NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Upaya Kabur yang Gagal (Part 1)

​Malam itu, hujan turun dengan sangat deras, seolah langit sedang menumpahkan seluruh kemarahannya ke bumi.

Di dalam kamar utama yang megah, suara petir yang menggelegar menyamarkan detak jantung Elena yang berdegup kencang. Arkan belum pulang karena ada rapat darurat di kantornya, dan Selin sedang pergi berpesta dengan teman-temannya.

Ibu Widya pun sudah masuk ke kamarnya setelah meminum obat tidurnya.

​Inilah kesempatannya.

​Elena sudah tidak bisa menunggu lagi. Suara Ayahnya di telepon pagi tadi terus menghantuinya. Ia merasa jika dia tidak segera pergi, dirinya akan benar-benar gila atau mati di tangan Arkan.

Meski Eros memintanya bersabar, rasa takut akan kendali Arkan terhadap Ayahnya membuat Elena nekat. Ia berpikir jika dirinya bisa sampai ke desa malam ini, Elena bisa membawa Ayahnya lari sebelum Arkan menyadarinya.

​Dengan tangan gemetar, Elena mengenakan jaket tipis di atas gaun tidurnya. Elena tidak membawa apa-apa selain foto Ayahnya dan beberapa lembar uang yang sempat ia curi dari laci meja rias Arkan beberapa hari lalu—uang yang sebenarnya adalah uang receh bagi Arkan, tapi nyawa bagi Elena.

​Elena keluar dari kamar dengan langkah kaki telanjang agar tidak menimbulkan suara. Koridor rumah itu gelap, hanya diterangi oleh lampu dinding yang redup. Setiap kali ada kilatan petir, bayangan vas bunga besar dan patung di sudut rumah tampak seperti sosok Arkan yang sedang mengawasinya.

Elena berhasil mencapai lantai bawah. Pintu belakang yang menuju ke area servis biasanya dikunci, tapi Bi Inah sengaja membiarkan kaitnya terbuka sedikit. Elena tahu ini berbahaya bagi Bi Inah, tapi ia tidak punya waktu untuk berpikir jernih. Logikanya sudah tertutup oleh rasa putus asa.

​Begitu ia melangkah keluar, air hujan langsung membasahi tubuhnya hingga ke tulang. Udara dingin menusuk kulitnya, tapi Elena terus berlari.

Elena melewati taman belakang, menuju ke arah pagar samping yang ditutupi oleh rimbunnya tanaman merambat. Di sana ada celah kecil yang ia temukan saat sedang dihukum menyiangi rumput kemarin.

​Elena merangkak di antara semak berduri. Ranting-ranting tajam menggores lengannya, merobek kain gaun tidurnya, tapi Elena tidak peduli.

Rasa perih di kulitnya tidak sebanding dengan rasa sesak di dadanya.

​Elena berhasil keluar dari pagar. Ia sekarang berada di jalanan aspal yang sepi di area perumahan elit itu.

Elena berlari sekencang mungkin ke arah jalan raya, berharap ada taksi yang masih beroperasi di tengah badai ini. Air hujan membuat pandangannya kabur, dan kakinya yang telanjang mulai berdarah karena menginjak kerikil tajam.

"​Tuhan, tolong aku... sekali ini saja," doanya dalam hati.

​Di ujung jalan, sebuah sorot lampu mobil yang sangat terang tiba-tiba muncul dari tikungan.

Elena berhenti, mencoba melambaikan tangannya dengan lemah. Dia berharap itu adalah taksi atau orang asing yang berbaik hati.

​Namun, saat mobil itu semakin dekat dan berhenti tepat di depannya, jantung Elena seolah berhenti berdetak. Itu bukan taksi. Itu adalah mobil sedan hitam yang sangat ia kenali.

​Pintu mobil terbuka. Seorang pria keluar dengan payung hitam di tangannya. Melangkah dengan tenang, seolah hujan badai ini hanyalah gangguan kecil baginya. Begitu cahaya lampu mobil menyinari wajahnya, Elena merasa seluruh dunianya runtuh.

​Arkan.

Ia berdiri di sana dengan senyum miring yang paling mengerikan yang pernah Elena lihat. "Mau ke mana, Sayang? Hujan begini, kenapa tidak pakai sandal?"

​Elena mundur perlahan, kakinya gemetar hebat hingga dia jatuh terduduk di aspal yang basah.

"Tu-tuan... aku..."

​"Kamu pikir aku sebodoh itu?" Arkan mendekat, memayungi Elena dengan gerakan yang seolah-olah perhatian, namun matanya memancarkan kemarahan yang membara.

"Aku tahu kamu mencuri uang di laciku. Aku tahu kamu membujuk pelayan untuk membuka pintu belakang. Aku hanya ingin melihat seberapa jauh tikus kecilku ini bisa berlari."

​Arkan mencengkeram kerah jaket Elena, memaksanya berdiri. "Kamu melanggar janji, Elena. Kamu mencoba lari."

​"Tolong... tolong lepaskan aku, Arkan! Aku mohon!" Elena berteriak di tengah suara hujan, air matanya bercampur dengan air hujan.

​"Lepaskan? Setelah semua yang aku berikan padamu?" Arkan tertawa, suara tawanya terkubur oleh suara guntur. Arkan menyeret Elena menuju mobil. Elena memberontak, menendang, dan mencakar, namun tenaga Arkan jauh lebih besar. Arkan melempar Elena ke kursi belakang seperti melempar karung beras.

​Di dalam mobil, Arkan duduk di sampingnya. Ia tidak menyalakan lampu dalam. Dalam kegelapan, Arkan mencengkeram rahang Elena hingga wanita itu merintih.

​"Karena perbuatanmu malam ini, ayahmu akan menanggung akibatnya," bisik Arkan tepat di depan wajah Elena.

"Aku akan menelepon pengacaraku sekarang. Obat-obatannya akan dihentikan, dan besok pagi, dia akan dipindahkan ke fasilitas yang jauh lebih... tidak nyaman."

​"Jangan! Aku mohon, Arkan! Pukul aku saja, siksa aku saja! Jangan Ayah!" Elena bersimpuh di lantai mobil, memeluk kaki Arkan.

​Arkan menarik rambut Elena, memaksa Elena menatapnya. "Kamu yang melakukan ini padanya, Elena. Bukan aku. Ini semua salahmu karena kamu tidak tahu diri. Kamu yang membunuh ayahmu perlahan dengan ketidakpatuhan mu."

​Mobil itu kembali memasuki gerbang rumah. Arkan menyeret Elena masuk lewat pintu depan, melewati para pelayan yang menunduk ketakutan. Bi Inah berdiri di sudut dengan wajah pucat pasi, dia tahu posisinya kini dalam bahaya besar.

​Arkan membawa Elena ke gudang di bawah tangga, sebuah ruangan kecil yang lembap dan gelap tanpa ventilasi. Arkan melempar Elena ke dalam sana.

​"Kamu akan tinggal di sini sampai aku memutuskan kamu sudah cukup 'jinak'," ucap Arkan dingin. "Dan jangan harap bisa melihat cahaya matahari dalam beberapa hari ke depan."

​Brak!

​Pintu dikunci dari luar. Elena tertinggal dalam kegelapan total. Elena memeluk dirinya sendiri, tubuhnya menggigil karena kedinginan dan trauma.

Dia gagal. Dia tidak hanya gagal menyelamatkan dirinya, tapi dia mungkin baru saja membunuh Ayahnya dengan tangannya sendiri.

​Di kegelapan itu, Elena merasa benar-benar hancur. Ia merasa telah mengkhianati peringatan Eros. Ia merasa tidak pantas untuk diselamatkan.

​Namun, di balik dinding gudang itu, suara gemericik air hujan masih terdengar. Dan jauh di luar sana, di dalam sebuah markas yang tersembunyi, Eros sedang menatap layar monitor yang menunjukkan posisi GPS ponsel Arkan yang baru saja kembali ke rumah. Wajah Eros terlihat seperti iblis yang siap mencabut nyawa.

​"Dia menyentuhnya lagi," gumam Eros pada tangan kanannya.

"Berapa lama lagi persiapan evakuasi ayahnya?"

​"Dua jam lagi, Tuan. Begitu Ayahnya aman, kita bisa menyerbu."

​"Percepat," perintah Eros.

"Aku tidak mau Elena menghabiskan satu menit pun lagi di rumah terkutuk itu."

​Di dalam gudang yang gelap, Elena tidak tahu bahwa keselamatan sudah sedekat itu. Dia hanya bisa menangis dalam diam, meratapi nasibnya sebagai istri di atas kertas yang kini terkubur dalam kegelapan yang paling dalam.

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!