Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!
Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.
Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah baru
Tidak ada kesedihan apalagi penyesalan dihatiku saat ini, yang ada hanya rasa benci dan kemarahan pada sikap Sinta, meskipun apa yang dituduhkan nya adalah kenyataan, dimana aku dan mas Dani sesungguhnya memiliki scandal.
Aku mengemasi barang-barangku, termasuk HP mahal pemberian mas Dani yang sudah diirusak layarnya oleh Sinta. tidak masalah, toh aku akan kembali merayu mas Dani, untuk mendapatkan ponsel baru lagi.
Meskipun semula, aku sempat kaget begitu mengetahui jika Sinta, ternyata sudah dibuatkan rumah mewah dan villa atas namanya sendiri. ternyata perempuan yang terlihat sok alim itu lebih cerdik, bahkan dia sudah keduluan satu langkah dariku.
"Sabar Lani, setelah kamu hamil anaknya mas Dani. kamu bisa menguasai semua nya, bahkan lebih dari apa yang sudah Sinta dapatkan."
"Apa kamu sudah siap beres-beresnya?"
Asisten mas Dani yang bernama Rey, tiba-tiba sudah berdiri dihadapan ku, yang masih mematung didepan pintu kamar, rasanya begitu berat meninggalkan kamar berukuran kecil ini, yang sering menjadi saksi bisu dimana kami sering bercinta, takkala mas Dani berhasil mencuri-curi waktu, saat Bu Sinta lengah. kami berdua memang pintar main kucing-kucingan.
" Apa kamu sudah siap, melamun aja."
" Su... sudah mas."
Aku membalas kesal pertanyaan asisten Rey, dari tatapan dan cara bicaranya yang dingin dan ketus, aku tahu jika dia sama sekali tidak menyukai ku. tidak masalah bagiku, yang penting mas Dani masih sangat mencintai dan menyayangi ku, yang lain tidak penting bagiku.
Sepanjang perjalanan yang kami lalui, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Rey, begitu juga denganku yang lebih memilih diam. hingga rasa penasaran membuatku mau tidak mau, akhirnya bersuara. mengingat arah jalan yang kami tempuh tidak menunjuk jalan menuju rumahku yang dulu.
" Mas Rey, kita menuju kemana? soalnya jalan menuju rumahku belok kanan." tunjukku, berbicara dengan hati-hati, aku tidak nyaman melihat sikap dan ekspresi Rey yang dingin dan cuek. lama menunggu, Rey akhirnya bersuara.
"Bos Dani menyuruhku, untuk mengantarkan kamu ke perumahan The Hill."
" Apa? itukan perumahan mewah, apa mas Dani juga memberikan nya untuk ku." ucap ku tanpa sadar, dengan ekspresi sangat bahagia.
Tidak begitu lama, mobil memasuki gerbang utama perumahan elit dihadapan ku, Rey membantu membuka pintu mobil dan mengangkat barang-barang ku masuk kedalam. sedangkan aku jangan ditanya lagi, tanpa sadar aku berlonjak kegirangan sambil mengelilingi setiap ruang mewah tersebut.
" Mas Dani benar-benar memenuhi ucapan nya, sekarang aku bebas dirumah ini. bahkan aku sudah seperti nyonya besar." teriakku .
" Lani, aku pergi dulu." ucap Rey dingin, berjalan masuk kedalam mobil.
" Tunggu mas Rey."
Laki-laki dingin tapi terlihat semakin tampan dengan sikap cueknya itu berhenti, tanpa menoleh kearah ku. yang berdiri dibelakang nya.
" Mas Rey terimakasih ya, karena sudah mengantarkan aku kerumah yang sangat mewah ini."
" Mmmmh." jawab Rey singkat, dan berlalu pergi masuk kedalam mobil dan melajukan nya kencang.
Aku kembali masuk, tak lupa aku mengunci pintu rapat dari dalam. mengingat rumah mewah ini cuma ditempati aku sendirian, meskipun didepan gerbang utama ada security yang berjaga.
" Besok aku akan minta seorang pelayan untuk membantuku dirumah, aku benar-benar sudah tidak sabaran lagi merasakan bagaimana rasanya menjadi nyonya besar."
Cekklek...., membuka pintu kamar yang paling mewah dan luas dibandingkan dengan kamar yang lainnya. aku langsung menghambur keranjang, tersenyum senang melihat sekeliling kamar yang sudah tersusun rapi perabotan nya.
Impianku menjadi kenyataan, kamar mewah yang ada AC nya, sebuah televisi berukuran besar yang terdapat ditengah-tengah ruang kamar, juga sofa empuk untuk digunakan bersantai.
" Ini baru ruang kamarnya saja, bagaimana dengan kamar mandinya. pasti juga akan sangat mewah. bahkan aku bisa berendam dalam bathtub, dengan aroma terapi yang menenangkan, mas Dani ku sayang, aku benar-benar mencintai mu, terimakasih atas semuanya."
apa nti ada season 2 kah ??
Lanjuut tor,, semangaatt..