidak boleh mengenal orang tua ku ?" tanyanya setiap kali merasa sesak ketika melihat teman-temannya berjalan dengan orang tua mereka.
"Suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya Griffin, berjuanglah," balas Jesper dengan tersenyum lebar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengeroyokan
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
"Iya benar, hahha sepertinya dia belum tau jika dia adalah pembawa sial makanya dia mau berteman," sahut salah satunya.
Derry ingin maju ingin memberikan pelajaran untuk anak-anak itu, namun Griffin menghalanginya, "jangan," ucapnya pelan sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Melihat teman Griffin yang ingin maju menghajarnya, membuat mereka tertawa meremehkannya, "hahah lihatlah ternyata dia sok mau jadi pahlawan kesiangan,"ejek mereka lagi.
Griffin memilih diam dan menarik tangan Derry untuk menjauh dari mereka.
"Kabur lagi, dasar pengecut," lirih Bayu yang benar-benar merendahkan harga diri Griffin setiap waktu.
Derry yang sudah tidak tahan dengan penghinaan mereka pada Griffin, langsung menghempaskan tangan Griffin yang tengah menggengamnya.
Bugghhh,,bugghhh, Derry langsung menghantam wajah Bayu dengan sangat brutal.
Sontak saja Bayu yang belum pernah mendapatkan pukulan seperti itu, langsung tersungkur dan mengeluarkan darah.
"Uhuuukk,,uhhuuuk," dia terbatuk menahan sakit di wajah dan perutnya.
Melihat Bayu yang di hajar seperti itu, membuat teman-temannya memberanikan diri untuk membalas serangan Derry itu.
Mereka yang belum pernah berlatih, kini hanya membuat Derry tersenyum meremehkan, dan dengan beberapa kali pukulan mereka semua sudah terjatuh tak sadarkan diri.
Griffin langsung menarik tangan Derry untuk segera pergi dari situ, sebelum ada yang melihat tindakan mereka, dia takut jika nanti mereka malah di hajar oleh warga sekitar.
Setelah berlari sejauh mungkin, akhirnya mereka memutuskan untuk naik angkot saja,
"Husshh,.hufft," nafas mereka yang tidak beraturan ketika sudah sampai di dalam angkot.
Dan detik selanjutnya mereka saling bertatapan langsung tertawa mengingat kebodohan mereka, "hahahha, kamu liatkan mereka itu hanya besar mulut saja suka membully dan menghina, giliran nyali semuanya pada lemah," seru Derry dengan suara yang pelan, takut di dengar oleh penumpang lainya.
Griffin menggelengkan kepalanya melihat kebrutalan dari temanya ini, dia sambil memikir kan, apa yang akan dia dapatkan nanti setelah kejadian ini.
Dia takut jika salah satu orang tua mereka nanti menuntut Kakeknya dan melaporkanya ke polisi.
"Kamu kenapa Fin?" tanya Derry melihat wajah Griffin termenung.
"Gak papah kok," jawabnya santai dan kembali melanjutkan kegiatan mereka membagikan bungkusan nasi yang masih tersisah.
Setelah semuanya sudah selesai, mereka akhirnya kembali ke rumah, namun sesampainya di rumah, Derry dan Griffin di kejutkan dengan beberapa polisi yang berada di depan rumah, serta Jesper yang menatap mereka dengan tajam.
Namun entah apa yang mereka bicarakan, tak lama kemudian polisi-polisi itu pergi tanpa sedikitpun mengintrogasi mereka.
Griffin dan Derry kini hanya mampu terdiam tanpa bersuara ketika mendapatkan tatapan sedemikian rupa dari Kakeknya.
"Masuk kalian berdua!" Perintah Jesper dengan tegas menatap mereka yang saling senggol-senggolan.
Namun bukanya masuk mereka malah asik dorong mendorong, "kamu duluan Der,"bisik Griffin.
"Kamu duluan," jawab Derry.
Jesper yang melihat itu semakin pusing di buat oleh anak dua ini, "kalian berdua masuk bersama!" Teriak Jesper lagi.
Dan sontak membuat Griffin dan Derry berlari masuk, karna takut jika Jesper akan lebih marah lagi.
Setelah mereka masuk, keduanya langsung duduk di sofa dengan berhadapan dengan Jesper yang sedang menatap penuh selidik ke arah mereka.
"Apa ada yang ingin kalian jelaskan?" tanya Jesper ingin memancing duluan, agar keduanya mau berbicara.
Lagi-lagi Griffin dan Derry saling senggol-senggolan untuk menjawab pertanyaan dari Kakeknya itu.
Jesper yang sudah tau jika anak-anak ini oasti akan mengelak, memilih untuk membuka suaranya lebih dulu, "Kakek minta kalian jelaskan sekarang, kenapa kalian bisa menganiaya anak tetangga sebelah sampai masuk rumah sakit?" tanyanya meminta penjelasan.
Karna sudah mengerti situasinya, dan lagi dia merasa jika dirinyalah yang bertanggung jawab akan hal ini, maka kini Derry langusng berlutut di hadapan Jesper untuk meminta pengampunan.
"Maafkan Derry Kek, karna tidak bisa mengontrol emosi, itu semua karna mereka yang terlalu menghina Griffin dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas kek, dan aku merasa marah lalu memukul mereka, maaf Kek," ucapnya tulus menundukan kepalanya di hadapan Jesper.
Griffin menatap Derry dengan lekat, dia tidak menyangka jika sahabatnya itu mau mengorbankan dirinya sendiri untuk melindunginya.
Begitu juga dengan Jesper yang melihat ketulusan di hati Derry untuk melindungi cucunya, seketika amarahnya itu langsung meredup menatap lekat pada wajah Derry yang sedang tertunduk.
"Bangunlah Derry, Kakek hanya meminta penjelasan saja, bukan untuk menghukumu," ucap Jesper yang langsung membuat Derry dan juga Griffin menatapnya.
"Maksudnya gimana kek?" tanya Griffin meminta penjelasan dari arti kalimat kakeknya itu.
Jeseper berusaha tersenyum menatap ke arah Griffin dan Derry yang terlihat gemetaran takut padanya.
"Mungkin wajar saja jika Derry melakukanya, dan lagi seharusnya di usia mereka tidak boleh mengatakan hal-hal kasar seperti itu,-," ucapnya berhenti, ketika mendengar segerombolan warga serta Pak Rt yang datang mengetuk dan berteriak di hadapan rumah Jesper.
Tokk,,tokkk, "keluar kalian, anak-anaak begundal, tak tau diri," teriak mereka sekeras-kerasnya.
Mungkin saja mereka merasa marah karna tadi polisi tidak berhasil memberikan hukuman kepada Griffin dan juga Derry, karna petinggi kepolisan sudah megetahui Arvan, Arnon dan Mariolah yang berada di belakang Griffin saat ini, mana mungkin mereka mau menggali kuburan mereka sendiri hanya karna sebuah hal yang sangat kecil.
Dengan cepat Jesper keluar dari rumah, sebelum warga-warga itu menghancurkan rumahnya, lalu di susul oleh Griffin dan juga Derry yang mengikuti langkah Jesper melihat warga yang sedang menyerang rumah mereka.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*