tahap revisi
Tamat
Rahayu Ningtyas harus menerima kekecewaan lantaran suaminya Satya Pras Wijaya lebih memilih menceraikannya yang dipaksa oleh ibu mertuanya Vena Wijaya lantaran ia hanya seorang gadis biasa dan sudah dia tahun belum memiliki anak.
mengandung janin mantan suaminya tsb yang baru diketahuinya tak lama setelah resmi berpisah membuat Rahayu merahasiakan anak semata wayangnya agar tidak diketahui pihak mantan suaminya
Hidup seorang Alvian Tungga Putra tidaklah sempurna, selain sering di bully karna memiliki kecerdasan ia juga sering diejek lantaran tak memiliki ayah. semua direkam semasa hidupnya dan berjanji suatu saat ia akan menghancurkan orang orang yang telah menyakiti juga menindas dirinya terutama sang ayah yang tega meninggalkan ibunya dengan caranya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.34 : Mencari tahu
Semua tengah sarapan diruang makan. Rahayu meminta ijin kepada Umar untuk cuti dengan alasan sedang Pms agar dia tidak menengok kerumah. jujur Rahayu merasa Umar berlebihan dengan dirinya dan membuatnya risih.
Rahayu tidak mau kejadian beberapa tahun itu kembali terjadi lagi. sewaktu dipertemukan dengan sakti pun demikian. menjadi salah satu karyawannya dan sakti mendekatinya dan terjadilah pernikahan tsb walau tanpa restu mamanya sakti atau lebih tepatnya restu yang dipaksakan buktinya setelah menikah Rahayu tidak merasakan kasih sayang dari sang mertua.
" Alvian mama hari ini yang anter kamu sekolah ya"
" mama nggak kerja??"
" mama cuti hari ini" dan dianggukan oleh Alvian.
flashback on
setelah bertemu dengan Fano. Rahayu menelpon Ahmad dan nomornya ia dapatkan dari Fano, Fano mengenal Ahmad ayahnya Sherina lantaran terkadang Umar menggunakan jasa sahabatnya. mereka janjian dirumah Rahayu tentu dengan sepengatahuan Siti supaya menghindari fitnah.
flashback off
setelah Rahayu mengantar ke sekolah Al, Rahayu langsung pulang dan tepatbpukul 08.30 Ahmad sampai.
" assalamualaikum maaf aku kesiangan ya"
" waalaikumsalam nggak pak Ahmad maaf ya jadi ngerepotin"
" iya nggak apa apa, oiya sekalian saya juga mau pamit karna mau ke Jakarta Minggu ini"
" loh kenapa pak ke Jakarta?? apa Sherina ikut??"
" iya Sherina ikut nanti dia juga kesini cuma belum saya kasih tahu rencananya mau hari ini"
ada rasa sedih ditinggalkan gadis kecil seperti Sherina. Rahayu telah dekat dengan gadis gembul dan cadel tsb. hanya saja memang karna bekerja membuatnya jarang bertemu.
" laptopnya dimana Bu bisa saya lihat dulu"
" oiya sebentar," Rahayu mengambil laptop dikamar Alvian. beruntung kamar tidak dikunci mungkin Alvian tidak menyadari jika mamanya berencana mengambil laptop untuk mengetahui apa sebenarnya yang dilakukan anaknya selama ini. Rahayu curiga setelah melihat buku tebal yang berisi mengenai program dan hacker. bahkan ia bingung Alvian belajar dari siapa tentang ilmu tsb.
" ini sudah terbuka, apa yang ibu mau tahu??"
" cepet banget pak. tolong di cek anak saya melakukan apa saja di laptopnya trus apa benar ia seorang hacker, dan juga saya curiga tentang isi dari laptop tsb." Ahmad mengerti maksud dari Rahayu, segera ia mengecek laptop tsb. lima menit sepuluh menit lima belas menit raut wajah Ahmad yang tadinya biasa saja mendadak tegang.
" apa Alvian punya teman seorang pemogram Bu??"
" hanya anaknya Bu Maryam yang saya tahu. tapi dia sudah bekerja"
" hmmm. seperti itu ya, apa yang mau kamu lakuin kalo yang kamu curigain semuanya benar??"
" entah lah pak saya kok merasa mencurigai anak saya sendiri apa salah ya pak??" ucapan Rahayu membuat Ahmad termenung. sejujurnya ia tahu apa yang dilakukan anaknya dengan melihat singkat aplikasi yang ada itupun belum mengecek file yang hanya diketahui melalui IP address saja. ia belum lihat semua Drive yang ada di laptopnya.
" saran saya ajak bicara baik baik mungkin kalian lebih butuh meet time berdua sebagai anak dan ibu. mengingat ibu seorang tulang punggung belum lagi spekulasi Alvian kalo ibu lelah karna bekerja. saya rasa pemikiran Alvian tidak seperti pemikiran pada usianya. dalam arti mungkin pemikirannya sudah melampaui batas dari yang seharusnya. maaf Bu bukan maksud saya menggurui hanya saja saya merasa itu lebih baik" benar ucapan pak Ahmad, Rahayu termenung mendengar semua penuturan nya apa benar dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga melupakan perannya sebagai seorang ibu??
.
tbc
30 September 2021
lbh memilih mnikahi n merawat ank org lain.... dri pda mmprjuangkn eumah tanggamu...