NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kemarahan theor

Tiga hari sebelum pengadilan terbuka, Theor mendapatkan kabar dari Kaisar jika Isabella kabur dari penjara. Semua penjaga seakan terhipnotis dan tidak ingat apa-apa, segala upaya pencarian sudah di lakukan namun Isabella menghilang tanpa jejak.

Theor yang mendengar itu tentu saja marah besar, hilangnya Isabella membuat tuduhan yang mencoreng namanya tidak selesai dengan baik. Satu-satunya cara untuk membuktikan kebenaran hilang, Theor sangat emosi dan menduga semua ini ulah Daniel.

Theor pergi ke istana dengan wajah berang dan marah yang luar biasa, penjaga sudah mencoba menahan karena emosi Theor yang tidak kondusif namun itu sia-sia saja.

Daniel yang sedang berada di taman karena harus menemani Roxane minum teh, di kejutkan oleh kehadiran Theor yang sudah mengacungkan pedang ke arahnya.

"Kyaaaaaa!!! Apa yang kau lakukan Theor!! turunkan itu." Roxane berteriak takut.

"Aku sudah mengatakan untuk tidak ikut campur brengsek. Apa kau mengabaikan ucapanku?!." Theor menatap nyalang Daniel.

"Apa maksudmu?!." Daniel juga menarik pedangnya.

"HENTIKAN, APA-APAAN KALIAN INI." Roxane sudah panik bukan main.

"Kau..... pasti kau yang membawa Isabella kabur dari penjara kan!!!! kau melakukan nya untuk membebaskannya dari hukuman mati?!!." Teriak Theor, dia terlihat marah sekali.

Deg.

"Apa?." Daniel malah loading.

"Kabur? Isabella?." Roxane juga kaget.

"Jangan bersandiwara, katakan dimana kau menyembunyikan nya. Atau aku akan benar-benar memberontak padamu." Theor tidak main-main.

"Aku sama sekali tidak menyentuh apapun, aku diam di kurung di istana. Tangan kananku itu kau Theor, kau pikir aku bisa bersekongkol dengan siapa?!. Tidak ada hubungannya denganku, dan aku bahkan baru tau kabar ini." Ucap Daniel.

"Berhenti mengelak, tidak mungkin bukan kau. Siapa lagi di sini selain dirimu yang tergila-gila pada jalang itu!!." Theor tidak mau dengar.

"Berhenti, tenanglah. Sepertinya kita perlu membicarakan ini, jika bukan Dane pelakunya maka artinya ada pihak ketiga yang ikut campur. Membawa tahahan katedral kabur itu pasti bukan orang sembarangan, seharusnya kita waspada bukan malah bertengkar." Ucap Roxane berusaha menengahi.

"Justru karena tidak mudah, karena itu aku yakin kau pelakunya. Siapa lagi yang memiliki akses keluar masuk katedral selain keluarga istana?!." Theor tetap kukuh menuduh Daniel.

"Tentu saja penghuni katedral itu sendiri. Pendeta agung, pendeta suci, saintes, bahkan para umat." Ucap Roxane kesal.

Theor terdiam, dia mengerti maksud Roxane untuk bersikap tenang dan terbuka. Tapi, kecurigaan Theor pada Daniel terllau besar. Theor sudah menemani Daniel berkencan selama lebih dari 2 tahun bersama Isabella, dia tau jika Daniel begitu tergila-gila dan melakukan segala cara untuk Isabella.

"Sungguh, bukan aku pelakunya. Jika itu aku pasti Ayahku sudah menghukumku, kau pikir aku bodoh?." Daniel tidak terima karena di tuduh.

"Tetap saja__

"HENTIKAN!!!! Sejak pertunangan di gelar, Dane selalu bersamaku karena perintah Kaisar dan permaisuri. Tidak ada celah baginya untuk berkomunikasi dengan Isabella, bukankah kau tau jika Kaisar paling menentang itu." Ucap Roxane.

"Berhenti membelanya Roxane." Theor tidak menggunakan kesopanan sama sekali.

"Aku tidak membelanya, aku hanya tidak ingin kalian bertengkar untuk kesalahpahaman. Kau begini karena Elena bukan? kau ingin membuktikan jika ucapan Isabella itu bohong? aku tau alasan kemarahan mu, tapi bukan Dane pelakunya." Ucap Roxane.

"Apa alasanmu sepercaya itu? dia memiliki banyak koneksi untuk melakukan itu diam-diam." Theor penuh logika kriminalitas.

"Bukan aku. Ayah mengancam akan membunuh Isabella jika aku berani bertindak, karena itu aku diam karena aku tidak mau membahayakan Isabella. Aku sendiri terkejut dengan kabar ini." Daniel berusaha keras membuat Theor percaya.

Bughh

Kyaaaaaaaaa

Seakan tuli dan hilang kendali, Theor memukul wajah Daniel setelah melempar pedangnya. Daniel dan Theor baku hantam tangan kosong dengan sengit, Roxane hanya bisa berteriak mencari pertolongan dengan panik.

"BERHENTI, BERHENTILAH KALIAN BERDUA!!!." Roxane berteriak sampai menangis.

Dia merasa sedih melihat teman masa kecilnya dan teman berdebat nya bertengkar. Roxane berlari ke sana kemari mencari siapapun yang bisa menolong, para penjaga datang tapi mereka tidak bisa melerai.

Kaisar dan Permaisuri datang, mereka juga berteriak meminta Daniel dan Theor berhenti tapi keduanya seakan tuli. Kaisar terpaksa menggunakan kekuatannya untuk membuat Theor dan Daniel terpental, keduanya terkena luka dalam tapi tatapan permusuhan itu tidak hilang.

"Berhenti, apa yang kalian lakukan. Bersikap kekanakan pun ada batasnya." Ucap Kaisar marah.

"BUKAN AKU PELAKUNYA!!! AKU TIDAK MEMBAWA ISABELLA KABUR!!! KENAPA KAU TIDAK PERCAYA." Daniel berteriak frustasi, dia muntah darah akibat luka dalam.

Kaisar yang mendengar itu langsung mengerti, ternyata pertengkaran ini karena masalah hilangnya Isabella. Dia tidak menyangka Theor akan semarah ini, sepertinya masalahnya tidak sesederhana yang dirinya pikirkan.

"Theor, bukan Daniel pelakunya. Aku sudah memutus semua akses keluarnya, dia terkurung dengan sangat baik dalam genggamanku. Yang membawa Isabella kabur adalah salah satu pendeta, ini informasi terbaru yang sudah aku dapatkan." Ucap Kaisar.

"Pendeta? apa alasannya?." Theor masih tidak mengerti dan tidak percaya.

"Masih perlu di cari tau, aku akan membersihkan namamu dari tuduhan itu. Aku juga akan membujuk Duke, berhenti lah membuat kekacauan. Sifatmu benar-benar mirip dengan George." Kaisar seperti melihat adiknya (Ayah Theor).

Theor hanya bisa menunduk, dia masih marah. Dia masih belum puas hanya dengan itu, dia ingin Isabella mendapatkan ganjaran karena sudah berani membawa namanya.

"Jika benar pelakunya adalah pendeta, apa pendeta agung dan para saintes tidak mengetahui itu? bagaimana bisa mereka lengah?." Roxane juga heran.

"Tidak, karena yang hilang di waktu bersamaan dengan Isabella adalah pendeta agung." Ucap Kaisar, terlihat dingin.

Deg.

Daniel,.Theor dan Roxane tercengang. Mereka bukan umat yang taat tapi mereka menghormati pendeta, informasi ini sungguh sangat mengejutkan sekali. Apalagi pendeta agung hakim terpercaya yang dianggap Raja keadilan dan selalu berada di jalan kejujuran.

"Tidak mungkin." Gumam Daniel, entah kenapa dia berpikir Isabella mencurigakan karena bisa berurusan dengan pendeta agung.

"Karena itu sampai kasus ini benar-benar terungkap jelas, jangan buang-buang waktu untuk bertengkar. Sebenarnya kapan kalian akan dewasa? benar-benar memusingkan." Kaisar berlalu pergi dari sana di ikuti semua orang.

Theor dan Daniel saling pandang dengan canggung, Roxane jadi ikutan canggung. Dia takut persahabatan mereka semakin merenggang, padahal hubungan Roxane dan Daniel sudah cukup membaik karena sudah mulai menerima keadaan.

"Bagaimana jika kita pergi ke rumah Elena?." Ajak Roxane.

Theor langsung menatap Roxane terkejut, sedangkan Daniel menatap Roxane heran. Roxane masih tetap tenang, dia mendekat sedikit agar suaranya terdengar dengan jelas.

"Aku tidak tau kalian akan percaya atau tidak, tapi aku yakin Elena bisa memecahkan kasus ini. Dia sangat pintar, tenang dan seakan tau segalanya." Ucap Roxane.

"Kau berlebihan, dia hanya seorang Lady." Daniel tidak setuju.

"Tidak Dane. Elena itu kuat, dia bahkan bisa mengalahkan Tuan Duke. Elena bukan seorang Lady biasa sepertiku, dia jauh lebih hebat dibanding itu." Roxane penggemar Elena garis keras.

Theor yang duluan berbalik pergi dengan cepat, Roxane mengejar dan Daniel reflek mengikuti. Akhirnya tiga anak ayam warna-warni itu pergi menuju mansion Elena, seakan pergi ke rumah dukun untuk mencari barang hilang.

(Ayam warna warni)

Theor rambut hitam

Roxane rambut merah

Daniel rambut blonde.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Mellisa Gottardo: siaap🥰
total 1 replies
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mellisa Gottardo: /Scowl/
total 1 replies
Alishe
bentar lg ayam pink🤣🤣🤣🤣
Alishe: saingan theor pilihan daddyhhh gue gpp biar makin kebakaran jenggot si kaku ini🤣🤣
total 2 replies
Alishe
ga guna u curiga udah telatttttt
Alishe
masi aja si ajim belain tu setan dihhh
Alishe
bukannya iya?? 🙄
Alishe
enak ga dituduh☺☺
Mellisa Gottardo: otw salam olahraga
total 1 replies
Alishe
nah ulet belbel mau ngapain lg itu ga boleh bgt org bahagia
Alishe
ahahaha percaya ga percaya laki w jg gini pas pdkt🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: awww sosweet
total 1 replies
Alishe
keselan gue perasaan🙄🙄🙄
Alishe
bener katarak ni org
Siti Aisyah
🤭🤭🤭
Mellisa Gottardo: /Drool/
total 1 replies
Yogi Muriani
ayam warna warni 🤣🤣suka-suka-suka👍
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ayam teletubbies dong mereka jadi nya, berpelukan
Mellisa Gottardo: hahaaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sekutu isabelle ternyata orang yang tak di sangka²
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah, baru tau takut. itu dia sifat nya orang sabar, sekali bertindak 1000 nyawa akan siap dicabik-cabik nya
Mellisa Gottardo: terharu yaw
total 1 replies
Kimyoonvi
harus bngt tiga anak ayam warna warni? 😭
Mellisa Gottardo: hahahah
total 1 replies
Evi Marena
ayam warna warni😂othorrrr the best sudah up 2part.....moga elena mau bantu mereka cari Isabella sang penipu ulung SM pendeta agung laknat😒
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘
Mellisa Gottardo: hahaha okee
total 1 replies
Alishe
puas satu puasss puas aja satuuuuu🤧🤧🤧
Alishe
agak laen antagonis ini🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!