NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Ketakutan Nyata Elena

Elena menghela napas kasar, lalu menekan tombol panggil lagi.

“Angkat,” gumamnya tajam. “Sekali saja angkat.”

Tidak ada jawaban.

Tangannya mengepal, kukunya menekan telapak hingga memucat. Kekhawatiran telah berubah menjadi kemarahan murni. Ia tahu betul siapa pria di balik nomor itu, Penyihir kepercayaan sang Raja vampire… orang yang selalu tahu segalanya, selalu berada satu langkah di belakang, seolah tak tersentuh. Bahkan di kehidupan masa lalu, ada gossip yang mengatakan bahwa dia kekasih pria sang raja vampire. Dan sekarang, orang itu menghilang seolah sedang menghindarinya.

“Kalian pikir ini permainan?” desisnya, sambil mengetik pesan cepat dengan jari gemetar.

Di mana adikku?

Jawab sekarang.

Jangan buat aku datang sendiri.

Pesan terkirim. Tak ada balasan.

Di meja restaurant, ponsel kembali bergetar, kali ini lebih lama. Denzel menghela napas pelan, jelas terganggu. Ia mengangkatnya, membaca sekilas deretan pesan yang masuk, lalu mengunci layar tanpa ekspresi.

“Mengganggu saja, aku bahkan mungkin tidak bisa tidur malam ini hanya untuk mengurus kekacauan yang mereka buat,” gumamnya pada diri sendiri.

Ia memasukkan ponsel ke saku jaket, seolah benda itu tak pernah berdering. Masih ada urusan yang lebih penting daripada kecemasan seseorang yang bahkan tidak seharusnya ikut campur. Sementara itu, di ruang keluarga yang sunyi, Elena berdiri dari sofa dengan gerakan tajam.

“Cukup.”

Jika mereka memilih diam, maka ia tak akan lagi bersikap sopan. Karena satu hal yang pasti, tidak ada yang berhak membuat adiknya menghilang tanpa penjelasan. Dan siapa pun yang mengabaikannya malam ini, akan menyesal telah menganggap remeh seorang kakak yang sedang kehilangan kesabaran. Ya, Elena bertekad akan mencari tahu sendiri kediaman Ragnar dan mendatanginya secara langsung.

Elena meraih mantelnya. Dengan langkah tergesa-gesa ia meninggalkan rumahnya. Menguncinya secara asal sampai di saat yang sama, pintu gerbang rumah terbuka dengan suara kasar.

Ivory melangkah masuk tanpa menoleh ke kiri atau kanan. Wajahnya dingin, tetapi matanya menyala oleh kemarahan yang belum padam. Tas di pundaknya bergeser liar seiring langkah cepat yang nyaris menghentak lantai. Setiap tarikan napas terasa berat, penuh dengan emosi yang berdesakan di dada.

“Ivory!”

“Kamu dari mana saja, Hah?!”

Suara Elena memecah keheningan. Perempuan itu terhenti tepat di tengah jalan yang menghubungkan pintu gebang dengan pintu rumah mereka. Lampu menyinari wajahnya, memperjelas tangan yang sedikit gemetar dan mata yang memerah. entah karena marah, entah karena menahan air mata.

“Kamu tahu jam berapa sekarang?” lanjut Elena, mendekat. Nada suaranya tinggi, bercampur antara marah dan lega. “Sudah jam sepuluh malam lebih. Aku hampir keluar rumah untuk mencarimu.”

Ivory tidak langsung menjawab. Tasnya dilepaskan dan jatuh ke lantai dengan bunyi berat. Bahunya naik turun, berusaha menenangkan diri, tapi emosi itu terlalu besar untuk diredam.

“Dia membohongiku,” ucapnya akhirnya. Suaranya pelan, namun tajam. “Semua yang dia katakan… palsu.”

Elena terdiam. Segala kemarahan yang tadi siap dimuntahkan luruh seketika, tergantikan oleh kekhawatiran yang lebih dalam. Ia mendekat, ingin meraih adiknya, tetapi ragu.

“Masuk kamar dulu,” katanya lembut. “Kamu tidak sendirian, nanti ceritakan semua yang terjadi pada Kakak, hmm?”

Ivory mengangguk kecil, lalu berbalik melangkah pergi masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Namun, amarah itu masih ikut bersamanya seolah menyusup di setiap langkah, bersumpah amarahnya tak akan padam sebelum ada jawaban atas perlakuan yang ia terima malam ini.

...****************...

Ketukan kecil terdengar pelan dari balik pintu kamarnya. Dan tak lama kemudian, pintu terbuka perlahan memperlihatkan kedatangan Elena yang jelas akan menagih janji penjelasan darinya.

Terlihat Ivory tengah duduk di atas kasurnya dengan lutut dirapatkan, kedua tangan saling menggenggam seolah takut akan gemetar jika dilepaskan. Elena memilih duduk di seberang dalam diam, menunggu dengan sabar. Seperti seseorang yang tahu bahwa cerita ini tak bisa dipercepat.

“Kak, aku hampir saja mati tadi,” ucap Ivory akhirnya.

Suaranya datar, terlalu datar untuk sesuatu yang seharusnya terdengar mengerikan. Namun justru itulah yang membuat udara di ruangan terasa berat. Walau Elena tahu bahwa keberadaan Ragnar disisi adiknya akan menimbalkan banyak bahaya untuk keselamatan Ivory. Namun ia sungguh tak menyangka akan secepat ini hidup adiknya akan dipertaruhkan.

Elena seketika menegang. “Apa maksudmu?”

Ivory menelan ludahnya dengan kasar. Ingatan itu datang berdesakan, terlalu jelas untuk disebut mimpi atau halusinasi. Semua yang ia alami benar-benar nyata. Sejak awal pria itu tidak berbohong, hanya saja Ivory yang tidak mau mempercayainya. Sampai akhirnya kejadian itu ia lihat dan alami sendiri.

“Ada yang menyerangku,” ucapnya pelan. “Bukan manusia.” Ivory mengangkat wajah, matanya berkilat oleh ketakutan yang tertinggal. “… tapi Werewolf. Dan… penyihir hitam.”

Napas Elena semakin tertahan. Rupanya semua tetap berjalan sesuai jalan takdir yang sudah ditentukan. Baik dirinya maupun Ivory tidak bisa terlepas dari takdir yang sudah mengikat mereka dari awal. Baru tadi siang dirinya didatangi oleh sisa para pengikutnya dikehidupan masa lalu. Dan kini… mereka sudah mengincar nyawa adiknya bahkan bersama kaum werewolf.

“Mereka muncul begitu saja. Seperti sudah tahu aku ada di sana,” katanya, jemarinya mengencang.

“Mereka tidak ingin menangkapku. Mereka ingin membunuhku.”

“Beruntung aku bersama Bos gila itu,” suaranya sedikit bergetar kini. “… sepertinya Bos gila itu memang benar seorang Raja vampire, Kak!”

Elena menatapnya tajam, namun tetap diam. Bagaimana pun juga ia sudah tahu sejak awal, tentang Ragnar dan tentang semuanya. Mimpi itu, bukan sekadar mimpi tetapi ingatan di kehidupan masa lalunya. Jelas Elena lebih tahu tentang orang-orang atau sosok yang sedang adiknya ceritakan itu.

“Tanpa ragu dia berdiri di depanku,” lanjutnya cepat, seakan takut kehilangan keberanian. “Dia tidak ragu. Sama sekali tidak. Saat serangan itu datang baik mantra hitam, cakar, segalanya yang mengarah padaku. Dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk menahannya.”

Air mata akhirnya jatuh, satu, lalu dua.

“Darahnya…” ia menggeleng, sulit melanjutkan. “Lukanya parah. Seharusnya… seharusnya dia tidak bisa berdiri lagi.”

Ivory mengusap sisa air mata di pipinya kasar, menarik napas.

“Aku mencoba membantu. Aku benar-benar berniat mengobatinya,” katanya lirih. “Entah kenapa, aku merasa harus melakukannya. Tapi sebelum aku sempat apa pun… lukanya menutup sendiri. Tepat di depan mataku, aku melihatnya sendiri dengan kedua mata kepalaku.”

Keheningan menggantung lama. Ivory lantas mengangkat kepala, menatap kakaknya lekat. Tatapan itu penuh pertanyaan yang sejak tadi menunggu untuk diucapkan. Kini bukan hanya Ivory yang tidak bisa mengelak kenyataan yang sudah berada di depan mata, tetapi Elena juga tidak bisa menyembunyikannya lagi.

“Sebelum pergi,” katanya. “Mereka mengatakan sesuatu… kata-kata yang pernah Bos gila itu katakan di pertemuan pertama kami.”

Bersambung….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!