NovelToon NovelToon
Me And The Rich Man

Me And The Rich Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:77.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kolom langit

Siapkan kanebo kering untuk menyeka air mata!

Bermaksud menolong seorang pria dari sebuah penjebakan, Hanna justru menjadi korban pelampiasan hingga membuahkan benih kehidupan baru dalam rahimnya.

Fitnah dan ancaman dari ibu dan kakak tirinya membuat Hanna memutuskan untuk pergi tanpa mengungkap keadaan dirinya yang tengah berbadan dua dan menyembunyikan fakta tentang anak kembarnya.

"Kenapa kau sembunyikan mereka dariku selama ini?" ~ Evan

"Kau tidak akan menginginkan seorang anak dari wanita murahan sepertiku, karena itulah aku menyembunyikan mereka." ~ Hanna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Mobil melewati sebuah gerbang yang sangat besar setelah seorang penjaga membukanya. Sky memutar pandangan ke sekeliling. Bola matanya melebar dan rahangnya reflek terbuka sebagai ekspresi takjub setelah menikmati indahnya lampu-lampu taman yang baru saja dilewati. Setiap sudut taman itu bahkan ada seorang penjaga yang berdiri. 

Rumah di hadapannya sangat megah layaknya istana dengan hamparan taman hijau yang luas. Bahkan rumah dan gerbang cukup berjarak. 

“Wow, rumahnya keren sekali. Ini rumah siapa, Mommy?” Sky menatap Hanna seolah menuntut sebuah jawaban dan beberapa detik setelahnya menatap rumah itu dengan terkagum-kagum. 

“Ini rumahmu, Nak. Mulai sekarang kita akan tinggal di sini bersama,” jawab Evan. 

Seolah tak percaya dengan penglihatannya sendiri, Sky menatap Hanna. “Benarkah, Mommy? Apa rumah besar ini rumah daddy? Kita akan tinggal di sini?” 

“Jaga sikapmu, Sky. Jangan begitu.” Sky seketika terdiam, tetapi kekaguman melambungkan hatinya dan masih dapat terbaca melalui binar wajahnya. 

Mobil berhenti di depan pintu utama. Tampak enam wanita berseragam biru navy dengan apron putih melingkar di pinggang menyambut. Osman turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil. Evan menurunkan Sky sehingga berjalan di sisinya. Ia menuju pintu mobil dan menggendong Star. 

“Selamat datang, Nona,” ucap Osman. 

Pelayan lain tampak menyambut dengan menundukkan pandangan. Hanna merasa tak nyaman dengan perlakuan istimewa itu, tetapi berusaha bersikap sewajarnya. Sementara Sky tercengang saat melewati pintu utama. Hanna menggandeng tangannya berjalan. 

“Mommy, rumah daddy sangat besar. Jauh lebih besar dari rumah Ozkan,” ucap Sky berapi-api. Kekaguman membuatnya lupa dengan peringatan Hanna sebelum turun dari mobil. Pandangannya menyapu seisi rumah, Sky seperti bermimpi berada di dalam sebuah istana. 

Seorang pria berpakaian menyambut dengan menundukkan kepala. “Saya sudah siapkan semuanya, Tuan.  Kamar untuk Nona kecil dan Tuan Muda sudah siap.”

Laki-laki bertubuh tegak itu menuntun dengan berjalan lebih dulu melewati tangga menuju lantai dua. Evan, Hanna dan beberapa pelayan mengikuti dari belakang.

Saat membuka pintu sebuah kamar, Hanna tercengang melihatnya. Sebuah kamar bercat pink yang diisi sangat banyak boneka. Lemari besar dengan gambar Hello Kitty berada di sudut ruangan. Hanna dapat menebak akan seperti apa reaksi Star saat terbangun nanti.

Evan membaringkan Star di tempat tidur. Membuka sweater rajut milik Hanna yang membalut tubuhnya, berikut seluruh pakaian yang dikenakan Star.

“Tolong siapkan piyama untuknya,” perintah Evan. 

Seorang pelayan wanita dengan gerakan cepat menyiapkan sebuah piyama dari dalam lemari dan meletakkan di tepi pembaringan empuk itu. “Apa saya saja yang memakaikan piyamanya, Tuan?” 

“Tidak usah, biar aku saja, terima kasih. Tolong siapkan saja handuk kecil dan air hangat.” 

“Baik, Tuan.” 

Hanna terdiam. Ia berdiri di tepi pembaringan dan hanya melihat gerakan cepat Evan membasuh tubuh Star dengan handuk kecil dan kemudian memakaikan piyama. Setelah semuanya selesai, ia memasang jarum infus di tangan kiri dan menyelimuti Star.

Melihat putrinya dalam keadaan pucat dan jarum infus menancap di pergelangan tangannya, Hanna menjadi tak tega. “Apa Star masih membutuhkan itu?”

“Iya. Dia masih membutuhkan perawatan,” Evan menatap Hanna dengan senyuman. “Jangan khawatir, Star akan baik-baik saja setelah ini.”

Hanna mengangguk mengerti. Setidaknya ia lebih tenang sekarang. Evan seorang dokter, dan ia tahu apa yang terbaik untuk Star. 

"Istirahatlah, aku akan menemani Sky dulu."

Evan melirik Sky yang duduk mematung di sebuah kursi. Ia tersenyum dan menghampirinya. “Jagoan kecilku, apa kau tidak mau melihat kamarmu?” 

“Kamarku?” 

“Iya. Mereka juga membuat sebuah kamar yang indah untukmu.” 

Sky mengangguk penuh semangat. Evan menggendongnya menuju sebuah kamar yang tepat berada di sebelah kamar sky. Saat memasuki kamar bercat biru itu, bola mata Sky melebar. Ia hampir tak percaya. Di hadapannya adalah sebuah kamar besar dengan berbagai macam mainan. 

“Apa ini untukku, Daddy?” 

“Iya, Nak. Kamar ini dan seisinya adalah milikmu.” 

“Wow ...” Ia berjalan memasuki kamar. “Ini keren sekali, Daddy. Rumah Daddy jauh lebih besar dari rumah Ozkan. Mainan di sini juga jauh lebih banyak dan lebih keren dari punya Ozkan. Apa Daddy juga punya uang yang lebih banyak dari ayahnya Ozkan?” 

****

1
Ellisa
hmm??
febby fadila
ngidamnya sultan emang the best 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
astaga lagi asyik²nya baca eee dah tamat aja,
makasih thor ceritanya bagus dan menarik, ♥️♥️♥️♥️
febby fadila
sungguh miris juga hidupmu hanna dua kali hamil ditinggalkan suami 😭😭😭
febby fadila
diantara kalian para istri yg tinggalkan di keluarga azkara, tugas kalian hanya menunggu dan sabar, beda dengan naya yg menunggu zian dlm 2 tahun tp penuh dengan airmata, blom lagi musuh² zian dari klan mafia lain yg ingin membunuh naya dan anakx
febby fadila
sedih kali thor 🥹🥹🥹🥹
febby fadila
jangan dong van susah hidup dan senang itu harus sellu bersama, keputusanmu itu makin buat hanna sedih
febby fadila
sungguh ujian satu ini bikin aku mewek 😭😭😭
febby fadila
dasar anak² durjana 🤣🤣🤣 sellu mengganngu
febby fadila
woowww cara mara horqng kaya beda bangert 🤣🤣🤣
febby fadila
sabar ya van semoga ad hikmah divalik senmua musibah
febby fadila
benar sekali hanna harus kamu kurangi sedikit uangnya suamimu itu 🤣🤣
febby fadila
astaga ujiannya sangat besar
febby fadila
dlam berumah tangga ada aja namax cobaan walaupun cobaan itu beda² masalah tp klw kita menyikapinya dengan kepala dingin pasti nggak akan menjadi besar,
febby fadila
alhamdlah evan selamat dan sdah siuman
febby fadila
astaga tegang aku, kasiahan bumil swmoga evan selamat dan kembali sama keluarga kecilnya, awas aja thor ada drama amnesia
febby fadila
berdoalah swmoga evan baik² saja
febby fadila
evan kecalakaan, semoga evan baik2 saja
febby fadila
ada aja godaan untukmu evan 🤣🤣🤣
febby fadila
jangan menyimpulkan sesuatu yg buat kamu sakit sendiri hanna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!