NovelToon NovelToon
Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: weni3

Sella gadis berumur 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA di haruskan menggantikan peran Rika, sang kakak yang sibuk dengan dunianya sendiri. Sella dituntut melayani segala keperluan Dimas hingga menimbulkan kedekatan di antara keduanya.
Sang kakak yang memiliki hasrat diluar batas yang membuatnya sibuk dengan pria yang mampu memberikan kepuasan untuknya, tak menyadari adanya gemercik cinta di antara adik dan suaminya.
Bagaimana nasib Sella setelah kakaknya tau jika dimas mencintai?

Apakah cinta Sella dan sang kakak ipar akan terus berlanjut?

yuk baca ceritanya ....

Ig: weni0192

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketauan

Sella yang sudah selesai membereskan segala keperluan Rika segera balik ke kamar, mamah dan papah yang melihat hanya menggelengkan kepala.

"Benar-benar ya pah kelakuan Rika itu, jangan salahkan kalo Dimas nantinya menyukai adiknya, karena kelakuan istrinya saja seperti itu," ucap mamah menatap nanar Sella yang baru saja keluar dari kamar Rika.

"Biarkan saja mah, Dimas berhak memilih nantinya, akan melanjutkan atau tidak, kita sebagai orang tua hanya mampu mengingatkan jika langkahnya salah."

Setelah melihat Sella masuk ke kamar, papah dan mamah segera masuk ke kamar untuk beristirahat.

"Mas, kamu udah mau tidur?" tanya Rika yang menyusul Dimas naik ke ranjang.

"Hmmmm....."

"Aku besok pergi ya mas, seperti biasa kurang lebih seminggu aku disana, kalo udah nggak tahan kangen sama kamu ya aku percepat pulangnya."

"Ya udah hati-hati kamu di sana ya!"

"Nggak mau bercinta denganku dulu sebelum besok aku berangkat?" tanya Rika yang sudah memainkan jarinya di atas dada Dimas.

"Aku capek banget, mata aku juga sudah mengantuk, aku tidur duluan ya!"

Rika mendengus kesal karena penolakan dari Dimas, walaupun tadi sudah bermain-main dengan Roy, tapi Rika tidak suka penolakan.

Akhirnya Rika memutuskan untuk memunggungi Dimas dan tidur dengan nyenyak.

Dimas yang merasakan sudah tidak ada pergerakan dari Rika segera turun dari ranjang, rasanya tanpa Sella matanya sulit untuk terpejam, Sella sudah menjadi candu untuknya .

Sebelum meninggalkan kamarnya Dimas sempat melirik ke arah Rika yang begitu nyenyak dengan suara dengkuran halus yang terdengar.

Dimas segera masuk ke kamar Sella dan mengunci pintu kamar gadis itu. Sella yang baru saja keluar dari kamar mandi dibuat terkejut dengan keberadaan Dimas disana yang terbilang nekat.

"Kakak ngapain disini?"

"Aku ingin menghukum kamu yang sejak pagi buat aku gelisah, kamu mulai nakal sayang!" Dimas menarik tangan Sella hingga jatuh kepelukannya.

"Kak, jangan gini kamu nekat banget sich, ada orang tua kamu loh kak!" sewot Sella.

"Aku nggak akan balik sebelum menghukum kamu dek!"

"Pending dulu lah kak hukumannya, aku benar-benar takut ketauan kak!"

"Asal kamu nggak teriak nggak ada yang tau dek!" Dimas mulai mencium bibir Sifa yang menjadi candu, sehari tak menyentuh gadisnya sangat membuat dia merindu.

Tangannya menekan tengkuk Sella untuk memperdalam ciumannya, dan menarik pinggul gadis itu hingga rapat.

"Kak!" nafas Sifa naik turun, Dimas melepas ciumannya dan membiarkan Sella dengan mudah bernafas tetapi tidak lama Dimas kembali menyatukan bibir mereka, hingga membuat Sella kewalahan hingga bibirnya membengkak.

Dimas mendorong tubuh Sella perlahan hingga terjerembab ke ranjang, tangan Dimas mulai aktif menyibak baju Sella saat kecupannya turun ke leher putih Sella. Dimas lagi-lagi meninggalkan banyak jejak merah disana yang membuat leng.uhan serta era.ngan kembali mendayu di telinga Dimas yang justru menambah gejolak panas di tubuhnya.

Bagian tubuh Dimas mulai tak kondusif, niat hati menghukum Sella berujung dia yang tersiksa. Apa lagi saat Dimas sudah sampai di bukit mulus milik Sella yang begitu menantang.

"Kak stop kak!"

Dimas meremas dengan gemas kemudian melepaskan begitu saja, hingga membuat Sella seperti terhempas. Kemudian Dimas memeluk tubuh Sella dengan nafas yang memburu.

"Dek, boleh jujur nggak?"

"Kenapa kak?" tanya Sella dengan jantung yang masih berdebar.

"Di bawah sana tersiksa."

"Haaaahhh!"

"Tanggung jawab dek!"

"Ikh apa-apaan kakak ini, kakak yang mulai aku yang suruh tanggung jawab, suruh siapa kayak tadi, awas kak aku mau benerin baju aku ," kesal Sella.

"Aku kan mau hukum kamu tapi aku rindu, jadi nggak mampu nahan sayang," rengek Dimas.

"Balik sana ke kamar kakak! kakak benar-benar menguji iman ya!"

"Dek....."

"Apa sich kak, aku mau tidur kakak kalo masih mau tidur di sini harap anteng dan lupakan yang membuat tegang," tegas Sella.

"Huuuuhhhffff ......" Dimas membuang nafas kasar dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Sella.

"Dek.."

"Hmmmm......."

"Bisa nggak jaga jarak sama Reno, kamu buat kakak gelisah sayang!" keluh Dimas melingkarkan tangannya pada perut Sella.

"Kakak bisa nggak jaga jarak dengan kak Rika?" tanya balik.

"Ya nggak bisa donk sayang, kakak kan masih ada ikatan pernikahan sama Rika."

"Aku pun begitu! aku masih ada hubungan dengannya"

"Kalo gitu kamu kakak nikahin dulu mau nggak?" Dimas pikir ini solusi terbaik buat hubungannya dengan Sella.

"Kakak mau poligami gitu? enak banget kamu kak, aku nggak mau! udah akh aku gerah .... sekarang cepet kakak keluar! aku males debat terus..."

"Dek.."

"Keluar!"

Dimas akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar Sella, melihat Sella yang benar-benar tidak terima dengan usulan ingin menikahinya dulu hingga menimbulkan kemarahan pada Sella membuat Dimas merasa bersalah.

Dimas menyempatkan diri melirik Sella yang tidur memunggungi arah pintu, kemudian dia menutup pintu kamar Sella dengan rapat dan melangkah kembali menuju kamar Rika.

"Eehheeemmm....." saat kakinya mulai melangkah Dimas di kagetkan dengan suara deheman dari sang Papah yang ntah dari mana datangnya.

"Ma.mpus gue!" Dimas memejamkan mata kemudian menoleh ke sumber suara.

"Pah.."

"Udah berduaannya?"

deg

"Pah a..aku..."

"Nggak perlu repot-repot buat alasan papah sudah dapat menebaknya!" ucap papah yang sedang berdiri dengan menyilangkan tangannya.

"Ikut papah ke bawah!"

Dimas akhirnya turun mengikuti langkah papahnya kemudian duduk di ruang keluarga. Hatinya mulai tidak tenang, kenapa secepat ini harus ketauan.

"Pernikahan macam apa yang kalian jalani selama ini? istri sibuk di luaran sana sedangkan suaminya sibuk mengejar adik iparnya?"

"Maafin Dimas Pah, ini semua salah Dimas!" Dimas menundukkan kepalanya.

"Tidak ada kata lain sebagai wujud pembelaanmu Dimas?" tanya papah tegas.

"Sebenarnya berawal dari hubunganku dengan Rika yang sudah tidak bisa harmonis Pah, Rika nggak pernah ada untuk Dimas, bahkan dia sibuk kerja dan semua keperluan Sella yang menangani, Dimas sakit pun Rika lebih memilih urusannya dari pada harus sibuk merawat aku di rumah Pah. Apa Dimas salah jika akhirnya Dimas mencintai Sella Pah?"

"Cara kamu yang salah Dimas!" tegas papah.

"Ini sama saja kamu menyeret Sella dalam rumah tangga kalian!"

"Karena sejak awal Rika yang memasukkan peran Sella dalam rumah tangga kami Pah!" sahut Dimas.

"Seharusnya kamu bisa lebih membentengi hati kamu Dimas! bagaimana kalo sampai Rika tau? kamu bisa menjamin nasib Sella?"

Lagi-lagi apa yang papah ucapkan sama persis dengan apa yang pernah Doni ucapkan, mereka mengkhawatirkan nasib Sella. Padahal Dimas yakin dengan adanya dia mampu menjamin nasib Sella kedepannya.

"Rika akan semakin membenci Sella dan bisa berbuat lebih pada adiknya! Apa kamu lupa hubungan mereka berdua? Apa pernah Rika terlihat sayang kepada Sella?"

Dimas tercekat mendengar semua pertanyaan sang papah, bahkan hatinya merasa khawatir dengan Sella.

"Papah tidak melarang kamu mencintai Sella, dia anak yang baik, istri idaman, tapi papah harap kamu bijak dalam masalah ini, jika kamu memilih terus pertahankan rumah tangga dengan Rika maka tinggalkan Sella, pindahlah ke rumah kamu sendiri agar kamu bisa belajar lagi mendidik istrimu! Tapi jika kamu memilih Sella, cepat urus perceraian kamu dan Rika. Sebelum Rika tau hubungan gelap kalian!" sebelum beranjak dari sana papah sempat menepuk pelan pundak Dimas, beliau mengerti ini pilihan yang berat, tetapi beliau tidak ingin anaknya menjadi pria breng.sek.

1
Syamsiar Samude
Rika tdk tulus dgn sgla materi yg di berikan ke adekx kek bukan adek kandung, cm aneh suamix CEO dia desainer malah adekx di bikin jd pmbantu sampai smua keperluan suamixpun dia tdk krjakn nnti trjd suatu hal br mnyesal
May Keisya
apakah mrk bkln ada hubungan yg menjijikan...kita lanjut baca😆
May Keisya
ga ngerti kan org kaya ko ga punya art ya🙄🤦
z u l a i k h a 🌹
Tio sama ceri trnyata 🤣❤️
z u l a i k h a 🌹
Dua2 bodoh... Sakit kepala aku baca novel ni, kebodohan ada di mana2
z u l a i k h a 🌹
Bodoh la dimas ni, cerai jera rika tu ape susahnye.
z u l a i k h a 🌹
Rika hamil?
z u l a i k h a 🌹
Ceraikan rika kalau memang mencintai sella. Dimas sndri thu perasaan dia pada rika dah tak sedalam dulu dan perasaan dia pada sella melebihi perasaanya pada rika. Apa yg susahnya? Dua2 tak cerdik!
sherly
mumet liat kelakuan sella ..
sherly
aneh kamu sella,,, kenapa sulit menjawab dan menolak toh kamu dah istri Dimas.. emang plin plan terlalu susah menolak
sherly
aduh tiooo baik banget sih kamu... kasi jodohlah si Tio nih Thor...
sherly
ya ampun Tio, tulus banget cintamu ke sella...
sherly
eror ini otak si Rika....
sherly
hahaha iya kan saja biar puas si dimas
sherly
kasiannya adek rasa pembantu
sherly
kelamaan dah 2 th Lo masa iya si Dimas ngk tau kelakuan bininya
sherly
ternyata Reno perusak juga
Wahyu Kasep
pasutri open
sherly
gile bener nih si rika
sherly
Dimas nih kenapa tak curiga Ama si rika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!