mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 posesif
Hari telah menjelang siang,
Namun Xyra tak kunjung nampak keluar dari kamar Bryan.
Ternyata Bryan menahan dan melarang Xyra untuk keluar kamar.
Ia memaksa wanita itu untuk tetap berada di sisinya,
Menemaninya bekerja...
Alhasil.....
Xyra duduk di sisi Bryan yang nampak sibuk dengan layar lap topnya sejak tadi.
Bryan bahkan meminjamkan ponselnya pada Xyra hanya agar wanita itu tidak bosan menemaninya.
Ada televisi di kamar itu,
Xyra juga sudah mengatakan untuk lebih baik melihat televisi saja, tapi lagi lagi Bryan melarangnya.
Laki laki itu lebih suka Xyra memakai ponselnya ketimbang melihat Xyra melihat televisi yang itu artinya wanita akan duduk jauh darinya.
Karena televisi di kamar itu menghadap ke arah tempat tidur.
Sementara Xyra...
Ia sempat terhenyak ketika Bryan mengulurkan ponselnya kepadanya.
Sesuatu yang bahkan tak pernah Yari lakukan kepadanya.
" kau tidak bawa ponselmu ?! " tanya Bryan tadi sambil menatap Xyra dan Xyra menjawabnya dengan gelengan.
" maksudmu kau tidak membawa ponselmu bekerja atau kau tidak membawa ponselmu ke mari bersamamu ?! " tanya Bryan lagi memperjelas kata katanya.
" aku tidak membawanya bekerja " jawab Xyra kemudian.
" ceroboh sekali kau....bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu ?!
Jangan di biasakan.... " ucap Bryan mengultimatum seolah hubungan mereka sudah sedekat itu.
" dengar tidak... ?! " ucap Bryan lagi dengan nada agak tinggi ketika Xyra hanya diam dan tak menanggapinya.
Matanya pun melebar menatap wanita di sisinya itu.
" iya..." jawab Xyra kemudian.
Xyra semakin tercengang ketika ia tahu, Bryan tak mengunci layar ponselnya.
Pukul tiga sore, Xyra baru terlihat keluar dari kamar Bryan.
Setelah sejak pagi tadi laki laki itu terus mengurungnya di dalam kamar.
Meski tak melakukan apa apa, tapi Bryan melarang Xyra beranjak sedikitpun dari sisinya. Akhirnya...
Bryan benar benar membuat Xyra menemaninya bekerja seharian.
" nenek sudah pulang bu Murti ?! " tanya Bryan ketika mereka sampai di lantai bawah.
Ya...
Xyra melangkah di belakang Bryan. Bu Murti sempat menatap ke arah Xyra sejenak sebelum akhirnya ia menjawab pertanyan sang tuan muda.
" belum tuan muda....kemungkinan nyonya akan pulang besok pagi "
" apa terjadi sesuatu dengan nenek ?! " tanya Bryan khawatir.
" ah tidak tuan muda....tapi nyonya berniat mengunjungi makam tuan besar sebelum kembali besok " jelas bu Murti.
" ah baiklah....." jawab Bryan singkat, kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju pintu. Tak ia hiraukan tatapan bu Murti kepadanya yang penuh tanya ke arahnya juga ke arah Xyra yang ikut melangkah di belakangnya.
Sampai di garasi mobil, Bryan mendekat ke arah salah satu mobil dan membukakan pintunya untuk Xyra.
" masuklah " perintahnya
" i..ya...." jawab Xyra agak tergagap, tiba tiba Jantung Xyra kian berdetak kencang ketika Bryan tiba tiba membungkuk kepadanya ketika ia baru saja masuk dan duduk di dalam mobil.
" pakai sabuk pengamanmu dengan benar, kita baru akan menikah....aku tidak mau terjadi sesuatu padamu " ucap Bryan pelan sambil memasang sabuk pengaman pada Xyra.
Sekali lagi....
Satu hal yang tak pernah sekalipun di lakukan Yari kepadanya di lakukan oleh Bryan untuknya. Tak cukup sampai di sana.
Ketika hendak menutup pintu, Bryan tiba tiba kembali menunduk.
Gamis bagian bawah Xyra menjuntai ke luar, bukannya memberitahunya saja tapi laki laki itu malah memasukkannya ke dalam mobil dengan tangannya.
Nafas Xyra terasa tercekat.
" sayang....bajumu keluar, masukin gihhh...." Yari akan berkata seperti itu bila melihat hal seperti itu.
Yari memang terkesan lebih hangat kepadanya.
" kita berangkat...kau punya tempat yang ingin kau kunjungi ?! " tanya Bryan dengan menatap wajah cantik yang nampak sendu itu.
Xyra menggeleng pelan,
Ia ingin keluar dan pergi dari mobil itu, tapi ia tak tahu bagaimana caranya...
Ia tak pernah berada dalam posisi seperti ini, semua ini benar benar membuatnya syok hingga ia merasa kesulitan berpikir jernih.
" jangan memasang wajah seperti itu, aku hanya ingin mengajakmu jalan jalan " ucap Bryan
" tapi salah bagi anda jika itu mengajak saya " ucap Xyra datar.
Bryan kembali menoleh menatap Xyra.
" tidak ada yang salah....kau perempuan dan aku laki laki,
Kita normal normal saja jika terlihat bersama "
" masalahnya saya istri orang tuan muda...tolong mengertilah itu "
Ucap Xyra penuh penekanan,
Xyra tak tahu lagi harus bagaimana caranya agar laki laki di sisinya itu paham akan statusnya.
Wajah Bryan yang tadi mulai terlihat sedikit cerah kini kembali menjadi keruh.
" aku tidak perduli...." jawab Bryan kemudian.
" sikap anda sangat buruk tuan muda...anda bisa menghancurkan rumah tangga saya " Ucap Xyra frustasi.
Tatapan Bryan kian tajam kepada Xyra,
" rumah tanggamu yang mana yang aku hancurkan....?!
apakah kau tidak sadar atau kau memang sebenarnya adalah wanita bodoh hah ?!!! " sentak Bryan kasar hingga membuat Xyra terjengkit.
" rumah tanggamu itu sudah hancur sejak awal, bahkan sejak laki laki itu menikahimu...
Kau itu di nikahi oleh laki laki yang hanya menginginkan tubuhmu tanpa dia bisa menjaga kehormatan apalagi harga dirimu...
kau tidak sadar itu ?! " sentak Bryan lagi.
Xyra menatap Bryan tak berkedip, ia kaget kenapa Bryan seperti banyak tahu tentangnya. Ini kali kedua laki laki itu berkata seolah ia paham benar akan kondisinya.
" suamimu itu mandul....
dan bodohnya dia malah diam saja saat semua keluarganya menyalahkanmu " imbuh Bryan lagi yang kian membuat Xyra terkejut.
" sudah...
jangan heran kenapa aku bisa tahu semua hal tentangmu dan suami pengecutmu itu..." ucap Bryan lagi sebelum ia akhirnya melajukan mobilnya dan mulai keluar dari garasi dan kemudian melewati halaman vila.
Sampai di pintu gerbang pagar, Ucup hanya bisa tertegun menatap Xyra yang duduk di sisi Bryan dan nampak tersenyum kecil kepadanya.
Tanpa sadar ia terus menatap Xyra tanpa berani menyapanya apalagi membalas senyumannya.
Hingga beberapa detik kemudian, tanpa sengaja netranya bertemu dengan netra Bryan yang menatapnya sangat tajam.
Ucup sontak tergagap dan segera menundukkan kepalanya.
Jantungnya serasa meloncat keluar, apalagi setelah itu...
" kemari..." ucap Bryan pelan dengan nada dingin.
Dengan jantung berdetak kencang, Ucup melangkah ke arah sisi di mana Bryan sedang berada.
" ya tuan muda..."
" aku peringatkan padamu.....
Ini yang pertama dan terakhir, jika kau masih ingin bekerja di sini maka jaga matamu dengan baik...
bergaulah dengan baik dengan siapapun yang juga bekerja di sini.
Kecuali....dia..." ucap Bryan tegas dan tanpa basa basi dengan ekor mata yang melirik ke arah Xyra.
Selama ini ia memang sudah sangat tak suka melihat ke akraban Xyra dan salah satu satpam penjaga vilanya itu.
" i..i...iya tuan muda...saya tidak akan berani " jawab Ucup cepat dan tergagap.
Tak lama,
Tanpa lagi berkata kata, Bryan langsung melajukan mobilnya meninggalkan vila.
Sementara Xyra...
Ia menatap sendu dan penuh rasa bersalah kepada Ucup melalui kaca spion mobil.
" jangan pernah melihat apalagi kasihan kepada laki laki lain selain aku jika kau tidak ingin mengundang kemarahanku....." ucap Bryan terdengar dingin dan datar.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.